Thursday, September 21, 2017

Mengenali Mitos Saat Melatih Burung Jalak Bicara

Jenis burung Jalak termasuk salah satu dari sederet ragam jenis burung ocehan yang cukup banyak digemari orang-orang diberbagai negara termasuk Indonesia. Ramainya orang-orang yang menggilai jenis burung Jalak untuk dipelihara disebabkan kemampuan kicauannya yang terdengar merdu dan bervariasi ditandai dari mampunya meniru suara manusia. Selain itu, metode melatih burung Jalak agar berkicau dengan suara nyaring dan bervariasi tergolong cukup beragam hingga menimbulkan mitos yang berkembang di antara para penghobies. Mitos-mitos yang berkembang dalam melatih burung Jalak berkicau atau berbicara terkait dengan cara melatihnya yang cukup sulit dijelaskan memakai logika. Padahal bila salah dalam melatih burung Jalak berkicau tentu dampak akan serius termasuk membuatnya tidak bisa lagi mengeluarkan suara.

Karenanya pada tulisan ini sengaja untuk mengulik terkait mitos saat melatih burung Jalak berbicara. Adapun pembahasannya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
Gambar: Burung Jalak Suren
1. Menggosokkan cincin emas dibagian lidah burung Jalak
Salah satu mitos dalam melatih burung Jalak agar kicauannya merdu dan bervariasi adalah dengan menggunakan cincin emas yang digosokkan pada bagian lidahnya. Agak sulit bagaimana menjelaskan terkait pengaruh cincin emas secara langsung dengan apiknya suara burung Jalak saat berkicau. Padahal mampunya burung Jalak menirukan ragam jenis suara burung ataupun manusia dikarenakan mendapatkan pelatihan secara terus-menerus dari pemiliknya. Pelatihan tersebut tentu saja dengan rutin mengajarinya berkicau melalui rekaman suara burung Jalak yang sudah gacor yang diletakkan dekat sangkarnya.

2. Mengoleskan cabai dibagian lidah burung Jalak
Mitos lainnya yang dipercayai dapat membuat burung Jalak bersuara merdu dan gacor adalah dengan mengoleskan cabai dibagian lidahnya. Sekilas cara yang satu ini memang dapat berpengaruh baik terhadap kualitas kicauan burung sebab banyak jenis burung yang hidup di alam sering mengkonsumsi cabai dan suaranya lumayan merdu dan bervariasi. Tapi pengaruh cabai tersebut bukan secara instan dapat membuat burung Jalak mampu menirukan beragam jenis suara tanpa perlu latihan. Sebab agar burung gacor dan kicauannya bervariasi tentu harus sering melatihnya dengan rekaman suara burung ataupun sesekali mendekatkan burung Jalak yang sudah pandai berkicau.

3. Pada bagian ujung lidah burung Jalak dipotong
Cara terakhir yang mengandung mitos agar burung Jalak bisa jago berkicau dan menirukan suara ini tergolong beresiko tinggi dan sebaiknya jangan sesekali mencobanya. Hal ini dikarenakan lidah memiliki daging yang lunak dan mudah sekali terluka saat terkena suhu panas ataupun gesekan tajam. Selain itu, lidah burung mempunyai bentuk yang cukup tipis dan menjadi rawan saat salah dalam memotongnya. Sebab bila salah dalam memotong bagian ujung lidah dapat membuat pendaharan yang sulit dihentikan. Dan dampaknya tentu burung Jalak pun akan mengalami kesulitan dalam berkicau dan bahkan membuatnya bisa macet bunyi sama sekali.

Untuk itu dalam melatih burung Jalak agar kicauannya merdu dan bervariasi perlu memperhatikan dampaknya nanti dan jangan terlalu mudah percaya dengan mitos yang berkembang. Sebab burung Jalak yang dapat berkicau dengan baik tentunya dilatih dalam waktu yang tidak sebentar dan menggunakan cara-cara yang rasional termasuk memperhatikan perawatan hariannya dan kebersihan sangkarnya. Okey.

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2013/09/15/mudahnya-melatih-jalak-nias-bicara/
http://www.burungocehan.link/2016/06/sepenggal-mitos-melatih-bicara-burung.html

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3a/Asian_Pied_Starling_%28Sturnus_contra%29_calling_at_Kolkata_I_IMG_8809.jpg

Wednesday, September 20, 2017

Mengulik Segudang Manfaat Buah Pisang Bagi Burung Ocehan

Ketika berbicara tentang buah Pisang mungkin tidak ada di antara kita yang tidak mengenalnya. Sebab buah yang satu ini cukup mudah dijumpai diberbagai pasar baik pasar tradisional maupun modern. Harga buah Pisang pun tergolong cukup murah dengan memiliki berbagai jenis dan rasa yang manis. Selain itu, orang-orang yang menyantapnya tidak hanya berfungsi sebagai buah pencuci mulut tapi juga berkhasiat dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Buah Pisang yang dikonsumsi pun ternyata juga dapat dijadikan pakan utama atau tambahan yang diberikan kepada burung ocehan peliharaan di rumah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya agar dapat menambah wawasan kita sekalian.

Buah Pisang yang memiliki ciri berwarna kekuningaan saat sudah matang ini termasuk jenis tumbuhan yang daunnya berukuran cukup panjang dan lebar. Tanaman ini juga tergolong mudah tumbuh baik di dataran rendah hingga area perbukitan. Selain itu, buah Pisang yang sering dimakan orang-orang umumnya mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh mulai dari Kalium, Kalsium, Karbohidrat, Vitamin (A, B6, C, D, dan K), Magnesium, Fosfor, Seng, Mangan, Selenium, dan ragam nutrisi lainnya. Begitu juga dengan khasiat buah Pisang yang cukup beragam seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga stamina agar tidak mudah lelah, menaikkan berat badan, menjaga tekanan darah tetap normal, baik memelihara ketahanan tulang agar tidak keropos, dan dapat melancarkan sistem pencernaan dalam tubuh.
Gambar: Buah Pisang
Ragamnya kandungan nutrisi yang ada pada buah Pisang tidak hanya dapat dirasakan manfaatkan oleh manusia tapi juga bagi makhluk hidup lainnya yang menyantapnya termasuk burung ocehan. Pemberian buah Pisang untuk burung ocehan sebenarnya sudah lama dikenal dan dilakukan para penghobies di tanah air. Hal ini tak terlepas dari minat burung ocehan yang memang tidak menolak untuk memakan buah Pisang yang digantung dalam sangkarnya. Nah, adapun manfaat yang diperoleh burung ocehan saat memakan buah Pisang tergolong lumayan banyak mulai dari mampu menjaga sistem pencernaannya dari sembelit atau susah buang kotoran. Selain itu, buah Pisang juga cukup baik dalam menjaga kekebalan tubuhnya agar tidak mudah sakit dan mampu menaikkan berat badannya supaya lebih tampak proporsional.

Burung ocehan yang dapat memakan buah Pisang pun cukup beragam baik pemakan tumbuhan (herbivora) maupun pemakan serangga (karnivora). Hanya saja, sebelum buah Pisang diberikan kepada burung ocehan kesayangan Anda di rumah dapat memperhatikan beberapa hal berikut ini, yakni:

  1. Buah Pisang yang dijadikan makanan burung ocehan sebaiknya berjenis Barangan atau Kepok yang sudah matang tapi jangan terlalu tua.
  2. Sebelum diberikan terlebih dahulu dapat membersihkan kulit bagian luarnya dan mencucinya hingga bersih. Tujuannya agar tidak ada sisa karbit yang nanti menempel di daging buah.
  3. Bila buah Pisang yang ada di sangkar tampak sudah berlendir dan ditempeli kotoran sebaiknya menggantinya dengan pisang yang baru.
  4. Pemberian buah Pisang kepada burung ocehan juga jangan berlebihan atau terlalu sering sebab dampakya dapat membuat tubuh burung menjadi gemuk dan malas bergerak.

Nah, demikianlah ulasan tentang buah Pisang yang ternyata baik diberikan kepada burung ocehan asal jangan terlalu berlebihan. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah pemahaman kita seputar pangan burung ocehan beserta manfaatnya. Karenanya, bagi Anda yang belum pernah memberikan buah Pisang kepada burung peliharaan di rumah mungkin tak ada salahnya untuk mencoba nanti. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/02/22/pisang-kepok-untuk-cucak-hijau-usahakan-steril-dan-pilihlah-jenis-saba/
2. https://www.amazine.co/23221/ketahui-7-nutrisi-penting-kandungan-kalori-dalam-pisang/

Sumber Gambar:
https://pixabay.com/en/banana-good-food-healthy-fruit-1949166/