Monday, January 15, 2018

Mengulik Lebih Jauh Burung Srigunting Kelabu

Jenis burung Srigunting termasuk salah satu jenis burung ocehan yang memiliki postur tubuh lumayan besar dan panjang. Dikatakan demikian karena rata-rata panjang tubuhnya dapat mencapai hampir 30 cm. Selain itu, ekornya juga berukuran tak kalah panjang yang terkadang melebihi dari ukuran badannya. Walaupun demikian, suara kicauan jenis burung Srigunting tergolong merdu dan nyaring yang terkadang dimanfaatkan untuk memaster atau sekedar memancing burung ocehn agar rajin berkicau. Karenanya, penulis pun coba mengenalkan salah satu diantara jenis burung Srigunting yang mempunyai kicauan merdu. Dan nama burung tersebut adalah burung Srigunting Kelabu.

Dicrurus Leucophaeus yang merupakan nama latin burung Sritgunting Kelabu dengan daerah persebaran tidak hanya terdapat di Indonesia tapi juga tersebar diberbagai negara Asia lainnya. Negara-negara yang menjadi habitat bagi burung Srigunting Kelabu tergolong cukup banyak mulai dari Tiongkok, Afganistan, Himalaya, Sri Lanka, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Laos. Tapi pada musim dingin di negara asalnya terkadang burung Srigunting Kelabu juga pergi bermigrasi ke wilayah Asia Tenggara dengan mendatangi Malaysia dan Singapura.

Keberadaan burung Srigunting Kelabu di Indonesia tersebar luas baik di pulau besar maupun kepulauan kecil. Daerah-daerah yang menjadi rumah bagi burung berekor panjang ini terdapat di Pulau Sumatera, Simeulue (ujung barat-laut Sumtera), Pulau Jawa, Bali, Lombok, Siberut (ujung barat Sumatera), Kepulauan Sipura dan Pagai, dan Kalimantan. Di habitat aslinya biasanya area yang menjadi tempatnya tinggal berada di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 2500 meter di atas permukaan laut.
Burung Srigunting Kelabu
Area lahan yang sering ditempat burung Srigunting Kelabu berada di area hutan terbuka atau sekunder, pinggiran hutan, hutan pegunungan, dan kawasan perbukitan. Saat mencari makanan kadang bergerak secara berpasangan dengan bertengger di ranting atau cabang pohon. Cara burung ini untuk memperoleh makanan dengan terbang menyambar serangga yang terbang tidak jauh dari nya. Waktu berkembangbiak bagi burung Srigunting Kelabu berlangsung sekitar bulan Januari sampai Agustus. Sarang yang nantinya dijadikan tempat indukan mengerami telurnya memiliki bentuk mirip cawan yang ditaruh sekitar 10 meter dari atas tanah.

Nah, ukuran fisik burung Srigunting Kelabu tergolong lumayan besar dengan panjang sekitar 29 cm. Adapun ciri fisik lainnya dapat disimak uraiannya di bawah ini:

  1. Berwarna abu-abu kehitaman yang tampak menutupi bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota, pipi, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya.
  2. Terlihat juga warna abu-abu keputihan yang terdapat diarea bawah tubuhnya seperti area tenggorokan, dada, perut, sampai area tunggirnya. 
  3. Paruhnya berukuran agak panjang dengan bentuk agak besar dan tebal. 
  4. Matanya tampak bulat dengan ukuran tak terlalu besar dan berwarha merah saga.
  5. Kakinya berukuran sedang dengan warna abu-abu kehitaman.
  6. Ekornya berukuran cukup panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang agak tebal dengan bagian ujungnya berbentuk seperti huruf “V” yang saling berlawanan.

Sedangkan bunyi kicauan yang bisa dikenali dari burung Srigunting Kelabu terdengar nyaring dan agak melengking. Volume kicauannya dibunyikan tidak terlalu tinggi dengan tempo yang agak rapat. Kicauannya terdengar berirama dengan nada pendek yang dikeluarkan secara terus-menerus. Nada kicauan yang dibunyikannya seperti “hiiurr..iur..celiuu” ataupun “wiii...piitt”. Selain itu, burung Srigunting Kelabu juga cukup cakap dalam menirukan suara burung atau hewan lain yang sering didengarkannya.

Okey, demikianlah penjelasan seputar burung Srigunting Kelabu yang mungkin masih belum banyak yang mengenal atau pernah melihatnya secara langsung. Untuk itu Anda pun dapat mencarinya di pasar burung ocehan ataupun mengunduh audio suaranya yang ada di internet. Terima kasih.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/06/08/srigunting-kelabu/
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_srigunting_kelabu.htm

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Ashy_Drongo_(Dicrurus_leucophaeus).jpg

Sunday, January 14, 2018

Mengenal Burung Cerecet Jawa Sebagai Burung Ocehan Yang Bertubuh Kecil

Jenis burung ocehan yang umumnya banyak dipelihara dan sering diikutkan dalam perlombaan biasanya memiliki ukuran tubuh tergolong sedang. Dikatakan berukuran sedang sebab panjang tubuhnya rata-rata berkisar antara 11 sampai 20-an cm saja. Hanya saja, terdapat satu jenis burung ocehan yang ukuran tubuhnya terlampau kecil dengan panjang kurang dari 10 cm. Selain itu, keberadaannya tidak terdapat dinegara lain atau bisa dikatakan sebagai burung endemik. Adapun nama burung yang berukuran kecil tersebut adalah burung Cerecet Jawa.

Burung Cerecet Jawa termasuk salah satu jenis burung ocehan berukuran kecil yang habitat hidupnya hanya terdapat di Indonesia. Keberadaannya di kawasan hutan Indonesia tersebar di Pulau Jawa saja. Di Pulau Jawa pun penyebaran burung mungil ini tidak terdapat disemua daerah melainkan hanya berada di bagian barat dan tengah Pulau Jawa saja. Area yang menjadi tempat tinggalnya pun terfokus di dataran tinggi yang ketinggiannya sekitar 1000 meter di atas permukaan laut.

Sewaktu berada di alam biasanya burung Cerecet Jawa tinggal menetap di kawasan hutan pegunungan, hutan cemara, pinggiran hutan, hutan konifer, dan area perkebunan milik masyarakat.
Saat mencari makanan sering bergerak dengan kelompok kecil yang terbang ke arah pepohonan berdaun jarum ataupun jarang. Tapi terkadang juga turun ke tanah untuk menemukan santapan makannya berupa serangga yang berukuran kecil. Waktu berkembang biak yang dijalani burung Cerecet Jawa berlangsung dua kali dalam satu tahun yakni mulau dari bulan Maret sampai Mei dan dilanjutkan kembali sekitar bulan Agustus sampai November. Sesudah menjalani masa perkawinan biasanya jumlah telurnya sekitar tiga butir yang ditempatkan pada sangkar yang berbentuk kantung menggantung dengan terbuat dari dedaunan kering, rumput, dan dieratkan menggunakan lumut.
Burung Crecet Jawa yang sedang bertengger
Nah, tentunya Anda penasaran terkait ukuran sebenarnya dari panjang tubuh burung yang bernama latin Psaltria exilis ini. Ya, ukuran tubuh burung Cerecet Jawa tak lebih dari 8 cm saja mulai dari paruh sampai ekornya. Adapun ciri lainnya dari burung ocehan mungil ini bisa disimak uraiannya di bawah ini:

  1. Warna cokelat tampak menutupi bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota, pipi, tengkuk, punggung, sayap, dan keseluruhan ekornya.
  2. Warna putih keabu-abuan terlihat dibagian bawah tubuhnya yang terdapat di area tenggorokan, dada, perut, dan sampai dengan tunggirnya.
  3. Paruhnya berukuran kecil dengan warna hitam pekat.
  4. Matanya tampak bulat dengan pupil berwarna hitam dan lingkaran yang mengelilingi pupilnya terlihat berwarna kuning. 
  5. Ekornya berukuran agak panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang tidak dapat dikembangkan.

Begitu pula dengan ciri kicauan burung Cerecet Jawa terdengar cukup nyaring dan agak melengking. Volume kicauannya dibunyikan tidak terlalu kencang atau tinggi dengan tempo yang agak rapat atau mirip suara crecetan. Suara kicauannya memiliki irama yang teratur dengan nada pelan saat awal kicauan dan mulai agak bergelombang serta bertempo lumayan rapat dibagian tengah sampai ke ujung kicauannya. Irama kicauannya bernada seperti “trrr...trrr...trrr” ataupun “sisisiirrr”.

Demikianlah penjelasan seputar burung Cerecet Jawa yang merupakan burung endemik di Pulau Jawa. Untuk itu agar populasinya tetap terjaga di alam liar maka ada baiknya tidak memelihara ataupun menangkapnya. Selain itu, bagi Anda yang tertarik dengan burung Cerecet Jawa maka bisa menyimpan audio suaranya yang banyak terdapat di internet dan dapat dipergunakan untuk memaster burung ocehan peliharaan Anda di rumah.

Referensi Tulisan:
https://omkicau.com/2014/04/23/cerecet-jawa-burung-endemik-terkecil-di-pulau-jawa/
https://id.wikipedia.org/wiki/Cerecet_jawa

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pygmy_Tit_(Psaltria_exilis).jpg

Segudang Manfaat Jagung Bagi Burung Ocehan

Jenis makanan yang biasanya diberikan kepada burung ocehan pemakan tumbuh-tumbuhan atau herbivora tergolong beragam. Jenis pakan yang beragam tersebut mulai dari Pisang, Pepaya, Sayuran, Kangkung, Mangga, dan jenis biji-bijian. Kesemua jenis pakan tersebut mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan dan turut menjaga keindahan suara kicauannya. Tapi ada juga jenis pakan lain yang berasal dari tumbu-tumbuhan yang baik dan mengandung banyak manfaat untuk burung ocehan. Adapun nama pakan tersebut adalah Jagung.

Jagung termasuk jenis tanaman pangan yang mengandung karbohidrat seperti padi dan juga gandum. Orang-orang disemua negara termasuk Indonesia tentunya sudah mengenal Jagung yang sering dikonsumsi sebagai cemilan ataupun pengganti beras. Hal ini dikarenakan kandungan karbohidrat yang terdapat pada Jagung sama mampunya untuk mengeyangkan perut dibanding makan beras ataupun gandum. Apalagi, Jagung tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk bulir-bulir dari tongkolnya tapi juga sudah diolah keberbagai produk lainnya seperti minyak makan maupun gula. Selain itu, kandungan nutrisi yang terdapat pada Jagung juga tergolong beragam mulai dari Protein, Lemak, Air, Vitamin (A, B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan C), Besi, Magnesium, Fosfor, Mangan, Kalium, dan Zink.

Disamping itu, Jagung juga mempunyai manfaat yang tidak hanya sekedar mampu membuat perut kenyang. Manfaat-manfaat tersebut antara lain sebagai sumber kalori untuk menambah tenaga, mengurangi potensi resiko wasir, menambah kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, mencegah terkena anemia, menurunkan kadar kolestrol, dan berguna untuk menjaga kestabilan kadar gula bagi penderita diabetes. Selain itu, orang-orang yang mengkonsumsi Jagung juga terkadang diolah keberbagai bentuk makanan seperti membakarnya, dijadikan popcorn, dan bahkan jadi sayuran.
Jagung
Nah, sebenarnya Jagung tidak hanya baik dimakan oleh kita tapi juga boleh diberikan kepada hewan ternak maupun burung ocehan. Mungkin sudah sering kita melihat bahwa Jagung diberikan kepada hewan ternak seperti ayam dan bebek. Tapi sangat jarang melihatnya menjadi makanan bagi burung ocehan. Padahal melihat dari ragamnya nutrisi yang ada pada Jagung tentunya sangat baik dalam menjaga kesehatan burung ocehan. Selain itu, jenis burung ocehan yang dapat diberikan Jagung sebenarnya bisa segala jenis. Tapi umumnya Jagung hanya diberikan kepada burung ocehan yang herbivora seperti burung paruh bengkok ataupun Kenari.

Yup, adapun manfaat atau khasiat Jagung bagi burung ocehan yang menyantapnya termasuk beragam yang terdiri dari:

  1. Berguna meningkatkan birahi burung agar tampil maksimal saat diperlombaan.
  2. Memperlancar sisitem saluran pencernaan burung ocehan.
  3. Menjadi sumber tenaga agar burung tidak mudah lelah.
  4. Membantu burung ocehan agar tidak mudah terkena anemia, dan.
  5. Menjadikan bulu-bulunya tampak sehat dan kuat.

Sedangkan Jagung yang diberikan kepada burung ocehan cukup beragam baik yang masih muda ataupun mulai agak tua tapi yang teksturnya masih lembut. Jenis Jagungnya pun juga bisa berupa Jagung manis maupun yang biasa atau disebut Jagung Jawa. Cara memberikannya dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti memberikan satu tongkol Jagung yang disangkutkan dibagian tengah atau pinggir sangkar. Bisa juga dengan memisahkan bulir Jagung dari tongkolnya yang nantinya ditaruh pada tempat pakannya. Yang terpenting sebelum dikonsumsi burung ocehan ada baiknya untuk mencucinya terlebih dahulu hingga bersih. Dan yang lumayan penting juga untuk diingat bahwa pemberian Jagung untuk burung ocehan sifatnya adalah pakan tambahan sehingga tidak dianjurkan untuk dimakan setiap hari. 

Begitulah ulasan seputar Jagung yang menjadi pakan untuk buurng ocehan yang mengandung beragam manfaat. Karenanya bagi Anda yang belum pernah memberikan Jagung kepada burung ocehan peliharaan di rumah maka tak ada salahnya untuk menambahkannya ke dalam menu makanannya. Yang terpenting untuk diingat bahwa pemberian Jagung baiknya dilakukan beberapa kali dalam seminggu atau sebulan saja. Okey.

Referensi Tulisan:
  • https://omkicau.com/2015/10/18/manfaat-jagung-dan-cara-memberikannya-pada-kenari/
  • http://www.mediaronggolawe.com/manfaat-jagung-manis-buat-kenari.html#
  • https://manfaat.co.id/manfaat-jagung

Referensi Gambar:
https://pixabay.com/en/corn-on-the-cob-corn-grain-2941068/

Wednesday, January 3, 2018

Indahnya Si Burung Paok Hijau

Jenis burung Paok telah lama dikenal sebagai burung pengicau yang memiliki corak warna bulu yang indah. Dikatakan bercorak warna indah dikarenakan warna yang terdapat di seluruh bulunya tampak terdiri dari berbagai jenis warna yang terang. Selain itu, jenis burung Paok yang tersebar di Indonesia berjumlah lumayan banyak hingga mencapai 17 jenis. Tapi, umumnya orang-orang hanya mengenal beberapa di antaranya yang sering dijadikan sebagai burung masteran. Untuk itu pada tulisan ini coba mengulik salah satu di antaranya yang masih belum terlalu banyak yang mengenalnya. Adapun nama burung Paok tersebut adalah burung Paok Hijau.

Burung Paok Hijau yang terdapat di wilayah hutan Indonesia tidak semuanya sebagai burung penetap sebab ada juga yang termasuk burung migrasi. Daerah atau pulau yang menjadi tujuan migrasi burung Paok Hijau berada di sekitar kawasan Sumatera, Pulau Nias, Bangka, dan Jawa. Lalu daerah yang menjadi tempatnya berkembangbiak atau disebut burung penetap berada di Sumatera, Bangka, Belitung, Kalimantan, Jawa Barat, Sulawesi, dan Papua. Selain itu, burung Paok Hijau juga memiliki habitat di luar negeri dengan mendiami negara India, Thailand, Bangladesh, Tiongkok, Laos, Kamboja, Filipina, dan Malaysia.

Sewaktu berada di alam liar, burung Paok Hijau mendiami area dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian maksimal mencapai 1200 meter di atas permukaan laut. Tapi biasanya burung ini hanya terdapat diketinggian 500 sampai 800 meter dpl. Area hutan yang menjadi tempatnya tinggal berada di kawasan hutan yang agak basah dengan masih banyaknya ditumbuhi pepohonan. Kebiasaan burung Paok Hijau suka berjalan atau melompat-lompat di atas tanah sambil membalikkan dan mematuki batang kayu. Tujuannya membalikkan daun maupun mematuki batang kayu adalah untuk mencari aneka jenis makanan. Jenis makanan yang umumnya disantapnya cukup beragam mulai dari serangga kecil, larva serangga, siput, maupun cacing. Waktu berkembangbiaknya seringnya berlansung sekitar bulan Februari sampai Juni di wilayah Sulawesi dan Desember sampai Juni di sekitaran Papua. Jumlah telur yang dierami indukannya pun tergolong agak banyak yang dapat mencapai sektiar lima butir.
Burung Paok Hijau di Alam Liar
Sedangkan ciri fisik burung Paok Hijau tampak berukuran agak besar dengan panjang sekitar 18 cm. Ciri lainnya yang perlu diketahui dari burung Paok Hijau dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
  1. Terdapat warna hitam yang menutupi keseluruhan kepala, leher, tenggorokan, dan bagian belakang perutnya. 
  2. Terlihat pula warna hijau terang yang terdapat dibagian punggung, sisi bawah sayap, ekor, dada, dan pangkal perutnya. 
  3. Pada bagian kedua sisi pangkal sayapnya tampak berwarna biru muda terang yang mencolok.
  4. Lalu ada juga warna merah terang yang menutupi area tunggir dan bagian bawah sayapnya.
  5. Paruhnya yang berwarna hitam pekat berukuran sedang dengan bentuk agak besar dan tebal.
  6. Matanya yang berwarna hitam juga berukuran agak besar dengan bentuk bulat. 
  7. Kakinya berwarna putih krim dengan ukuran lumayan panjang.
  8. Ekornya berukuran amat pendek sehingga sekilas dilihat tampak seperti tidak memiliki ekor.
Nah, setelah menjelaskan terkait ciri fisiknya perlu juga mengetahui terkait kualitas suara yang dimiliki burung Paok Hijau. Sebab suara kicauan jenis burung Paok terkadang dimanfaatkan untuk memaster burung lain yang hendak atau telah mahir berkicau. Ya, suara kicauan milik burung Paok Hijau terdengar nyaring dan tidak terlalu melengking dengan volume sedang. Tempo kicauannya tergolong pendek dengan suara yang diulang-ulang secara terus-menerus. Tapi bunyi kicauannya berupa siulan ganda dengan nada seperti “pih... pihh... pihh”.

Yup, begitulah kiranya penjelasan seputar burung Paok Hijau yang selain memiliki corak warna bulu indah juga kualitas kicauannya lumayan bagus. Selain itu, burung Paok Hijau tergolong jinak atau tidak mudah takut saat berhadapan dengan orang yang menemuinya di hutan. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Paok Hijau mungkin cukup kesulitan menemukannya di pasar burung mengingat tidak banyak yang mengenalnya. Maka solusinya bisa menyimpan audio suaranya yang terdapat di internet.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/07/03/paok-hijau/

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Paok_hijau_-_(Pitta_sordida).JPG

Sunday, December 17, 2017

Perenjak Jawa, Si Mungil yang Bersuara Merdu

Jenis burung Perenjak merupakan salah satu jenis burung ocehan yang sudah cukup familiar di mata para pencinta burung kicauan di tanah air. Keterkenalan burung Perenjak bukan dikarenakan bentuk fisiknya yang unik tapi suara kicauannya yang tergolong merdu dan nyaring. Selain itu, jenis burung Perenjak yang terdapat di Indonesia hanya terdiri dari lima jenis dengan ciri fisik yang tidak terlalu berbeda. Hanya saja, dari kelima jenis tersebut yang lumayan terkenal di antara pecinta burung kicauan adalah jenis burung Perenjak Jawa. Karenanya pada tulisan ini coba mengulasnya secara mendalam agar semakin dikenal oleh para pembaca sekalian.

Ya, burung Perenjak Jawa termasuk jenis burung ocehan endemik yang keberadaannya tidak terdapat di negara lain. Daerah yang menjadi habitat burung Perenjak Jawa hanya terbatas di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali saja. Sebagai burung endemik biasanya jangkauan jelajah terbangnya tidak sampai keluar dari habitat tempatnya bersarang. Selain itu, burung Perenjak Jawa tersebar cukup merata baik di dataran rendah dan area pegunungan dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut.

Kehidupan burung Perenjak Jawa di alam liar biasanya menghuni hutan mangrove, hutan sekunder, sampai dengan area kebun dan taman yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Sewaktu berburu makanan di hutan kadang bergerak dengan kelompok kecil sambil mengeluarkan suara bersama-sama sehingga terdengar riuh atau ribut. Area tempatnya mencari makanan seringnya berada disekitaran permukaan tanah dan pucuk pepohonan. Jenis makanan yang umumnya disantap burung Perenjak Jawa berupa serangga kecil seperti kumbang, kupu-kupu, ataupun larva. Selain itu, sarang yang disusunya menggunakan serat, jaring laba-laba, dan tumbuhan kering memiliki bentuk mirip kubah yang agak panjang dan pintu masuknya ditaruh di bagian atasnya. Waktu berkembangbiaknya berlangsung hampir sepanjang tahun dengan jumlah telur sekitar empat butir.
Gambar: Burung Perenjak Jawa di alam liar
Nah, ukuran fisik burung Perenjak Jawa tergolong kecil atau mungil dengan panjang hanya sekitar 13 cm saja. Selain itu, uraian ciri fisik lainnya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:

  1. Pada bagian mahkota kepala sampai area tengkuknya terlihat ditutupi oleh warna hitam keabu-abuan.
  2. Pada bagian tenggorokan dan disekitaran dadanya tampak berwarna putih cerah. 
  3. Tampak juga warna cokelat zaitun dibagian seluruh area pungung, sayap, dan ekornya.
  4. Dibagian tepi dan ujung sayap serta ujung ekornya terlihat berwarna hitam yang tidak terlalu pekat.
  5. Dibagian atas matanya terdapat segaris bulu yang berwarna putih dan lingkaran mata berwarna kuning tua dengan area pupilnya berwarna hitam.
  6. Paruhnya berwarna abu-abu agak kehitaman dibagian ujungnya ini berukuran agak panjang dan lumayan tebal.
  7. Ekornya berukuran cukup panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang terlalu lebar.
  8. Kakinya yang berwarna merah jambu berukuran sedang dengan cakar yang agak panjang.

Sedangkan suara kicauan burung yang bernama latin Prinia Familiaris ini memiliki volume yang tinggi dengan suara nyaring dan agak melengking. Kicauannya bertempo lumayan rapat yang terdengar hampir seperti suara crecetan dengan durasi yang tidak terlalu panjang. Bunyi kicauan khas dari burung Perenjak Jawa ini seperti “cwuiittt.... cwuuiitt... cwuuuiitt” yang dikeluarkan secara terus-menurus dan terkadang diselingi dengan nada kicauan lainnya. Selain itu, burung mungil ini pun tergolong jenis burung ocehan yang cukup rajin berkicau baik saat berada di hutan maupun dalam peliharaan pemiliknya.

Walaupun burung Perenjak Jawa bukan bagian dari jenis burung ocehan yang dilindungi pemerintah tetap juga kelestariannya di alam liar perlu dijaga. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Perenjak Jawa ada baiknya memang membelinya dari hasil penangkaran agar keberadaannya di alam liar tidak terusik. Terimakasih.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/02/06/perenjak-jawa/
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_perenjak_jawa.htm

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bar-winged_Prinia_(Prinia_familiaris).jpg 

Saturday, December 16, 2017

Mengenal Indahnya Burung Poksai Genting

Jenis burung Poksai Genting termasuk salah satu jenis burung ocehan yang sudah lama dikenal para penghobies di tanah air. Orang-orang yang mengenalnya bukan hanya dikarenakan suara kicauannya yang nyaring tapi juga corak warna bulunya yang tergolong indah dengan warna yang bervariasi. Selain itu, ukuran tubuhnya juga cukup proporsional yang tidak besar dan tidak pula terlalu kecil. Sehingga burung Poksai Genting cukup digemari para penghobies yang sering dijadikan sebagai burung masteran untuk burung ocehan lainnya. Untuk itu agar para pembaca sekalian dapat mengenal burung Poksai Genting lebih jauh lagi maka penulis pun coba menggali segala informasinya dengan dituliskan dalam artikel ini.

Ya, burung Poksai Genting adalah jenis burung ocehan yang daerah persebarannya hanya terdapat dibeberapa negara di kawasan Asia Tenggara saja. Negara-negara yang hutannya di huni burung Poksai ini tidak lah banyak seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Di negara kita populasinya mendiami area hutan di Pulau Kalimantan dan Sumatera saja. Selain itu, di alam liar biasanya penyebarannya terfokus di area dataran tinggi dengan rentang ketinggian antara 700 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Jenis hutan yang dijadikannya tempat tinggal umumnya ialah hutan pegunungan, area pinggir hutan, hutan sekunder, dan perkebunan milik masyarakat.

Kehidupan burung Poksai Genting di alam liar biasanya bersama kawanannya yang lain dengan jumlah sekitar lima ekor dalam satu kelompok. Sewaktu mencari makanan seringnya mengunjungi pepohonan yang pendek sambil mengeluarkan kicauannya. Jenis makanan yang setiap hari dicarinya tergolong beragam mulai dari serangga kecil, siput atau keong, buah-buahan, dan biji-bijian yang banyak terdapat di hutan. Selain itu, sarang yang dibentuk indukannya biasanya berbentuk mangkuk yang tidak terlalu dalam. Waktu berkembangbiak bagi burung Poksai Genting seringnya berlangsung cukup singkat yang terjadi di bulan Februari dan Maret saja dengan jumlah telur yang dierami indukan sekitar dua butir.
Gambar: Burung Poksai Genting
Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Garrulax Mitratus ini tampak berukuran sedang dengan panjang sekitar 23 cm. Selain itu, untuk mengetahui ciri lainnya dari burung Poksai Genting maka bisa membaca uraiannya di bawah ini:

  1. Pada bagian depan wajah dan mahkota kepalanya tampak berwarna cokelat berangan tua.
  2. Tampak juga warna abu-abu kehitaman yang hampir menutupi sebagian besar badannya mulai dari tengkuk, pungung, sayap, tenggorokan, dada, perut, dan ekornya. 
  3. Disekitaran area sayapnya tersapu warna putih cerah dengan bentuk garis-garis secara horizontal.
  4. Dibagian area belakang perut dan tunggirnya tampak berwarna cokelat berangan tua.
  5. Iris matanya berwarna putih cerah dan bagian pupilnya berwarna hitam pekat. 
  6. Paruhnya berwarna kuning tua dengan bentuk agak panjang dan tebal.
  7. Kakinya berukuran agak panjang yang cukup tebal dengan warna mirip seperti paruhnya.

Sedangkan suara kicauan burung Poksai Genting ini terdengar nyaring dengan volume yang tidak terlalu tinggi. Suara kicauannya bertempo sedang dengan nada yang pendek-pendek. Sekilas bunyi kicauannya terdengar seperti suara siulan yang berirama naik turun secara beraturan. Lalu bunyi kicauannya berirama seperti: “ker-kewiit” yang dilakukan secara terus-menerus.

Begitulah ulasan terkait dengan burung Poksai Genting yang juga dipanggil dengan nama burung Poksai Mandarin di antara para penghobies nya. Untuk itu dengan dituliskan artikel ini semoga dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang ternyata sangat banyak jumlahnya. Dan bagi Anda yang tertarik dengan burung Poksai Genting dapat mencarinya di pasar burung ocehan yang ada disekitar kota Anda. Thanks.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2014/05/05/poksai-genting/

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Garrulax_mitratus.jpg

Monday, December 11, 2017

Mengenal Kemerduan Kicauan Burung Tepus Gelagah

Jenis burung Tepus Gelagah termasuk salah satu jenis burung kicauan yang memiliki suara merdu dan nyaring. Kemerduan suara jenis burung Tepus Gelagah tidak hanya terdengar nyaring tapi juga bervariasi dengan adanya suara yang khas yang tidak dimiliki jenis burung ocehan lainnya. Selain itu, sudah ada pula yang mencoba memeliharanya dengan tujuan untuk menggunakan suaranya sebagai media pemasteran bagi burung ocehan yang hendak diikutkan perlombaan. Karenanya, penulis pun berkeinginan untuk menggali beragam informasi terkait burung Tepus Gelagah dengan tujuan agar semakin dikenal oleh para penghobies sekalian. Adapun pembahasan lebih lanjutnya dapat dibaca di bawah ini.

Ya, burung Tepus Gelagah memiliki daerah persebaran tidak hanya terbatas di wilayah Indonesia tapi juga terdapat diberbagai negara di hampir seluruh kawasan Asia. Negara-negara yang terdapat populasinya tergolong cukup banyak yang di antaranya adalah India, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Tiongkok, dan Laos. Hanya saja, keberadaannya di Indonesia tidak terdapat diberbagai derah tapi hanya terbatas di wilayah Pulau Jawa saja tepatnya di bagian baratnya.

Sewaktu hidup di alam liar biasanya area persebaran terdapat di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Area tempatnya tinggal seringnya bertanaman lebat, reruputan lebat, dan semak belukar. Selain itu karakter atau sifat burung Tepus Gelagah dikenal cukup pemalu dan lebih menyukai bersembunyi dibalik rimbunnya hutan. Saat mencarinya di hutan tidak mudah untuk melihat sosoknya sebab burung ini sangat suka mengeluarkan kicauannya dengan tetap bersembunyi dari balik dedaunan pohon.
Ilustrasi Burung Tepus Gelagah
Sedangkan sewaktu mencari makanan di hutan kadang kala dilakukan dengan bergerak dalam kelompok kecil atau berpasangan sekitar dua sampai empat ekor saja. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya berupa aneka jenis serangga seperti ulat kupu-kupu, kumbang, jangkrik, dan jenis serangga lainnya. Waktu berkembangbiaknya biasanya berlangsung cukup lama mulai dari Februari sampai September dengan jumlah telur mampu mencapai lima butir dalam sekali mengerami.

Nah, ciri fisik burung yang bernama latin Timalia pileata ini memiliki ukuran tubuh sedang dengan panjang mencapai 17 cm. Lalu ciri lainnya yang perlu diketahui dari burung ini dapat disimak uraiannya di bawah ini:

  1. Pada bagian mahkota kepalanya terlihat berwarna cokelat kemerahan.
  2. Tampak pula warna putih cerah yang menutupi area dekat bawah mahkota kepala, sisi pipi bawah, tenggorokan, dan pangkal dadanya.
  3. Terlihat juga warna hitam pekat dibagian depan mata dan paruhnya.
  4. Pada bagian dekat leher atasnya terlihat berwarna abu-abu kehitaman yang agak tebal.
  5. Tampak juga warna cokelat agak kusam menutupi area atas dan bawah tubuhnya mulai dari keseluruhan punggung, sayap, perut, tunggir, dan ekornya.
  6. Ekornya berukuran sedang yang terdiri dari beberapa helai bulu agak lebar tapi tidak bisa dikembangkan saat berkicau atau hendak terbang.
  7. Kakinya berukuran sedang dan tampak sedikit besar dengan cakar yang berukuran agak panjang.

Yang tak kalah menarik dari burung Tepus Gelagah ini adalah suara kicauannya yang memiliki ciri khas yang berbeda dengan jenis burung ocehan lainnya. Suara kicauannya terdengar nyaring dengan volume yang agak tinggi dan tidak sampai melengking di telinga kita. Terdapat tempo yang cukup rapat dengan suara getaran yang lembut dihampir sepanjang kicauannya. Suara yang dibunyikannya seringkali terdengar lumayan tajam dengan nada yang naik-turun secara beraturan. Selain itu, bila didengarkan secara perlahan tampak suara kicauannya seperti ganda yang membuatnya terdengar lumayan nyaring.

Tidak banyak lagi yang dapat dituliskan dalam artikel ini terkait burung Tepus Gelagah. Tentunya, bagi Anda yang telah membaca artikel ini hingga tuntas mungkin sedikit tertarik dengan burung Tepus Gelagah. Bila ia, mungkin dapat mencarinya di pasar burung ocehan ataupun bisa menyimpan audio suaranya yang banyak terdapat di internet. Okey.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2014/05/08/tepus-gelagah/

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Timalia_pileata_Horsfield.jpg