Tuesday, October 17, 2017

Mengenal Wortel Sebagai Pakan Burung Ocehan

 Berbicara tentang jenis makanan burung ocehan yang berasal dari tumbuhan mungkin yang terbesit dibenak kita hanyalah pisang, pepaya, jeruk, ataupun sayur sawi. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi yang terdapat pada jenis pakan tersebut tergolong cukup banyak dan memberikan beragam khasiat yang baik menjaga kesehatan burung ocehan. Hanya saja, jenis pakan yang berasal dari tumbuhan untuk burung ocehan tergolong cukup banyak dengan kandungan nutrisi dan khasiat yang hampir sama. Dan salah satunya adalah tanaman Wortel.

Wortel termasuk salah satu jenis tanaman sayuran yang cukup banyak digemari orang-orang diberbagai negara termasuk Indonesia. Kegemaran orang-orang terhadap Wortel dikarenakan khasiatnya yang dapat menjaga kesehatan mata. Selain itu, orang-orang yang mengkonsumsi Wortel tidak hanya dengan memasakkan bersama jenis sayuran lainnya tapi juga bisa dimakan langsung ataupun di jus terlebih dahulu. Akan tetapi khasiat Wortel yang bisa dirasakan orang-orang sebenarnya cukup banyak yang di antaranya adalah mampu memperlama penuaan, menyehatkan kulit, mencegah stroke, menjaga kesehatan gigi dan gusi, mengatasi kolestrol, dan mengatasi sembelit di saluran pencernaan.
Gambar: Wortel
Adapun kandungan nutrisi yang perlu diketahui dari Wortel tergolong cukup banyak yang meliputi Vitamin (A, B1, B2, B3, B6, B9, dan C), Kalsium, Zat Besi, Magnesium, Fosfor, Kalium, dan Sodium. Beragamnya kandungan nutrisi yang terdapat pada Wortel tentunya tidak hanya baik dikonsumsi manusia tapi juga beraneka jenis hewan termasuk di antaranya burung ocehan. Pemberian Wortel unutk dimakan burung ocehan sudah lama dikenal para penghobies yang berada di luar negeri maupun disini. Hal ini tak terlepas dari khasiat yang dimilikinya dapat membuat burung ocehan memiliki corak warna bulu yang semakin terang dan tidak mudah kusam. Selain itu, burung ocehan yang mengkonsumsi Wortel juga akan berkhasiat dalam menjaga kesehatan matanya agar tidak mudah sakit ataupun rabun yang dapat mengganggu penglihatannya.

Disamping itu, burung ocehan yang umumnya memakan Wortel biasanya adalah pemakan tumbuhan seperti Lovebird ataupun Kenari. Wortel yang disajikan tidak hanya diberikan secara langsung dengan memotongnya kecil-kecil terlebih dahulu. Akan tetapi cara pemberian tanaman berwarna oranye ini juga dapat dilakukan dengan memasaknya dahulu hingga kontur dagingnya terasa lebih lembut dan memudahkan burung mengunyahnya. Selain itu, agar burung ocehan tidak bosan mengkonsumsi Wortel sering-sering dapat mengubahnya menjadi tepung halus agar bisa dicampurkan dengan jenis pakan lain seperti voer. Hanya saja, sebelum memberikan Wortel secara langsung ataupun mengolahnya menjadi tepung ada baiknya dapat mencucinya hingga tidak ada serpihan tanah atau debu yang menempel dibagian kulitnya.

Yup, itulah ulasan terkait Wortel yang merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup banyak dikonsumsi orang-orang dan juga burung ocehan. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat menambah wawasan terkait ragam jenis pakan yang bisa dikonsumsi burung ocehan. Karenanya bila Anda memiliki burung ocehan pemakan tumbuhan maka dapat diberikan Wortel baik itu sebagai pakan harian maupun tambahan yang dicampur bersama jenis buah ataupun sayuran lainnya. okey.

Referensi Tulisan:
http://www.budidayakenari.com/2015/04/manfaat-wortel-untuk-kenari.html
https://omkicau.com/2015/02/08/membuat-tepung-wortel-untuk-semua-jenis-burung-peliharaan/2/

Sumber Gambar:
https://pixabay.com/en/carrot-juice-juice-carrots-1623157/

Monday, September 25, 2017

Cica Matahari, Si Burung Ocehan Endemik Yang Dilindungi

 Jenis burung ocehan yang hidup di alam liar tidak semuanya bebas untuk diperdagangkan maupun dipelihara. Hal ini dikarenakan banyak di antara jenis burung ocehan tersebut sudah semakin langka di temukan di alam liar. Selain itu, luas lahan yang menjadi habitat hidupnya terus tergerus dengan maraknya pembalakan liar ataupun kebakaran hutan. Jenis burung ocehan yang populasinya kian langka tersebut ada di antaranya yang merupakan burung endemik dengan persebaran hanya terbatas di wilayah hutan kita. Dan pada artikel ini coba mengulik salah satu jenis burung ocehan endemik yang populasinya kian terancam dan dilindungi undang-undang. Adapun nama burung ocehan tersebut adalah burung Cica Matahari.

Burung Cica Matahari merupakan burung endemik yang persebarannya hanya terbatas di wilayah Provinsi Jawa Barat saja. Di habitat aslinya burung ini biasanya hanya menampati area dataran tinggi yang ada di Jawa Barat sepertu Gunung Papandayan dan Gunung Ciremai. Selain itu, burung Cica Matahari tergolong cukup pemalu dengan suka menyembunyikan dirinya dibalik lebatnya dedaunan pohon dan lebih sering mengeluarkan bunyi kicauannya dibanding harus menampakkan dirinya. Hal ini mengingat bahwa area pegunungan masih jarang dihuni manusia dan ditambah banyak pohon yang ada di hutan sehingga burung lebih suka berinteraksi dengan sesama jenisnya.

Ciri fisik burung yang bernama latin Crocias albonotatus ini memiliki ukuran tubuh yang tergolong sedang dengan panjang dapat mencapai 20 cm. Tubuhnya tampak diselimuti oleh beragam warna yang terlihat agak gelap tapi tidak kusam. Variasi warna yang ada di tubuh burung Cica Matahari cukup beragam yang di antaranya adalah hitam, merah kecokelatan, dan putih. Warna hitam tampak dibagian atas kepala, sisi pinggir sayap, ekor, dan paruhnya. Warna merah kecokelatan terlihat dibagian atas tubuhnya yang meliputi area punggung, sisi bawah sayap, dan dekat pangkal ekornya. Warna putih tampak dibagian atas dan bawah tubuhnya yang meliputi area punggung berupa bintik-bintik mirip sisik, sisi pinggir sayap, tenggorokan, dan perutnya.
Gambar: Ilustrasi Burung Cica Matahari
Tubuh burung Cica Matahari tampak sedikit gemuk dengan kepala yang berukuran agak besar dengan paruh pendek dan tebal. Burung ini memiliki ekor yang cukup panjang yang terdiri dari beberapa helai bulu. Pupil matanya terlihat berwarna hitam dengan area sekitar pupil berwarna merah saga. Bila sekilas melihat tampilan burung Cica Matahari tentu terdapat kemiripan dengan burung Cendet atau Bentet. Kemiripan tersebut tampak dari corak warna yang ada dibagian atas kepala dan area punggungnya yang cenderung mirip.

Di alam liar, burung Cica Matahari biasanya bergerak secara sendirian ataupun terkadang bergabung dalam satu kelompok. Saat mencari makanan seringnya burung ini menyantap aneka jenis serangga dan buah-buahan yang banyak terdapat di hutan pegunungan. Selain itu, bila waktu musim berbiak tiba tepatnya pada saat bulan Desember hingga Maret biasanya sang indukan mampu mengerami telur hingga sebanyak dua butir. Terbatasnya wilayah persebaran burung Cica Matahari membuatnya rentan mengelami kepunahan dan agar kelestariannya tetap terjaga maka pemerintah pun melindunginya dari perburuan, perdagangan, dan pemeliharaan.

Adapun ciri kicauan burung Cica Matahari sebenarnya tidak terlalu merdu dan bervariasi seperti burung Cendet. Tapi volume kicauannya tergolong cukup tinggi dan keras sehingga terdengar agak melengking di telinga. Selain itu, kicauannya cenderung monoton dengan sering melakukan pengulangan nada secara terus menerus. Bunyi nada kicauannya yang terdengar keras dan serak ini mirip seperti “briioww... briioww... briioww” dengan durasi waktu hingga mencapai 30 detik.

Yup, itulah ulasan tentang burung Cica Matahari yang merupakan burung endemik di Jawa Barat yang populasinya kian terancam. Untuk itu pemerintah pun memasukkan burung Cica Matahari sebagai salah satu jenis satwa liar yang keberadaannya dilindungi undang-undang sehingga tidak boleh ada yang menangkap maupun memperdagangkannya termasuk juga memeliharanya. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro

Sumber Tulisan:
  1. http://www.kutilang.or.id/2014/04/03/cica-matahari/
  2. https://omkicau.com/2013/04/05/cica-matahari-karena-mirip-cendet-dijuluki-cendet-kembang-atau-cendet-matahari/
Sumber Gambar:
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crocias_albonotatus_1838.jpg

Sunday, September 24, 2017

Mengenali Khasiat Gabah Bangkok Bagi Burung Lovebird

Berbicara tentang jenis biji-bijian yang sering diberikan kepada burung Lovebird umumnya hanya terbatas pada biji millet, jawawut, dan biji matahari saja. Pemberian biji-bijian tersebut biasanya dilakukan setiap hari dengan diselingi jenis pakan lainnya berupa buah-buahan dan sayuran. Padahal masih terdapat jenis biji lainnya yang memiliki khasiat tak kalah bagus dibanding jenis biji yang biasa disantap burung Lovebird. Adapun bentuk jenis biji tersebut sedikit berbeda dari jenis biji biasanya dengan rupa masih berwujud gabah. Dan nama gabah tersebut adalah Gabah Bangkok.

Gabah Bangkok telah lama dikenal sebagai pakan tambahan yang biasa diberikan kepada burung pemakan biji-bijian termasuk burung Lovebird. Jenis gabah bangkok memiliki bentuk melonjong pada masing-masing ujungnya. Ukuran gabah ini tidak terlalu panjang hanya tampak gemuk mengingat di dalamnya terdapat bulir beras. Begitu pula dengan warnanya yang terdiri dari dua jenis warna yakni putih dan merah. Kedua jenis gabah bangkok tersebut dimanfaatkan sebagai pakan yang diberikan mulai dari burung kecil sampai dengan dewasa.

Dikatakan bahwa gabah bangkok merupakan jenis pakan yang mengandung banyak nutrisi yang apik bagi burung Lovebird. Kandungan nutrisi yang ada di tiap butir gabah berupa Vitamin (A, B1, B2, B6, C, dan E), Fosfor, Natrium, Kalsium, Magnesium, dan Zat Besi. Selain itu, khasiat yang diterima burung Lovebird memakan gabah bangkok tergolong bervariasi mulai dari menjaga staminanya agar tidak mudah lelah saat latihan ataupun bertanding. Khasiat lainnya membantu menyeimbangkan tingkat birahinya agar tetap stabil dan mampu memperbaiki kualitas suaranya supaya terdengar lebih kencang serta agak kasar.

Pemberian gabah bangkok kepada burung Lovebird dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mencampurkannya ke dalam pakan yang sedang disantap burung sebanyak 10 sampai 20 butir. Selain itu, bisa juga memberikannya langsung dengan diletakkan dalam  wadah atau cepuk pakannya. Gabah bangkok yang disantap burung Lovebird dapat diberikan sebagai upaya untuk memperindah kualitas kicauannya. Bila kicauan burung Lovebird sudah terdengar kencang dengan suara yang keras maka pemberian gabah bangkok dapat dihentikan untuk sementara waktu.

Disamping itu, gabah bangkok yang sebaiknya diberikan kepada burung Lovebird yang memiliki kualitas bagus. Ciri gabah bangkok yang layak dimakan burung paruh bengkok umumnya terdapat isi di dalam gabah tersebut. Untuk menguji gabah bangkok memiliki isi atau biji di dalamnya dapat diuji dengan memasukkannya ke air. Bila gabah tersebut terendam saat dimasukkan pertanda boleh diberikan kepada burung. Dan bila sebaliknya gabah tersebut mengapung di atas air pertanda isinya tidak ada atau dikenal kopong. Selain itu saat gabah bangkok dilihat dalam kondisi basah maka sebaiknya segera menjemurnya sampai kering. Sebab gabah dikenal mudah berjamur saat berada dalam kondisi lembab atau terkena air.

Karenanya bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan dan memperbaiki kualitas suara burung Lovebird kesayangan Anda. Maka tak ada salahnya memberikan pakan gabah bangkok kepada burung Lovebird milik Anda. Selain itu, gabah bangkok ini juga telah banyak dijual dalam bentuk kemasan bermerek dengan harga yang bersahabat. Jadi, Anda hanya perlu mendatangi pasar burung ocehan untuk mencari gabah bangkok yang banyak tersedia disana. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.mediaronggolawe.com/manfaat-gabah-burung-lovebird.html
2. https://omkicau.com/2017/05/07/manfaat-gabah-untuk-lovebird-kontrol-birahi-dongkrak-stamina-suara-lebih-kencang-dan-kasar/

Friday, September 22, 2017

Ancaman Kepunahan Mengintai Gajah Sumatera

Gajah Sumatera yang bernama latin Elephas Maximus Sumatranus adalah satwa endemik asli Indonesia yang keberadaannya hanya berada di Pulau Sumatera. Keberadaan Gajah Sumatera dianggap sebagai icon kebanggan bagi Indonesia terkhusus sumatera sebagai satwa terbesar di darat yang perlu untuk di lindungi. Disebabkan maraknya perburuan liar terhadap Gajah Sumatera dan menipisnya hutan tempat mereka tinggal. Sehingga jumlahnya tiap tahun selalu berkurang dan mendapatkan tanda merah dari Lembaga Konservasi Dunia (IUCN) bahwa Gajah Sumatera merupakan satwa liar yang perlu dilindungi sebab jumlahnya sudah semakin kritis.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh World Wildlife Fund (WWF) mengatakan bahwa 76 gajah sumatera mati terbunuh di Riau selama lima tahun. Yang rincian data kematian gajah sumatera dalam lima tahun terakhir adalah pada tahun 2010 saja tercatat sudah 13 ekor gajah yang mati, di tahun 2011 diketahui 10 ekor yang mati, pada tahun 2012 tercatat juga ada 15 ekor yang mati, di tahun 2013 sebanyak 14, dan pada tahun 2014 tercatat pula 24 ekor gajah mati terbunuh (tempo.co/13/02/2015). Dan gajah-gajah yang mati tersebut alasannya ada yang sebagai objek perburuan untuk diambil gadingnya yang bernilai puluhan juta rupiah, ada pula yang diracun karena dianggap hama atau perusak tanaman warga, ada juga yang mati karena usia atau sakit. Namun kebanyakan gajah yang mati tersebut lebih sering disebabkan dari pembunuhan yang motifnya bisa bertujuan untuk mengambil gadingnya atau karena dianggap hama.
Gambar: Gajah Sumatera yang ada di kebun Ragunan
Dengan banyaknya jumlah gajah yang mati selama ini menunjukkan betapa malangnya nasib kawanan gajah sumatera ini yang seakan-akan sudah tidak lagi memiliki rumah di tanah kelahirannya sendiri. Dan bergelimpangannya jasad-jasad gajah sumatera tidak hanya terfokus di hutan Riau namun juga diberbagai daerah di Pulau Sumatera. Yang alasannya matinya gajah itu sama yakni perburuan terhadap gadingnya yang biasanya menyosor gajah sumatera jantan yang sudah dewasa. Namun dalam temuan di lapangan bahwa anakan gajah pun ikut dibunuh oleh para pemburu untuk diambil beberapa organ penting guna dijual di pasar gelap seperti yang terjadi di Taman Nasional Tesso Nillo, Riau.

Lindungi Gajah Sumatera
Seperti yang diulas pada paragraf sebelumnya bahwa nasib Gajah Sumatera memang sungguh malang sebab mereka memiliki gading yang katanya dapat digunakan sebagai obat dan hiasan rumah sehingga harganya begitu mahal. Alasan itulah membuat puluhan Gajah Sumatera harus meregang nyawanya ditangan para pemburu yang menginginkan gading mereka. Disamping itu juga, minimnya lahan hutan tempat mereka tinggal karena habis dikonversi menjadi pemukiman dan lahan perkebunan membuat Gajah Sumatera turut berkonflik dengan warga di sekitar hutan. Hal ini terjadi di Kabupaten Aceh Jaya, dimana kawanan gajah turun kepemukiman masyarakat desa untuk mencari makanan yang juga merusak tanaman pertanian masyarakat yang dilewatinya (antaranews.com/27/01/2013).

Dan juga, perlu diketahui bahwa jumlah Gajah Sumatera yang tersisa berdasarkan data dari Kementrian Kehutanan dan Workshop Forum Gajah menunjukkan jumlah gajah sumatera yang tersisa hanya sekitar 1724 ekor saja. Dan dalam penyebarannya di hutan Aceh jumlahnya menurut catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam pada agustus 2014 lalu ada sekitar 460 ekor. Serta di Taman Nasional Tesso Nillo, Riau, jumlah Gajah Sumatera yang ada hanya sekitar 73 ekor gajah saja yang disampaikan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pada oktober 2014.

Makin menurunnya jumlah populasi Gajah Sumatera yang disebabkan oleh berbagai hal akan sangat ditakutkan bila tidak ada gerak cepat dari pemerintah untuk menjaga kelestarian Gajah Sumatera dan tempat tinggalnya maka populasinya akan punah. Sedari itu prioritas perlindungan terhadap Gajah Sumatera sebagai hewan yang terancam bakal punah tidak boleh lagi ditungu-tungu.

Perlu juga diketahui bahwa hutan sebagai tempat tinggal Gajah Sumatera setiap harinya habis terkikis puluhan hektar akibat dari pengembangan lahan perkebunan dan alih fungsi untuk pembangunan rumah serta pabrik. Sehingga fungsi hutan tidak hanya sebagai rumah bagi satwa liar termasuk Gajah Sumatera tetapi juga bagi manusia untuk terhindar dari marabahaya banjir dan longsor. Yang akhirnya kelestarian hutan menjadi pokok untuk dijaga guna juga dapat melestarikan populasi Gajah Sumatera yang hampir punah.

Sebab menurut World Wildlife Fund (WWF) Program Riau menyatakan bahwa selama 10 tahun terakhir antara tahun 2004 sampai 2014 sudah tercatat 145 ekor Gajah Sumatera yang mati (antaranews.com/13/02/2015). Angka yang signifikan tersebut bila merujuk kepada jumlah Gajah Sumatera yang tersisa pada awal tahun 2014 sekitar 1700-an ekor saja tidak lagi bisa dipastikan jumlahnya tetap atau menaik melainkan sudah mengalami penurunan. Sehingga bila angka kematian Gajah Sumatera pada tiap-tiap tahun terus bertambah maka pada akhirnya dalam beberapa tahun kedepan maka gajah sumatera tidak lagi ada di hutan belantara atau sudah punah melainkan hanya ada di kebun binatang dan buku-buku bacaan.

Dan sangat malu bagi kita sebagai masyarakat Indonesia untuk mengenalkan satwa liar kebanggan kita pada pihak luar atau dunia internasional yakni Gajah Sumatera yang populasinya sudah hampir punah. Sehingga untuk merubahnya perlu adanya keseriusan bersama antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat untuk bisa merubah nasib malang yang menimpa gajah sumatera menjadi nasib baik.  Yang pada akhirnya keberadaan Gajah Sumatera tidak hanya sampai pada dua atau sepuluh tahun ke depan saja melainkan selamanya di bumi pertiwi Indonesia. Semoga.

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2a/Sumatra_elephant_Ragunan_Zoo_3.JPG/800px-Sumatra_elephant_Ragunan_Zoo_3.JPG

Mari Menjaga Kelestarian Sungai

Sungai bagi berbagai makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan tumbuhan merupakan tempat yang mampu untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan semua makhluk hidup. Sehingga keberadaan sungai sangatlah penting guna dapat membantu berbagai urusan yang dilakukan oleh makhluk hidup yang menggunakannya. Sedari itu juga keasrian sungai perlu untuk dijaga dan dengan tidak dikotori oleh tumpukan sampah atau limbah yang dibuang ke sungai.

Menurut fungsinya sungai sangat membantu dalam memudahkan berbagai urusan manusia yang menggunakan sungai. Berbagai macam fungsi dari sungai tersebut di antaranya adalah sebagai pusat air untuk diolah menjadi air mineral yang higenis dan layak dikonsumsi, dapat membantu dalam pengairan sawah atau ladang masyarakat, bisa sebagai tempat untuk pembangkit tenaga listrik, dan masih banyak lagi. Begitu banyak fungsi dari sungai tersebut sejatinya jika dengan benar dikelola maka seluruh masyarakat akan hidup sejahtera dan terhindar dari bencana seperti banjir.
Gambar: Sungai yang lestari
Fungsi sungai tersebut sama bermanfaatnya juga bagi makhluk hidup yang lain seperti binatang dan tumbuhan yang hidup di sana. Contohnya saja adalah ikan yang merupakan spesies dari makhluk yang jumlahnya paling banyak yang mendiami sungai sebagai tempat tinggalnya. Di sungai berbagai jenis ikan dapat hidup dengan nyaman dan bisa berkembang biak dengan aman serta tersedia makanan yang jumlahnya sangat banyak. Begitu juga bagi tumbuh-tumbuhan yang hidup disekitar sungai yang membantu memberikan pengairan bagi tumbuhan tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Semua fungsi tersebut dapat berlaku untuk manusia dan makhluk hidup bila keasrian dari sungai dapat terjaga dan tidak tercemar.

Sungai yang tercemar baik oleh sampah organik dan an-organik maka fungsi yang dijelaskan demikian akan sirna dan beralih fungsi sebagai ladang yang mendatangkan banjir kepada masyarakat yang hidup di sekitarnya dan memunculkan penyakit dari sampah yang menumpuk di sana. Sehingga dampak buruk yang diterima manusia dari sungai yang tercemar sangat besar sekali begitu juga bagi ikan-ikan dan tumbuhan yang ada disekitar sungai pun akan terkena imbasnya seperti mati keracunan dan terpaksa harus migrasi ke tempat yang lain.

Menurut berita yang dilangsir oleh surat kabar Kontan dalam websitenya kontan.co.id mengatakan bahwa hampir 80% sungai di Indonesia sepanjang tahun 2008-2013 telah tercemar (25/03/2014). Kabar tersebut dikutip langsung dari pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tentang pemantaun sungai-sungai di seluruh provinsi di tanah air. Sungai-sungai yang terlah tercemar tersebut disebabkan oleh prilaku buruk sebagian dari masyarakat yang tidak menghargai betapa besarnya peran sungai dalam mengatur kestabilan hidup kita. Penyebab sungai-sungai menjadi tercemar diakibatkan banyaknya yang membuang sampah di sungai sehingga jumlah sampah tersebut kian hari samakin banyak dan akibatnya banjir serta penyakitlah yang datang menghampiri kita semuanya.

Kebiasaan buruk tentang membuang sampah sembarangan ke sungai merupakan masalah klasik yang sangat sulit untuk dirubah. Orang-orang yang hidup dekat bantaran sungai dalam pengelolaan limbah rumah tangganya seringkali malas untuk membuangnya ke tempat sampah, alhasil sungai sebagai tempat yang dekat dengan rumahnya dijadikan tempat sampah instan yang berkapasitas besar. Sedari itu kampanye tentang penyelematan sungai sangat dibutuhkan sekali guna menyelamatkan sungai dari pencemaran yang lebih parah lagi.

Berbagai elemen masyarakat harus sadar dan mampu berintegrasi untuk bekerja sama dalam melindungi sungai yang mempunyai peran vital bagi kehidupan manusia. Penyelematan yang bisa dilakukan adalah dengan ramai-ramai ikut dalam pelestarian sungai dengan membersihkannya dari sampah yang menumpuk di atasnya. Dan selanjutnya dapat memasang papan pemberitahuan dengan menuliskan kata-kata bijak tentang pentingnya arti sungai bagi kita semua. Lalu secara bersama-sama memberikan didikan atau pengajaran kepada seluruh masyarakat tentang arti sungai bagi kita sehingga secara perlahan-lahan kesadaran cinta lingkungan akan muncul.

Adanya kontribusi bersama dari semua elemen masyarakat menandakan telah lahirnya kepedulian yang besar untuk mengasrikan sungai kembali dari sampah yang mencemarinya. Karena dampak nyata dari sungai yang tercemar oleh sampah itu akan terlihat jelas bila musim hujan tiba. Sungai yang sudah disesaki oleh tumpukan beragam jenis sampah dan limbah akan lebih mudah meluap dan membanjiri area yang ada di sekitarnya. Hal ini sudah sangat sering terjadi di pedesaan maupun perkotaan yang mempunyai sungai yang telah tercemar oleh sampah.

Tentunya dengan seringnya terjadi bencana banjir yang dikarenakan meluapnya air sungai sejatinya dapat menyadarkan kita bahwa kelestarian perlu untuk dijaga. Sedari itu mari agar tidak ada lagi yang membuang sampah di sungai. Sehingga fungsi sungai yang amat berharga bagi seluruh makhluk hidup disekitarannya bisa terus mencicipinya sampai kapanpun dengan tetap menjaga kelestariannya.

Sumber Gambar:
https://pixabay.com/en/flowing-creek-water-stream-nature-1029885/

Thursday, September 21, 2017

Mengenali Mitos Saat Melatih Burung Jalak Bicara

Jenis burung Jalak termasuk salah satu dari sederet ragam jenis burung ocehan yang cukup banyak digemari orang-orang diberbagai negara termasuk Indonesia. Ramainya orang-orang yang menggilai jenis burung Jalak untuk dipelihara disebabkan kemampuan kicauannya yang terdengar merdu dan bervariasi ditandai dari mampunya meniru suara manusia. Selain itu, metode melatih burung Jalak agar berkicau dengan suara nyaring dan bervariasi tergolong cukup beragam hingga menimbulkan mitos yang berkembang di antara para penghobies. Mitos-mitos yang berkembang dalam melatih burung Jalak berkicau atau berbicara terkait dengan cara melatihnya yang cukup sulit dijelaskan memakai logika. Padahal bila salah dalam melatih burung Jalak berkicau tentu dampak akan serius termasuk membuatnya tidak bisa lagi mengeluarkan suara.

Karenanya pada tulisan ini sengaja untuk mengulik terkait mitos saat melatih burung Jalak berbicara. Adapun pembahasannya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
Gambar: Burung Jalak Suren
1. Menggosokkan cincin emas dibagian lidah burung Jalak
Salah satu mitos dalam melatih burung Jalak agar kicauannya merdu dan bervariasi adalah dengan menggunakan cincin emas yang digosokkan pada bagian lidahnya. Agak sulit bagaimana menjelaskan terkait pengaruh cincin emas secara langsung dengan apiknya suara burung Jalak saat berkicau. Padahal mampunya burung Jalak menirukan ragam jenis suara burung ataupun manusia dikarenakan mendapatkan pelatihan secara terus-menerus dari pemiliknya. Pelatihan tersebut tentu saja dengan rutin mengajarinya berkicau melalui rekaman suara burung Jalak yang sudah gacor yang diletakkan dekat sangkarnya.

2. Mengoleskan cabai dibagian lidah burung Jalak
Mitos lainnya yang dipercayai dapat membuat burung Jalak bersuara merdu dan gacor adalah dengan mengoleskan cabai dibagian lidahnya. Sekilas cara yang satu ini memang dapat berpengaruh baik terhadap kualitas kicauan burung sebab banyak jenis burung yang hidup di alam sering mengkonsumsi cabai dan suaranya lumayan merdu dan bervariasi. Tapi pengaruh cabai tersebut bukan secara instan dapat membuat burung Jalak mampu menirukan beragam jenis suara tanpa perlu latihan. Sebab agar burung gacor dan kicauannya bervariasi tentu harus sering melatihnya dengan rekaman suara burung ataupun sesekali mendekatkan burung Jalak yang sudah pandai berkicau.

3. Pada bagian ujung lidah burung Jalak dipotong
Cara terakhir yang mengandung mitos agar burung Jalak bisa jago berkicau dan menirukan suara ini tergolong beresiko tinggi dan sebaiknya jangan sesekali mencobanya. Hal ini dikarenakan lidah memiliki daging yang lunak dan mudah sekali terluka saat terkena suhu panas ataupun gesekan tajam. Selain itu, lidah burung mempunyai bentuk yang cukup tipis dan menjadi rawan saat salah dalam memotongnya. Sebab bila salah dalam memotong bagian ujung lidah dapat membuat pendaharan yang sulit dihentikan. Dan dampaknya tentu burung Jalak pun akan mengalami kesulitan dalam berkicau dan bahkan membuatnya bisa macet bunyi sama sekali.

Untuk itu dalam melatih burung Jalak agar kicauannya merdu dan bervariasi perlu memperhatikan dampaknya nanti dan jangan terlalu mudah percaya dengan mitos yang berkembang. Sebab burung Jalak yang dapat berkicau dengan baik tentunya dilatih dalam waktu yang tidak sebentar dan menggunakan cara-cara yang rasional termasuk memperhatikan perawatan hariannya dan kebersihan sangkarnya. Okey.

Sumber Tulisan:
https://omkicau.com/2013/09/15/mudahnya-melatih-jalak-nias-bicara/
http://www.burungocehan.link/2016/06/sepenggal-mitos-melatih-bicara-burung.html

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3a/Asian_Pied_Starling_%28Sturnus_contra%29_calling_at_Kolkata_I_IMG_8809.jpg

Wednesday, September 20, 2017

Mengulik Segudang Manfaat Buah Pisang Bagi Burung Ocehan

Ketika berbicara tentang buah Pisang mungkin tidak ada di antara kita yang tidak mengenalnya. Sebab buah yang satu ini cukup mudah dijumpai diberbagai pasar baik pasar tradisional maupun modern. Harga buah Pisang pun tergolong cukup murah dengan memiliki berbagai jenis dan rasa yang manis. Selain itu, orang-orang yang menyantapnya tidak hanya berfungsi sebagai buah pencuci mulut tapi juga berkhasiat dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Buah Pisang yang dikonsumsi pun ternyata juga dapat dijadikan pakan utama atau tambahan yang diberikan kepada burung ocehan peliharaan di rumah. Untuk itu pada tulisan ini coba menguliknya agar dapat menambah wawasan kita sekalian.

Buah Pisang yang memiliki ciri berwarna kekuningaan saat sudah matang ini termasuk jenis tumbuhan yang daunnya berukuran cukup panjang dan lebar. Tanaman ini juga tergolong mudah tumbuh baik di dataran rendah hingga area perbukitan. Selain itu, buah Pisang yang sering dimakan orang-orang umumnya mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh mulai dari Kalium, Kalsium, Karbohidrat, Vitamin (A, B6, C, D, dan K), Magnesium, Fosfor, Seng, Mangan, Selenium, dan ragam nutrisi lainnya. Begitu juga dengan khasiat buah Pisang yang cukup beragam seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga stamina agar tidak mudah lelah, menaikkan berat badan, menjaga tekanan darah tetap normal, baik memelihara ketahanan tulang agar tidak keropos, dan dapat melancarkan sistem pencernaan dalam tubuh.
Gambar: Buah Pisang
Ragamnya kandungan nutrisi yang ada pada buah Pisang tidak hanya dapat dirasakan manfaatkan oleh manusia tapi juga bagi makhluk hidup lainnya yang menyantapnya termasuk burung ocehan. Pemberian buah Pisang untuk burung ocehan sebenarnya sudah lama dikenal dan dilakukan para penghobies di tanah air. Hal ini tak terlepas dari minat burung ocehan yang memang tidak menolak untuk memakan buah Pisang yang digantung dalam sangkarnya. Nah, adapun manfaat yang diperoleh burung ocehan saat memakan buah Pisang tergolong lumayan banyak mulai dari mampu menjaga sistem pencernaannya dari sembelit atau susah buang kotoran. Selain itu, buah Pisang juga cukup baik dalam menjaga kekebalan tubuhnya agar tidak mudah sakit dan mampu menaikkan berat badannya supaya lebih tampak proporsional.

Burung ocehan yang dapat memakan buah Pisang pun cukup beragam baik pemakan tumbuhan (herbivora) maupun pemakan serangga (karnivora). Hanya saja, sebelum buah Pisang diberikan kepada burung ocehan kesayangan Anda di rumah dapat memperhatikan beberapa hal berikut ini, yakni:

  1. Buah Pisang yang dijadikan makanan burung ocehan sebaiknya berjenis Barangan atau Kepok yang sudah matang tapi jangan terlalu tua.
  2. Sebelum diberikan terlebih dahulu dapat membersihkan kulit bagian luarnya dan mencucinya hingga bersih. Tujuannya agar tidak ada sisa karbit yang nanti menempel di daging buah.
  3. Bila buah Pisang yang ada di sangkar tampak sudah berlendir dan ditempeli kotoran sebaiknya menggantinya dengan pisang yang baru.
  4. Pemberian buah Pisang kepada burung ocehan juga jangan berlebihan atau terlalu sering sebab dampakya dapat membuat tubuh burung menjadi gemuk dan malas bergerak.

Nah, demikianlah ulasan tentang buah Pisang yang ternyata baik diberikan kepada burung ocehan asal jangan terlalu berlebihan. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas kiranya dapat menambah pemahaman kita seputar pangan burung ocehan beserta manfaatnya. Karenanya, bagi Anda yang belum pernah memberikan buah Pisang kepada burung peliharaan di rumah mungkin tak ada salahnya untuk mencoba nanti. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/02/22/pisang-kepok-untuk-cucak-hijau-usahakan-steril-dan-pilihlah-jenis-saba/
2. https://www.amazine.co/23221/ketahui-7-nutrisi-penting-kandungan-kalori-dalam-pisang/

Sumber Gambar:
https://pixabay.com/en/banana-good-food-healthy-fruit-1949166/

Tuesday, September 19, 2017

Pentingnya Merawat Burung Cucak Hijau Agar Tampil Optimal Saat Lomba

Mengikuti perlombaan burung ocehan merupakan impian tersendiri bagi para pengobies burung Cucak Hijau untuk menonjolkan kelebihan burung peliharaannya. Sebab dengan mengikuti perlombaan tersebut maka burung Cucak Hijau yang tampil akan dikenal oleh para penghobies burung lainnya. Apalagi saat burung memenangi perlombaan dengan mendapat juara satu maka biasanya akan ada yang membelinya dengan harga mahal. Akan tetapi untuk memperoleh juara dalam perlombaan tentu burung Cucak Hijau diminta tampil optimal dengan mampu mengeluarkan kicauannya yang bervariasi, fisik dalam kondisi sehat, dan mental yang stabil. Karenanya, agar burung bisa tampil maksimal memang dibutuhkan perawatan yang tidak mudah.

Perawatan yang diberikan kepada burung Cucak Hijau agar tampil optimal saat mengikuti perlombaan perlu mencakup berbagai sisi seperti kicauan, pakan, kebersihan, dan tingkat birahinya. Selain itu burung Cucak Hijau yang dirawat tidak hanya berhenti pada satu atau minggu pertama tapi secara berkelanjutan walaupun perlombaan sudah selesai diikuti. Untuk itu pada artikel ini coba menguraikan masing-masing perawatan yang dibutuhkan burung Cucak Hijau. Adapun penjelasannya dapat dibaca sebagai berikut:

1. Terkait dengan kicauannya
Agar kicauan burung Cucak Hijau terdengar merdu dan bervariasi dapat melatihnya dengan memperdengarkan suara kicauan dari burung sejenis dan burung lain. Dengan rutinnya burung Cucak Hijau dimaster memakai suara burung lain yang sudah mumpuni dapat menambah variasi kicauannya. Selain itu, bisa pula menggantangnya bersama burung lain atau sejenis yang dapat dilakukan beberapa kali dalam seminggu. Untuk itu, bila burung Cucak Hijau rajin dilatih kicauannya tidak hanya membuatnya memiliki suara bervariasi tapi juga mampu mengeluarkan gaya khasnya yang dapat berkicau sambil membuka paruhnya tanpa menutup. Gaya khas ini biasanya dikenal oleh para penghobies burung Cucak Hijau sebagai ngentrok.

2. Terkait dengan pakannya
Burung Cucak Hijau yang diikutkan berlomba dalam kontes burung ocehan perlu diberikan asupan nutrisi yang cukup. Sebab dengan diberikannya pakan yang mengandung banyak gizi tidak hanya menjaga burung terhindar dari penyakit tapi juga membantu tingkat kecerdasannya agar semakin berkembang dan memperhatankan staminanya agar tidam udah capai. Untuk itu burung Cucak Hijau dapat diberikan pakan yang berasal dari beraneka jenis buah-buahan dan juga serangga. Selain itu bisa pula ditambahkan dengan pemberian multvitamin yang banyak dijual di pasar burung ocehan.

3. Terkait dengan kebersihan
Menjaga kebersihan burung Cucak Hijau tidak hanya sebatas rutin memandikan dan menjemurnya saja. Tapi juga mesti rajin membersihkan sangkar dan tempat pakannya dengan mencuci memakai air dan juga deterjen. Selain itu, pakan yang diberikan kepada burung Cucak Hijau juga perlu diperhatikan kebersihannya dengan cara dicuci bersih ataupun mengupas kulit luarnya. Tujuan dari menjaga kebersihan ini agar burung Cucak Hijau tidak mudah terserang penyakit dari kuman ataupun bakteri yang banyak menempel pada tempat pakan ataupun di sela-sela sangkarnya. Manfaat lainnya mampu menjaga mentalnya agar tidak mudah stres sebab kondisi sangkar yang dipenuhi kotoran cenderung membuat burung mudah tertekan.

4. Terkait dengan tingkat birahinya
Merawat burung Cucak Hijau agar mampu tampil optimal saat mengikuti perlombaan perlu memperhatikan tingkat birahinya. Bila birahi burung sedang dalam kondisi meningkat ataupun menurun dapat menggangu performanya tampil. Biasanya birahi burung yang sedang tidak stabil dapat membuatnya berperilaku liar dengan menabrakkan dirinya ke jeruji sangkar. Selain itu, burung pun menjadi malas berkicau dengan hanya mengeluarkan suara ngeriwik seperti hendak kawin mencari pasangannya. Untuk itu, agar birahi burung Cucak Hijau tetap stabil dapat mengatur pemberian pakannya yang tidak terlalu banyak mengandung protein, menggantangnya di tempat tenang, dan bisa mengkerodong sangkarnya saat hendak istirahat.

Nah, itulah ulasan terkait perawatan yang perlu dilakukan kepada burung Cucak Hijau agar bisa tampil optimal saat mengikuti perlombaan. Semoga dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat membantu bagi para penghobies yang ingin burung Cucak Hijau kesayangannya bisa tampil optimal saat ikut kotes burung ocehan. Okey.

Sumber Tulisan:
1.    https://omkicau.com/2017/02/03/tips-menjaga-kondisi-burung-cucak-hijau-agar-tampil-maksimal/
2.    http://www.situsburung.com/cara-perawatan-cucak-ijo-gacor/

Mengenali Alasan Macet Bunyi Pada Burung Cucak Hijau

Burung Cucak Hijau termasuk jenis burung yang cukup pintar dalam menguasai berbagai suara kicauan burung lain. Selain itu, burung ini pun memiliki kemampuan mengeluarkan bunyi kicauannya yang bervariasi sambil membuka paruhnya tanpa menutupnya sama sekali. Kemampuan uniknya ini biasanya disebut dengan ngentrok yang menjadi ciri khas burung Cucak Hijau dalam berkicau. Walaupun burung yang tubuhnya berwarna hijau ini dikenal cukup piawai dalam berkicau bukan berarti ia tak mungkin terkena macet bunyi. Sebab burung Cucak Hijau tergolong tipe burung yang mudah mengalami macet bunyi.

Macet bunyi yang terjadi pada burung Cucak Hijau merupakan persoalan biasa yang juga menimpa burung ocehan lainnya. Biasanya burung Cucak Hijau yang sedang macet bunyi dapat menggangu performanya di lapangan dengan menunjukkan sikap hanya terbang naik turun tangkringan. Sekalipun ada kicauan yang keluar seringnya hanya berupa ngeriwik tanpa nada yang jelas. Selain itu, burung yang macet bunyi biasanya ada alasan yang mendorongnya tidak bisa mengeluarkan kicauan. Untuk itu, pada artikel ini coba dituliskan mengenai alasan yang membuat burung Cucak Hijau mengalami macet bunyi. Adapun penjelasan adalah sebagai berikut:

1. Adanya gangguan pada pernapasan
Alasan pertama yang membuat burung Cucak Hijau macet bunyi bisa disebabkan adanya gangguan pada pernapasannya. Gangguan pernapasan biasanya terjadi akibat serangan tungau kantung udara yang menginfeksi bagian saluran pernapasannya. Selain itu, bisa pula akibat pilek yang membuat suaranya sulit keluar seperti biasanya saat berkicau. Ciri-ciri burung Cucak Hijau yang sedang terganggu sistem pernapasannya dapat berupa adanya perubahan suara menjadi parau, volume suara yang lambat laun mengalami penurunan, dan hanya ngeriwik saja. Untuk itu sangat penting menjaga kebersihan sangkar dan memberikan kualitas pakan yang baik agar tubuh burung Cucak Hijau tetap sehat.

2. Adanya gangguan pencernaan
Salah satu alasan yang menjadikan burung Cucak Hijau mengalami macet bunyi dikarenakan adanya gangguan pada saluran pencernaannya. Ganguan ini disebabkan burung menyantap makanan yang kurang bersih atau masih terdapatnya kandungan pestisida dibagian kulit buahnya. Selain itu, bila burung terlalu banyak mengkonsumsi makanan juga bisa berdampak tidak baik bagi kesehatannya. Adanya gangguan pencernaan ini membuat burung Cucak Hijau tidak konsentrasi dalam berkicau dengan ditandai hanya berdiam diri di atas tangkringan saja.

3. Terkait dengan berat badan
Bila burung Cucak Hijau mengalami pertambahan berat badan drastis yang membuat penampilannya tampak gemuk maka hal tersebut perlu diwaspadai. Sebab burung akan mengalami perubahan sikap dibanding saat tubuhnya masih proporsional. Perubahan sikap tersebut membuatnya lebih suka bermalas-malasan di dalam sangkar dan mendorongnya menjadi sulit berkicau. Hal ini dikarenakan burung merasa kesulitan berdiri tegak dan terbang dengan kondisi tubuhnya yang kegemukan. Selain itu, banyaknya lemak yang menumpuk ditubuhnya membuat burung sulit mengeluarkan bunyi kicauan. Untuk itu, saat burung mengalami pertambahan berat badan drastis dapat dinormalkan dengan mengatur pola pakannya dengan memberikan belimbing atau mentimun. Bisa pula dengan rutin menjemur dan memasukkannya ke dalam sangkar umbaran agar burung aktif bergerak kembali.

4. Akibat over birahi
Alasan lainnya yang mendorong burung Cucak Hijau menjadi malas berkicau dan berujung macet bunyi dikarenakan adanya gangguan pada tingkat birahinya. Biasanya saat burung mengalami over birahi tidak hanya berdampak pada perubahan sikap yang cenderung akan garang atau giras baik kepada burung lain ataupun pemiliknya. Dampak lainnya juga membuat burung Cucak Hijau menjadi malas berkicau dengan hanya mengeluarkan bunyi kicauan ngeriwik untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Untuk itu agar birahinya dapat stabil bisa dengan mengurangi pemberian pakan yang mengandung banyak protein. Selain itu, dapat pula menjauhkannya sementara waktu dari burung lawan jenisnya.

Nah, itulah beberapa alasan yang biasanya membuat burung Cucak Hijau mengalami macet bunyi. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat membantu para pembaca sekalian yang memiliki burung Cucak Hijau yang sedang macet bunyi agar bisa mengambil langkah yang tepat. Karenanya, dalam merawat burung Cucak Hijau agar kicauannya tetap stabil tidak hanya cukup melatihnya saja tapi juga mesti memperhatikan kondisi pakan dan kebersihan sangkarnya. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/10/08/beberapa-penyebab-burung-cucak-hijau-macet-bunyi/
2. http://www.kicauburung.id/cucak-ijo/cucak-ijo-macet-bunyi.html

Memahami Tanda-Tanda Burung Cendet yang Siap Dilombakan

Burung Cendet tergolong sebagai salah satu dari beragam jenis burung ocehan yang kerab diikutkan dalam berbagai ajang perlombaan. Seringnya burung Cendet diikutkan dalam perlombaan tak terlepas dari kemampuannya yang tidak hanya memiliki suara lantang dan gacor. Tapi juga mampu menguasai berbagai suara isian dari kicauan burung lain dan mentalnya cukup tahan banting saat diadu berkicau bersama burung sejenis maupun jenis lainnya. Hanya saja, burung Cendet yang ikut perlombaan biasanya sudah siap dari berbagai sisi baik itu kicauan, stamina, mental, dan kesehatannya.

Bagi para penghobies yang ingin mengikutkan burung Cendet kesayangannya tampil di pertandingan ada baiknya terlebih dahulu memahami kesiapan diri burungnya. Hal ini dikarenakan ketidaksiapan diri burung Cendet dapat berakibat buruk dalam penampilannya yang bisa membuatnya sulit mengeluarkan kicauan dan mentalnya mudah takut saat ditantang burung sejenis atau lain yang ada di arena lomba. Untuk itu, sebelum berkeinginan mengikutkan burung Cendet tampil di perlombaan ada baiknya memahami ciri atau tanda-tanda terkait dengan kesiapannya bertanding. Adapun tanda-tanda yang perlu dipahami dari siap atau tidak nya burung Cendet yang akan mengikuti perlombaan dapat disimak penjelasannya di bawah ini:

1. Mendengarkan kicauannya
Tanda pertama yang bisa diperhatikan dari kesiapan burung Cendet dalam mengikuti perlombaan dengan mendengarkan suara kicauannya. Bila burung Cendet selama masa latihan sampai dengan waktu menjelang mengikuti perlombaan dapat berkicau dengan stabil atau malah semakin gacor kemungkinan siap untuk bertanding. Selain itu, dengan rajinnya burung mengeluarkan suara kicauannya pertanda lain bahwa kondisi fisiknya sedang dalam keadaan sehat. Akan tetapi saat kicauannya tampak terputus-putus dan sering ngetem atau berhenti mendadak sewaktu berkicau kemungkinan besar bahwa burung sedang dalam kondisi kurang baik dan perlu dipertimbangkan kembali untuk mengikutkannya bertanding.

2. Memperhatikan kondisi sepahan atau muntahannya
Burung Cendet yang memuntahkan makanananya kembali bukan berarti kondisi fisiknya sedang dalam keadaan sakit. Tapi hal tersebut memang kebiasaannya saat menelan makanan yang tidak sanggup dicerna dengan baik oleh organ dalamnya. Alhasil burung Cendet terpaksa mengeluarkan makanan tersebut sebagai muntahan atau sepehan. Tapi muntahan tersebut juga dapat dijadikan penilaian atau tanda bahwa burung Cendet siap atau tidak mengikuti perlombaan. Bila muntahan tersebut berbentuk agak lonjong dan teksturnya cukup padat pertanda bahwa kemungkinan burung sudah siap diikutkan dalam bertanding. Tapi bila kondisi muntahan tersebut berukuran agak besar dan teksturnya sedikit lembek atau lenyek kemungkinan burung belum terlalu siap untuk ikut bertanding.

3. Perhatikan sorotan matanya
Sorotan mata burung Cendet saat melihat burung lain juga bisa dijadikan tanda untuk memutuskannya siap atau tidak ikut perlombaan. Kondisi mata burung yang siap bertanding umumnya memandang dengan tajam dan bola matanya terbuka lebar. Selain itu, sorot mata tajam tersebut juga dihadapkan ke arah burung sambil mendungakkan kepalanya agak sedikit keatas. Beda halnya dengan burung Cendet yang mungkin tidak siap bertanding dengan ciri sorot mata yang agak sayu dan tidak berani memandang terlalu lama lawannya. Hal ini pertanda sorot mata mempengaruhi kualitas mental burung saat dihadapkan dengan lawan-lawannya yang ada di lapangan.

4. Perhatikan bentuk sayapnya
Bentuk sayap burung Cendet juga bisa dijadikan sebagai tanda atau cara dalam menilainya siap atau tidak ikut perlombaan. Bila bagian ujung sayapnya dalam kondisi berada di atas dan mengapit rapat sampai membentuk silangan pertanda bahwa burung sedang dalam keadaan sehat dan siap tampil. Tapi bila bagian ujung sayapnya tampak berada dibawah atau mendekati kaki pertanda bahwa burung sedang dalam kondisi kurang sehat dan sebaiknya tidak diikutkan bertanding.

Yup, itulah tanda-tanda yang bisa dipahami dalam memutuskan burung Cendet kesayangan Anda di rumah sudah waktunya diikutkan perlombaan atau masih perlu mendapatkan perawatan lagi. Selain itu, tanda-tanda yang dituliskan dalam artikel ini bukan bersifat tetap tapi dapat disesuaikan dengan kondisi burung Cendet milik Anda. Sebab bisa saja, dengan kondisi sepahan atau muntahan yang bertekstur lembek tapi kicauannya cukup lantang dan sorot mata yang tajam saat memandang lawannya mungkin burung Cendet tersebut sudah layak diikutkan bertanding. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.tipsburung.com/2015/06/mengenal-tanda-tanda-cendet-siap-kontes.html
2. https://omkicau.com/2013/07/17/mengetahui-ciri-ciri-cendet-yang-siap-lomba/

Perlunya Meliarkan Burung Anis Merah Yang Terlalu Jinak

Memelihara burung Anis Merah yang telah berhasil dijinakkan memang memberikan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Keuntungan tersebut tidak hanya memudahkan pemiliknya dalam melatih dan memaster kicauannya saja. Tapi juga membuat burung Anis Merah mudah menurut saat diberikan pakan dan tidak kesulitan dalam memandikannya. Hanya saja, bila kejinakan burung Anis Merah terlalu berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik terhadap kualitas kicauan dan karakternya.

Terlalu jinaknya burung Anis Merah dikatakan mampu merubahnya menjadi sangat ingin dekat kepada pemilik atau perawatnya. Hal ini terlihat saat pemilik datang mendekati sangkar burung Anis Merah dengan tujuan untuk memberikan makan ataupun sekedar melihatnya biasanya burung akan langsung berhenti berkicau dan turun dari tangkringan mendatangi pemiliknya. Persoalan tidak inginnya burung Anis Merah berkicau saat didatangi pemilik atau perawatnya membuatnya akan sulit dibawa ke arena perlombaan. Dikarenakan pemiliknya tentu tidak bisa melihat burung kesayangannya secara langsung dan hanya dapat bersembunyi agar burung tetap ingin berkicau lancar seperti biasanya.

Disamping itu, burung Anis Merah yang terlalu jinak seringnya terjadi akibat pemilik selalu memberikan pakan secara langsung ke paruhnya. Durasi pertemuan antara pemilik dengan burung Anis Merah nya pun yang terlalu sering dalam sehari juga bisa menjadi penyebab burung sangat jinak. Untuk itu, bila terlanjur memiliki burung Anis Merah yang sangat jinak dapat merubah karakternya agar sedikit liar. Tujuannya supaya burung tetap lancar berkicau dan tidak harus turun dari tangkringan hanya untuk dimanjakan oleh pemiliknya yang berada di dekatnya.
Gambar: Burung Anis Merah
Adapun upaya atau cara dalam meliarkan burung Anis Merah yang terlalu jinak dapat disimak penjelasannya di bawah ini:

1. Memperhatikan kualitas dan cara pemberian pakannya
Cara awal dalam mengurangi tingkat kejinakan burung Anis Merah yang berlebihan dapat mengatur jenis pakan yang diberikan padanya. Usahakan memberikan burung Anis Merah pakan yang mengandung banyak nutrisi yang berasal dari voer, buah-buahan, ataupun serangga hidup. Perlu juga menambahkan pemberian multivitamin agar kondisi tubuh burung tetap sehat dan tidak terkena penyakit. Selain itu, pemberian pakan kepada burung Anis Merah sebaiknya tidak dilakukan secara langsung agar sifat manjanya dapat berkurang dengan cara menaruh pakannya di dalam cepuk dan tidak perlu mengajak burung mengobrol.

2. Perlu dimandikan saat malam hari
Cara lainnya yang bisa dilakukan agar burung Anis Merah tidak terlalu jinak kepada pemiliknya dengan memandikannya saat malam hari. Burung Anis Merah yang dimandikan diwaktu malam dapat berguna dalam mengurangi sifat manjanya agar tidak selalu ingin dekat dengan pemiliknya. Waktu mandi malam yang diberikan kepada burung bisa dilakukan beberapa kali dalam seminggu dan disesuaikan pula dengan kondisi kesehatan serta cuaca di luar ruangan. Tentunya bila kondisi tubuh burung Anis Merah sedang kurang sehat dan cuaca lagi mendung atau hujan maka ada baiknya jangan dulu memandikannya sampai dengan kesehatannya pulih.

3. Mengasuhkannya kepada orang lain
Bila dua cara di atas tidak juga memberikan hasil maksimal terhadap perubahan sikap burung Anis Merah yang tetap manja atau terlalu jinak kepada pemiliknya maka bisa melakukan cara lain dengan menitipkannya sementara waktu ke orang untuk dirawat. Cara ini dilakukan agar burung Anis Merah dalam beberapa waktu ke depan tidak akan melihat pemilik aslinya dan mulai terbiasa mendapatkan perawatan biasa dari perawat sementaranya. Bila dalam masa perawatan dengan orang lain itu dapat mengubah sifat jinaknya yang berlebihan tersebut agar sedikit liar maka tandanya burung Anis Merah sudah siap dipulangkan kembali kepada pemilik aslinya.

Yup, itulah cara atau upaya yang diperlukan dalam meliarkan burung Anis Merah yang terlalu jinak kepada pemiliknya. Semoga dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat menjadi solusi bagi Anda yang punya persoalan serupa dengan memiliki burung Anis Merah yang terlalu jinak. Okey.

Sumber Tulisan
1. https://omkicau.com/2016/01/24/tips-mengatasi-burung-anis-merah-yang-ngeboss-dan-terlalu-manja/
2. http://caramerawatburung.com/tips-atasi-burung-anis-merah-manja-atau-ngeboss/

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Zoothera_citrina_2_-_Khao_Yai.jpg

Pitohui Selatan, Si Burung Beracun yang Bersuara Merdu

Bila ditanya tentang burung Pitohui Selatan mungkin masih terdengar asing di telinga para pembaca sekalian. Apalagi saat ditanyakan juga tentang habitat asli dan kemampuannya berkicau pun jawabannya pasti sangat sedikit yang mengetahuinya. Sedikit dijelaskan bahwa burung Pitohui Selatan dikenal mempunyai kicauan yang tak kalah merdu dan nyaring dibandingkan dengan jenis burung ocehan yang telah lama dikenal selama ini. Selain itu, burung ocehan ini pun juga dikenal sebagai burung beracun yang tak boleh sembarangan disentuh. Untuk itu pada artikel ini coba mengulas lebih mendalam tentang burung Pitohui Selatan agar semakin dikenal luas oleh para pembaca sekalian.

Burung Pitohui Selatan termasuk burung endemik yang daerah penyebarannya hanya terbatas di wilayah Pulau Papua dan sekitarnya. Daerah disekitaran Pulau Papua yang menjadi tempat tinggalnya tergolong cukup luas yang meliputi Kepala Burung Papua bagian barat, Kepulauan Papua barat, Pulau Papua dibgian selatan, area Teluk Papua, Kepulauan Aru, dan Pulau Papua dibagian tenggara. Area hutan yang dijadikan tempat tinggal oleh burung Pitohui Selatan biasanya yang masih lebat dan berada disekitaran dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian mencapai 1500 meter di atas permukaan laut. Selain itu, burung yang bertubuh besar ini tergolong sebagai burung penetap dan hidup dalam berkelompok. Sifat alaminya terkenal cukup pemalu dengan menghabiskan waktunya bersembunyi dibalik dedaunan pohon di hutan.
Gambar: Burung Pitohui Selatan
Ciri fisik burung yang bernama latin Pitohui uropygialis memiliki ukuran tubuh yang agak sedikit besar dengan panjang dapat mencapai 25 cm. Warna di tubuhnya hanya terdiri dari warna hitam dan cokelat kemerahan. Warna hitam tampak dibagian wajah, mahkota kepala, tenggorokan, dada atas sisi sayap atas, dan ekornya. Sedangkan warna cokelat kemerahan terlihat dibagian dada bawah, perut, tunggir, punggung, dan sisi depan atas sayapnya.

Selain itu, ciri lainya yang perlu diketahui dari burung Pitohui Selatan adalah warna paruh dan kakinya yang tampak berwarna hitam pekat. Paruhnya yang berwarna hitam pekat berukuran cukup panjang dan agak tebal. Ekornya pun memiliki ukuran yang lumayan panjang sekitaran 15 cm. Nah, sebagaimana disinggung pada paragraf awal bahwa dikatakan burung asal Papua ini memiliki racun di tubuhnya. Ya, racun tersebut terdapat dibagian bulu dan kulitnya berupa racun syaraf alkaloid. Racun tersebut mampu membuat siapapun akan merasakan gatal yang membuat area kulit terasa panas seperti terbakar. Dampak lainnya membuat kulit akan kesemutan dan tubuh seakan mati rasa atau lumpuh. Sehingga saat berjumpa burung Pitohui Selatan di alam liar tidak dianjurkan untuk menyentuhnya secara langsung tanpa dilindungi dengan sarung tangan.

Berbicara akan kicauannya dikatakan bahwa burung Pitohui Selatan memiliki suara yang merdu dan nyaring. Kicauannya mirip suara siulan yang tidak terlalu melengking tapi berirama dengan nada yang naik turun. Suara kicauannya pun terdengar agak mirip suara cegukan yang dibunyikan dengan nada tinggi yang berirama merdu dan bertempo cukup rapat. Karenanya, kicauan burung Pitohui Selatan dapat dijadikan suara masteran bagi burung ocehan yang hendak belajar berkicau.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Pitohui Selatan yang dikenal beracun tapi kicauannya amat merdu dan nyaring. Untuk itu bagi para pembaca sekalian yang tertarik dengan burung Pitohui Selatan tidak perlu memaksakan mencarinya di pasar burung cukup dengan mencari rekaman kicauannya yang terdapat diinternet. Selanjutnya, rekaman suara tersebut dapat disimpan sebagai koleksi ataupun bisa dijadikan suara masteran bagi burung ocehan Anda di rumah. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2016/06/02/cucak-rotan-burung-unik-asal-papua-yang-mulai-digandrungi-awas-hindari-kontak-langsung/
2. http://www.kutilang.or.id/2015/04/21/pitohui-selatan/

Sumber Gambar:
http://www.hbw.com/sites/default/files/styles/h_340/public/ibc/p/Pitohui_Variable_Southern_-001.JPG?itok=U8plDteG

Monday, September 18, 2017

Mengenal Lebih Dekat Burung Kacamata Dagu Kuning

Burung Kacamata yang lazim juga dikenal dengan nama Pleci tergolong jenis burung pengicau yang cukup digemari orang-orang di Indonesia. Kegemaran orang-orang terhadap burung Kacamata tak bisa dilepaskan dari suara kicauannya yang terdengar merdu dan mirip suara seruling. Selain itu, jenis burung Kacamata sangatlah banyak yang tersebar dari Pulau Sumatera sampai dengan Papua. Hanya saja, tidak banyak dari jenis burung Kacamata yang dikenal luas oleh para penghobies burung ocehan. Dan salah satu di antaranya adalah burung Kacamata Dagu Kuning.

Burung Kacamata Dagu Kuning merupakan burung endemik yang keberadaannya hanya ada disekitaran Pulau Papua. Persebarannya di kawasan Pulau Papua meliputi Pulau Yapen, Pegunungan Sepik, Pegunungan Adelbert, Pegunungan Vogelkop, Pegunungan Herzog timur, Semenanjung Huon, dan beberapa daerah lainnya. Kehidupan burung Kacamata Dagu Kuning di alam liar biasanya menghuni hutan terbuka dengan ketinggian mulai dari 400 sampai dengan 1400 meter di atas permukaan laut. Kawasan hutan terbuka yang menjadi habitatnya mulai dari tepian hutan, hutan sekunder, dan vegetasi kanopi di dalam hutan.
Gambar: Burung Kacamata Dagu Kuning
Ciri fisik burung yang bernama latin Zosterops Minor memiliki ukuran tubuh yang cukup kecil hanya sekitar 11 cm saja. Warna fisiknya tak kalah berbeda jauh dengan jenis burung Kacamata lainnya. Pada bagian tenggorokan sampai batas pangkal dadanya terlihat berwarna kuning terang. Dibagian dada sampai dengan perut tampak berwarna putih terang dan dibagian tunggirnya terlihat berwarna kuning. Tubuh bagian atas mulai dari kepala, tengkuk, sayap, pungung, dan ekornya tampak diselimuti warna hijau kekuningan. Dibagian ujung sayap dan ekornya terlihat berwarna agak kehitaman yang tidak terlalu gelap.

Disamping itu, ciri lainnya yang bisa diulik dari burung Kacamata Dagu Kuning adalah lingkar matanya yang berwarna putih terang tampak terputus di dekat paruhnya. Paruhnya yang berwarna hitam berukuran agak panjang dan tampak meruncing ke bawah dibagian ujungnya. Sedangkan karakter burung Kacamata Dagu Kuning tergolong burung yang hidup secara berkelompok atau koloni dengan jumlah kawanan dapat mencapai puluhan ekor. Sewaktu berburu makanan di hutan biasanya burung Kacamata Dagu Kuning akan menyantap beragam jenis buah-buahan, biji-bijian, dan serangga kecil.

Nah, bunyi kicauan burung Kacamata Dagu Kuning tergolong cukup merdu dengan irama yang tidak terputus selama beberapa detik. Volume kicauannya pun agak tinggi dan terdengar lantang. Selain itu, kicauan yang dibunyikan burung Kacamata asal Pulau Papua ini lebih terdengar mirip suara seruling yang agak melengking tapi tidak sampai memekakkan telinga. Bunyi nada kicauannya pun terbilang agak monoton dengan mengulangi nada yang ada secara terus-menerus. Dan bentuk nada kicauan burung Kacamata Dagu Kuning terdengar seperti nada “tswiii... tswiii... tswiii”.

Yup, begitulah kehidupan burung Kacamata Dagu Kuning di alam liar yang mempunyai kicauan tak kalah merdu dibanding jenis burung Kacamata yang biasa dipeliharanya. Disamping itu, bagi para penghobies yang tertarik dengan salah satu jenis burung Kacamata ini tentu akan kesulitan dalam mendapatkan di pasar burung. Untuk itu bisa dengan menyimpan audio suaranya yang banyak terdapat di internet. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2015/05/25/kacamata-dagu-kuning/
2. https://omkicau.com/2015/08/28/kicauan-lantang-burung-pleci-dagu-kuning-dari-papua/

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/images/data/seramwhiteeye3.jpg

Menyoal Laut yang Disesaki Sampah Plastik

Keberadaan laut pada suatu negara adalah hal yang sangat penting untuk menunjang kemajuan perekonomian dan kelancaran dalam melakukan lalu lintas air. Karena kontribusi yang diberikan laut kepada masyarakat di suatu negara ialah dapat dimanfaatkan untuk berbagai biota laut di dalamnya untuk dikonsumsi dan diperdagangkan. Yang tidak hanya itu saja bahwa pesona laut bila terus digali manfaat yang diberikannya akan sangat banyak sekali jenisnya tergantung bagaimana manusia yang mengelolanya. Sedari itu keasrian laut juga perlu untuk dilestarikan agar jangan sampai tercemar oleh limbah sampah.

Tapi menurut laporan dari Jurnal Science dari American Association for the Advancement of Science (AAAS) yang dikutip oleh berbagai media dalam negeri maupun asing merilis bahwa laut dunia telah tercemar oleh limbah sampah yang mencapai lebih dari 8,5 juta ton pada setiap tahunnya. Laut dunia yang dikotori oleh sampah kebanyakan berupa sampah plastik atau an-organik yang penguraiannya membutuhkan waktu yang sangat lama sekali. Dan dari data penelitian tersebut menunjukkan bahwa kondisi laut dunia termasuk juga Indonesia sudah tercemar oleh sampah yang perlu penanganan serius agar jumlahnya dapat dikurangi setiap tahunnya.
Gambar: Laut yang dicemari sampah
Betapa kita tahu bahwa laut yang fungsinya sebagai tempat tinggal dan berkembang biaknya berbagai makhluk hidup air akan terganggu bila laut sudah dicemari oleh sampah. Efek sampah yang menumpuk di atas laut sampai ribuan ton dapat dengan mudah membunuh jutaan hewan-hewan di laut dan merubah warna air laut menjadi keruh serta beracun. Hal terlihat betapa banyaknya ikan-ikan yang mati dan pergi meninggalkan lautnya yang dipenuhi sampah. Selain itu juga diketemukannya berbagai jenis Penyu yang isi perutnya dipenuhi sampah plastik. Hal ini dikarenakan sampah plastik yang mengapung di laut tampak seperti ubur-ubur sehingga tanpa sengaja dimakan oleh penyu. Tentunya sampah yang terkonsumsi oleh satwa yang hidup di laut akan bisa mengganggu sistem pencernaan. Kondisi seperti ini secara tidak langsung akan mengancam kelestarian habitat hewan yang hidup di laut.

Disebutkan juga bahwa laut yang telah tercemar oleh sampah plastik akan mengalami kontaminasi dengan zat kimia yang terkandung pada sampah plastik. Terlepasnya zat kimia yang ada di sampah plastik ke dalam lautan dapat menjadikan racun berbahaya bagi kesehatan manusia. Begitu juga dengan beragam satwa laut seperti ikan, penyu, dan lainnya memakan sampah plastik akan terkena racun dan bila sampai ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia maka racunnya pun bisa berpindah ke dalam tubuh manusia.

Mengutip dari penelitian yang dilakukan AAAS dalam jurnal sciencenya tersebut menjelaskan bahwa terdapat 20 negara yang mempunyai andil besar dalam pencemaran laut oleh sampah-sampah plastik yang pada urutan nomor duanya diambil oleh Indonesia. Yang urutan pertama penyumbang sampah tersebesar di laut adalah negera tirai bambu Tiongkok yang mencapai 2,4 juta ton plasitk atau setara 28 % dari seluruh sampah di lautan. Adalah hal tersebut sungguh memalukan bagi Indonesia yang luas lautannya mengalahkan puluhan negara lain tapi belum bisa dalam mengkordinir pembuangan sampah di lautan.

Hentikan pembuangan sampah ke laut
Ada banyak negara yang menggantungkan kehidupan masyarakatnya untuk mencari nafkah di laut termasuk juga dengan Indonesia. Karena luasnya jalur pantai dan banyaknya masyarakat yang berpropesi atau bekerja sebagai nelayan. Tapi bila laut sudah tercemar oleh sampah plastik dan merusak ekosistem di lautan maka jutaan biota laut akan musnah yang dampaknya bisa mengurangi hasil tangkapan nelayan masyarakat tradisional ataupun modern. Disamping itu juga, sampah plastik yang mengotori lautan dunia dapat merusak kualtias air laut dengan menjadikan air laut seperti racun yang membahayakan kesehatan manusia yang memanfaatkannya.

Sedari itu memang perlu adanya upaya yang dapat mencegah sesiapapun untuk membuang limbah sampah plastiknya ke laut. Upaya tersebut dapat ditunjukkan oleh pemerintah yang mengawasi secara ketat industri-industri yang berada di pinggir laut agar tidak sembarangan membuang limbahnya. Selain itu juga bisa mengedukasi masyarakat yang hidup di dekat laut agar mampu menempatkan limbah sampah plastik agar tidak dibuang ke laut. Dan begitu juga dengan para wisatawan berwisata ke areal laut agar mengerti untuk dapat membuang sampahnya di tong sampah atau membawa sampah plastiknya pulang masing-masing.

Yang tujuan dari semua itu tak lain adalah untuk menghentikan produksi sampah plastik di laut yang setiap tahunnya mencapai puluhan juta ton. Tentunya terbayang bagi kita semua bila laut diisi oleh mayoritas gundukan sampah dibandingkan dengan populasi biota hewan laut. Yang dampaknya akan segera dirasakan berupa sulitnya bagi nelayan untuk mencari ikan dan juga mengakibatkan kematian pada satwa yang hidup di laut.

Oleh karena itu bila semua negara termasuk Indonesia diam akan persoalan sampah plastik yang sudah menumpuk di permukaan laut maka dalam masa mendatang bisa jadi angka 8,5 juta ton sampah yang menumpuk setiap tahun untuk pada setiap tahunnya berubah menjadi 20 juta ton. Sedari itu dengan kita tahu akan bahayanya sampah plastik maka perlu kesadaran tinggi untuk tidak lagi membuang sampah di laut atau membersihkan laut kita dari sampah. Karena dampaknya ialah akan terselamatkannya jutaan biota laut dari ancaman keracunan sampah plastik dan menjaga kelestarian laut kita agar tetap indah.

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Contaminacion_del_Lago_de_Maracaibo_2.jpg

Cucak Kerinci, Si Burung Endemik dari Sumatera

Jenis burung kicauan endemik yang ada di wilayah hutan Indonesia tergolong beragam dengan jenis dan ciri yang berbeda-beda. Hanya saja, kebanyakan dari jenis burung endemik yang bersuara merdu agak jarang dikenal orang-orang dengan sedikitnya yang memelihara ataupun menjadikannya suara masteran. Padahal suara kicauan burung endemik sebenarnya tidak kalah merdu dibandingkan dengan burung kicauan yang penyebarannya merata diberbagai belahan negara lain. Salah satu dari sederet burung endemik di Indonesia yang kicauannya perlu diperhitungkan adalah burung Cucak Kerinci.

Burung Cucak Kerinci termasuk jenis burung kicauan endemik dengan daerah persebaran hanya terbatas di wilayah hutan Sumatera saja. Keberadaannya yang hanya hidup di kawasan hutan Sumatera biasanya menghuni area dataran tinggi atau pegunungan yang masih ditumbuhi pepohonan lebat dan area perkebunan. Area dataran tinggi yang dijadikan tempat tinggal oleh burung dari keluarga Pycnonotidae ini seringnya terdapat di ara pegunungan Bukit Barisan dan Gunung Kerinci dengan rata-rata ketinggian sekitar 800 sampai 1900 meter di atas permukaan laut.

Adapun ciri fisik burung yang bernama latin Pycnonotus leucogrammicus memiliki ukuran tubuh yang agak besar dengan panjang sekitar 18 cm. Bulu-bulu di sekujur tubuhnya diselimuti oleh tiga warna yakni cokelat zaitu, putih, dan hijau zaitun. Warna cokelat zaitun tampak menutupi hampir seluruh area tubuhnya mulai dari kepala, pipi, pungung, dan dadanya. Warna putih terlihat di area bawah tubuhnya mulai dari tenggorokan, dada, dan perutnya. Warna putih tersebut juga membentuk pola seperti sisik yang saling berhimpitan dengan warna cokelat zaitun di area wajah dan dadanya. Lalu warna hjau zaitun tampak menutupi area tubuh dibagian sisi sayap dan sepanjang ekornya.
Gambar: Burung Cucak Kerinci
Ciri lainnya yang bisa dikenali dari burung Cucak Kerinci adalah terdapat jambul yang agak tinggi dan berbulu lebat dibagian atas kepalanya. Jambul tersebut tampak berwarna cokelat zaitun dan akan semakin tegak berdiri saat burung hendak berkicau atau terbang. Paruhnya yang berwarna hitam pekat berukuran sedang dengan bentuk yang lumayan tebal. Matanya berwarna kucing tua dengan pupil yang tampak hitam pekat. Ekornya berukuran lumayan panjang yang terdiri dari beberapa lapis helai bulu yang agak lebar dan tebal.

Nah, bunyi kicauannya terdengar nyaring dan agak melengking karena dikeluarkan dengan volume yang cukup tinggi. Selain itu, kicauan burung Cucak Kerinci ini terdengar agak monoton dan dibunyikan dengan nada yang berirama. Sewaktu berkicau biasanya dengan tempo yang cukup rapat dan mampu berbunyi tanpa berhenti dalam waktu yang agak lama. Dengan cepatnya irama kicauan burung Cucak Kerinci dapat membuat burung lain yang ada disekitarnya menjadi malas berkicau karena merasa kalah saing dari sisi volume dan tempo iramanya. Untuk itu, burung cucak-cucakan ini kurang cocok atau sesuai dijadikan burung masteran bagi burung ocehan lain tapi hanya dipelihara sebagai burung rumahan saja.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Cucak Kerinci yang memiliki habitat terbatas di Pulau Sumatera saja. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas mungkin dapat membuat Anda tertarik dengan burung yang bersuara merdu ini. Selain itu, bagi Anda yang mungkin hendak memelihara sebaiknya dicari dari penangkar burung dan bukannya mengambilnya dari alam. Tujuannya agar populasinya tetap stabil di alam liar dan kicauannya tetap bisa dinikmati oleh orang-orang yang berada disekitaran pegunungan di Pulau Sumatera. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/11/13/cucak-kerinci-burung-endemik-yang-gemar-membully/
2. http://www.kutilang.or.id/2011/12/27/cucak-kerinci/

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/images/data/creamstriped_bulbul_6827_je.jpg

Cikrak Muda, Si Burung Endemik yang Bertubuh Mungil

Berbicara tentang burung kicauan endemik yang bertubuh kecil atau mungil mungkin jumlahnya cukup banyak di tanah air. Tapi hanya sedikit dari jenis burung kicauan tersebut yang dikenal luas oleh masyarakat untuk dipelihara maupun diikutkan dalam kontes burung ocehan. Padahal suara kicauan burung endemik yang bertubuh mungil tak kalah merdu dibanding jenis burung ocehan yang umum dipelihara. Untuk itu pada tulisan ini coba mengenalkan tentang salah satu jenis burung ocehan endemik yang bertubuh mungil agar semakin dikenal luas oleh para penghobies. Adapun nama burung tersebut adalah burung Cikrak Muda.

Burung Cikrak Muda memiliki ukuran tubuh yang cukup kecil dengan panjang hanya sekitar 10 cm saja. Warna fisiknya terdiri dari empat jenis warna yakni hijau zaitun, cokelat berangan, putih, dan kuning. Warna hijau zaitun tampak menutupi tubuh dibagian atas mulai dari sayap, punggung, dan ekornya. Warna cokelat berangan terlihat dibagian seluruh kepala mulai dari atas kepala, pipi, tengkuk, dan tenggorokannya. Warna putih terlihat jelas dibagian bawah tubuhnya mulai dari dada, perut, dan tunggirnya. Sedangkan warna kuning tampak sedikit dibagian tengah sayap yang membentuk pola garis yang agak panjang.
Gambar: Burung Cikrak Muda
Ciri lainnya yang bisa dikenali dari burung Cikrak Muda adalah tubuh bagian bawahnya yang tampak agak menggelembung. Selain itu, bulu dibagian atas kepalanya bisa berdiri saat hendak mengeluarkan kicauan atau sewaktu ingin terbang. Bola matanya berukuran cukup besar dengan warna hitam pekat dan iris yang mengitari matanya terlihat berwarna putih. Paruhnya berukuran pendek dan agak tebal atau besar dengan warna kuning tua. Adapun saat burung Cikrak Muda mencari makanan biasanya berbentuk serangga kecil seperti jangkrik, ulat kupu-kupu, tempayak, dan telur serangga.

Penyebaran burung yang bernama latin Seicercus Grammiceps terdapat dibeberapa pulau besar yang ada di Indonesia yakni Sumatera, Jawa, dan Bali. Keberadaannya di alam liar biasanya menghuni hutan yang berada di area pegunungan dengan ketinggian hingga mencapai 2500 meter di atas permukaan laut. Selain itu, burung Cikrak Muda mendiami hutan lebat seperti hutan primer dan sekunder yang masih ditumbuhi banyak pepohonan dan jauh dari pemukiman masyarakat. Ketika musim berbiak tiba yang terjadi pada hampir sepanjang tahun kecuali di bulan Oktober sampai Desember biasanya si betina mampu mengerami telur hingga mencapai 3 butir. Telur-telur yang dierami tersebut diletakkan pada sarang yang terbuat dari akar, lumut, dan dedaunan kering.

Adapun bunyi kicauan burung Cikrak Muda tergolong cukup merdu dan bervolume cukup keras. Kicauannya terdengar agak melengking dan nyaring dengan sedikit ada desiran dibagian pertengahan nada. Bunyi nada kicauan burung Cikrak Muda terdengar seperti “cii...cii...ciii” dengan bunyi desirannya berupa “trrrr”. Nada kicauan tersebut dibunyikan secara terus menerus secara bergantian dan terdengar tidak terlalu monoton.

Yup, demikianlah ulasan tentang burung Cikrak Muda yang belum terlalu dikenal luas oleh para pecinta burung ocehan. Dengan membaca artikel ini sampai tuntas dapat menambah wawasan kita sekalian seputar burung ocehan yang banyak hidup di alam. Selain itu, bila Anda tertarik untuk memelihara burung Cikrak Muda mungkin agak kesulitan memperolehnya di pasar burung. Karenanya, bisa menyimpan audio rekaman suaranya yang banyak terdapat di internet untuk dikoleksi atau dijadikan suara masteran bagi burung ocehan Anda di rumah. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/02/09/cikrak-muda/
2. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_cikrak_muda.htm

Sumber Gambar:
http://orientalbirdimages.org/birdimages.php?action=birdspecies&Bird_ID=1860&Bird_Image_ID=64478

Sunday, September 17, 2017

Melestarikan Alam Melalui Desa Wisata

Keberadaan desa wisata di Indonesia sejatinya memiliki manfaat yang sangat besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa wisata itu sendiri. Selain pada peningkatan ekonomi yang dimunculkan dari adanya desa wisata juga mempunyai pengaruh yang positif bagi lingkungan alam yang menjadi bagian dari desa wisata itu sendiri. Pengaruh positif yang diterima oleh alam melalui terbentuknya desa wisata adalah dapat untuk menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan. Maka dari itu upaya untuk melestarikan alam dapat dengan mengambil peran dari keberadaan desa wisata yang ada di Indonesia.

Hal ini melihat bahwa kondisi alam yang ada di Indonesia mulai dari hutan, sungai, gua, air terjun, hingga laut yang banyak di antaranya mengalami kerusakan parah. Kerusakan tersebut ada yang disebabkan oleh faktor alami dari alam itu sendiri akan tetapi ada juga dikarenakan oleh tangan jahil manusia yang tidak bertanggungjawab. Dalam kerusakan alam yang memang disengaja oleh ulah segelintir manusia biasanya dilakukan dengan membakar hutan, menebang pohon, mencemari sungai dengan limbah maupun sampah plastik, hingga perusakan ekosistem terumbu karang laut.
Gambar: Desa yang asri
Yang dampak secara langsung diterima oleh alam dari tindakan pengrusakan tersebut adalah tentunya bisa memusnahkan berbagai jenis flora dan fauna yang ada di lingkungan alam yang dirusak itu. Selain itu juga, alam yang telah mengalami kerusakan akan sangat rentan terkena bencana seperti longsong, banjir, hingga banjir bandang. Dan kesemua bencana itu tidak hanya memperarah kerusakan alam itu sendiri melainkan juga akan menyerang manusia yang tinggal disekitaran alam yang rusak tersebut. Untuk itu mengambil konsep desa wisata yang mengambil alam sebagai destinasi wisata dapat memberikan peran besar agar kerusakan lingkungan yang ada di alam bebas bisa diperbaiki.

Adapun desa wisata yang ada di Indonesia memiliki beragam konsep dalam mengangkat setiap potensi yang ada di lingkungan desa wisata. Konsep yang beragam diangkat oleh desa wisata yang berkembang diberbagai daerah beraneka ragam diantaranya budaya, bentuk kegiatan masyarakat, bentuk pemukiman, kuliner, dan alam. Umumnya desa wisata yang ada selama ini paling sering mengadopsi lingkungan alamnya yang tergolong asri atau memiliki keindahan yang bisa menarik wisatawan untuk berkunjung sebagai lokasi wisata. Mengeksplorasi keindahan alam yang ada di desa wisata ialah dengan menata alam yang menjadi tempat wisata melalui penyediaan fasilitas bagi pengunjung tanpa harus merusak lingkungan alam.

Alam yang dikelola sebagai destinasi wisata oleh desa wisata juga beraneka ragam yang diantaranya hutan, area perbukitan, sungai, air terjun, danau, sungai, gua, sampai dengan laut. Dengan adanya pengelolaan alam yang dijadikan tempat wisata oleh desa maka lingkungan alam pun akan terlindungi dari kerusakan yang disebabkan tangan manusia ataupun kerusakan alam secara alami. Hal ini juga senada dengan penjelasan dari Menteri Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yakni Marwan Jafar yang mengungkapkan bahwa desa yang memiliki potensi wisata dapat dengan berbasis lingkungan agar lingkungan tetap terjaga dan masyarakat yang ada di desa tidak terkena imbasnya (suaramerdeka.com/22/03/2015).

Disamping itu dengan adanya penjagaan terhadap alam melalui pembentukan desa wisata dapat membuat sesiapapun yang ingin merusak alam tidak dapat melakukannya. Hal ini dikarenakan masyarakat yang ada di desa wisata pun mengerti bahwa alam yang mereka jadikan sebagai tempat wisata bila mengalami kerusakan akan mendatangkan dua dampak yakni bencana alam dan hancurnya ekonomi di desa wisata. Maka dari itu tindakan pengrusakan alam seperti penebangan pohon di hutan, pencemaran sungai, dan pengrusakan terumbu karang akan semakin sulit dijumpai pada area alam yang dikelola menjadi tempat wisata oleh desa.

Selain itu juga, dengan adanya desa wisata yang memiliki andil dalam pelestarian alam dapat berperan mengedukasi para pengunjung yang datang dan mengubah paradigma masyarakat yang ada di desa tentang cara mengambil hasil alam untuk melanjutkan hidup. Para pengunjung yang berlibur ke desa wisata untuk melihat dan merasakan keindahan panorama alam dapat diberikan edukasi oleh pemandu wisata. Dalam edukasi tersebut tidak hanya menjelaskan mengenai keelokan alam yang ada di desa wisata akan tetapi dapat juga mengajak para pengunjung untuk ikut andil dalam pelestarian alam misalnya tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengkotori area wisata, ataupun bisa juga dengan melalui menanam pohon bersama.

Begitu juga dengan masyarakat yang ada di desa wisata pun perlu mendapatkan edukasi terkait dengan pemanfaat sumber daya yang ada di alam. Masyarakat desa yang diberikan edukasi dapat untuk merubah paradigma tentang menggunakan sumber daya yang ada di alam. Dengan adanya destinasi wisata yang ada di desa dapat membuat masyarakat tidak secara berlebihan dalam mengambil sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena melalui pengunjung yang berwisata di desa wisata dapat untuk menambah penghasilan masyarakat tanpa harus menguras secara berlebihan sumber daya yang ada di alam.

Oleh karenanya melalui adanya desa wisata terdapat banyak keunggulan yang dapat dimunculkannya. Adapun keunggulan yang ada di desa wisata itu ialah berdampak positif pada pengembangan potensi ekonomi di masyarakat dan juga berpengaruh besar dalam menjaga kelestarian alam. Maka dari itu peran desa wisata menjadi sangat penting dalam mewujudkan terjaganya kelestarian alam secara berkelanjutan dan tetap bisa dinikmati oleh orang-orang sebagai tempat wisata yang indah.

Monday, August 14, 2017

Tips dalam Menjauhkan Tikus dari Sangkar Murai Batu

Menjaga keselamatan burung Murai Batu tidak hanya cukup dengan memperhatikan kualitas pakan dan kebersihan sangkarnya saja. Tapi juga mesti mencakup keamanan sangkarnya dari gangguan hewan lain yang ingin memangsanya. Jenis hewan yang menjadi ancaman bagi burung Murai Batu sangatlah banyak mulai dari ular, kadal, kucing, sampai dengan tikus. Tapi jenis hewan pemangsa yang mesti selalu mendapatkan perhatian serius berasal dari kalangan mamalia pengerat yakni tikus. Hal ini dikarenakan penyebaran tikus hampir dipastikan ada di setiap rumah masyakarat.
Gambar I: Tikus
Tikus termasuk hewan pengerat yang sangat dibenci kehadirannya oleh sebagian orang-orang diseluruh negara. Hal ini tak terlepas dari dampak buruk yang dihasilkannya dapat merugikan banyak orang. Biasanya tikus dikenal sebagai hama yang dapat merusak berbagai jenis benda yang ada di rumah seperti pakaian, tempat minum atau makanan, dan benda plastik lainnya. Selain itu, hewan kecil ini pun suka memakan tanaman padi baik yang masih tumbuh di sawah maupun yang telah disimpan dalam gudang. Karenanya, tak khayal orang-orang pun berusaha untuk membasmi tikus dengan berbagai cara.

Nah, begitu bahayanya ancaman tikus yang sebenarnya tidak hanya merugikan orang-orang tapi juga mampu memangsa hewan lain seperti burung Murai Batu. Untuk itu diperlukan langkah-langkah dalam menjaga keselamatan burung Murai Batu dari ancaman tikus. Adapun caranya bisa disimak pada penjelasan di bawah ini:
1.    Memakai perangkap tikus
Gambar II: Perangkap Tikus yang terbuat dari jaring kawat
Menjauhkan tikus agar tidak memangsa burung Murai Batu dapat menggunakan cara klasik yakni perangkap tikus. Penggunaan perangkap tikus sudah sejak lama dilakukan orang-orang dari berbagai negara dalam menjerat tikus yang suka berkeliaran di dalam rumah atau gudang. Perangkap tikus yang umumnya ada di Indonesia umumnya memiliki bentuk kotak persegi panjang yang terbuat dari kawat. Biasanya, sebelum dipakai untuk menjerat tikus terlebih dahulu perangkap tikus tersebut diberi umpan berupa potongan daging ikan atau ayam. Saat tikus memakan umpan tersebut biasanya pintu perangkap akan tertutup secara otomatis dan menjebaknya di dalam sangkar perangkap.

2.    Memakai lem dan racun tikus
Bila penggunaan perangkap tikus yang umum dipakai sejak lama dianggap kurang optimal maka bisa memakai lem dan racun tikus. Penggunaan lem untuk menangkap tikus pun sebenarnya sudah mulai banyak dipakai orang-orang dengan mengoleskan di triplek dan kardus yang dibentangkan di lantai. Triplek atau kardus yang diolesi lem dapat diletakkan di dekat dapur yang terdapat makanan. Biasanya saat tikus yang terkena lem tidak akan dapat melepaskan diri dan memudahkan pemilik rumah untuk membuangnya. Begitu juga dalam penggunaan racun tikus pun dirasa cukup ampun untuk memberantas tikus yang berkeliaran di rumah. Penggunaan racun tikus seringnya dilakukan dengan mengolesi atau ditabur ke makanan yang dijadikan umpan. Saat tikus mengunyah makanan yang telah ditaburi racun maka biasanya bereaksi dengan cepat untuk membunuh tikus. Hanya saja, mesti hati-hati dalam penggunaan lem dan racun tikus agar jangan sampai terkena dan terkonsumsi orang-orang yang ada di rumah sebab dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan.

3.    Memanfaatkan aroma-aroma buah dan tanaman
Cara lainnya yang bisa dipakai untuk mengusir tikus agar jangan sampai memangsa burung Murai Batu dapat menggunaan buah-buahan dan tanaman yang umum dikenal. Adapun buah dan tanaman yang bisa dipakai untuk mengusir tikus ialah mengkudu, durian, bintaro, daun sirsak, dan daun mint. Cara mengolah buah dan tanaman tersebut dengan memotong dalam beberapa bagian dan meletakkannya di dekat sangkar burung Murai Batu. Aroma yang dikeluarkan potongan buah tersebut dapat membuat tikus merasa tikus tidak nyaman dan berpikir untuk tidak mendekati lagi area yang sering dilewatinya.

4.    Menggunakan alat pengusir tikus elektronik
Cara lainnya  yang bisa digunakan untuk mengusir tikus agar jangan sampai memangsa burung Murai Batu yang digantung dalam sangkar dapat menggunakan alat pengusir yang elektronik. Pengunaan alat pengusir tikus elektronik ini terbilang cukup praktis dengan mencolokkannya ke listrik maka akan mengeluarkan gelombang suara ultrasonic yang hanya bisa didengar oleh tikus. Suara ultrasonic ini mampu membuat pendengaran tikus terganggu dan bisa mengusirnya untuk pergi menjauh.

Yup, itulah beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengusir dan membasmi tikus yang dapat membahayakan keselamatan burung Murai Batu di rumah. Selain itu, cara yang dituliskan dalam artikel ini juga bisa diterapkan pada semua jenis burung ocehan agar terhindar dari tikus yang kerab memangsa burung baik indukan maupun anakannnya. Selamat mencoba.

Sumber Tulisan:
1.    https://omkicau.com/2014/06/12/beberapa-tips-mengatasi-gangguan-tikus-terhadap-burung-peliharaan/
2.    http://malesbanget.com/2014/08/dijamin-ampuh-5-cara-mengusir-tikus-dari-dalam-rumah/
3.    http://riesalam.com/cara-membasmi-tikus-di-rumah-alami/

Sumber Gambar:
1.    https://www.flickr.com/photos/alexfiles/3872887266
2.    https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/YosriPerangkapTikus.jpg/600px-YosriPerangkapTikus.jpg

Wednesday, April 5, 2017

Mengenal Belalang Sebagai Pakan Burung Ocehan

Pakan yang diberikan kepada burung ocehan pemakan serangga jenisnnya tergolong beragam mulai dari jangkrik, voer, kroto, ulat hongkong, ulat jerman, ikan kecil, sampai dengan belalang. Masing-masing dari jenis pakan tersebut ada yang diberikan rutin setiap hari tapi ada juga yang hanya diberi beberapa kali dalam seminggu. Burung ocehan yang boleh diberikan pakan serangga setiap hari jenisnya adalah jangkrik, kroto, ulat, dan ikan. Adapun untuk belalang pemberiannya hanya dianjurkan sekitar dua atau tiga kali saja dalam seminggu. Untuk itu dalam artikel ini coba mengulik lebih jauh lagi terkait belalang yang dikenal sebagai pakan bagi burung ocehan.

Dissosteira Carolina yang merupakan nama ilmiah belalang tergolong sebagai serangga yang persebarannya terdapat dihampir seluruh negara termasuk Indonesia. Biasanya tempat yang dijadikan habitat bagi belalang adalah ladang pertanian, padang rumput, semak belukar, dan hutan. Selain itu, di mata orang-orang kadang belalang dianggap sebagai hama yang suka memakan tanaman yang ditanam petani. Disisi lain, banyak juga yang memanfaatkan belalang sebagai pakan bagi burung, ayam, maupun ikan. Dan juga, banyak pula diantara masyarakat yang mengkonsumsi belalang dengan terlebih dahulu mengolahnya menjadi kripik.

Jenis belalang yang hidup di alam liar cukup beragam mulai dari belalang kayu, belalang setan, belalang merah, dan hitam. Hanya saja jenis yang cocok dan aman untuk dimakan burung ocehan adalah belalang kayu dan belalang setan. Ciri belalang kayu memiliki warna yang didominasi warna hijau dan belalang cokelat mempunyai warna agak kecokelatan. Alasan kedua jenis belalang yang hanya boleh diberikan kepada burung ocehan tak lebih karena kebiasaan yang sering dilakukan orang-orang. Sebab jenis belalang lainnya tergolong jarang ataupun tidak pernah diberikan kepada burung ocehan. Sehingga tidak diketahui secara pasti tingkat keamanannya bagi kesehatan burung ocehan.
Gambar: Belalang
Dikatakan bahwa kandungan nutrisi yang ada pada belalang jauh lebih besar dibandingkan dengan jangkrik. Adapun susunan nutrisinya terdiri dari Protein sekitar 62 gram, Serat sekitar 12 gram, Lemak sekitar 15 gram, Vitamin (A, B, B1, B2, B6, C, dan E), Kalsium, Fosfor, dan Kalium. Burung ocehan yang memakan belalang dampak positifnya mampu menjaga tumbuhnya bulu dan memperkuat tulang agar tidak mudah keropos. Manfaat lainnya dapat mendorong birahi burung meningkat yang membuatnya mudah terpancing berkicau saat diadu dengan burung lain. Selain itu, burung ocehan yang boleh memakan belalang bisa dilakukan sejak masih trotolan atau muda dan disaat mabung.

Sedangkan belalang yang dimakan oleh burung ocehan tidak boleh diberikan setiap hari. Alasannya, mampu membuat burung menjadi alergi yang menimbulkan rasa gatal di kulitnya. Alhasil, burung yang mengalami alergi itu pun akan mematuki bulu-bulunya sampai gatalnya hilang. Dampak lainnya bisa membuat burung ocehan menjadi ketagihan untuk terus mengkonsumsi belalang dan tidak ingin menyantap jenis pakan lainnya. Karenanya burung ocehan hanya boleh memakan belalang sebanyak satu sampai dua ekor dalam sekali pemberian dan diberikan dua kali dalam seminggu.

Nah, begitulah ulasan tentang belalang yang dikenal sebagai pakan tambahan bagi burung ocehan pemakan serangga. Yang terpenting bagi Anda yang hendak memberikan belalang kepada burung ocehan kesayangan Anda dipastikan dulu jenisnya dan jangan diberikan setiap hari. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/07/19/manfaat-belalang-sebagai-pakan-burung/
2. http://www.tipsburung.com/2016/08/burung-diberikan-belalang-baguskah.html

Sumber Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2014/11/20/00/47/grasshopper-538482_960_720.jpg

Ragam Manfaat Jangkrik bagi Burung Murai Batu

Pakan yang diberikan kepada burung Murai Batu jenisnya cukup banyak mulai dari voer, kroto, belalang, ikan guppy, sampai dengan jangkrik. Kesemua jenis pakan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh burung Murai Batu agar kesehatannya terjaga dan mampu menambah ingatannya dalam menguasai ragam jenis kicauan. Hanya saja, dari jenis pakan yang disebutkan tersebut terdapat satu jenis pakan yang paling terkenal dan cukup sering diberikan kepada burung Murai Batu maupun jenis burung lainnya. Dan nama pakan tersebut adalah Jangkrik.

Bila ditanya tentang Jangkrik mungkin semua telah mengenalnya sebagai serangga yang mirip belalang dan suka melompat-lombat. Jangkrik telah lama dikenal sebagai pakan burung pemakan serangga tanpa terkecuali Murai Batu yang dianggap memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bermanfaat bagi tubuhnya. Selain itu, Jangkrik pun kadang diberikan kepada hewan peliharaan lainnya seperti ikan karena mampu mempercepat pertumbuhan. Dikatakan bahwa pada tiap ekor Jangkrik mengandung ragam nutrisi yang bernilai gizi tinggi seperti lemak, protein, asam amino, hormon steroid, dan karbohidrat.
Gambar: Jangkrik
Adapun Jangkrik yang rupanya mirip seperti belalang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Berukuran kecil dengan panjang sekitar 4 cm saja.
  2. Berwarna hitam dibagian kepala, punggung, dan ekornya.
  3. Berwarna cokelat gelap dibagian seluruh kaki, dan badannya.
  4. Terdapat dua antena berukuran lumayan panjang dibagian depan kepalanya.
  5. Dibagian belakang tubuhnya terdapat juga dua antena yang ukurannya sedikit lebih pendek dibandingkan dengan depan kepalanya.
  6. Terdapat empat kaki berukuran pendek dibagian depan tubuhnya dan dua kaki yang berukuran panjang yang fungisnya untuk melompat.
  7. Bila dilihat lebih jeli dibagian tubuh atasnya terdapat dua sayap yang warnanya agak kecokelatan.
  8. Dan ciri suaranya terdengar bunyi seperti “krik...krik...krik” yang diulangi secara terus menerus dan biasanya berbunyi pada malam hari.
Sebelum mengulik lebih dalam lagi terkait ragam manfaat yang dimiliki Jangkrik bagi burung Murai Batu terlebih dahulu dijelaskan terkait cara pemberiannya. Burung Murai Batu yang diberikan pakan jangkrik biasanya berlangsung sejak masih trotolan atau kecil. Tujuannya agar saat besar nanti sudah terbiasa dan tidak asing lagi memakannya. Jangkrik yang diberikan kepada burung Murai Batu bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti memotong dua kaki panjang dibelakang tubuhnya. Selain itu, bisa pula diberikan utuh kepada burung Murai Batu yang ada disangkar dan mengubahnya terlebih dahulu menjadi tepung jangkrik. Pemberian jangkrik ini pun bisa pula memanfaatkan disaat kulitnya lagi berwarna putih atau saat baru melewati fase ganti kulit.

Nah, berbicara tentang ragam manfaat yang ada pada jangkrik untuk burung Murai Batu bisa dikatakan mampu mengoptimalkan kicauan agar terdengar lantang, merdu, dan nyaring. Burung Murai Batu yang diberikan pakan jangkrik pun mampu terjaga staminanya agar tidak mudah lelah saat berlama-lama diarena lomba atau sedang latihan bersama jenis burung lainnya. Karena nya tak khayal pada saat beberapa hari lagi burung Murai Batu hendak ikut lomba biasanya pemberian jangkriknya akan ditambahkan beberapa ekor. Manfaat lainnya mampu menaikkan tingkat birahi burung yang membuatnya mudah terpancing untuk berkicau saat mendengar atau diperdengarkan kicauan yang lantang.

Yup, begitulah penjelasan seputar Jangkrik yang terkait dengan manfaat, ciri, dan kandungan nutrisinya yang berdampak positif bagi burung Murai Batu yang menyantapnya. Tentunya bagi Anda yang ingin terus memberikan jangkrik kepada burung Murai Batu tidak perlu pusing mencarinya sebab sudah banyak orang-orang yang telah membudidayakannya dan dijual dengan harga relatif terjangkau. Dan semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda sekalian.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/03/17/menyiasati-burung-yang-tak-mau-makan-jangkrik/
2. http://www.tipsburung.com/2016/08/mempertanyakan-kembali-waktu-paling.html

Sumber Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2014/12/25/22/35/cicada-580103_960_720.jpg