Friday, September 18, 2015

Pengaruh Buruk Perjudian bagi Perekonomian

Praktik perjudian yang terjadi di masyarakat sudah seperti penyakit akut yang sulit sekali dihilangkan dan diberantas. Disebut sebagai penyakit akut karena hampir disegala lini masyarakat baik yang berada di perkotaan dan pedesaan selalu praktik perjudian dapat dijumpai dengan mudah yang mungkin hanya jenisnya saja yang berbeda. Adapun juga masyarakat yang melakoni perjudian ini tidak hanya berasal dari orang dewasa saja melainkan kalangan anak-anak hingga remaja pun sudah banyak yang bergumal dalam permainan judi. Sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian agar bagaimana praktik perjudian dapat dihilangkan dari kehidupan masyarakat.

Dengan begitu banyaknya orang-orang yang terlibat dalam permainan judi dapat dikarenakan begitu beragamnya jenis dalam perjudian seperti judi togel, lotre, tekpo, dadu, dokding, judi bola, dan judi dengan mengadu binatang peliharaan. Di samping itu juga perjudian ini merebak karena bisa dimasuki oleh berbagai kalangan masyarakat dengan beragam penghasilan baik itu dari kalangan orang kaya ataupun miskin. Karena uang yang dipertaruhkan dalam perjudian tidak selalu berada di nominal ratusan ribu rupiah tetapi bisa dibawahnya dan kalau beruntung menang tak khayal akan mendapatkan uang yang berkali-kali lipat. Tapi jikalau kalah tak sedikit pula yang masih penasaran hingga membuatnya ketagihan untuk terus berjudi agar bisa menang.

Dalam pengertiannya bahwa perjudian itu mengandung makna pertaruhan yang sifatnya untung-untungan dan ada pihak yang kalah dan menang serta dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dari pengertian tersebut bahwa kompleksnya praktik perjudian ini yang tidak hanya dilakukan oleh sebuah kelompok yang telah terorganisir yang mampu merekrut puluhan hingga ratusan orang untuk bermain di perjudiannya. Akan tetapi secara tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari banyak dari masyarakat yang hanya dua orang saja sudah bermain judi seperti taruhan pertandingan bola, tebak-tebakan memakai uang logam, bermain kartu, dan bermain playstation. Sehingga dapat dikatakan bahwa apapun yang bisa untuk dipertaruhkan dengan memakai uang untuk melihat siapa yang menang dan kalah maka itu telah termasuk judi.

Dikatakan bahwa perjudian ini dapat merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat yang dapat menghambat laju pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. Hal ini dikarenakan dari begitu banyaknya orang-orang yang terjerumus dalam perjudian yang beragam jenisnya akan menjadikannya lupa terhadap tanggung jawabnya. Bagi yang sudah memiliki keluarga tentu dampak sangat besar sekali yaitu bisa menimbulkan rasa malas untuk bekerja guna menafkahi keluarga dan memilih bermain di tempat perjudian, tidak mau memberikan nafkah baik untuk istri ataupun anak-anaknya karena uang hasil bekerja habis dibuat untuk bermain judi yang belum tentu mendatangkan keuntungan.

Belum lagi menjalarnya perjudian ini bagi kalangan anak-anak dan remaja yang model permainnya jauh lebih modern ketimbang yang dilakukan oleh orang dewasa. Praktik perjudian yang umumnya dilakukan oleh anak-anak dan remaja terlihat lebih memanfaatkan teknologi yang semakin maju sebagai cara untuk memudahkan akses ke arena perjudian. Dan biasanya praktik perjudian dengan memanfaatkan media teknologi lebih sering disebut sebagai judi online. Dimana orang-orang yang ingin ikut berjudi harus mentranfer sejumlah uang kepada bandar yang membuka lapak perjudian online. Sehingga untuk memberangus perjudian online ini memang perlu langkah tegas baik menindak pelaku yang membuka perjudian online dan juga memblokir situs yang digunakannya untuk mengajak orang agar mau berjudi.

Adapun dalam proses memberangus praktik perjudian ini pemerintah melalui aparat hukumnya cukup sering menindak tegas dengan menangkap para pelaku perjudian dalam berbagai bentuk perjudian. Dan para pelaku perjudian ini banyak juga yang berada di pedesaan dengan jenis perjudian yakni togel, sabung ayam, lomba burung merpati, pacuan kuda, dan main kartu. Sedangkan di perkotaan pelaku perjudian sering perannya sebagai bandar dalam perjudian online yang memanfaatkan internet. Sedari itu pemerintah melalu Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri pada bulan Mei lalu telah berhasil memblokir situs berjudian sebanyak 360 situs dan juga mengamankan nomor rekening untuk menampung uang hasil perjudian sebanyak 460 nomor rekening (metrotvnews.com/22/05/2015).

Karena itu juga dengan semakin banyaknya masyarakat yang ikut dalam permainan perjudian entah itu secara tradisional di perkampungan maupun yang jauh lebih modern seperti di perkotaan dampaknya akan sangat luar biasa buruk bagi perekonomian. Dampak buruk ini karena dapat membuat orang-orang malas bekerja dan bisa menjerumuskan pada dunia kriminal untuk bisa mendapatkan uang agar dapat dipakai dalam berjudi. Dan biasanya motivasi orang-orang yang ikut dalam ranah perjudian ada banyak sekali yang salah satunya adalah agar cepat dapat uang dengan cara yang mudah. Tapi akibatnya orang tersebut akan terus kecanduan untuk berjudi hingga sampai seluruh hartanya dapat habis.

Apalagi memang praktik perjudian ini dalam hukum agama secara tegas dilarang untuk dilakukan karena memberikan dampak buruk bagi kehidupannya dan begitu juga dengan hukum negara yang tidak memperbolehkan warganya untuk berjudi. Sedari itu dapat disampaikan bahwa praktik perjudian hanya memberikan dampak buruk karena merusak ekonomi masyarakat dan kehidupan sosial bermasyarakat.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Pengurus di KSEI Universal Islamic Economic Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)

Menghadirkan Jajanan Sehat bagi Masyarakat

Bertambahnya jumlah masyarakat di Indonesia yang diikuti dengan meningkatnya tingkat konsumsi yang semakin tinggi membuat banyak di antara masyarakat sering makan-makanan ringan di luar rumah. Dan hal tersebut membuat banyak para pelaku usaha turut menjual berbagai jenis makanan yang disukai oleh masyarakat selaku konsumen guna bisa memperoleh keuntungan. Adapun bagi masyarakat terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih duduk dibangku sekolahan lebih menyukai makan-makanan ringan atau jajananyang harganya murah dengan variasi bentuk yang beragam. Tapi hal tersebut perlu mendapatkan perhatian karena tidak semua makanan ringan atau jajanan yang dibuat dengan tangan sendiri ataupun pabrik terbilang aman untuk dikonsumsi karena mengandung campuran zat-zat kimia berbahaya.

Hal tersebut bukan lagi sesuatu yang baru didengar bahwa banyaknya jenis jajanan yang di jual diberbagai tempat seperti daerah sekitar lingkungan sekolah, kampus, perkantoran, dan pasar dikatakan aman untuk dimakan. Ketidakamanan tersebut karena banyak di antara berbagai jenis jajanan yang baik itu makanan ataupun minuman sudah terkontaminasi dengan beragam zat-zat berbahaya yang digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat jajanan tersebut. Ini bisa terlihat dari banyaknya jajanan yang dikatakan tidak sehat untuk dikonsumsi tampak dari bentuk dan rasanya yang tak biasa seperti warnanya yang terlalu cerah, kenyal dan keringnya terlalu berlebihan, dan lama kadaluarsanya.

Dan yang dapat membuat berbagai jenis jajanan entah itu makanan ataupun minuman adalah berbagai bahan-bahan kimia yang fungsinya bukanlah untuk makanan ataupun minuman. Ada beberapa zat kimia yang umumnya digunakan dalam bahan baku untuk membuat makanan dan minuman yang dijual sebagai jajanan bagi masyarakat yaitu formalin yang digunakan untuk mengawetkan mayat, boraks yang dipakai untuk membuat deterjen pakaian, dan pewarna rhodamin B yang biasanya digunakan untuk pewarna pakaian dan kertas pada industri pabrik. Dan juga dalam pembuatan jajanan dari bahan-bahan kimia berbahaya tersebut terkadang dalam pemakaiannya tidak memakai takaran yang jelas sehingga akan semakin beresiko bila sampai dikonsumsi oleh masyarakat.

Adapun resiko yang terkandung dari zat-zat kimia tersebut yang biasa dipakai pada jajanan yang dimakan oleh masyarakat adalah dapat membuat kepala pusing, gangguan pada pencernaan, bisa membuat batuk secara mendadak, mual, dan bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa berujung pada mengidap penyakit kanker. Apalagi zat-zat kimia berbahaya untuk dikonsumsi tersebut agaknya tidak begitu sulit didapatkan oleh oknum pelaku curang pedagang karena sudah begitu menjamurnya temuan dilapangan pada jajanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Dan motif dalam pemakaian zat kimia berbahaya bagi jajanan adalah untuk mengurangi biaya produksi agar bisa meraup keuntungan jauh lebih banyak. Sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian terutama dari pemerintah untuk mengawasi peredaran zat-zat kimia berbahaya tersebut agar tidak sembarang digunakan pada makanan dan minuman.

Tindakan nakal oleh para oknum pedagang jajanan yang curang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan secara rutin memerika jajanan yang dijual baik yang ada di sekitar sekolah, kampus, atau pasar. Dan juga memberikan himbauan kepada para pedagang baik yang kedapatan berlaku curang maupun yang jujur tentang ganjaran hukum bila tetap menjual jajanan yang berbahan kimia berbahaya untuk dikonsumsi. Sehingga secara perlahan-lahan jajanan yang dijual tidak lagi mengandung zat berbahan kimia berbahaya seperti yang disebutkan pada paragraf sebelumnya tapi jajanan sehat bagi masyarakat. Karena bagaimanapun dengan meningkatnya jumlah masyarakat sulit untuk membatasi tingkat konsumsi terutama membeli jajanan yang tampak lezat dengan harga yang terjangkau.

Dan begitu juga bagi masyarakat baik itu para orang tua untuk terus menerus mengawasi anak-anak dan keluarganya dalam mengkonsumsi jajanan yang dibeli di pasar atau di sekitar sekolah. Dan pengawasan tersebut dapat dengan membawakan bekal agar sang anak tidak perlu lagi mengeluarkan uang sakunya untuk membeli jajanan yang tidak diketahui keamanannya buat dikonsumsi. Begitupula dengan pihak sekolah agar lebih sigap dalam menjaring para pedagang yang berjualan di lingkungannya dengan melakukan himbauan dan pemeriksaan terhadap jajanan yang dijual kepada para siswa di sekolah. Sehingga jajanan sehat dapat dengan ditemui di lingkungan sekolah sebagai lingkungan terkecil dari masyarakat dan nantinya akan lebih mudah menjalar kesemua tempat yang menjajakan jajanan tanpa berbahan kimia berbahaya.

Sedari itu dengan mengatahui akan bahayanya jajanan yang mengandung zat kimia berbahaya membuat kita semakin sadar bahwa perlu adanya kewaspadaan pada diri masing-masing untuk tidak mudah membeli jajanan disembarang tempat dengan secara cermat memperhatikan jajanan tersebut. Dan bila perlu lebih baik untuk membawa bekal sendiri yang dimasak oleh keluarga yang secara kesehatan masih jauh lebih terjamin dengan jajanan yang dijual di pasaran. Lalu diperlukan juga peran pemerintah melalui lembaga Badang Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM untuk selalu melakukan pemeriksaaan dan penyuluhan kepada para pedagang agar menjual jajanan yang bebas dari bahan kimia berbahaya sehingga masyarakat yang mengkonsumsinya tidak akan sakit.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Pengurus di KSEI Universal Islamic Economic Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)

Wednesday, September 2, 2015

Menyoal Mahalnya Harga Daging Sapi

Baru-baru ini masyarakat Indonesia lagi diterpa kesulitan mencari daging sapi  di pasar-pasar tradisional. Kejadian kelangkaan pada daging sapi ini terjadi di beberapa kota besar di jawa seperti Jakarta dan Bandung dan di luar pulau jawa juga yang menyebabkan berbagai kalangan masyarakat yang baisa membeli daging sapi menjadi kesulitan mendapatkannya. Dan juga membuat harganya pun menjadi melambung tinggi hingga mencapai rata-rata dikisaran harga Rp. 120.000 sampai Rp. 140.000 per kilogramnya. Sehingga ini menjadi kajian tersendiri bagi pemerintah untuk bisa menanganinya agar harga daging sapi dapat stabil kembali di pasaran.

Kelangkaan daging sapi yang ada di pasar-pasar tradisional ini termasuk langka terjadi apalagi mengingat masa bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri baru saja usai dirayakan sehingga diperkirakan harganya bisa normal kembali. Akan tetapi dalam kenyataannya harga daging sapi perkilogramnya tetap saja mahal dan bahkan terus meningkat harganya. Adapun penyebab dari kelangkaan daging sapi di pasaran yang menjadikan harganya begitu mahal adalah karena berkurangnya pasokan yang dijual oleh pedagang sapi dari pemasoknya. Sehingga hal tersebut akhirnya menjadikan para pedagang sapi di pasar-pasar tradisional melaksanakan aksi mogok jualan untuk beberapa waktu.

Terjadinya mogok jualan daging sapi oleh para pedagang tidak terjadi di semua daerah di Indonesia tetapi hanya dibeberapa kota besar di pulau Jawa tapi memberikan dampak yang luar biasa bagi konsumen daging sapi. Para konsumen daging sapi yang berasal dari masyarakat biasa dan para pedagang makanan yang bahan bakunya adalah daging sapi ikut dibuat kerepotan kerena sudah begitu sulitnya mendapatkan daging sapi di pasar-pasar tradisional. Dan akibatnya banyak masyarakat terutama bagi para pelaku usaha makanan yang berbahan daging sapi seperti rumah makan dan tukang bakso ikut-ikutan libur jualan dan mengganggu perekonomian mereka.

Daging sapi merupakan bahan makanan yang termasuk istimewa bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena saat dalam kondisi pasokan daging sapi yang normal di pasaran tetap harganya masih saja mahal yang rata-rata di atas Rp. 70.000 per kilogramnya yang menjadikannya hanya sebagian kecil dari masyarakat yang dapat membelinya.  Apalagi melihat kondisi masyarakat kita yang masih banyak hidup dalam kemiskinan dan berpenghasilan rendah. Sehingga membuat daya beli masyarakat hanya akan menjadi semakin rendah dan bahkan tidak terbeli karena melihat harga daging sapi yang semakin melonjak tinggi di pasaran.

Masalah langkanya daging sapi yang ada di pasaran langsung ditanggapi oleh pemerintah dengan melakukan berbagai langkah untuk bisa menjaga pasokan daging sapi yang di masyarakat tetap aman dan harganya kembali normal lagi. Adapun untuk menangani ini pemerintah melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) melakukan aksi operasi pasar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Serang dengan menjual daging sapi kepada masyarakat dengan harga yang murah sekitar Rp. 89.000 sampai Rp. 90.000 per kilogramnya (kompas.com/09/08/2015). Hal ini dilakukan Perum Bulog agar ketersediaan daging sapi di pasaran dapat teratasi walaupun para pedagang masih melakukan aksi mogok berjualan untuk beberapa waktu.

Di samping itu juga, pemerintah mengambil langkah penting lainnya selain menggerakkan Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar murah yakni mengizinkan impor sapi dari negara Australia sebanyak 50.000 ekor sapi (antaranews.com/10/08/2015). Dan juga selain melakukan dua langkah tersebut, pemerintah pun melakukan investigasi kepada para pemilik ternak sapi agar tidak menahan sapi-sapinya untuk di jual kepada para pedagang yang lagi dilanda kelangkaan daging sapi. Langkah-langkah yang menjadi kebijakan dari pemerintah tersebut dapat dianggap cukup ampuh untuk bisa menormalkan kembali pasokan daging sapi ke masyarakat sehingga harganya dapat normal kembali.

Apalagi mengingat dari kelangkaan daging sapi yang ada di pasaran dan menjadikan harganya melonjak tinggi hingga mendekati Rp. 150 ribu per kilogramnya dapat mendatangkan ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Ketakutan tersebut ialah dengan terjadinya aksi dari segelintir orang yang tidak bertanggungnya melalui pemalsuan daging sapi yang dijual dengan dicampur daging celeng agar harganya murah. Penjualan daging celeng dengan dicampur bersama daging sapi tidak bisa nafikan cukup sering terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Dan hal ini tentunya membuat masyarakat akan menjadi resah bila sampai hal itu terjadi di tengah harga daging sapi lagi tinggi-tingginya dikarenakan minimnya pasokan sapi yang dijual oleh pedagang di pasar tradisional.

Oleh karena itu, melihat juga keinginan pemerintah yang sekarang ini untuk mewujudkan Indonesia dapat melakukan swasembada pangan salah satunya dibidang peternakan sapi mengharapkan persoalan tingginya harga daging sapi dapat segera teratasi dengan baik. Dan  mengingat pula bahwa sebagian dari masyarakat Indonesia yang tidak semuanya dapat membeli daging sapi yang kaya akan protein tersebut. Sehingga hal ini tentu menjadi tanggung jawab bersama baik dari pemerintah, pelaku usaha ternak sapi, dan pedagang dapat berkerja sama dengan baik agar dapat menciptakan harga daging sapi menjadi murah dan bisa dibeli oleh semua kalangan masyarakat Indonesia. Semoga.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Pengurus di Kelompok Studi Ekonomi Islam Universal Islamic Economic Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Sunday, August 9, 2015

Hedonisme, Gaya Hidup yang Tak Perlu di Budayakan

Gaya hidup yang bermegah-megahan atau berfoya-foya sudah sangat sering terlihat di mana-mana baik di layar televisi maupun di sekitar kita. Masalah gaya hidup yang bermegah-megahan ini terlihat dari kebiasaan dalam menggunakan harta kepada hal-hal yang diluar kebutuhannya. Yang mana contohnya seperti memiliki barang-barang mewah yang berkelas tinggi, liburan yang selalu ke tempat-tempat terkenal di luar negeri, dan gemar pamer harta dengan menunjukkannya kepada khalayak ramai. Dan prilaku dari gaya hidup serba berlebihan tersebut seringnya disebut sebagai gaya hidup hedonisme.

Hedonisme dalam beragam sumber mempunyai makna sebagai orang yang menyandarkan tujuan hidupnya untuk mencapai kesenangan dan kebahagian. Dalam menyandarkan kebahagiaan atau kesenangan sebagai tujuan akhirnya sering kali melakukan semua cara tanpa mempertimbangkan dampaknya sebagai pengorbanan yang dilakukan. Dan juga gaya hidup hedonis ini menujukkan sikap yang tidak mau mengalami kesusahan atau kesulitan yang dapat membuatnya menjadi terhambat untuk mencapai kenikmatan atau kebahagiaan yang dicita-citakannya.

Dalam masa kini prilaku hedonisme ini terdapat di berbagai tempat baik yang tampak melalui media elektronik dan massa ataupun yang terlihat di sekitar lingkungan. Dan budaya hedonisme ini erat kaitannya dengan ekonomi yang terlihat dari banyaknya kepemilikan atas berbagai barang dan fasilitas yang mewah. Serta di samping itu, prilaku hedonisme ini menjadikan orang-orang sibuk untuk terus mengkonsumsi atau menghabiskan uangnya untuk membeli produk barang atau jasa yang diinginkannya walaupun tidak terlalu dibutuhkannya.

Hal ini seperti dikatakan bahwa dalam kenyataannya tampak di sekitar lingkungan seperti yang dipertontonkan oleh berbagai media bagaimana cara hidup para pejabat di negari ini yang mulai dari tingkat terendah hingga yang tertinggi. Hedonis yang terlihat dari para pejabat tersebut tampak dari barang-barang yang digunakannya seperti tempat tinggal yang lebih dari satu, kendaraan mewah, pakaian dan aksesoris yang dikenakan, hingga liburannya yang dapat pergi hingga ke luar negeri. Prilaku hedonis yang terlanjur dianut oleh segelintir para pejabat kita akan sangat berdambak buruk bila tidak sesuai dengan kondisi ekonominya dalam memenuhi keinginan mengejar kebahagiaan materilnya. Dampak nyata yang sudah banyak terjadi dari ketimpangan antara ekonominya yang tidak cukup dengan keinginan bahagia yang dituntutnya yang sangat besar ialah bisa melakukan korupsi terhadap uang negara.

Yang demikian itu disampaikan oleh pakar komunikasi yakni Turnomo Rahardjo yang menyebut bahwa pemicu dari praktik korupsi yang seperti dilestarikan oleh para pejabat negara tak lain pemicunya adalah menjalankan kehidupan dengan gaya hidup hedonis (antaranews.com/29/11/2011). Apa yang disampaikan oleh pakar komunikasi tersebut coba untuk menjelaskan tentang bahayanya dari gaya hidup hedonisme yang dapat menyimpangkan prilaku kearah yang salah seperti melakukan korupsi yang banyak menjerat para pejabat negara kita. Sehingga budaya hedonisme ini semestinya dapat diubah dengan gaya hidup yang lebih sederhana.

Dan selain para pejabat negara yang seringkali menerapkan budaya hidup hedonisme juga dianut oleh masyarakat kita. Prilaku hidup hedonisme yang dibudayakan oleh masyarakat dapat menjebaknya untuk terus memamerkan harta yang dimiliki dan membuatnya untuk terus menambah harta dengan cara banyak melakukan konsumsi. Sehingga sikap hedonisme ini menjadikan masyarakat menjadi orang yang boros dan lebih parahnya akan menambah utangnya bila kebahagiaan duniawi yang diinginkannya diatas kemampuan ekonominya.

Apalagi budaya hedonisme ini tidak hanya menyerang orang-orang dewasa tapi juga sudah merengsek ke kalangan kaum muda atau remaja. Banyak di antara remaja saat ini yang mudah sekali tergiur untuk menghabiskan uangnya demi memiliki beragam barang-barang menarik dan tentunya berkelas dibanding dengan punya temannya. Yang budaya hedonisme bagi para remaja ini seakan menaikkan rasa percaya dirinya untuk bisa bergaul di antara teman-temannya. Dan dampak buruknya dari budaya hedonisme bagi kalangan remaja ialah hanya akan membebani ekonomi keluarga karena kedua orang tua harus memenuhi keinginan yang diminta oleh sang anak.

Sedari itulah persoalan budaya hedonisme ini memang tidak hanya milik orang-orang yang memiliki jabatan di pemerintahan tetapi juga ada dari kalangan masyarakat hingga remaja. Adapun hal yang bisa diubah dari budaya hedonisme ini adalah dengan adanya keinginan untuk hidup sederhana. Karena kehidupan sederhana akan mampu menyeimbangkan dengan kondisi ekonomi dengan kebutuhan dan keinginan yang ingin diwujudkan. Dan dapat untuk menghindarkan dari prilaku hidup boros, suka berhutang, dan membeli barang-barang mewah.

Sehingga hal tersebut akan dapat mengendalikan banyaknya keinginan yang harus dicapai terutama keinginan yang bersifat material. Dan dengan pola hidup sederhana maka siapapun juga mulai dari kalangan masyarakat kelas bawah hingga para pejabat dapat mengerti untuk tidak mudah terpancing dalam mengikuti keinginan mencapai kebahagiaan materil tanpa batas. Karena akibatnya hanya akan merugikan diri sendiri yang dapat menyebabkan terjadinya prilaku menyimpang guna bisa memenuhi gaya hidup hedonis. Oleh sebab itu, gaya hidup hedonis memang bukan sesuatu budaya yang patut untuk dilestarikan oleh siapapun juga.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Pengurus di Kelompok Studi Ekonomi Islam Universal Islamic Economic Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Saturday, August 8, 2015

Ketika Air Telah Menjadi Musuh bagi Manusia

Air yang diciptakan oleh Tuhan di muka bumi ini sejatinya dapat memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan seluruh makhluk hidup. Keberadaan air tidaklah sulit diketemui yang keberadaan hampir ada di seluruh tempat di dunia ini. Sehingga sudah seharusnya bagi makhluk terkhusus manusia memanfaatkan sebaik-baiknya air guna untuk membantu lancarnya aktivitas kehidupan. Dan juga betapa besarnya fungsi air bagi makhluk hidup tak pelak juga kita dapat menganggapnya sebagai sahabat atau teman yang perlu untuk dijaga dan dilestarikan keberadaannya dari berbagai ancaman.

Namun dalam keberadaan air di muka bumi ini tidaklah selalu mendapatkan perhatian dari manusia untuk tetap dilestarikan atau dirawat keasriannya dari sampah dan limbah yang berada di sungai, danau, dan laut. Hingga akhirnya air yang tidak terawat malah mendatangkan berbagai ragam masalah yang harus diterima oleh kita sendiri. Hal ini terlihat dari banyaknya tempat-tempat yang dialiri oleh air seperti sungai, selokan, danau, bahkan laut dihujani oleh tumpukan sampah-sampah organik dan an-organik dan limbah dari rumah tangga dan pabrik. Akibatnya makhluk hidup yang berada di areal sungai terkena dampaknya seperti keracunan dan kematian. Disamping itu juga, air yang tercemar akan menimbulkan aroma yang tidak sedap dan jorok.

Bagi kita sendiri ancaman serius yang diterima bila air telah tercemar oleh sampah tanpa terpikir untuk membersihkannya kembali ialah pemukiman kita akan terserang banjir, banjir bandang, air yang jorok dan berbau, dan bermekarnya jutaan penyakit yang siap menyerang manusia. Hal ini terlihat pada awal tahun 2015 ini banyaknya korban berjatuhan akibat demam berdarah hingga ratusan yang terjadi di berbagai daerah baik di sumatera maupun jawa. Kejadian ini tak bisa dipungkiri akibat selokan yang tercemar sampah dan banjir yang menerjang pemukiman penduduk. Dan dalam suatu berita seperti dilaporkan oleh jpnn.com bahwa tercatat sudah 50 korban tewas akibat serangan penyakit demam berdarah di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015 ini (31/01/2015).

Belum lagi melihat kondisi daerah perkotaan kita yang buruk dalam pengelolaan limbah dan selokan sebagai lajur drenaise bagi air yang melintas di situ. Yang mana kondisi selokan kita lebih banyak dihuni oleh sampah-sampah yang menumpuk tanpa ada satu pun yang bersedia menormalisasikannya. Sehingga saat hujan deras tumpah mengguyur jalanan ibu kota maka siap-siap setelah itu banjir akan menutupi badan jalan dan perumahan. Dan akhirnya akan menimbulkan kesan bahwa air telah menjadi musuh bagi manusia.

Bersahabatlah dengan air
Kita sudah mengetahui bersama bahwa air merupakan hal yang urgen dibutukan oleh semua makhluk hidup. Sedari itu sikap bijak untuk mengelola air sehingga jangan sampai tercemar perlu menjadi perhatian khusus agar bisa terus dimanfaatkan sampai kapanpun. Dan jangan sampai air yang ada seolah-olah balik menyerang manusia sebab ia telah merasa terluka akibat semberono dan rakus dalam pemanfaatannya.

Pada awal tahun 2015 selain dihujani dengan pemberitaan banyaknya korban demam berdarah di berbagai daerah ada pula masalah lainnya seperti banjir yang menyerang berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut tercatat dalam surat kabar online bbc.co.uk menuliskan bahwa banjir bandang telah menerjang kota Manado dan sekitarnya yang menyebabkan ribuan orang terpaksa harus mengungsi dan terdapat juga korban jiwa yang hanyut terbawa air (15/01/2015).

Dengan terdapatnya adanya bencana alam yang disebabkan oleh meluapnya air harus menjadi tamparan pada diri kita masing-masing untuk dapat menyadari bahwa air yang menampati lingkungan di sekitar kita perlu untuk dirawat dan dijaga. Sebab kerugian yang ditimbulkan oleh air yang berubah jadi bencana dapat dikategorikan pada dua yakni pada orang-orang diperkotaan maka kerugiannya jalanan menjadi macet, rumah-rumah terendam, begitu juga pertokoan masyarakat, dan ribuan bisnis terpaksa berhenti beroperasi. Sedangkan yang kedua bila hal tersebut menimpa pedesaan sudah barang tentu ribuan hektar sawa dan ladang akan mati terkena air banjir, perumahan warga lenyap terendam air, dan usaha warga seperti tambak ikan atau udang akan hanyut tersapu air banjir.

Sehingga dibutuhkan kesadaran untuk bisa bersahabat kembali dengan air yang sejatinya ada untuk menunjang kelancaran aktivitas manusia. Bersahabat dengan air tidak sulit bila dilakukan bersama-sama. Dan cara bersahabat itu bisa dilakukan secara bersama-sama rutin membersihkan selokan dari tumpukan sampah dan lumpur yang menumpat air mengalir, membersihkan sungai-sungai dari sampah dan jangan membangun pemukiman liar di tepi sungai, jangan lagi merusak hutan sehingga tidak ada lagi yang menopang air bila hujan turun, dan biasakan untuk tidak mengotori air dengan sampah-sampah.

Dan akhirnya bila kelestarian air dapat dijaga oleh kita sendiri maka bencana yang disebabkan oleh air tidak lagi menimpa kita melainkan air yang ada disekeliling kita dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat kita. Yang pada intinya air tidak lagi menjadi musuh pada manusia melainkan menjadi kawan dan sahabat yang saling membantu satu sama lain. Dan hal tersebut hanya bisa tercapai bila kita sadar bahwa air pun perlu untuk dijaga kelestariannya. Semoga.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Anggota KSEI Universal Islamic Economic dan Mahasiswa Ekonomi Perbankan Syariah, FEBI, UIN-SU).

Demam Batu Akik Jangan Sampai Merusak Lingkungan

Batu akik saat ini begitu digandrungi oleh semua kalangan yang tidak hanya berasal dari kalangan orang tua namun juga kalangan muda pun banyak yang mencari batu akik. Demam akan batu akik tidak hanya melanda satu atau dua daerah saja di Indonesia melainkan seluruh dari daerah dari Sabang hingga Marauke turut menggilai batu akik. Hal ini terbukti dari banyaknya orang-orang yang membuka lapak menjual batu akik di pinggiran jalan trotoar hingga di toko-toko yang selalu dipenuhi oleh pengunjung yang ingin membelinya.

Dari tingginya minat masyarakat akan batu akik membuat harganya pun ikut melambung tinggi yang bisa mencapai miliaran rupiah untuk sebuah cincin batu akik. Disamping itu juga bahwa berjualan batu akik dianggap sebagai bisnis yang menjajikan dan bisa mendatangkan uang mencapai miliaran rupiah. Sehingga banyak orang yang sudah terlibat untuk merubah sebuah bongkahan batu mulia menjadi batu akik yang bernilai tinggi. Dan membuat batu akik yang berada di alam pun semakin banyak diburu oleh masyarakat.

Perburuan terhadap bongkahan batu akik di alam saat ini begitu marak sekali terjadi yang tidak hanya menyisir sungai-sungai yang dekat dengan perbukitan tapi juga telah sampai pada daerah lereng perbukitan yang banyak bebatuannya. Alhasil, perburuan terhadap pencarian batu akik di alam dalam jumlah besar dan tidak terkendali dapat merusak kondisi alam karena hilangnya bebatuan sebagai penopang lereng-lereng perbukitan. Sehingga bila tidak ada tatanan kepada para penambang batu akik maka akan berdampak serius pada kerusakan lingkungan.

Hal ini terlihat betapa banyaknya orang-orang yang menjadi pencari bongkahan batu akik di alam yang mencapai ribuan orang di seluruh Indonesia. Bahkan dalam sebuah berita dikatakan bahwa banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai petani akhirnya berganti profesi menjadi pencari batu akik yang jumlahnya selama 10 tahun terakhir sudah mencapai lima juta petani (liputan6.com/18/02/2015). Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan karena tingginya jumlah petani yang telah beralih profesi menjadi pencari batu akik dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan sebagai objek penggalian. Disamping juga akan sulitnya Indonesia untuk mencapai swasembada pangan bila sudah tidak adanya lagi petani  yang mau menggaraf ladangnya.

Dan kerusakan lingkungan yang dapat terjadi bila terjadinya eksploitasi yang berlebihan dalam menambang batu akik di alam ialah tekstur tanah akan melembut karena kehilangan penahan seperti bebatuan dan akan sulit untuk menahan terjangan hujan dan pasang air sungai. Sehingga dampaknya bisa berakibat pada tanah longsor yang sewaktu-waktu akan menimpa pemukiman masyarakat yang menimbulkan banyak kerugian.

Perlunya regulasi dalam penambangan batu akik

Eksploitasi terhadap sumber alam yang menghasilkan bebatuan untuk membuat batu akik yang berlebih terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia sehingga menjadi perhatian para aktivis lingkungan dan anggota dewan. Seperti yang terjadi di Provinsi Aceh yang banyak terjadinya penambangan terhadap batu akik menyedot perhatian dari aktivits Wahana Lingkungan Indonesia wilayah Aceh meminta kepada pemerintah setempat untuk melakukan penertipan kepada para penambang batu akik agar jangan lagi mengambil batu akik di alam karena bisa menyebabkan pengikisan terhadap tanah dan akan terjadi longsor. Hal serupa juga terjadi di tanah Bengkulu di daerah Mukomuko yang penambangan terhadap batu akik sudah merambah daerah hutan sehingga membuat Kantor Pengelolaan Hutan Produksi akan melakukan penertiban terhadap para penambang batu akik di wilayah hutan.

Dua daerah tersebut hanyalah contoh dimana persoalan penambangan batu akik di alam secara berlebihan memang akan menghasilkan dampak buruk bagi lingkungan. Sehingga dibutuhkan adanya regulasi yang jelas dari pemerintah untuk supaya bagaimana masyarakat tidak secara berlebihan mengambil batu akik di alam. Regulasi akan pencarian batu akik di alam dirasakan sangat perlu guna membatasi tempat-tempat mana saja yang memang diperbolehkan untuk ditambang serta pemberian izin kepada para penambang. Karena bagaimanapun adanya demam batu akik saat ini telah membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang di daerah guna untuk dapat memperbaiki kondisi ekonominya.

Dan dengan adanya regulasi yang jelas dari pemerintah tidak hanya dapat menyelamatkan lingkungan dari pengikisan sediman tanah yang bisa berdampak pada bencana alam. Tetapi juga dari regulasi tersebut pemerintah telah mampu mengembangkan pontensi alamnya untuk digunakan sebaik-baiknya guna dapat memakmurkan masyarakatnya dan menjadi pendapatan daerah. Yang akhirnya wabah demam terhadap batu akik tidak lagi menimbulkan masalah kerusakan lingkungan tapi mampu untuk menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan baru dan mengenalkan kekayaan alam masing-masing daerah kepada dunia. 

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Fakultas FEBI UIN SU, dan Penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2014 dari UIN SU, serta termasuk dalam Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sumut).

Thursday, August 6, 2015

Sedekah Bagaikan ‘Investasi’

Sedekah merupakan hal yang lumrah terdengar oleh kaum khalayak manusia karena merupakan sebuah kata yang sering dilakukan oleh ummat muslim dan non muslim. Sedekah merupakan anjuran Rasulullah Saw. Untuk menyambung tali silaturrahmi antar umaat dan mempersempit jurang  pemisah antara sikaya dan simiskin karena adanya pemerataan pembagian harta secara sukarela. Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi sedekah merupakan ladang ‘investasi’ yang sangat menguntungkan bagi pelakunya.

Menurut motivator kenamaan dengan salah satu bukunya yang terkenal 7 Keajaiban Rezeki yakni Ippho Santosa mengatakan bahwa Zakat merupakan ‘proteksi’ bagi harta tetapi Sedekah merupakan ‘investasi’ bagi harta yang diberikan karena Allah akan membalas berlipat ganda kepada sesiapa hamba-Nya yang mau bersedekah dijalan Allah. Dan Insya Allah, tidak akan timbul rasa kecewa. Sebagaimana Allah Swt, berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bunyinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. Jelas bahwa ‘investasi’ dalam bersedakah selalu tergambar apik oleh firman Allah Swt, tersebut untuk menjadikan hamba-hamba-Nya selalu bermurah hati terhadap harta yang menjadi ladang amal di dunia ini.

Mengenai hal itu sebagaimana sedekah sendiri mempunyai pengertian sebagai pemberian harta oleh seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain atau sekelompok orang untuk membantu dalam kesulitan hidup yang dijalani dan dengan ridho dari Allah Swt. Ditandaskan juga jika kesulitan dalam bersedekah dalam harta itu tidak menjadi persoalan karena Rasulullah Saw, tidak membatasi sedekah dalam bentuk harta tetapi dalm bentuk yang lain juga. Sebagaimana Rasulullah Saw, bersabda: “Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma'ruf adalah shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah". (HR. Muslim)”. Nah, makin besar bagi setiap hamba-hamba Allah Swt, untuk dapat memperluas ladang ‘investasi’nya dalam menantikan kemakmuran di hari esok bahkan di akhirat nanti.

Disamping itu Islam bukanlah agama yang tidak mengajarkan saling berbagi terhadap sesama manusia, tetapi agama Islam mempunyai peranan penting dalam bagaimana mengatur harta secara apik dan bisa dinikmati oleh umat lainnya. Karena sedekah tidak hanya diperuntuhkan untuk diberikan kepada yang muslim saja tetapi non-muslim sebagaimana Nabi Muhammad Saw, ketika semasa hidupnya selalu bersedekah kepada seorang nenek tua yang beragama Yahudi dan Rasulullah Saw, tidak mendiskriminasikan orang yahudi tersebut. Menunjukkan bahwa pembawa Islam itu sendiri memberikan contoh yang efektif untuk ditiru oleh pengikut lainnya dalam menambah amalan sedekah dengan harta yang dititipkan oleh Allah Swt.

Banyak di antara manusia yang mempunyai perekonomian bawah, menengah sampai keatas terkadang salah membelanjakan hartanya dimana. Sering sekali terlihat disekeliling ada yang membelanjakannya untuk membeli benda yang dilihat dari sudut pandang manapun tidak bermanfaat seperi: ganja, sabu-sabu, heroin dan lainnya. Serta juga salah dalam menginvestasikan harta tersebut dengan meletakkan di jalan syetan dapat tertawa seperti: membangun kedai tuak, menyewa wanita malam, bahkan membuat tempat prostitusi yang sangat menyedihkan dan tinggal menanti saja Allah Swt, punya rencana tersendiri untuk hamba-hamba-Nya yang seperti ini.

Sedekah seperti di atas bukanlah hal yang baru bagi masyarakat sekarang walaupun namanya terkadang di ganti-ganti baik itu derma, donasi, dan sumbangan. Tetapi dalam pemberian tidak ada paksaan tetapi harus dipaksakan untuk dilakukan secara berkala karena membiasakan kebaikan adalah harus dipaksakan supaya menjadi terbiasa nantinya. Sedekah sedikit mempunyai nilai sedikit tetapi menjadi ‘investasi’ untk dibalas Allah Swt, sedekah banyak lebih baik lagi untuk dapat memberikan ‘investasi’ yang tak disangka-sangka oleh pelakunya.

Dalam tilikan ekonomi sedekah yang berupa harta yang diberikan kepada seseorang kepada orang lain adalah penggerak roda ekonomi yang terus bergerak dan tak akan berhenti. Kenapa, karena jika dibayangkan saja, jika ada seseorang yang memberikan uangnya/harta kepada pengemis lalu sipengemis itu dapat membeli makanan di warung, dan warung itu dapat menggaji karyawannya dan dapat membeli pembelanjaannya ke pasar, dan dari pasar dapat meminta pasokan dari para petani dan petani dapat menghidupkan usahanya. Nah, bayangkan contoh tersebut yang jarang terpikirkan oleh sebagian khalayak manusia tetapi jika dimulai perlahan secara pasti hasilnya untuk yang diharapkan kepada Allah Swt, akan terkabul dengan hal-hal yang tak terduga.

Jika ditilik lebih jauh lagi mengenai sedekah bagaikan ‘investasi’ memang hal yang sangat mengesankan untuk dapat ditelaah lebih jauh lagi. Sedekah adalah hal yang sering sekali disebut-sebut di dalam Al-Quran dan Al-Hadist bahkan para sahabat pun mengemukan pendapatnya mengenai sedekah. Rasulullah Saw, sendiri mengatakan tentang khasiat bersedekah adalah: “belilah kesulitanmu dengan sedekah.” Dihadist yang lain bersabda: “obatilah penyakitmu dengan sedekah.” Dilihat di sabda yang lain: “perbanyaklah sedekah, sebab sedekah dapat memanjangkan umur.” (tidak perlu meminta wejangan kepada peramal). Dan khasiat lainnya di sabdakan Rasulullah Saw,: bersegeralah sedekah, sebab bala tidak pernah mendahului sedekah.” Bahkan tidak perlu bagi ummat muslim untuk minta penglaris ke perdukunan yang dilaknat Allah karena khalifah Ali mengatakan: Pancinglah rezeki dengan sedekah”. Subhanallah.

Dari hadis dan pendapat sahabat Rasul Saw memberikan indikasi tersendiri bagi ummat islam bahwa sedekah dapat: menghilangkan kesulitan, menghilangkan penyakit, memanjangkan umur, menghindarkan bala, bahkan mendatangkan rezeki. Tetapi disandarkan harapan-harapan tersebut kepada Allah Swt, bukan kepada selain-Nya karena itu adalah harapan yang salah.

Jika bicara kekhawatiran untuk tidak tercapainya ‘investasi’ yang dibicarakan itu adalah sebuah kekhawatiran yang sangat lumrah tetapi ingat Allah Swt, tidak mungkin mengingkari janji-Nya untuk tidak membalas sedekah-sedekah hamba-Nya dan pasti dibalas dengan cara yang tak terduga oleh hamba-hamba-Nya. Karena jika kita berjanji kepada sesama manusia mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak diinginnkan seperti dikhianati. Tetapi apabila Allah Swt, berjanji maka itu adalah sesuatu yang pasti yang tak mungkin dikhianati oleh Allah Swt. Ditandaskan hal ini dalam firman-Nya: "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Baqarah [2]: 245). Jelas bukan.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Menyoroti Maraknya Petasan di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan yang merupakan bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menjalankan perintah berpuasa selama satu bulan penuh. Selain menjalankan ibadah puasa juga disuruh untuk mengerjakan amal ibadah lainnya seperti melaksanakan shalat tarawih sehabis shalat Isya, membaca Al-Quran, bersedekah, dan amalan baik lainnya. Sehingga yang diharapkan adalah terciptanya keadaan yang aman tanpa keributan pada bulan suci Ramadhan. Tapi dalam kenyataannya kondisi yang aman tanpa keriuhan pada bulan suci Ramadhan agaknya masih dalam pengupayaan dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan dari berbagai penyebab yang fokusnya pada artikel ini adalah menyoroti maraknya bunyi petasan di bulan Ramadhan.

Petasan bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah sangat terkenal dengan jenisnya yang beraneka ragam dan harganya juga bervariasi mulai seribu hingga puluhan ribu rupiah. Dan biasanya petasan marak diproduksi secara massal hanya terjadi pada bulan Ramadhan dengan banyaknya permintaan terutama dari anak-anak hingga remaja. Di samping itu petasan yang dibeli sering kali dibunyikan pada malam hari saat orang-orang sedang melaksanakan shalat tarawih. Sehingga dampaknya menimbulkan kebisingan dan mengganggu ibadah orang yang mengerjakan shalat tarawih.

Dan juga masalah soal petasan ini sudah cukup lama sekali menjadi pembahasan untuk dilarang peredarannya dan jangan ada lagi yang menghidupkannya. Hal ini terlihat begitu banyaknya razia yang dilakukan oleh aparat kepolisian untuk menangkap para produsen petasan pada saat menjelang bulan Ramadhan. Tapi walaupun sudah dilakukannya razia untuk menghilangkan petasan tetap masih ada saja peredarannya kalau sudah memasuki bulan Ramadhan. Yang hal ini terbukti dari tetap terdengarnya bunyi petasan pada malam hari di bulan Ramadhan. Sehingga memang dibutuhkan upaya yang cukup ekstra untuk bisa benar-benar menjauhkan petasan dari jangkauan anak-anak dan remaja.

Adapun masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat yang bermain petasan tidak hanya menimbulkan polusi udara berupa kebisingan tapi juga persoalan lainnya. Persoalan lainnya yang dihasilkan oleh petasan adalah bisa menimbulkan kebakaran yang dapat menimpa pabrik pembuat petasan hingga rumah-rumah warga. Dan ini sudah terjadi pada ruko yang menjadi gudang penyimpanan petasan terbakar di Pekanbaru. Kejadian kebakaran tersebut menyebabkan petasan yang ada di dalam ruko ikut habis terbakar dan makin memperparah kobaran api di ruko tersebut (news.detik.com/07/04/2015).

Dan selain kebakaran yang ditimbulkan dari petasan juga berbahaya bagi orang-orang yang menyalakannya. Berbahayanya petasan tersebut bila tak hati-hati dalam menyalakannya dapat melukai diri sendiri yang seperti menyebabkan luka bakar pada organ tubuh dan bisa juga menghilangkan nyawa. Dan setiap tahunnya pada bulan Ramadhan selalu ada saja laporan tentang masyarakat terutama anak-anak yang terkena letusan petasan sehingga ada yang harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang diderita cukup parah.

Upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak seperti polisi, tokoh masyarakat, hingga orang tua untuk melindungi anak-anak dari jangkauan petasan sudah banyak sekali dilakukan. Dan memang salah satunya dengan menangkan serta melakukan razia terhadap produsen dan penjual petasan. Tapi selain itu upaya yang diperbuat untuk menghilangkan peredaran petasan adalah dengan memberikan edukasi yang positif pada anak-anak melalui ungkapan bahwa jika menyalakan petasan sama saja dengan membakar uang dalam jumlah besar.

Ungkapan tersebut bukan tanpa dasar seringnya disampaikan oleh para orang tua maupun guru kepada anak dan murid-muridnya agar tidak membeli petasan. Petasan yang pemakaiannya hanya bisa digunakan sekali saja dan dalam tempo waktu yang sebentar saja dianggap sebagai kegiatan yang menyia-nyiakan uang. Apalagi harga petasan yang tergolong terjangkau atau murah dapat dibeli oleh semua kalangan ekonomi masyarakat. Dan petasan yang dibeli dapat dengan dalam jumlah yang banyak dengan harga yang tidak terlalu mahal. Serta akibatnya uang yang dihabiskan untuk membeli petasan tidak ada yang dapat disisihkan lagi agar bisa ditabung. Sehingga ungkapan terhadap membakar petasan sama dengan membakar uang dapat dilogikan dengan meruginya orang-orang yang membeli petasan dan hanya menguntungkan para produsen serta penjual petasan.

Di samping itu juga prihal untuk melarang penyalaan petasan biasanya pihak-pihak instansi seperti lembaga pendidikan melakukan himbauan kepada para murid-muridnya untuk jangan bermain petasan selama bulan Ramadhan. Sehingga memang diharapkan dampaknya dari upaya penanganan terhadap maraknya bunyi petasan pada bulan Ramadhan dapat mengurangi secara drastis jumlah petasan yang dijual ke pasar-pasar. Karena keuntungan dari adanya petasan hanya menguntungkan produsen dan penjual petasan tersebut. Dan bagi masyarakat terutama anak-anak selaku konsumen petasan hanya akan menimbulkan sikap boros untuk terus membeli petasan serta berbahaya pula bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Sehingga memang sudah semestinya peredaran petasan pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya tidak lagi diperjual belikan secara bebas. Karena lebih besar bahaya yang ditimbulkannya dibandingkan dengan manfaat yang dihasilkannya. Apalagi memang pada bulan Ramadhan ini kita diminta untuk semakin giat dalam beribadah sehingga menjadi manusia yang bertakwa dan menebar manfaat pada sesama.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Pengurus di Kelompok Studi Ekonomi Islam Universal Islamic Economic Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Menyoal Angkot yang “Mampet” di Jalan

Istilah kata “mampet” sudah sangat familiar sekali mampir terdengar di telinga kita. Saat selokan dipenuhi oleh sampah dan tak bisa dilalui air sering disebut dengan “mampet” atau ketika WC di rumah sedang tersumbat juga dikatakan sedang “mampet”. Tapi kata “mampet” dalam artikel ini bukanlah untuk membahas mengenai selokan ataupun WC melainkan untuk dibahas pada angkot. Ada apa dengan angkot sehingga harus dikaitkan dengan kata “mampet”?. Dan apa pula hubungannya antara keduanya?.

Tentu semuanya tahu mengenai angkot yang keberadaannya di kota-kota besar jumlahnya ada banyak sekali yang penumpangnya notebene hampir berada dari semua kalangan baik dari kantoran, mahasiswa, siswa, ibu-ibu, hingga buruh. Dan juga harga yang ditawarkan kepada para penumpangnya cukup murah dibanding harus memakai kendaraan pribadi dimana saat ini harga minyak kendaraan tidak lagi murah atau disubsidi. Sehingga angkot tetap menjadi primadona yang dianggap dapat untuk menjadi transportasi umum yang berbiaya murah.

Tapi di samping dianggap sebagai transportasi umum berongkos murah tetap saja angkot meninggalkan masalah di lingkungan masyarakat. Bukan masalah itu soal polusi yang dikeluarkannya dari lubang kenalpotnya. Akan tetapi menyangkut tentang kemacetan yang ditimbulkannya bila angkot “mampet” di jalanan. Dampaknya cukup berpengaruh negatif yang dihasilkan oleh angkot yang mampet atau berhenti disembarang tempat di jalanan yakni tentunya adalah bikin macet. Fenomena akan kemacetan sudah seperti makanan rutin bagi sebagian besar masyarakat kita yang banyak menghabiskan waktunya di jalanan.

Perlu diketahui bahwa macetnya jalanan tidak hanya diakibatkan dari banyaknya para pedagang kaki lima yang numpang jualan di pinggir jalan. Tetapi juga para supir yang memberhentikan angkotnya disembarang tempat di areal jalan telah mengundang macet. Ini saya alami sendiri sewaktu pergi menuju kampus dan begitu juga dengan pulangnya. Dimana jalan depan kampus tempat saya menimba ilmu yang cukup lebar dan disekitar situ juga terdapat perguruan tinggi lainnya serta sekolah menengah pertama sering kali mengalami kemacetan. Kemacetan jalan tersebut adalah buah dari banyaknya angkot-angkot yang diparkirkan sembarangan dekat pinggir jalan dan ada pula yang memberhantikan angkotnya tepat di sisi badan hingga masuk kehampir separuh badan jalan. Apalagi melihat membludaknya jumlah angkot untuk kota Medan sampai dengan April 2015 sudah sebanyak 6.357 unit (medanbisnisdaily.com/9/04/2015). Sehingga hasilnya tentunya sudah tahu akan jadi apa, ya jadi macet.

Mampetnya angkot-angkot itu yang sudah seperti cuci mata bagi para pengguna jalan di area kampus saya adalah sesuatu hal yang biasa terjadi. Sehingga kemacetan yang disebabkan oleh angkot yang mampet di jalan sering kali sulit dihilangkan karena minimnya ketegasan yang diberikan untuknya. Padahal dampaknya yang saya ketahui karena macet yang disebabkan oleh angkot-angkot yang mampet adalah habisnya waktu di jalan karena harus menunggu angkot yang paling depan bergerak, sulitnya kendaraan yang beraktivitas di kampus menjadi terhambat karena tidak adanya lagi ruang untuk keluar masuknya kendaraan dari kampus.

Alasan yang ditawarkan bagi angkot-angkot yang suka mampet dijalanan ialah karena belum adanya penumpang yang naik ke angkotnya. Menjadikan alasan tersebut membuat para supir angkot dengan senang hati memarkirkan angkotnya di pinggir jalan hingga mengambil badan jalan.  Dan menyebabkan kendaraan seperti sepeda motor, mobil, hingga truk yang melintas menjadi tersendat karena jalanan telah “mampet” oleh angkot.

Apa yang terjadi di area jalan dekat kampus saya bahwa angkot sering mampet sembarangan di jalanan dan menyebabkan macet. Adalah salah satu contoh nyata dari banyak contoh lainnya yang terjadi di kota Medan. Dan tentunya perilaku angkot yang suka berhenti di sembarang jalan perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama kepolisian dan dinas perhubungan untuk melakukan penertiban. Penerbitan sangat perlu sekali diberikan pada angkot-angkot yang suka berhenti sembarangan baik untuk menurunkan atau menunggu penumpang naik ke angkotnya. Dan kemacetan yang dikarenakan angkot suka berhenti semaunya tidak hanya terjadi di kota Medan saja melainkan juga merambat di hampir seluruh kota lainnya di Indonesia. Seperti dalam pemberitaan detik.com yang menuliskan bahwa di terminal Kampung Melayu-Jakarta  hampir setiap sorenya terjadi kemacetan karena banyaknya angkot yang berhenti di pinggir jalan untuk menarik sewa (4/11/2014).

Sedari itu angkot yang seringnya “mampet” di jalanan sering kali menyasar tempat-tempat keramaian seperti daerah sekolah atau perguruan tinggi, pasar tradisional, terminal, stasiun, dan tempat yang ramai lainnya. Alhasil untuk mengurainya memang diperlukan andil dari pihak terkait seperti polisi dan dinas perhubungan serta pihak-pihak pengaman seperti satpam atau security sekolah dan kampus agar dapat melakukan upaya untuk menertibkan angkot yang suka berhenti sembarangan di jalan.

Dan akhirnya jalan-jalan tidak lagi ada yang mampet karena sudah tidak adanya lagi angkot-angkot yang sembarangan berhenti di pinggir jalan. Serta para pengguna jalan dapat leluasa untuk melintas di jalan raya tanpa harus terperangkap oleh macet. Sebab bila jalanan sudah mampet oleh angkot tidak hanya membuat para pengendara sulit untuk lewat tapi jalanan tersebut benar-benar akan tumpat.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2014 dari UIN-SU, dan tergabung dalam Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sumut).

Wednesday, July 22, 2015

Mengembalikan Fungsi Trotoar Kepada Pejalan Kaki

Risih bila merasakan jika kita para pejalan kaki yang terbiasa melintasi jalanan trotoar untuk berpergian dirampas oleh berbagai pihak seperti para pengendara dan para penjual dengan dalih arus lalu lintas macet atau tidak ada lagi tempat berjualan. Risih yang dirasakan ialah adanya rasa was-was terhadap tersambar atau tertabrak kendaraan yang melintas di jalan raya karena para pejalan kaki harus melintas di bibir badan jalan raya. Kerisauan lainnya adalah akan rentannya terjadi pencopetan di jalan sebab para pejalan kaki tidak lagi berjalan di terotoar yang letaknya ada pembatas terhadap jalan kendaraan sehingga mampu untuk memberikan ruang lebar agar terhindar dari pencopetan.

Dalam UU Republik Indonesia No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa trotoar merupakan bagian dari tempat para pejalan kaki untuk berlalu lintas dengan maksud untuk menjaga keselamatan dan keamanan. Hal tersebut dijelaskan pada Pasal 131 dalam UU No 22 tahun 2009 tersebut. Betapa diperhatikannya hak pejalan kaki untuk melintas di jalan raya dengan dibuatkannya jalan trotoar merupakan bukti bahwa hak untuk melintasi jalan tidak hanya milik para pengendara semata melainkan para pejalan kaki pun ia.

Penyimpangan terhadap jalan trotoar banyak sudah saya saksikan pada jalan-jalan ibu kota Sumatera Utara yakni Kota Medan, dimana para pejalan kaki kesulitan melintas di jalan trotoar yang dibangun pemerintah sebab sudah mampet oleh berbagai atribut yang menghiasinya seperti papan reklame yang ukurannya sangat besar, para pedagang kaki lima, parkir kendaraan, dan yang terparah diisi oleh kendaraan yang ingin menyalip jalanan yang macet. Fenomena tersebut tidak hanya dilihat namun sudah dirasakan oleh saya sendiri. Dimana saat saya sedang berdiri di trotoar jalan untuk menunggu kedatangan angkot yang saat itu juga terjadi kemacetan disebabkan lampu traffic light sedang berwarna merah. Datanglah beberapa kendaraan melewati jalan trotoar dimana tempat saya berdiri, alhasil ketimbang saya yang tertabrak atau tersenggol oleh kendaraan tersebut maka saya yang menyingkir dari trotoar tersebut.

Betapa pentingnya trotoar
Sedikit di atas telah dikatakan bahwa trotoar dibangun oleh pemerintah sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 yang fungsinya ialah untuk para pejalan kaki yang melintas di pinggir jalan raya. Gunanya ada trotoar dibangun tak lain untuk menjaga keselamatan para pejalan kaki dari kecelakan yang disebabkan oleh kencangnya laju kendaraan di pinggiran jalan dan juga trotoar dapat berfungsi untuk mencegah tindak kejahatan pencopetan di jalanan karena trotoar yang dibangun mempunyai ruang cukup lebar dan lebih di tinggi letaknya dibanding jalan untuk kendaraan.

Adapun dengan mengatahui fungsi dari trotoar tersebut adalah jelas bagi semuanya untuk mematuhinya sehingga tidak lagi ada dijumpai jalan-jalan trotoar yang tidak bisa dipakai oleh para pejalan kaki. Disamping itu juga dengan adanya trotoar yang digunakan untuk para pejalan kaki maka keselamatan dari semua orang yang menggunakan jalan raya atau trotoar dapat terjamin. Dengan tidak saling melanggar aturan yang ada dimana, para pejalan kaki seharusnya berjalan dibadan jalan trotoar bukan dipinggir jalan raya. Dan begitu juga untuk para pengendara agar tidak lagi memaksakan kendaraannya melintasi trotoar dengan alasan apapun. Serta tidak juga ada lagi yang parkir di badan jalan trotoar serta berjualan di atasnya. Sebab semua itu esensinya telah melanggaran aturan tata cara tertib berlalu lintas di jalan.

Dan juga, dengan adanya keseriusan dari pemerintah untuk bersedia meluangkan waktunya mengatur ruas-ruas trotoar yang ada di kota agar dapat menetralkan kembali trotoar yang disalahfungsikan untuk bisa lagi dinikmati oleh para pejalan kaki yang terampas haknya. Sebab seperti Kota Medan yang merupakan ibu kota bagi Sumatera Utara merupakan salah satu kota tujuan untuk berwisata bagi para turis asing. Yang notabene para turis tersebut lebih sering berjalan kaki dibanding naik kendaraan umum atau pribadi. Oleh karena itu, bila jalan-jalan trotoar masih disesaki oleh ketidak siplinan maka para turis asing tersebut akan sangat sulit untuk menikmati keindahaan kota Medan.

Pejalan kaki butuh trotoar
Melihat juga bahwa masalah trotoar yang beralih fungsi bukan untuk para pejalan kaki lagi tidak hanya menimpa beberapa kota saja di Indonesia melainkan juga hampir di semua kota masalah trotoar selalu sama yakni belum berpihak pada pejalan kaki. Sehingga menyoal problema fungsi trotoar tidak lagi masalah satu dua kota saja melainkan sudah jadi masalah nasional.

Kondisi jalan trotoar bila kita rajin melihat-lihat lingkungan perkotaan sudah sangat memperhatinkan sekali. Dimana jalan trotoar banyak yang sudah rusak dengan kondisi ada yang sudah hancur sehingga cuma tanah yang terlihat. Ada juga trotoar yang bolong-bolong akibat dari penggalian gorong-gorong yang lupa diperbaiki kembali. Dan ada juga kondisi trotoar yang masih dipenuhi oleh papan reklame yang memiliki ukuran cukup besar.

Tentunya semuanya telah mengetahui bahwa para pejalan kaki juga membutuhkan kenyamanan dan keamanan saat melintas di jalanan perkotaan. Dan bagaimana mengkoordinir keamanan untuk para pejalan kaki tersebut yang salah satunya ialah menyediakan jalan trotoar yang layak untuk dilintasi. Sehingga para pejalan kaki yang melintas di jalan trotoar tidak lagi was-was atau khawatir tersambar kendaraan yang melintas di jalan raya. Sebab trotoar yang dibangun tidak menyatu dengan jalan dan berada lebih tinggi dari badan jalan untuk kendaraan.

Sedari itulah diharapkan adanya pembenahan dan perbaikan terhadap kondisi trotoar kita yang sudah tidaklagi bisa dinikmati oleh para pejalan kaki disebabkan adanya prilaku egois dari para pengendara, pedagang, dan pemasang reklame yang memakai trotoar. Sehingga hal tersebut mengganggu kenyamanan para pejalan kaki untuk melintas di jalan.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Anggota KSEI UIE UIN SU, dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU).

Monday, February 16, 2015

Lingkungan Hijau Bagi Generasi Mendatang

Menyoal lingkungan memang tidak pernah habis untuk dibahas karena keberadaan lingkungan sangat erat kaitannya dengan manusia. Dari itu mengkaji keberadaan lingkungan memang sesuatu yang urgen guna menyelamatkan lingkungan untuk tetap hijau dan tertata dengan baik karena akan dinikmati oleh generasi mendatang nantinya.

Lingkungan yang sekarang sudah dikatakan mengalami kerusakan yang fatal hampir disegala bagian terutama hutan dan lautan. Dahulunya dibelahan dunia ini tidak ada yang tidak ditumbuhi oleh pepohonan yang rimbun sehingga dapat dimanfaatkan oleh setiap makhluk baik manusia dan juga binatang. Tetapi kini hutan-hutan telah banyak terbabat habis akibat kerakusan yang tidak terkendali mengakibatkan kerugian ditanggung oleh orang-orang yang tidak pernah merusak hutan. Sedari itu juga para binatang dari berbagai spesies juga kehilangan rumahnya yakni hutan sehingga populasi mereka semakin terancam punah. Karena itu satu pertanyaan yang perlu untuk dilontarkan ialah bagaimana nasib generasi mendatang dengan lingkungannya?

Lingkungan yang rusak sekarang ini apabila tidak mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah untuk memperbaikinya maka diwaktu berikutnya bencana alam bisa saja terjadi dan menimpa siapa saja sehingga mengakibatkan kerugian yang besar. Sehingga tergeraknya hati pemerintah dengan serius memperbaiki lingkungan mulai dari yang kecil seperti sampah maka perbaikan lingkungan yang berskala besar seperti hutan bisa terselamatkan dan mampu dimanfaatkan oleh semua orang dalam kehidupannya. Inilah yang menjadi persoalan bagi lingkungan kita yang memburuk dewasa ini sehingga perlu penanganan untuk mencegah berbagai hal yang bisa timbul yang merugikan siapapun di masa mendatang.

Habisnya hutan, punahnya berbagai spesies satwa, terkurasnya habis tambang di perut bumi, dan menyebarnya pencemaran di laut adalah proplema yang kita hadapi di waktu sekarang ini dan butuh sebuah penyelesaian yang mendasar untuk memperbaikinya. Terjadinya kerusakan lingkungan yang parah tersebut lebih disebabkan oleh kita sendiri dengan tidak mempedulikan dampak kedepannya bagaimana sehingga begitu mudah untuk merusak hutan, mencemari laut dengan sampah dan minyak, memburu satwa sampai yang masih baru lahir, dan menguras habis hasil tambang. Dan yang menanggung dampak buruknya dikedepannya ialah generasi mendatang.

Nasib generasi mendatang.
Generasi mendatang yang paling terasa menanggung beban yang diperbuat orang-orang sekarang yang merusak lingkungan dengan beban yang ditanggung itu ialah memperbaiki kembali lingkungan yang rusak, bertebarannya berbagai macam penyakit, sulitnya memenuhi kebutuhan hidup, dan udara yang dihirup tidak lagi bersih. Itulah semua kemungkinan yang harus ditanggung oleh generasi mendatang bila lingkungannya telah rusak di waktu sekarang.

Bagi generasi yang ada sekarang ini merupakan generasi yang menjadi kunci untuk menyelamatkan lingkungan agar kembali asri dan hijau. Dengan berperan aktifnya semua orang untuk menyelamatkan lingkungannya dari mulai yang kecil saja yakni membuang sampah pada tempatnya maka itu satu langkah awal untuk merawat alam kita. Terlaksananya langkah kecil tersebut dengan diterapkan oleh semua orang dalam kesehariannya merupakan satu pencapaian upaya untuk menyelamatkan lingkungan ini agar tidak semakin parah. Sehingga hadirnya kesadaran pada setiap manusia akan pentingnya lingkungan yang hijau mampu untuk mereboisasi hutan yang sudah gundul secara besar-besaran dan tidak lagi merusak laut hanya sekedar untuk mengambil ikan. Didukung majunya teknologi dewasa ini yang menghuni semua negara di belahan bumi sejatinya dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan lingkungan agar kembali hijau. Pemanfaatan teknologi dalam upaya memperbaiki lingkungan dapat dengan mengolah sampah sehingga cepat terurainya ataupun di daur ulang kembali sehingga terbentuknya efisensi dari penggunaan bahan dasarnnya yang diambil dari perut bumi. Manfaat lainnya yang bisa dilakukan dari penggunaan teknologi untuk lingkungan ialah memperbanyak tunas pohon baru dan menyediakan alam buatan untuk binatang. Disamping itu teknologi juga bisa diterapkan untuk menyelamatkan biodata laut seperti batu karang, ikan, penyu, dan rumput laut.

Bangkitnya kesadaran generasi sekarang yang peduli terhadap lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan dan menebang pohon sesuka hati serta tidak lagi merusak biota laut maka lingkungan hijau yang dibangun oleh generasi sekarang ini dapat dinikmati seutuhnya oleh generasi mendatang. Sehingga manfaat yang bisa dipetik tidak hanya terjadi dimasa sekarang tetapi juga dimasa depan.

Dari itu generasi mendatangpun mengerti bahwa lingkungan hijau yang dinikmatinya tidaklah diperoleh dengan mudah tetapi dengan kerja keras yang penuh rasa tanggung jawab yang dilakukan oleh orang-orang digenarasi terdahulu. Sehingga kesimpulan yang ditarik penulis ialah warisilah alam yang hijau bagi generasi mendatang.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Menumbuhkan Rasa Malu Melihat Lingkungan Yang Kotor

Ada sebuah pepatah lama yang berbunyi: “Kebersihan itu Pangkal Kesehatan”. Pepatah tersebut menyampaikan pesan kepada semuanya agar dapat hidup bersih sebab penyakit tidak akan pernah berani menyerang. Bersih yang dimaksud tidak hanya ditujukan untuk selalu pandai menjaga kebersihan diri saja tetapi juga harus pandai menjaga lingkungan agar tidak ikut-ikutan kotor atau tercemar.

Lingkungan bagi manusia adalah satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan satu sama lain. Sebab manusia yang hidup dalam tatanan sosial pasti mempunyai lingkungan yang menjadi penyokong mereka dapat hidup tentram dan jauh dari masalah. Jikalau lingkungan tempat para manusia dihinggapi oleh berbagai masalah seperti banyaknya orang-orang yang dengan mudahnya membuang sampah sembarangan di sungai, selokan, dan tepi jalan. Yakinnya lingkungan tersebut tidak lagi dapat membuat nyaman orang-orang yang tinggal disitu karena lingkungan yang tercemar tersebut telah mendatangkan masalah seperti bau dari sampah, sungai yang kotor, banyaknya nyamuk, dan banjir yang kesemua itu tidak diinginkan oleh siapapun menimpanya. Maka dari itu menumbuhkan rasa malu dapat menjadi solusi bagi semuanya kembali menata lingkungannya agar kembali asri dan nyaman untuk di tinggali.

Rasa malu adalah suatu sifat yang seharusnya wajib dimiliki dan diterapkan oleh semua orang. Banyaknya orang yang mempunyai rasa malu menjadikan setiap tindakannya penuh dengan kehati-hatian dan mengikuti norma yang berlaku. Ramainya orang-orang yang hidup dalam kesemerautan dengan merusak lingkungannya adalah bagian dari kumpulan orang-orang yang tidak lagi mempunyai rasa malu melihat lingkungannya menjadi rusak. Sehingga akibatnya akan merugikan siapa saja yang tinggal dalam lingkungan yang rusak tersebut.

Memudarnya sikap rasa malu bagi sebagian dari orang-orang memang sudah sangat jelas di saat ini. Terinspirasi dari apa yang pernah penulis alami melihat orang-orang yang tinggal di lingkungan tempat saya melakukan aktivitas yang di antara dari mereka begitu mudahnya meletakkan sampah makanan dan minumannya begitu saja di jalanan dan dibuang ke selokan. Padahal belum tentu tumpukan sampah yang diletakkan disembarang tempat tersebut akan diangkut oleh para petugas kebersihan lingkungan kota. Yang akibatnya lambat laun sampah tersebut akan mendatangkan penyakit yang berupa aroma tidak sedap yang dihirup oleh orang-orang yang melintasi area tumpukan sampah tersebut.

Hal ini tentunya bisa menjadi kebiasaan buruk yang dapat dengan mudah dilakukan siapapun tanpa ada rasa bersalah mengotori lingkungannya karena merasa sudah prilaku tersebut lumrah terjadi di masyarakat. Menyadari ini kembali mendidik dan memberikan pengajaran kepada para masyarakat dengan memberikan penyuluhan tentang akibat buruk yang terjadi jika lingkungan tercemar. Dan juga peran berbagai civitas akademisi seperti sekolah dan kampus mempunyai dampak yang cukup besar untuk dapat memberikan contoh kepada para siswa dan juga mahasiswa dalam berbagai kegiatan belajar memberikan wawasan untuk menyayangi lingkungan dan menanamkan rasa malu kalau merusak lingkungan. Dapat menyadari ini diterima atau tidak dampak yang diterima sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat yang akhirnya tak lagi kita melihat ada orang-orang yang membuang sampah di sungai, selokan, dan pinggiran jalan. Tak lagi kita melihat orang-orang yang tak acuh terhadap lingkungannya dan kita akan sering melihat semua orang malu untuk mencemari lingkungannya.

Hal ini sangat perlu untuk dikaji oleh siapapun mengenai rasa malu yang wajib dijalankan dalam berkehidupan bermasyarakat. Kebiasaan yang berlaku di tengah-tengah masyarakat dapat menjadi adat yang mengakar kuat sulit untuk dilepaskan. Jika kebiasaan tersebut adalah kebiasaan baik dengan contoh kecilnya adanya sikap gotong royong dan rasa untuk menjaga di masyarakatnya, tentunya lingkungannya akan selalu asri dan jauh dari kata “tercemar”. Sebaliknya, bila pemimpin tidak memberikan contoh untuk menggalakkan gotong royong dan tak peduli dengan lingkungannya. Hasilnya masyarakat yang dipimpinnya juga akan bersifat acuh tak acuh terhadap lingkungan mereka dari itu tidak akan mempunyai rasa malu untuk membuang sampah tidak pada tempatnya.

Kita tentu menyadari bahwa mengajak orang lain untuk mempunyai rasa malu agar tidak merusak lingkungan memang sangat sulit. Tapi dapat dengan mudah dilakukan jikalau diri kita sendiri yang mempraktekkannya langsung dalam aktivitas kehidupan kita. Ini tentunya dapat menjadi contoh bagi para teman-teman, tetangga, dan orang-orang yang selalu melihat kita yang sudah menumbuhkan rasa malu melihat lingkungan yang tercemar.  Dari timbulnya kesadaran terhadap diri sendiri menjadi sangat efektif untuk mengkampanyekan kepada orang-orang disekitar kita agar peduli dengan lingkungan dan malu melakukan hal-hal yang dapat merusak lingkungan. Sehingga apa efek dari lingkungan yang bersih memang benar-benar dapat dirasakan yaitu terhindar dari menyengatnya bau sampah di selokan, jauh dari penyakit, dan dapat menurunkan insensitas stres dari himpitan pekerjaan.

Sehingga dibagian akhir dari artikel ini, penulis mengajak semuanya agar dapat kembali merubah mindset berpikir untuk malu merusak dan mencemari lingkungannya. Karena apa yang ditanam oleh perbuatan kita pada akhirnya kita sendirilah yang akan menuainya dan merasakannya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)

Ekonomi Islam dalam Kajian Pengantar Mikro dan Makro

Judul               : Ekonomi Pengantar Mikro dan Makro Islam
Penulis            : Dr. M. Ridwan, MA, Isnaini Harahap, MA, dan Yusrizal, M.SI
Tahun Terbit   : Desember, 2013.
Penerbit           : Citapustaka Media.
Tebal buku      : 218 halaman.
Total Bab        : XIV Bab.

Ilmu ekonomi dalam sudut pandang konvensional diartikan sebagai suatu ilmu yang mengkaji tentang prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari yang yang terkait dengan pemanfaatan berbagai sumber daya dan mengandung pilihan dalam penggunaannya. Sedangkan dalam kaca mata Islam, ilmu ekonomi Islam berpengertian sebagai suatu ilmu yang mengkaji tentang hidup manusia dan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi yang disandarkan pada prinsip-prinsip syariat Islam. Ilmu ekonomi konvensional dan Islam mempunyai perbedaan yang cukup besar dimana untuk ekonomi konvensional cakupannya hanya sebatas pemenuhan kepuasan manusia tanpa melibatkan moral dan etika di dalamnya serta konteksnya hanya terbatas pada kegiatan yang terjadi di dunia saja. Sedangkan dalam ekonomi Islam peran akhlak sangat mempengaruhi bagaimana manusia dalam memenuhi kebutuhannya sehingga orientasinya tidak hanya terpaku pada dunia semata melainkan dampaknya akan terbawa sampai ke akhirat.
Sampul Buku Ekonomi Pengantar Mikro & Makro Islam
Paragraf pertama di atas adalah cuplikan dari buku Ekonomi Pengantar Mikro dan Makro Islam yang ditulis oleh M. Ridwan, Isnaini Harahap, dan Yusrizal. Buku yang diterbitkan oleh Citapustaka Media ini menghadirkan kajian mengenai ekonomi Islam yang dibahas dari sudut pandang mikro dan makronya disertai perbandingan dengan ekonomi konvensional. Sendi-sendi nilai ke Islaman yang terkandung dalam buku ini sangat kental sekali dimana ekonomi yang dipaparkan dengan kajian tematik juga disandarkan pada dalil-dalil Al-qur’an dan Al-Sunah yang bisa dijumpai pada setiap babnya. Dan para penulis juga mencantumkan berbagai pendapat dari tokoh-tokoh ekonomi Islam yang berasal dari zaman klasik sampai kontemporer untuk menguatkan kajian ekonomi Islam yang tertulis di buku ini.

Disamping itu para penulis dalam buku ini memaparkan konteksti dari ekonomi Islam yang melibatkan berbagai instrumen seperti zakat, sedekah, dan infak sebagai cara untuk mempengaruhi tingkat pendapatan dan pengeluaran baik secara perkapita dan agregat. Buku Ekonomi Pengantar Mikro dan Makro Islam ini menuliskan pembahasan mengenai ekonomi Islam secara mikro dan makro dibagi atas dua pembahasan. Yang mana pada bagian pertama kajian ekonomi mikro Islam yang dikaji dengan menghantarkan enam bab yang mencakup dengan pembahasan dari sudut pandang Islam dan konvensional. Selanjutnya pada bab tujuh sampai dengan bab empat belas menyentuh pembahasan ekonomi makro Islam yang mengkaji secara komprehensif dan mendalam.

Hal yang menjadi kelebihan yang ditawarkan oleh para penulis dalam buku ini adalah kepadatan isi dari pembahasan di setiap babnya yang mana menuliskan kajian secara Islami dengan landasan dalil, ulasan dengan perhitungan matematik, menyajikan kurva dan grafik, dan disandarkan pada sumber-sumber dari berbagai buku yang akurat kebenarannya. Sehingga kehadiran buku ini sangat membantu bagi para mahasiswa terutama untuk mendalami kajian ekonomi Islam secara mikro dan makro.

Dan juga keberadaan dari buku Ekonomi Pengantar Mikro dan Makro Islam telah menjadi penunjang untuk kemajuan ekonomi Islam bagi perguran tinggi Islam di Indonesia. Dari itu, harapannya buku ini tidak hanya disentuh oleh para mahasiswa yang menimba ilmu ekonomi Islam tetapi juga bagi para praktisi, pengajar, dan tokoh ekonomi Islam juga harus membaca buku ini. Karena disamping untuk menambah pengetahuan ekonomi Islam dari sisi mikro dan makro juga dapat memberikan masukan yang membangun dalam perbaikan isi buku jikalau terdapat kekurangan. Sedari itu ditandaskan kembali bahwa buku Ekonomi Pengantar Mikro dan Makro Islam layak untuk dibaca oleh siapapun yang ingin mempelajari ekonomi Islam secara lebih mendalam.

(Peresensi adalah Satria Dwi Saputro, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU, dan Anggota Universal Islamic Economic (UIE) IAIN-SU).

Sunday, February 15, 2015

Pengaruh Polusi Udara Terhadap Kerusakan Lingkungan

Lingkungan yang ditinggali oleh berbagai makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan tumbuhan semestinya mempunyai kondisi ruang yang asri, hijau, dan penataan yang rapi terhadap pembangunan yang dilakukan oleh manusia. Sehingga ruang-ruang di lingkungan dapat ditinggali oleh semua makhluk hidup tanda ada gangguan ataupun keluhan. Tapi maraknya pembangunan dan kemajuan IPTEK oleh manusia terkadang dampaknya tidak hanya menghasilkan sesuatu yang positif tapi juga menghasilkan sesuatu yang dapat merusak lingkungan. Dan contohnya ialah polusi udara yang dihasilkan dari berbagai kendaraan bermotor dan mobil, asap pabrik, dan pembakaran hutan. Sehingga ini perlu mendapatkan perhatian agar  segera dibenahi dan mampu untuk mengurangi tingkat polusi udara yang ada di lingkungan.

Indonesia yang mengalami pembangunan besar-besaran sampai saat ini telah mampu memaksa masyarakatnya mempunyai kendaraan baik roda dua dan roda empat sehingga kota-kota disesaki dengan berbagai jenis kendaraan yang lalu lalang. Jumlah kendaraan yang ada di Indonesia untuk saat ini telah mencapai sekitar 104 juta unit kendaraan yang dicatat oleh Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan angka tersebut mengalami kenaikan sebelas persen pada tahun sebelumnya yang hanya sekitar 97 juta unit kendaraan (Tribunnews.com/15/04/2014). Jumlah kendaraan yang sangat besar tersebut sebagian besar ada di daerah perkotaan besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan lainnya sehingga setiap unit kendaraan tersebut telah mengahasilkan asap yang mengandung karbon monoksida, nitrogen oksida, hidro karbon, timbal, dan sulfur oksida yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dampak buruk dari polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan yang lalu lalang telah menyebabkan rusaknya lapisan ozon di atmosfer bumi sehingga sinar matahari yang memancar ke bumi akan terasa lebih panas dari masa sebelumnya. Disamping itu juga pengaruh lainnya dari asap kendaraan ialah ruang udara menjadi tercemar dan dapat membunuh makhluk hidup lain seperti tumbuhan dan hewan. Dan untuk manusia yang hidup terjebak di area lingkungan yang dipenuhi oleh asap kendaraan akan lebih rentan terkena penyakit berbahaya seperti stroke, asma, sakit mata, iritasi kulit, dan lainnya serta menurunkan tingkat kesehatan bagi masyarakat tersebut. Tentunya hal ini berbeda dengan masyarakat yang hidup di pedesaan dengan nuansa hijaunya lingkungan dan masih minimnya kendaraan yang beraktivitas di sana.

Disamping kendaraan sebagai penghasil polusi udara terbesar di dunia ada juga penyumbang polusi udara yang merusak lingkungan yaitu pabrik dan kebakaran hutan. Seperti pabrik yang menghasilkan asap pekat hitam yang keluar dari cerobong produksinya yang langsung dibuang begitu saja ke udara tanpa dilakukan penyaringan terlebih dahulu dan ini tentu akan merusak udara yang disekitar pabrik dan manusia yang menghirupnya akan terkena penyakit kronis dan juga lingkungan menjadi kotor serta gersang.

Dan begitu juga mengenai kebakaran hutan yang setiap tahun ada ratusan hektar lahan gambut yang terbakar dan menyebabkan asap hitam nan berbau yang menyebar ke pemukiman masyarakat. Hal ini secara langsung telah merusak esensi dari lingkungan tersebut dan bagi makhluk hidup seperti hewan ikut musnah terbakar di hutan serta bagi manusia harus terganggu pandangannya dan kesehatannya.

Kurangi polusi udara
Untuk menanggulangi bahaya yang ditimbulkan oleh polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan, asap pabri, dan kebakaran sudah semestinya pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk mengurangi tingkat polusi udara yang terjadi di lingkungan kita. Seperti pemerintah dapat memberikan aturan tegas kepada produsen kendaraan untuk melakukan inovasi terhadap kendaraan yang dijualnya di Indonesia yang rendah emisi dan ramah lingkungan. Begitu juga terhadap pabrik yang beroperasi agar lebih memberikan aturan jelas terhadap asap yang dibuang  ke udara. Sehingga semua makhluk hidup dapat hidup nyaman dan tidak terganggu oleh ulah segelintir orang yang minim perhatian terhadap lingkungan.

Dan juga untuk menanggulangi adanya kebakaran hutan lagi semua pihak dapat bekerja sama untuk lebih bisa memaknai tentang manfaat yang dihasilkan hutan terhadap penyelamatan bumi sehingga kesadaran cinta lingkungan dapat menyebar kepada semua orang dan tak ada lagi satupun melakukan tindakan pembakaran hutan dengan dalih untuk efisiensi biaya pembukaan lahan baru.

Sedari itu jumlah kendaraan yang beredar dapat ditekan oleh pemerintah dengan melakukan adanya pembatasan kendaraan dan mewacanakan hari bebas kendaraan untuk semua daerah di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai wujud bahwa lingkungan kita semakin kritis dan suatu saat bisa jadi tidak bisa ditinggali oleh manusia. Oleh karena itu mulai tumbuhkanlah kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan.

Dan cara sederhana yang dapat dilakukan oleh semua orang untuk mengurangi tingkat polusi udara ialah dengan bisa jauh lebih berhemat dalam menggunakan energi minyak bumi sebagai bahan bakar kendaraan. Serta kita juga bisa ikut berperan melakukan penanaman pohon agar dapat mengurai polusi udara dengan menambah jumlah oksigen yang dihasilkan oleh pohon. Karena sejatinya lingkungan yang kita tempati ini adalah milik bersama bukan milik seorang saja.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN SU)

Pentingnya Mengajarkan Menabung pada Anak

Menabung adalah sesuatu yang sudah lumrah dilakukan oleh orang-orang sejak lama sekali. Yang mana orang-orang menabung akan menyisihkan sebagian besar atau kecil dari pendapatnnya  untuk digunakan pada kemudian hari. Dan tujuan orang-orang dalam menabung pada umumnya sangatlah berbeda-beda tapi intinya adalah untuk memenuhi ekspektasi atau harapan di masa depan. Sehingga bagi orang tua tak salah mengajarkan anaknya untuk menabung sejak usia dini.

Anak-anak yang masih berumur sekitar 5-10 tahun sifat konsumtif yang berlebihan sangat mudah dilihat ketika ia begitu mudahnya tertarik terhadap berbagai jenis barang ataupun makanan yang ingin dimiliki dan dirasakannya. Sehingga bagi para orang tua yang terkadang menjadi terpaksa untuk menuruti keinginan anak-anaknya dan jikalau ditolak akan membuat anaknya merengek dan menangis di pusat keramaian. Dari itu dengan mengajarkan anak-anak tentang arti penting dari menabung maka akan merubah cara pikir anak agar bisa membedakan mana yang menjadi kebutuhannya atau sekedar keinginannya semata.

Tentunya mengajarkan menabung pada anak mempunyai tingkat kesulitan tersendiri yang dihadapi oleh para orang tua. Tapi dengan mengenalkan manfaat dari menabung kepada anak sejak ia telah menerima uang saku akan memudahkannya untuk mengetahui dampak positif dari menabung. Dan mengajari anak untuk gemar menabung haruslah berkelanjutan setiap harinya bahkan saat sang anak telah remaja atau bahkan telah dewasa tetap penting terus mengajarinya untuk bisa menyisihkan sebagian dari uang sakunya untuk ditabung.

Manfaat menabung yang bisa dirasakan oleh anak yang telah terbiasa menyisihkan sebagian dari uang sakunya adalah sangat banyak sekali dan utamanya sang anak dapat berpikir dan bertindak menjadi lebih bijaksana dalam memilah-milah kebutuhannya dengan bimbingan orang tuanya. Para anak yang ingin menabung mempunyai tujuan yang sangat menginginkan sesuatu dengan uang sakunya sendiri. Sehingga dengan hadirnya orang tua disisinya akan membimbingnya untuk membelanjakan uang tabungannya ke hal-hal yang mendatangkan manfaat.

Disamping itu manfaat lain dari menabung secara tidak langsung dapat menghindarkan anak-anak dari mengkonsumsi makanan yang mengandung penyakit. Anak-anak beraktivitas di lingkungan sekolah atau sekitarnya akan gemar memakan berbagai jenis makanan yang dijual di sekitar lingkungan sekolah. Dan tidak semua makanan yang dijual kepada anak-anak higenis atau terhindar dari kuman. Lagi pula berbagai jenis jajanan ringan ataupun berat yang dijual kepada para anak dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli kesehatan mengandung berbagai senyawa kimia yang berbaha seperti terkandung pewarna pakaian, boraks, penyedap makanan, sarigula, dan lain sebagainya. Dan jika anak-anak mengkonsumsi berbagai jenis jajanan yang tidak diketahui jaminan kesehatannya maka bisa jadi anak-anak akan terserang penyakit. Sehingga dengan menabung anak-anak akan dibawakan bekal oleh orang tuanya dan isi bekal tersebut telah terjamin kebersihannya karena dimasak langsung oleh orang tua. Dari itu anak-anak tidak mengkonsumsi jajanan yang belum jelas kualitasnya sehingga kesehatannya akan terjaga dan terhindar dari penyakit.

Membudayakan menabung
Anak-anak yang diajarkan untuk menabung haruslah dilakukan secara berkelanjutan sampai dia paham dan mengerti untuk menyisihkan sendiri uang sakunya untuk ditabung. Dan tanamkanlah sikap menabung kepada anak layaknya sebuah budaya yang perlu dilestarikan sampai kapanpun. Karena manfaat menabung tidak hanya dirasakan sang anak saat ia kecil tapi ketika ia sudah dewasa maka akan lebih mudah dalam mengelola keuangannya dan jauh lebih mandiri serta terhindar dari perbuatan boros dan foya-foya.

Membudayakan menabung pada anak dapat dimulai dari lingkungan keluarganya sendiri dimana para orang tua sebagai orang yang paling dekat kepada anak bisa memberikan edukasi berupa cara atau bagaimana menabung yang menyenangkan. Dan anak yang mendapatkan pengajaran dari orang tuanya akan lebih mudah memahami dan mengerti ketimbang dari orang lain. Dan juga tempat untuk meletakkan uang yang akan ditabung terdapat berbagai jenis tapi yang paling lumrah adalah celengan. Anak-anak bisa diajak untuk membeli langsung celengan yang terbuat dari plastik, bambu, atau tanah liat dan selanjutnya contohkan kepada anak tentang jumlah uang yang akan ditabungnya. Uang yang ditabung bisa sebagian kecil dari uang sakunya perhari atau setengah dari uang sakunya dengan catatan bahwa kebutuhannya di luar tidak terhambat. Sedari itu seperti dikatakan pada paragraf sebelumnya tadi orang tua dapat membawakan bekal makan siang kepada anak yang mana disamping bisa menghemat uang sakunya ia juga akan terhindar dari penyakit yang berasal dari jajanan yang dijual dilingkungan sekolahnya.

Dan juga dalam perkembangan zaman yang semakin modern dan maju peran perbankan juga turut membantu orang tua untuk mengajarkan para anak agar mau menabung. Dan disadari hampir semua bank komersial di Indonesia telah membuka fasilitas menabung bagi anak-anak dengan berbagai jenis layanan yang berbeda-beda. Sehingga ini menjadi sebuah paradigma baru yang bisa dimengerti oleh orang tua dan anak bahwa menabung tidak hanya sebatas di celengan yang disimpan di rumah saja tetapi lembaga keuangan seperti bank juga bisa menjadi sarana bagi anak untuk menabung dalam jumlah yang tidak terbatas dan uangnya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak atau yang lainnya.

Dari itu pada paragraf terakhir ini penulis menghimbau agar anak-anak dapat segera diajarkan tentang pentingnya menabung karena manfaatnya tidak hanya dirasakan pada saat ia masih kecil tapi ketika sang anak telah dewasa sifat dari gemar menabung akan teraplikasi dalam kehidupannya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN-SU)

Pahlawan Lingkungan

Lingkungan begitu pentingnya bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya dimana kebutuhan tersebut menginginkan lingkungan yang asri, bersih, dan nyaman. Tapi melihat kenyataannya lingkungan-lingkungan yang dihuni oleh manusia dan makhluk hidup lainnya tidak pada apa yang diharapkan semula dengan tercemarnya sungai-sungai oleh sampah dan berbagai jenis limbah, eksploitasi hutan yang berlebihan, dan tingkat polusi yang semakin meningkat saja di area perkotaan. Dari kejadian tersebut sudah selayaknya hadir pahlawan lingkungan untuk mengurai satu per satu masalah yang ada sehingga tercipta lingkungan yang didampakan oleh semua makhluk hidup.

Dikatakan pahlawan lingkungan adalah orang-orang yang rela berjuang untuk memperbaiki lingkungan yang rusak dengan bergotong royong membersihkan selokan dan sungai-sungai dari gundukan sampah yang mengunung, bersama-sama pula melakukan reboisasi hutan-hutan yang gundul, dan beramai-ramai melakukan kampanye lingkungan untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran. Yang seperti ini sedikit memudar di negeri ini sehingga sulitnya ditemukan pahlawan lingkungan yang sebenarnya.

Menunjukkan bukti kerusakan alam Indonesia ialah dapat dilihat dari jumlah hutan kita yang kian menipis dari tahun ke tahun. Sekarang jumlah keseluruhan hutan Indonesia dari 33 Provinsi ialah 45 juta hektar saja. Kerusakan hutan yang terjadi akibat adanya pembakaran dalam jumlah besar secara sengaja untuk alih fungsi lahan, illegal loging, dan meluasnya daerah hutan yang digunakan untuk pertambangan. Padahal kita menyadari bersama akan pentingnya hutan sebagai penyangga dunia. Hutan disebut sebagai paru-paru dunia karena fungsinya yang bisa menghasilkan oksigen (O2) yang dibutuhkan oleh seluruh manusia dan juga hewan, sehingga terkikisnya jumlah hutan di tiap-tiap provinsi di Indonesia sama saja telah menyempitkan kadar oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh manusia dan memperparah lajur polusi yang menyesakkan kesehatan.

Sama halnya dengan sampah yang juga mengisi hampir disetiap tempat yang kosong di sekitar lingkungan kita. Keseluruhan dari masyarakat Indonesia yang berjumlah kurang lebih dari 200 juta jiwa bisa menghasilkan sampah sebanyak 11 ribu ton per hari dan itu tidak semua berada di tempat akhir pembuangan sampah atau TPA. Kebanyakan sampah-sampah tersebut berada di sungai-sungai, parit-parit bahkan laut. Menipisnya sikap kepedulian menjadikan tumpukan sampah tersebut terletak tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan penyakit yang harus diderita oleh orang-orang, memunculkan aroma yang tidak sedap, dan menjadikan lingkungan tidak tampak rapi dan asri.

Tiga Pahlawan Lingkungan
Menelisik mengenai siapa-siapa saja yang telah menjadi pahlawan lingkungan maka jawabnya adalah mereka yang peduli dengan lingkungannya baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahwa ada tiga pahlawan lingkungan yang ada di sekitar kita dan itu terbukti dari kerja nyata mereka mencoba mengurai masalah-masalah yang dihadapi oleh lingkungan dengan bersihnya sampah-sampah di area perkotaan, mencuatnya kembali tunas-tunas hijau dan kembali bersihnya sungai-sungai dari tumpukan sampah. Adalah ketiga pahlawan lingkungan tersebut ialah Petugas Pembersih Lingkungan, Aktivis Lingkungan, dan Pemulung.

Seperti petugas pembersih lingkungan yang sengaja dibentuk negara untuk membantu merapikan lingkungan di perkotaan dan di pedesaan dari sampah-sampah yang tersebar dimana-mana. Adanya petugas pembersih lingkungan telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dari sampah yang dihasilkan masyarakat perkotaan. Sebagaimana yang dilangsir oleh Harian Medan Bisnis dalam websitenya www.medanbisnisdaily.com (15/8) memberikan data bahwa Kota Medan dari 21 kecamatan per harinya dapat menghasilkan sampah sebanyak 1.100 ton lebih dan semua sampah tersebut diangkut langsung oleh petugas pembersih lingkungan ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Bila tidak dibentuknya petugas pembersih lingkungan apakah mungkin semua sampah tersebut dapat terangkat dari satu daerah ke tempat pembuangan sampah, tentunya tidak. Dan kontribusi mereka dapat menyelamatkan kota dari berbagai problema seperti banjir, bau busuk dari sampah, dan penyakit. Tentunya kita menyadari juga bahwa jumlah petugas pembersih lingkungan yang tidak sebanding dengan luasnya daerah menjadikan beberapa tempat masih dijadikan tempat pembuangan sampah yang sebenarnya dilarang.

Sama halnya juga dengan petugas pembersih lingkungan sebagai pahlawan lingkungan adalah para aktivis lingkungan juga sebagai pahlawan lingkungan. Adanya ungkapan provokasi positif seperti Go Green, Stop Global Warming, Jaga Bumi Kita, Selamatkan Alam Kita Tercinta. Semuanya adalah ungkapan yang lahir dari para aktivis lingkungan untuk mengajak semua masyarakat agar beramai-ramai menyayangi lingkungannya. Terbukti dengan adanya gerakan bersama membersihkan sungai-sungai dan selokan dari sampah-sampah yang turut serta di dalamnya para aktivis lingkungan dan masyarakat. Juga melakukan reboisasi besar-besaran untuk menghijaukan kembali hutan yang telah lama gundul. Sehingga gerakan mereka memang sepatutnya didukung penuh terutama oleh pemerintah dan masyarakat.

Yang terakhir adalah pemulung. Pemulung bisa dikatakan bagian dari pahlawan lingkungan yang kontribusinya secara tidak langsung telah membantu petugas pembersih lingkungan dalam membersihkan sampah. Jumlah pemulung di Indonesia tidaklah sedikit dan mereka hanya mengutip barang-barang sudah dibuang oleh pemiliknya di pembuangan sampah. Kerja nyata mereka dapat mengurangi jumlah sampah yang berada di TPA dan mendaur ulang sendiri sampah-sampah tersebut sehingga bernilai ekonomis.

Sepatutnya kita menyadari bahwa pahlawan lingkungan itu ada karena peduli dengan lingkungannya dan musnahnya pahlawan lingkungan bila tak ada satupun menaroh kepedulian untuk membersihkan lingkungannya. Sehingga pahlawan lingkungan tidak hanya para petugas pembersih lingkungan, aktivis lingkungan dan juga pemulung tetapi setiap orang bisa menjadi pahlawan lingkungan yang berjasa besar menyelematkan bumi. Maka benar ungakapan ini untuk direnungkan: “Kalau Bukan Kita Yang Menjaganya, Terus Siapa Lagi”.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN-SU).

Saturday, February 14, 2015

Cara Menangkal dan Mengatasi Masuk Angin pada Burung Ocehan

Masuk angin merupakan penyakit yang menyerang bagian perut makhluk hidup dengan memberikan efek perut kembung, badan lemas, dan sakit perut. Penyakit ini tidak hanya menyerang manusia melainkan burung ocehan pun bisa terkena masuk angin. Dan biasanya burung yang terlanjur masuk angin akan menunjukkan tanda-tanda badan lemas atau lesu, tidak nafsu makan, dan sering berdiam diri (malas berkicau). Sehingga sangat perlu bagi para pemilik burung ocehan agar benar-benar memahami tentang penyakit ini dan mampu untuk menangkal burung ocehannya terkena masuk angin dan bisa pula mengatasi/mengobatinya.

Nah, dalam artikel ini akan diulas mengenai cara untuk menangkal dan mengatasi masuk angin yang menjangkit burung ocehan kesayangan kita. Sedari itu sangat perlu membaca artikel ini hingga tuntas. Penjelasan pertama terlebih dahulu membahas mengenai cara untuk menangkal masuk angin agar tidak menjangkit burung ocehan ialah:

- Melakukan kerodong ketika ingin tidur saat musim hujan tiba
Penting sekali untuk memperhatikan kondisi burung ocehan saat musim hujan tiba agar sangkarnya ditutupi kerodong. Tujuannya agar tubuh burung tidak terkena hawa dingin dari hujan yang turun dan menjadikan tubuhnya tetap hangat saat berada di sangkarnya. Dan juga hawa dingin yang menerpa dapat membuat pori-pori burung ocehan terbuka sehingga angin dapat masuk dan menyebabkan masuk angin. Sedari itu fungsi kerodong sangat diperlukan untuk melindungi burung ocehan dari hawa dingin.

- Berikan ekstra fooding tambahan
Ada banyak sekali jenis ekstra fooding yang sangat bermanfaat bagi burung ocehan seperti jangkrik, ulat, ikan gupy, dan masih banyak lagi. Tujuan pemberian ekstra fooding bagi burung ocehan tak lain agar imunitasnya bertambah kebal dan dapat menghangatkan badannya bila musim hujan tiba. Sehingga burung ocehan akan terhindar dari masuk angin yang bisa disebabkan oleh cuaca dingin atau ketidak teraturan makan burung ocehan.

- Jangan terlalu banyak diberi minum dan jangan dijemur pada tempat terbuka
Hal yang penting untuk diketahui bahwa bila burung ocehan terlalu banyak minum dan makannya tidak teratur maka bisa menyebabkan perutnya kembung dan hal bisa membuat perut burung menjadi masuk angin. Sedari batasi atau seimbangkan pemberian minum pada burung ocehan dengan asupan makanannya. Dan juga jangan sampai menjemur burung ocehan di pagi hari pada tempat terbuka atau angin yang berhembus cukup kencang. Tujuannya agar cuaca dingin dipagi hari tidak sampai memasuki pori-pori kulit burung ocehan sehingga tisak sampai terkena masuk angin.

Setelah penjelasan mengenai cara menangkal masuk angin pada burung ocehan selanjutnya dijelaskan cara untuk mengobati atau mengatasi burung ocehan yang terkena masuk angin. Penjelasannya ialah sebagai berikut:
  1. Lakukan karantina terhadap burung ocehan yang terlanjur masuk angin dengan mengasingkannya dari kelompok burung ocehan lainnya agar tidak menular. Dan hentikan sementara memandikan burung ocehan agar tubuhnya tidak semakin dingin.
  2. Burung yang dikarantina tersebut selanjutnya tekan secara perlahan dan hati-hati pada bagian temboloknya agar burung mau sendawa atau muntah. Hal ini juga perlu dibarengi dengan mengoleskan minyak angin dibagian kakinya agar tubuhnya tidak semakin dingin.
  3. Berikan obat yang umumnya dijual di pasar burung dengan mengkonsultasikan tingkat keparahan sakit burung ocehan agar diketahui dosis yang tepat untuk menghilangkan masuk angin pada burung ocehan.
  4. Lengkapi sangkar burung ocehan dengan lampu agar burung tetap dalam keadaan hangat dan secara perlahan-lahan angin diperutnya dapat keluar.
  5. Saat keadaan burung sudah mulai membaik maka dapat dilakukan penjemuran pada pagi dengan jangka waktu hanya sekitar 15 menit saja. Dan tetap saat penjemuran tersebut dilangsungkan jangan sampai pada saat angin berhembus kencang.
Demikianlah ulasan mengenai cara menangkal dan mengatasi masuk angin pada burung ocehan. Sehingga dengan membaca artikel ini dapat membuat kita bijak dalam merawat burung ocehan agar jangan sampai masuk angin. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber:
http://omkicau.com/2014/11/28/perawatan-merpati-selama-musim-hujan-cegah-masuk-angin-kembung/
http://www.burungnusantara.com/2014/06/penyebab-burung-masuk-angin-dan.html
http://www.agrobur.com/2013/04/burungpun-bisa-masuk-angin.html

Thursday, February 5, 2015

Mengenal Tiga Jenis Asuransi Jiwa Tradisional

Asuransi jiwa dalam pengertiannya adalah pertanggungan jiwa terhadap si tertanggung mengalami kerugian finansial yang sifatnya tidak terduga dimana ia terlalu cepat meninggal atau hidupnya yang terlampau lama. Sehingga orang ditinggalkan tidak akan terlantar atau ketika usia telah menua tetap dapat menafkahi keluarganya. Nah, dari pengertian tersebut dalam perkembangannya telah menjadi pilihan yang banyak dicari oleh orang-orang sebagai jalan investasi untuk melindungi orang-orang tercintanya tetap mempunyai biaya ketika si tertanggung telah meninggal dunia. Ada banyak pula agent asuransi menawarkan berbagai produk asuransi jiwa dengan tarif premi dan pertanggungan yang berbeda-beda. Sehingga bagi kita yang belum memiliki polis asuransi jiwa perlu untuk mencermatinya agar tidak salah pilih dan sesuai dengan kemampuan untuk membayar preminya.

Ada dua jenis dalam asuransi jiwa yakni asuransi jiwa tradisional dan non tradisional. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai jenis-jenis asuransi jiwa tradisional yang telah lama ada di Indonesia dan sampai sekarang masih ada produknya dan ada pula yang meminatinya. Sehingga perlu bagi kita untuk mencermatinya.

Asuransi jiwa term life (berjangka)
Asuransi jiwa jenis ini dalam memberikan perlindungan kepada si tertanggung hanya bersifat sementara atau berjangka waktu. Dalam asuransi ini premi yang dibayarkan oleh si tertanggung cukup rendah dibanding dengan jenis asuransi jiwa yang lain yakni sekitar Rp. 250 ribu per bulan. Dan kelebihan dalam asuransi jiwa jenis term life ialah disamping biaya premi asuransinya yang murah juga terdapat keunggulan lain seperti kompensasi pertanggungan yang diberi bisa mencapai miliayaran rupiah dengan maksimal Rp. 2 Miliar. Sehingga keuntungan memakai asuransi ialah dengan membayar premi yang murah bisa mendapatkan uang kompensasi mencapai jumlah miliaran rupiah selama masih berada dalam kontrak. Sedangkan kekurangan dalam asuransi jiwa term life ialah bila masa kontrak berakhir dan si tertanggung meninggal dunia atau ia masih hidup maka uang premi yang sudah dibayarkan kepada pihak asuransi tidak akan dikembalikan kepada si tertanggung.

Asuransi jiwa whole life (seumur hidup)
Asuransi jiwa whole life dalam memberikan proteksi pada si tertanggung bisa mencapai batas maksimal 99 tahun. Dalam asuransi jiwa whole life selain si tertanggung membeli polis asuransi untuk jangka waktu seumur hidup atau maksimal 99 tahun juga sebagai lahan menabung untuk dinikmati pada masa yang akan datang. Uang premi yang dibayarkan tidaklah hangus begitu saja saat kontrak asuransi berakhir melainkan dapat ditarik oleh si pembeli polis asuransi dengan menerima uang dalam bentuk nilai tunainya. Sedangkan saat si tertanggung (pembeli polis asuransi) meninggal dunia masih dalam kontrak maka ia akan mendapatkan uang pertanggungan dan nilai tunai sehingga keuntungannya sangat luar biasa. Dan juga, dalam asuransi jenis ini selain digunakan untuk memproteksi diri dapat pula dimanfaatkan untuk melindungi keluarga dari masalah finansial bila si tertanggung telah meninggal dunia atau masa kontraknya telah berakhir. Tapi walaupun demikian, dalam asuransi jiwa whole life premi yang dibayarkan memiliki besaran yang lumayan atau di atas dari asuransi jiwa model term life.

Asuransi jiwa endowment
Dalam asuransi jiwa endowment memiliki dua kegunaan atau dua fungsi yang akan dinikmati oleh pemilik polis asuransi ini di antaranya ialah ia akan mendapatkan uang pertanggungan ketika ia telah meninggal dunia dan ia juga akan memperoleh uang pertanggungan bila ia masih hidup saat masa kontrak berakhir atau jatuh tempo misalnya 10, 20, 30 tahun dan seterusnya. Sehingga polis asuransi jenis endowment juga disebut sebagai dwiguna atau berfungsi ganda dan polis asuransi ini sangat banyak digunakan untuk mengcover diri sendiri dan juga keluarga agar dimasa depan tidak mengalami masalah finansial bila si tertanggung meninggal dunia atau pensiun dari bekerja.

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis asuransi jiwa tradisional yang sudah sangat lama ada di Indonesia yang terdiri dari tiga jenis yakni term life, whole life, dan endowment (dwiguna). Sehingga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang asuransi jiwa. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
1. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/10/14/0817222/Yuk.Mengenal.Jenis-jenis.Asuransi
2. http://konsultanprusyariah.com/jenis-asuransi-jiwa-tradisional/