Saturday, December 16, 2017

Mengenal Indahnya Burung Poksai Genting

Jenis burung Poksai Genting termasuk salah satu jenis burung ocehan yang sudah lama dikenal para penghobies di tanah air. Orang-orang yang mengenalnya bukan hanya dikarenakan suara kicauannya yang nyaring tapi juga corak warna bulunya yang tergolong indah dengan warna yang bervariasi. Selain itu, ukuran tubuhnya juga cukup proporsional yang tidak besar dan tidak pula terlalu kecil. Sehingga burung Poksai Genting cukup digemari para penghobies yang sering dijadikan sebagai burung masteran untuk burung ocehan lainnya. Untuk itu agar para pembaca sekalian dapat mengenal burung Poksai Genting lebih jauh lagi maka penulis pun coba menggali segala informasinya dengan dituliskan dalam artikel ini.

Ya, burung Poksai Genting adalah jenis burung ocehan yang daerah persebarannya hanya terdapat dibeberapa negara di kawasan Asia Tenggara saja. Negara-negara yang hutannya di huni burung Poksai ini tidak lah banyak seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Di negara kita populasinya mendiami area hutan di Pulau Kalimantan dan Sumatera saja. Selain itu, di alam liar biasanya penyebarannya terfokus di area dataran tinggi dengan rentang ketinggian antara 700 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Jenis hutan yang dijadikannya tempat tinggal umumnya ialah hutan pegunungan, area pinggir hutan, hutan sekunder, dan perkebunan milik masyarakat.

Kehidupan burung Poksai Genting di alam liar biasanya bersama kawanannya yang lain dengan jumlah sekitar lima ekor dalam satu kelompok. Sewaktu mencari makanan seringnya mengunjungi pepohonan yang pendek sambil mengeluarkan kicauannya. Jenis makanan yang setiap hari dicarinya tergolong beragam mulai dari serangga kecil, siput atau keong, buah-buahan, dan biji-bijian yang banyak terdapat di hutan. Selain itu, sarang yang dibentuk indukannya biasanya berbentuk mangkuk yang tidak terlalu dalam. Waktu berkembangbiak bagi burung Poksai Genting seringnya berlangsung cukup singkat yang terjadi di bulan Februari dan Maret saja dengan jumlah telur yang dierami indukan sekitar dua butir.
Gambar: Burung Poksai Genting
Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Garrulax Mitratus ini tampak berukuran sedang dengan panjang sekitar 23 cm. Selain itu, untuk mengetahui ciri lainnya dari burung Poksai Genting maka bisa membaca uraiannya di bawah ini:

  1. Pada bagian depan wajah dan mahkota kepalanya tampak berwarna cokelat berangan tua.
  2. Tampak juga warna abu-abu kehitaman yang hampir menutupi sebagian besar badannya mulai dari tengkuk, pungung, sayap, tenggorokan, dada, perut, dan ekornya. 
  3. Disekitaran area sayapnya tersapu warna putih cerah dengan bentuk garis-garis secara horizontal.
  4. Dibagian area belakang perut dan tunggirnya tampak berwarna cokelat berangan tua.
  5. Iris matanya berwarna putih cerah dan bagian pupilnya berwarna hitam pekat. 
  6. Paruhnya berwarna kuning tua dengan bentuk agak panjang dan tebal.
  7. Kakinya berukuran agak panjang yang cukup tebal dengan warna mirip seperti paruhnya.

Sedangkan suara kicauan burung Poksai Genting ini terdengar nyaring dengan volume yang tidak terlalu tinggi. Suara kicauannya bertempo sedang dengan nada yang pendek-pendek. Sekilas bunyi kicauannya terdengar seperti suara siulan yang berirama naik turun secara beraturan. Lalu bunyi kicauannya berirama seperti: “ker-kewiit” yang dilakukan secara terus-menerus.

Begitulah ulasan terkait dengan burung Poksai Genting yang juga dipanggil dengan nama burung Poksai Mandarin di antara para penghobies nya. Untuk itu dengan dituliskan artikel ini semoga dapat menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang ternyata sangat banyak jumlahnya. Dan bagi Anda yang tertarik dengan burung Poksai Genting dapat mencarinya di pasar burung ocehan yang ada disekitar kota Anda. Thanks.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2014/05/05/poksai-genting/

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Garrulax_mitratus.jpg

Monday, December 11, 2017

Mengenal Kemerduan Kicauan Burung Tepus Gelagah

Jenis burung Tepus Gelagah termasuk salah satu jenis burung kicauan yang memiliki suara merdu dan nyaring. Kemerduan suara jenis burung Tepus Gelagah tidak hanya terdengar nyaring tapi juga bervariasi dengan adanya suara yang khas yang tidak dimiliki jenis burung ocehan lainnya. Selain itu, sudah ada pula yang mencoba memeliharanya dengan tujuan untuk menggunakan suaranya sebagai media pemasteran bagi burung ocehan yang hendak diikutkan perlombaan. Karenanya, penulis pun berkeinginan untuk menggali beragam informasi terkait burung Tepus Gelagah dengan tujuan agar semakin dikenal oleh para penghobies sekalian. Adapun pembahasan lebih lanjutnya dapat dibaca di bawah ini.

Ya, burung Tepus Gelagah memiliki daerah persebaran tidak hanya terbatas di wilayah Indonesia tapi juga terdapat diberbagai negara di hampir seluruh kawasan Asia. Negara-negara yang terdapat populasinya tergolong cukup banyak yang di antaranya adalah India, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Tiongkok, dan Laos. Hanya saja, keberadaannya di Indonesia tidak terdapat diberbagai derah tapi hanya terbatas di wilayah Pulau Jawa saja tepatnya di bagian baratnya.

Sewaktu hidup di alam liar biasanya area persebaran terdapat di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Area tempatnya tinggal seringnya bertanaman lebat, reruputan lebat, dan semak belukar. Selain itu karakter atau sifat burung Tepus Gelagah dikenal cukup pemalu dan lebih menyukai bersembunyi dibalik rimbunnya hutan. Saat mencarinya di hutan tidak mudah untuk melihat sosoknya sebab burung ini sangat suka mengeluarkan kicauannya dengan tetap bersembunyi dari balik dedaunan pohon.
Ilustrasi Burung Tepus Gelagah
Sedangkan sewaktu mencari makanan di hutan kadang kala dilakukan dengan bergerak dalam kelompok kecil atau berpasangan sekitar dua sampai empat ekor saja. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya berupa aneka jenis serangga seperti ulat kupu-kupu, kumbang, jangkrik, dan jenis serangga lainnya. Waktu berkembangbiaknya biasanya berlangsung cukup lama mulai dari Februari sampai September dengan jumlah telur mampu mencapai lima butir dalam sekali mengerami.

Nah, ciri fisik burung yang bernama latin Timalia pileata ini memiliki ukuran tubuh sedang dengan panjang mencapai 17 cm. Lalu ciri lainnya yang perlu diketahui dari burung ini dapat disimak uraiannya di bawah ini:

  1. Pada bagian mahkota kepalanya terlihat berwarna cokelat kemerahan.
  2. Tampak pula warna putih cerah yang menutupi area dekat bawah mahkota kepala, sisi pipi bawah, tenggorokan, dan pangkal dadanya.
  3. Terlihat juga warna hitam pekat dibagian depan mata dan paruhnya.
  4. Pada bagian dekat leher atasnya terlihat berwarna abu-abu kehitaman yang agak tebal.
  5. Tampak juga warna cokelat agak kusam menutupi area atas dan bawah tubuhnya mulai dari keseluruhan punggung, sayap, perut, tunggir, dan ekornya.
  6. Ekornya berukuran sedang yang terdiri dari beberapa helai bulu agak lebar tapi tidak bisa dikembangkan saat berkicau atau hendak terbang.
  7. Kakinya berukuran sedang dan tampak sedikit besar dengan cakar yang berukuran agak panjang.

Yang tak kalah menarik dari burung Tepus Gelagah ini adalah suara kicauannya yang memiliki ciri khas yang berbeda dengan jenis burung ocehan lainnya. Suara kicauannya terdengar nyaring dengan volume yang agak tinggi dan tidak sampai melengking di telinga kita. Terdapat tempo yang cukup rapat dengan suara getaran yang lembut dihampir sepanjang kicauannya. Suara yang dibunyikannya seringkali terdengar lumayan tajam dengan nada yang naik-turun secara beraturan. Selain itu, bila didengarkan secara perlahan tampak suara kicauannya seperti ganda yang membuatnya terdengar lumayan nyaring.

Tidak banyak lagi yang dapat dituliskan dalam artikel ini terkait burung Tepus Gelagah. Tentunya, bagi Anda yang telah membaca artikel ini hingga tuntas mungkin sedikit tertarik dengan burung Tepus Gelagah. Bila ia, mungkin dapat mencarinya di pasar burung ocehan ataupun bisa menyimpan audio suaranya yang banyak terdapat di internet. Okey.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2014/05/08/tepus-gelagah/

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Timalia_pileata_Horsfield.jpg

Sunday, December 10, 2017

Meninting Kecil, Si Burung Ocehan Endemik yang Bersuara Nyaring

Berbicara tentang burung Meninting Kecil mungkin hanya sedikit dari kita yang mengenal ataupun pernah melihatnya secara langsung di alam liar. Hal ini pun terasa wajar sebab ras burung dari keluarga Turdidae ini memang sangat jarang sekali diperbincangkan dikalangan para penghobies di Indonesia. Padahal suara kicauan burung Meninting Kecil tergolong lumayan nyaring dan merud. Selain itu, sekilas corak warna bulunya tampak ada kemiripan dengan burung Kacer. Dan ditambah habitatnya hanya tersebar di wilayah hutan Indonesia saja. Karenanya penulis tertarik untuk menguliknya lebih dalam lagi agar kita semakin mengenalnya secara menyeluruh.

Ya, burung Meninting Kecil memiliki ukuran tubuh yang sebenarnya termasuk sedang dengan panjang sekitar 16 cm. Hanya saja dibanding kerabat dekatnya yang bernama burung Meninting Besar tampak ukuran tubuh keduanya memang berbeda agak jauh. Selain itu, area persebarannya hanya terbatas di wilayah hutan Indonesia dengan habitat di Pulau Sumatera dan Jawa saja. Di habitat aslinya biasanya burung Meninting Kecil mendiami area perbukitan atau pegunungan dengan rentang ketinggian antara 600 sampai 1800 meter di atas permukaan laut.

Disamping itu, kehidupannya di alam liar seringnya tak pernah jauh dari aliran sungai yang banyak bebatuannya. Hampir seluruh aktivitasnya seharian akan dihabiskan dengan berada dekat aliran sungai baik untuk melompat, mandi, dan mencari makanannya. Jenis makanan yang setiap hari disantapnya disekitar aliran sungai berupa serangga kecil, siput, dan larva. Selain itu, cara burung Meninting Kecil dalam menangkap mangsanya dengan mencarinya disekitar aliran sungai dan setelah menemukannya langsung dipatuk menggunakan paruhnya yang agak tebal tersebut. Sarang yang dibangunnya pun diletakkan tak jauh dari aliran sungai yang dibuat menggunakan lumut atau serat. Waktu berkembangbiaknya biasanya terjadi di bulan Januari, April hingga Juni dengan jumlah telur yang dierami indukannya hanya sekitar dua butir saja.
Gambar: Burung Meninting Kecil
Nah, ciri fisik burung yang bernama latin Enicurus Velatus ini seperti yang disinggung para paragraf kedua memiliki ukuran sedang dengan panjang sekitar 16 cm saja. Adapun untuk ciri yang lainnya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:

  1. Tubuhnya tampak diselimuti dengan tiga warna yakni hitam pekat, putih, dan cokelat tua.
  2. Warna hitam pekat terlihat menutupi sebagian besar tubuhnya mulai dari pipi, tenggorokan, sayap, punggung atas sampai tengah, dan ekornya.
  3. Warna putih terlihat dibagian dekat mata, wajah depan mata yang dekat paruh, dada, perut, tunggir, punggung bagian bawah, dan sisi ujung ekornya.
  4. Warna cokelat tua hanya terlihat menutupi mahkota kepala sampai pangkal tengkuknya.
  5. Paruhnya yang berwarna hitam berukuran sedang dan agak tebal.
  6. Ekornya bercabang dua dibagian arah ujungnya yang mirip garpu.
  7. Kakinya yang berwarna putih krim berukuran agak panjang dan tidak terlalu besar dengan kuku yang agak tajam.

Sedangkan bunyi kicauan burung Meninting Kecil terdengar nyaring dan agak melengking dengan volume yang tidak terlalu tinggi. Irama kicauannya bertempo cukup lambat dengan nada berupa siulan pelan. Tapi siulan burung yang corak warnanya mirip Kacer ini tidak terlalu bervariasi dengan suara yang selalu dibunyikannya berupa “hiii...tiii..tii”. Durasi kicauannya pun tidak terlalu lama hanya sektiar kuran dari tiga pulu detik.

Okey, demikian pembahasan khusus tentang burung Meninting Kecil yang merupakan burung endemik dengan corak warna yang sedikit menyerupai burung Kacer. Untuk itu dari membaca artikel ini mungkin bisa menambah wawasan kita terkait ragam jenis burung ocehan yang sangat jarang sekali diperbincangkan atau diperlombakan. Terimakasih.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/06/26/meninting-kecil/
http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_meninting_kecil.htm

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Sunda_Forktail_(Enicurus_velatus)_-_Flickr_-_Lip_Kee.jpg

Friday, December 8, 2017

Cikrak Daun, Si Burung Ocehan Bertubuh Mungil yang Bersuara Merdu

Jenis burung ocehan yang bertubuh mungil atau kecil tergolong cukup banyak keberadaannya di wilayah hutan Indonesia. Biasanya karakter burung kicauan yang ukuran fisiknya kecil terkenal cukup aktif dan lincah  dalam bergerak. Selain itu, suara kicauannya tergolong nyaring dengan nada yang agak melengking dan bertempo cukup cepat. Hanya saja, jenis burung ocehan yang ukuran tubuhnya kecil biasanya sangat jarang dipelihara dan diikutkan dalam perlombaan. Karenanya pada tulisan ini akan diulas terkait salah satu dari jenis burung kicauan yang bertubuh kecil agar semakin dikena oleh para pembaca sekalian. Adapun nama burung mungil tersebut adalah burung Cikrak Daun.

Burung ocehan Cikrak Daun termasuk jenis burung kicauan yang bertubuh mungil dengan panjang tubuh hanya sekitar 11 cm saja. Daerah persebaran burung Cikrak ini terdapat dibanyak tempat mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumbawa. Selain terdapat di wilayah hutan Indonesia keberadaannya juga ada di beberapa negara lainnya seperti Filipina dan Malaysia. Tempat yang menjadi habitatnya tinggal tidak terdapat di dataran rendah tapi hanya ada di dataran tinggi dengan ketinggian berkisar di antara 800 sampai 3000 meter di atas permukaan laut.

Begitu pula dengan kehidupan burung Cikrak Daun di alam bebas mendiami area hutan yang agak lebat di pegunungan. Jenis hutan yang menjadi tempat tinggalnya adalah hutan perbukitan, hutan primer, dan tepian hutan. Sewaktu mencari makanan di hutan pegunungan biasanya burung Cikrak Daun bergerak dengan mengunjungi puncak pohon yang tinggi. Selain itu, jenis makanan yang dicarinya di hutan berupa aneka jenis serangga seperti ulat kupu-kupu, kumbang kecil, semut, dan lebah. Sedangkan musim berkembangbiak bagi burung mungil ini berlangsung hampir sepanjang tahun mulai dari bulan Januari sampai Oktober. Sarang yang dibangun untuk bersarang terbuat dari lumut, pakis, dedaunan kering dekat tanah, dan pohon pakis.
Gambar: Burung Cikrak Daun
Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Phylloscopus trivirgatus ini dikatakan pada paragraf ke dua memiliki ukuran tubuh mungil. Selain itu, ciri fisik lainnya yang perlu diketahui dari burung Cikrak Daun dapat dibaca uraiannya di bawah ini:

  1. Terdapat warna hijau cerah dibagian atas tubuhnya mulai dari atas kepala, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya.
  2. Tampak juga warna kuning sedikit kehijauan dibagian bawah tubuhnya seperti tenggorokan, dada, perut, sampai ke tunggirnya.
  3. Pada bagian dekat mata dan mahkota kepala terlihat berwarna kehitaman yang membentuk garis agak lebar dan panjang.
  4. Paruhnya berukuran sedang dan agak meruncing dibagian ujungnya yang keseluruhannya berwarna hitam pekat.
  5. Kakinya yang berukuran agak panjang terlihat berwarna hitam pekat dengan kuku yang tajam.
  6. Sifat atau karakternya dikenal cukup aktif dan lincah yang membuatnya agak sulit dijinakkan oleh orang-orang yang merawatnya.

Nah, suara kicauan burung Cikrak Daun memiliki volume yang lumayan tinggi dengan suara nyaring dan melengking. Kicauannya bertempo cukup rapat yang terdengar hampir seperti suara crecetan. Selain itu, durasi kicauannya termasuk cukup lama yang dapat mencapai hampir satu menit. Bunyi nada kicauannya terdengar seperti “tsiii...cii..cii...wiit” yang dibunyikan secara berulang-ulang dan terkadang dibaur dengan nada lainnya.

Akan tetapi jenis burung Cikrak Daun yang kadang dipanggil dengan nama Pare-pare ini tergolong burung yang sangat sulit dalam pemeliharaannya. Kesulitan yang dialami dalam perawatan burung Cikrak Daun mesti selalu menyediakan pakan berupa serangga dan tak boleh sampai kosong. Selain itu, bila burung terlalu lama dijemur di bawah terik matahari maka dapat menyebabkannya stres dan akhirnya mati. Untuk itu sangat sedikit yang berhasil dalam merawat burung Cikrak Daun menjadi burung yang sehat dan rajin berkicau.

Referensi Tulisan:
https://omkicau.com/2013/03/07/perawatan-cikrak-daun-si-kecil-bersuara-mirip-moza/
http://www.kutilang.or.id/2012/02/08/cikrak-daun/

Referensi Gambar:
http://orientalbirdimages.org/search.php?Bird_ID=1815&Bird_Image_ID=64482

Wednesday, December 6, 2017

Cabai Gunung, Si Burung Mungil Yang Bersuara Merdu

Jenis burung Cabai termasuk salah satu jenis burung ocehan yang memiliki suara merdu dan bervariasi. Banyak di antara para penghobies yang memanfaatkan suara kicauan jenis burung Cabai untuk memaster burung ocehan nya agar kicauannya semakin bervariasi dan terdengar nyaring. Selain itu, keberadaan jenis burung Cabai di hutan Indonesia tergolong beragam dan beberapa di antaranya termasuk burung endemik yang penyebarannya hanya ada di wilayah hutan kita. Untuk itu pada tulisan ini coba mengulik salah satu dari jenis burung Cabai yang umumnya sudah dikenal para penghobies. Adapun nama burung Cabai tersebut adalah burung Cabai Gunung.

Spesies burung Cabai Gunung merupakan jenis burung kicauan yang ukuran tubuhnya sangatlah kecil dengan panjang hanya sekitar 8 cm saja. Corak warna tubuhnya terdapat perbedaan yang mencolok antara jantan dan betinanya. Pada burung Cabai Gunung jantan berwarna biru kehitaman yang tampak dibagian seluruh atas tubuhnya mulai dari kepala, pipi, tengkuk, punggung, dan sayapnya. Warna kuning tua terlihat dibagian tenggorokan, perut, dan area tunggirnya. Warna merah tua terdapat dibagian dadanya yang menjadi ciri khas burung Cabai Gunung. Lalu disekitar bawah sayap sampai area ekornya berwarna abu-abu kehitaman.
Gambar: Burung Cabai Gunung di alam bebas
Sedangkan untuk burung Cabai Gunung betina lebih berwarna agak kusam dengan cokelat keabu-abuan. Warna tersebut terlihat dibagian hampir seluruh tubuhnya mulai dari atas kepala, pungung, tenggorokan, dan perutnya. Pada bagian seluruh sayap dan ekornya terlihat berwarna hitam kusam. Selain itu, antara jantan dan betinanya memiliki ukuran mata yang sama dengan bentuk bulat dan berwarna hitam. Paruhnya yang berukuran sedang tampak tidak terlalu tebal dan berwarna hitam pekat.

Adapun penyebaran burung yang bernama latin Dicaeum Sanguinolentum hanya terdapat di wilayah Indonesia dan Timor Leste saja. Keberadaannya di hutan Indonesia mendiami beberapa pulau besar dan kecil mulai dari Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Pulau Sumba, Flores, dan Pulau Timor. Selain itu, area yang menjadi tempat tinggalnya hanya berada di sekitaran dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 2400 meter di atas permukaan laut. Jenis hutan yang ditinggalinya di area pegunungan pun biasanya mendiami semak belukar, hutan, pinggiran hutan, dan perbukitan. Jenis makanan yang sering disantapnya di alam liar tidak hanya berupa nektar yang disedot dari sari bunga yang sedang mekar tapi juga memakan buah-buahan dan serangga berukuran kecil termasuk larva.

Disamping itu, suara kicauan burung Cabai Gunung terdengar nyaring dan agak melengking dengan volume yang tinggi. Tempo kicauannya termasuk cukup rapat dengan nada yang agak tinggi dan terdengar lumayan tajam. Selain itu, bunyi nada kicauannya tergolong bervariasi dengan nada seperti “ciittt... ciittt... cittt” dan “cukk... cukkk.... twitt” serta “tikkk... tiikkk.. tiikk”. Suara burung Cabai Gunung yang melengking tersebut seringnya dimanfaatkan untuk memancing burung lain agar rajin berkicau. Dan juga, terkadang dijadikan sebagai suara masteran untuk burung ocehan yang sedang belajar atau ingin mempertajam suara kicauannya. Karenanya, bagi Anda yang tertarik dengan buruung Cabai Gunung mungkin akan kesulitan memperolehnya mengingat lokasi habitatnya hanya berada di area pegunungan. Akan tetapi Anda dapat menyimpan audio suaranya yang banyak terdapat di internet. Terimakasih.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2012/04/22/cabai-gunung/
http://omkicau.com/2014/11/24/cabai-gunung-burung-kecil-dengan-suara-kicauan-tajam

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Blood-breasted_Flowerpecker-_male_(Dicaeum_sanguinolentum).jpg

Monday, December 4, 2017

Mengenal Lebih Dekat Burung Kapasan Kemiri

Jenis burung Kapasan Kemiri termasuk salah satu jenis burung kicauan yang penyebarannya hanya terbatas dibeberapa negara dikawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Hanya saja, tidak banyak dari para penghobies yang mengenal ataupun pernah memeliharanya. Padahal suara kicauannya terdengar cukup merdu dan nyaring ditambah dengan ciri fisiknya tak kalah menarik dibanding jenis burung ocehan populer lainnya. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya lebih dalam lagi agar semakin banyak yang mengenal burung Kapasan Kemiri dan bahkan dapat menggunakan suara kicauannya untuk memaster burung kicauannya.

Burung Kapasan Kemiri memiliki ukuran fisik yang tergolong sedang dengan panjang hanya sekitar 16 cm saja. Bulu-bulu di tubuhnya hanya dibalut dengan warna hitam dan putih saja. Tapi kedua warna tersebut membentuk corak yang cukup indah dibagian sayap dan punggungnya. Corak tersebut berupa garis oval yang agak panjang dengan susunan secara horizonal yang bentuknya sekilas mirip corak batik. Selain itu, warna hitam yang menutupi tubuhnya tampak dibagian atas mulai dari kepala, alis mata, tengkuk, punggung, sayap, dan ekornya. Lalu warna putih terlihat dibagian atas mata berupa garis tebal, pipi, tenggorokan, dada, perut, dan tunggirnya.

Ciri lainnya yang perlu dicermati dari burung Kapasan Kemiri ini adalah paruhnya yang berwarna hitam berukuran sedang dan agak tebal, Ekornya yang berwarna hitam bercampur bercak putih ini berukuran sedang dan terlihat sedikit lebar. Kakinya yang berwarna hitam berukuran agak panjang dan sedikit besar. Matanya berwarna hitam memiliki ukuran sedang dengan bentuk bulat. Selain itu pada bagian bawah tubuhnya tepatnya disekitar area dadanya yang berwarna dasar putih dibalut dengan garis-garis hitam yang terbentuk secara vertikal.
Gambar I: Burung Kapasan Kemiri di Alam Liar
Pada paragraf awal telah disinggung bahwa burung Kapasan Kemiri tersebar hanya dibeberapa negara di sekitar kawasan Asia Tenggara saja. Negara-negara yang menjadi tempat tinggalnya adalah Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Selain itu, keberadaannya di Indonesia tersebar cukup merata diberbagai daerah mulai dari Sumatera, Bangka, Belitung, Pulau Nias, Jawa, dan Kalimantan. Di habitat aslinya area yang menjadi tempat tinggalnya berada disekitar dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian mencapai 1000 meter di atas permukaan laut. Jenis hutan yang umumnya terdapat kawanan burung Kapasan Kemiri berada di kawasan hutan mangrove, perkebunan, hutan cemara kecil, dan area terbuka yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat.

Sedangkan kehidupan burung yang bernama latin Lalage Nigra ini di alam liar saat mencari makanan biasanya memantau dari ranting pohon dengan melompat ke ranting yang lainnya. Akan tetapi terkadang burung ini pun juga mencari makanannya dengan turun ke tanah sambil membuang dedaunan kering memakai kaki dan paruhnya. Jenis makanan yang sering disantapnya berasal dari serangga kecil seperti laba-laba, larva kumbang, jangkrik, dan ulat serangga. Karakter atau sifat burung Kapasan Kemiri dikenal cukup pemalu dengan menyukai bersembunyi dibalik dedaunan pohon. Masa berkembang bagi burung Kapasan ini berlangsung cukup lama mulai dari Maret sampai Agustus dengan jumlah telur yang dierami indukannya sekitar dua ekor.

Adapun suara kicauannya terdengar cukup merdu dengan volume yang agak tinggi tapi tidak sampai melengking. Suaranya bertempo cukup rapat dengan melakukan pengulangan nada sambil menaikkan volumenya. Tapi saat menurunkan volume suaranya biasanya nada kicauan tersebut akan berganti dengan nada yang lain. Ciri nada kicauannya yang bernama tinggi terdengar seperti “cukk... cukkk... cukk” dan nada yang bernada rendah “tree... tree.. treee”. Walaupun nada kicauannya tidak terlalu bervariasi tapi cukup merdu dan layak dipakai untuk memaster ataupun memancing burung ocehan lain agar mau berkicau.

Mungkin tak banyak yang bisa dituliskan lagi terkait dengan burung Kapasan Kemiri yang memiliki corak warna indah dan suara yang lumyan merdu. Karenanya dengan dituliskannya artikel ini mudah-mudahan dapat menambah pemahaman kita terkait ragam jenis burung ocehan yang masih belum umum terdengar dan salah satunya adalah burung Kapasan Kemiri. Terimakasih.

Referensi Tulisan:
http://www.kutilang.or.id/2013/04/23/kapasan-kemiri/

Referensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pied_Triller_(Lalage_nigra_striga)_-_female_-_Flickr_-_Lip_Kee.jpg

Sunday, December 3, 2017

Ragam Manfaat Buah Pepaya Bagi Burung Ocehan

Jenis pakan untuk burung ocehan yang berasal dari buah-buahan terhitung lumayan banyak dengan bentuk yang berbeda-beda. Masing-masing dari buah-buahan yang diberikan kepada burung ocehan memiliki ragam khasiat atau manfaat yang tak sama tapi sama baiknya untuk menjaga tubuh agar tidak mudah terkena penyakit. Selain itu, jenis buah-buahan yang sudah sangat umum diberikan untuk beragam jenis burung ocehan biasanya tidak terlalu banyak yang diantaranya adalah buah pisang ataupun buah pepaya. Tapi pada artikel ini hanya menjelaskan terkait buah Pepaya yang sudah lama dikenal sebagai pakan harian untuk burung ocehan. Adapun ulasannya dapat dibaca lebih lanjut di bawah ini.

Buah Pepaya merupakan salah satu jenis buah-buahan yang cukup digemari orang-orang diseluruh daerah di Indonesia. Alasan orang-orang banyak mengkonsumsi buah Pepaya disebabkan rasanya yang manis dengan tekstur daging yang lembut. Selain itu, buah yang dulunya berasal dari Meksiko ini dapat diolah menjadi beragam jenis makanan, minuman, dan sayur. Apalagi buah Pepaya tidak terlalu sulit mendapatkannya dengan hanya cukup mendatangi pasar tradisional dan modern.
Gambar: Buah Pepaya untuk Burung Ocehan
Disamping banyaknya yang menyukai buah Pepaya perlu diketahui juga nutrisi yang terkandung dalam buah ini. Ragam nutrisi yang ada pada buah Pepaya tergolong lumayan banyak yang di antaranya adalah Vitamin (A, B, E, dan K), Folat, Magnesium, Tembaga, Beta Karoten, Kalsium, Kalium, dan Lycopene. Selain itu, orang-orang yang memakan buah Pepaya akan memperoleh beragam manfaat yang belum tentu ada pada buah-buahan lain. Adapun manfaat tersebut adalah menjaga sistem kekebalan tubuh, menjadi anti inflamasi, menjaga kesehatan tulang, memperlancar sistem pencernaan, dan berguna mengurangi berat badan.

Walaupun buah Pepaya sangat baik dikonsumsi oleh kita tapi juga bisa dijadikan sebagai pakan untuk burung ocehan. Pemberian buah Pepaya untuk disantap burung ocehan sebenarnya sudah sejak lama diketahui dan banyak yang telah menerapkannya. Hal ini dikarenakan buah Pepaya sangat berguna untuk menurunkan birahi burung ocehan yang sedang tinggi. Selain itu, burung ocehan yang menyantap buah yang tekstur dagingnya berwarna oranye ini berperan dalam menjaga kesehatan tulang, memproteksi tubuh agar tidak mudah terkena penyakt, dan berguna untuk memperlancar sistem pencernaannya.

Adapun jenis burung ocehan yang bisa memakan buah Pepaya sebenarnya tidak hanya pemakan tumbuhan atau herbivora tapi juga dapat diberikan kepada burung pemakan serangga. Hanya saja, kebanyakan jenis burung ocehan yang hendak memakan buah Pepaya berasal dari burung pemakan tumbuhan seperti Pleci, Lovebird, Pancawarna, Cucak Ijo, dan Cucak Jenggot. Akan tetapi agar burung pemakan serangga pun berkeinginan memakan Pepaya maka dapat dilakukan secara perlahan hingga akhirnya mau menyantapnya dalam ukuran yang cukup banyak.

Pemberian buah yang bernama latin Carica Papaya ini untuk burung ocehan bisa disajikan tiga kali dalam seminggu. Pepaya yang diberikan pun sebaiknya yang sudah matang dengan kulit berwarna oranye kehijauan dan daging buahnya sudah berwarna oranye. Cara penyajiannya pun dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti memotongnya dengan ukuran yang agak sedang dan disangkutkan dibagian tengah atau pinggir sangkar. Cara lainnya bisa memotongnya dengan ukuran kecil dan diletakkan ke dalam cepuk pakannya. Tapi ada baiknya sebelum diberikan dapat mengupas kulit dan mencucinya terlebih dahulu menggunakan air bersih. Selain itu, bila Pepaya yang ada di sangkar sudah mengalami perubahan warna dengan tampak membusuk maka ada baiknya menggantinya dengan buah yang baru. Tujuannya supaya burung ocehan yang menyantapnya tetap merasakan khasiat atau manfaatnya dan tidak terkena penyakit. Okey.

Referensi Tulisan:
http://www.mediaronggolawe.com/buah-pepaya-buah-yang-berkhasiat-bagi-burung-ocehan.html
https://manfaat.co.id/12-manfaat-buah-pepaya-untuk-kesehatan-dan-kecantikan
https://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya

Referensi Gambar:
https://pixabay.com/en/papaya-tropical-fruit-pawpaw-ripe-771145/