Monday, August 14, 2017

Tips dalam Menjauhkan Tikus dari Sangkar Murai Batu

Menjaga keselamatan burung Murai Batu tidak hanya cukup dengan memperhatikan kualitas pakan dan kebersihan sangkarnya saja. Tapi juga mesti mencakup keamanan sangkarnya dari gangguan hewan lain yang ingin memangsanya. Jenis hewan yang menjadi ancaman bagi burung Murai Batu sangatlah banyak mulai dari ular, kadal, kucing, sampai dengan tikus. Tapi jenis hewan pemangsa yang mesti selalu mendapatkan perhatian serius berasal dari kalangan mamalia pengerat yakni tikus. Hal ini dikarenakan penyebaran tikus hampir dipastikan ada di setiap rumah masyakarat.
Gambar I: Tikus
Tikus termasuk hewan pengerat yang sangat dibenci kehadirannya oleh sebagian orang-orang diseluruh negara. Hal ini tak terlepas dari dampak buruk yang dihasilkannya dapat merugikan banyak orang. Biasanya tikus dikenal sebagai hama yang dapat merusak berbagai jenis benda yang ada di rumah seperti pakaian, tempat minum atau makanan, dan benda plastik lainnya. Selain itu, hewan kecil ini pun suka memakan tanaman padi baik yang masih tumbuh di sawah maupun yang telah disimpan dalam gudang. Karenanya, tak khayal orang-orang pun berusaha untuk membasmi tikus dengan berbagai cara.

Nah, begitu bahayanya ancaman tikus yang sebenarnya tidak hanya merugikan orang-orang tapi juga mampu memangsa hewan lain seperti burung Murai Batu. Untuk itu diperlukan langkah-langkah dalam menjaga keselamatan burung Murai Batu dari ancaman tikus. Adapun caranya bisa disimak pada penjelasan di bawah ini:
1.    Memakai perangkap tikus
Gambar II: Perangkap Tikus yang terbuat dari jaring kawat
Menjauhkan tikus agar tidak memangsa burung Murai Batu dapat menggunakan cara klasik yakni perangkap tikus. Penggunaan perangkap tikus sudah sejak lama dilakukan orang-orang dari berbagai negara dalam menjerat tikus yang suka berkeliaran di dalam rumah atau gudang. Perangkap tikus yang umumnya ada di Indonesia umumnya memiliki bentuk kotak persegi panjang yang terbuat dari kawat. Biasanya, sebelum dipakai untuk menjerat tikus terlebih dahulu perangkap tikus tersebut diberi umpan berupa potongan daging ikan atau ayam. Saat tikus memakan umpan tersebut biasanya pintu perangkap akan tertutup secara otomatis dan menjebaknya di dalam sangkar perangkap.

2.    Memakai lem dan racun tikus
Bila penggunaan perangkap tikus yang umum dipakai sejak lama dianggap kurang optimal maka bisa memakai lem dan racun tikus. Penggunaan lem untuk menangkap tikus pun sebenarnya sudah mulai banyak dipakai orang-orang dengan mengoleskan di triplek dan kardus yang dibentangkan di lantai. Triplek atau kardus yang diolesi lem dapat diletakkan di dekat dapur yang terdapat makanan. Biasanya saat tikus yang terkena lem tidak akan dapat melepaskan diri dan memudahkan pemilik rumah untuk membuangnya. Begitu juga dalam penggunaan racun tikus pun dirasa cukup ampun untuk memberantas tikus yang berkeliaran di rumah. Penggunaan racun tikus seringnya dilakukan dengan mengolesi atau ditabur ke makanan yang dijadikan umpan. Saat tikus mengunyah makanan yang telah ditaburi racun maka biasanya bereaksi dengan cepat untuk membunuh tikus. Hanya saja, mesti hati-hati dalam penggunaan lem dan racun tikus agar jangan sampai terkena dan terkonsumsi orang-orang yang ada di rumah sebab dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan.

3.    Memanfaatkan aroma-aroma buah dan tanaman
Cara lainnya yang bisa dipakai untuk mengusir tikus agar jangan sampai memangsa burung Murai Batu dapat menggunaan buah-buahan dan tanaman yang umum dikenal. Adapun buah dan tanaman yang bisa dipakai untuk mengusir tikus ialah mengkudu, durian, bintaro, daun sirsak, dan daun mint. Cara mengolah buah dan tanaman tersebut dengan memotong dalam beberapa bagian dan meletakkannya di dekat sangkar burung Murai Batu. Aroma yang dikeluarkan potongan buah tersebut dapat membuat tikus merasa tikus tidak nyaman dan berpikir untuk tidak mendekati lagi area yang sering dilewatinya.

4.    Menggunakan alat pengusir tikus elektronik
Cara lainnya  yang bisa digunakan untuk mengusir tikus agar jangan sampai memangsa burung Murai Batu yang digantung dalam sangkar dapat menggunakan alat pengusir yang elektronik. Pengunaan alat pengusir tikus elektronik ini terbilang cukup praktis dengan mencolokkannya ke listrik maka akan mengeluarkan gelombang suara ultrasonic yang hanya bisa didengar oleh tikus. Suara ultrasonic ini mampu membuat pendengaran tikus terganggu dan bisa mengusirnya untuk pergi menjauh.

Yup, itulah beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengusir dan membasmi tikus yang dapat membahayakan keselamatan burung Murai Batu di rumah. Selain itu, cara yang dituliskan dalam artikel ini juga bisa diterapkan pada semua jenis burung ocehan agar terhindar dari tikus yang kerab memangsa burung baik indukan maupun anakannnya. Selamat mencoba.

Sumber Tulisan:
1.    https://omkicau.com/2014/06/12/beberapa-tips-mengatasi-gangguan-tikus-terhadap-burung-peliharaan/
2.    http://malesbanget.com/2014/08/dijamin-ampuh-5-cara-mengusir-tikus-dari-dalam-rumah/
3.    http://riesalam.com/cara-membasmi-tikus-di-rumah-alami/

Sumber Gambar:
1.    https://www.flickr.com/photos/alexfiles/3872887266
2.    https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/YosriPerangkapTikus.jpg/600px-YosriPerangkapTikus.jpg

Wednesday, April 5, 2017

Mengenal Belalang Sebagai Pakan Burung Ocehan

Pakan yang diberikan kepada burung ocehan pemakan serangga jenisnnya tergolong beragam mulai dari jangkrik, voer, kroto, ulat hongkong, ulat jerman, ikan kecil, sampai dengan belalang. Masing-masing dari jenis pakan tersebut ada yang diberikan rutin setiap hari tapi ada juga yang hanya diberi beberapa kali dalam seminggu. Burung ocehan yang boleh diberikan pakan serangga setiap hari jenisnya adalah jangkrik, kroto, ulat, dan ikan. Adapun untuk belalang pemberiannya hanya dianjurkan sekitar dua atau tiga kali saja dalam seminggu. Untuk itu dalam artikel ini coba mengulik lebih jauh lagi terkait belalang yang dikenal sebagai pakan bagi burung ocehan.

Dissosteira Carolina yang merupakan nama ilmiah belalang tergolong sebagai serangga yang persebarannya terdapat dihampir seluruh negara termasuk Indonesia. Biasanya tempat yang dijadikan habitat bagi belalang adalah ladang pertanian, padang rumput, semak belukar, dan hutan. Selain itu, di mata orang-orang kadang belalang dianggap sebagai hama yang suka memakan tanaman yang ditanam petani. Disisi lain, banyak juga yang memanfaatkan belalang sebagai pakan bagi burung, ayam, maupun ikan. Dan juga, banyak pula diantara masyarakat yang mengkonsumsi belalang dengan terlebih dahulu mengolahnya menjadi kripik.

Jenis belalang yang hidup di alam liar cukup beragam mulai dari belalang kayu, belalang setan, belalang merah, dan hitam. Hanya saja jenis yang cocok dan aman untuk dimakan burung ocehan adalah belalang kayu dan belalang setan. Ciri belalang kayu memiliki warna yang didominasi warna hijau dan belalang cokelat mempunyai warna agak kecokelatan. Alasan kedua jenis belalang yang hanya boleh diberikan kepada burung ocehan tak lebih karena kebiasaan yang sering dilakukan orang-orang. Sebab jenis belalang lainnya tergolong jarang ataupun tidak pernah diberikan kepada burung ocehan. Sehingga tidak diketahui secara pasti tingkat keamanannya bagi kesehatan burung ocehan.
Gambar: Belalang
Dikatakan bahwa kandungan nutrisi yang ada pada belalang jauh lebih besar dibandingkan dengan jangkrik. Adapun susunan nutrisinya terdiri dari Protein sekitar 62 gram, Serat sekitar 12 gram, Lemak sekitar 15 gram, Vitamin (A, B, B1, B2, B6, C, dan E), Kalsium, Fosfor, dan Kalium. Burung ocehan yang memakan belalang dampak positifnya mampu menjaga tumbuhnya bulu dan memperkuat tulang agar tidak mudah keropos. Manfaat lainnya dapat mendorong birahi burung meningkat yang membuatnya mudah terpancing berkicau saat diadu dengan burung lain. Selain itu, burung ocehan yang boleh memakan belalang bisa dilakukan sejak masih trotolan atau muda dan disaat mabung.

Sedangkan belalang yang dimakan oleh burung ocehan tidak boleh diberikan setiap hari. Alasannya, mampu membuat burung menjadi alergi yang menimbulkan rasa gatal di kulitnya. Alhasil, burung yang mengalami alergi itu pun akan mematuki bulu-bulunya sampai gatalnya hilang. Dampak lainnya bisa membuat burung ocehan menjadi ketagihan untuk terus mengkonsumsi belalang dan tidak ingin menyantap jenis pakan lainnya. Karenanya burung ocehan hanya boleh memakan belalang sebanyak satu sampai dua ekor dalam sekali pemberian dan diberikan dua kali dalam seminggu.

Nah, begitulah ulasan tentang belalang yang dikenal sebagai pakan tambahan bagi burung ocehan pemakan serangga. Yang terpenting bagi Anda yang hendak memberikan belalang kepada burung ocehan kesayangan Anda dipastikan dulu jenisnya dan jangan diberikan setiap hari. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/07/19/manfaat-belalang-sebagai-pakan-burung/
2. http://www.tipsburung.com/2016/08/burung-diberikan-belalang-baguskah.html

Sumber Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2014/11/20/00/47/grasshopper-538482_960_720.jpg

Ragam Manfaat Jangkrik bagi Burung Murai Batu

Pakan yang diberikan kepada burung Murai Batu jenisnya cukup banyak mulai dari voer, kroto, belalang, ikan guppy, sampai dengan jangkrik. Kesemua jenis pakan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh burung Murai Batu agar kesehatannya terjaga dan mampu menambah ingatannya dalam menguasai ragam jenis kicauan. Hanya saja, dari jenis pakan yang disebutkan tersebut terdapat satu jenis pakan yang paling terkenal dan cukup sering diberikan kepada burung Murai Batu maupun jenis burung lainnya. Dan nama pakan tersebut adalah Jangkrik.

Bila ditanya tentang Jangkrik mungkin semua telah mengenalnya sebagai serangga yang mirip belalang dan suka melompat-lombat. Jangkrik telah lama dikenal sebagai pakan burung pemakan serangga tanpa terkecuali Murai Batu yang dianggap memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bermanfaat bagi tubuhnya. Selain itu, Jangkrik pun kadang diberikan kepada hewan peliharaan lainnya seperti ikan karena mampu mempercepat pertumbuhan. Dikatakan bahwa pada tiap ekor Jangkrik mengandung ragam nutrisi yang bernilai gizi tinggi seperti lemak, protein, asam amino, hormon steroid, dan karbohidrat.
Gambar: Jangkrik
Adapun Jangkrik yang rupanya mirip seperti belalang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Berukuran kecil dengan panjang sekitar 4 cm saja.
  2. Berwarna hitam dibagian kepala, punggung, dan ekornya.
  3. Berwarna cokelat gelap dibagian seluruh kaki, dan badannya.
  4. Terdapat dua antena berukuran lumayan panjang dibagian depan kepalanya.
  5. Dibagian belakang tubuhnya terdapat juga dua antena yang ukurannya sedikit lebih pendek dibandingkan dengan depan kepalanya.
  6. Terdapat empat kaki berukuran pendek dibagian depan tubuhnya dan dua kaki yang berukuran panjang yang fungisnya untuk melompat.
  7. Bila dilihat lebih jeli dibagian tubuh atasnya terdapat dua sayap yang warnanya agak kecokelatan.
  8. Dan ciri suaranya terdengar bunyi seperti “krik...krik...krik” yang diulangi secara terus menerus dan biasanya berbunyi pada malam hari.
Sebelum mengulik lebih dalam lagi terkait ragam manfaat yang dimiliki Jangkrik bagi burung Murai Batu terlebih dahulu dijelaskan terkait cara pemberiannya. Burung Murai Batu yang diberikan pakan jangkrik biasanya berlangsung sejak masih trotolan atau kecil. Tujuannya agar saat besar nanti sudah terbiasa dan tidak asing lagi memakannya. Jangkrik yang diberikan kepada burung Murai Batu bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti memotong dua kaki panjang dibelakang tubuhnya. Selain itu, bisa pula diberikan utuh kepada burung Murai Batu yang ada disangkar dan mengubahnya terlebih dahulu menjadi tepung jangkrik. Pemberian jangkrik ini pun bisa pula memanfaatkan disaat kulitnya lagi berwarna putih atau saat baru melewati fase ganti kulit.

Nah, berbicara tentang ragam manfaat yang ada pada jangkrik untuk burung Murai Batu bisa dikatakan mampu mengoptimalkan kicauan agar terdengar lantang, merdu, dan nyaring. Burung Murai Batu yang diberikan pakan jangkrik pun mampu terjaga staminanya agar tidak mudah lelah saat berlama-lama diarena lomba atau sedang latihan bersama jenis burung lainnya. Karena nya tak khayal pada saat beberapa hari lagi burung Murai Batu hendak ikut lomba biasanya pemberian jangkriknya akan ditambahkan beberapa ekor. Manfaat lainnya mampu menaikkan tingkat birahi burung yang membuatnya mudah terpancing untuk berkicau saat mendengar atau diperdengarkan kicauan yang lantang.

Yup, begitulah penjelasan seputar Jangkrik yang terkait dengan manfaat, ciri, dan kandungan nutrisinya yang berdampak positif bagi burung Murai Batu yang menyantapnya. Tentunya bagi Anda yang ingin terus memberikan jangkrik kepada burung Murai Batu tidak perlu pusing mencarinya sebab sudah banyak orang-orang yang telah membudidayakannya dan dijual dengan harga relatif terjangkau. Dan semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda sekalian.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2014/03/17/menyiasati-burung-yang-tak-mau-makan-jangkrik/
2. http://www.tipsburung.com/2016/08/mempertanyakan-kembali-waktu-paling.html

Sumber Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2014/12/25/22/35/cicada-580103_960_720.jpg

Sekilas Tentang Burung Cucak Kuricang

Bila ditanyakan kepara para pembaca sekalian tentang burung Cucak Kuricang? Mungkin jawabannya kurang begitu akrab dan mengetahuinya. Sebab dari jenis burung cucak-cucakan yang banyak dikenal orang-orang lebih sering tentang burung Cucak Jenggot dan Cucak Ijo. Padahal burung Cucak Kuricang juga memiliki kicauan yang tak kalah merdu dan bervariasi dibanding dua jenis cucak lainnya. Selain itu, burung Cucak Kuricang tergolong cukup mudah dilatih berkicau dan tidak sulit dalam perawatannya. Untuk itu dalam artikel ini coba menuliskan tentang burung Cucak Kuricang agar semakin dikenal luas sebagai burung kicauan.

Pycnonotus atriceps yang menjadi nama latin burung Cucak Kuricang memiliki daerah persebaran cukup luas yang tidak hanya terkonsentrasi di Indonesia saja. Di luar negeri, burung yang berasal dari keluarga Pycnonotidae tersebar mulai di beberapa negara seperti Bangladesh, India, Myanmar, Tiongkok, Thailand, Laos, Vietnam, Pilipina, dan Malaysia. Adapun persebarannya di tanah air banyak berada di Pulau Sumatera, Nias, Mentawai, Pulau Jawa, Kalimantan, dan Bali. Di alam liar, burung ini dapat hidup mulai dari hutan yang ada di dataran rendah sampai dengan area pegunungan dengan tinggi mencapai 900 meter di atas permukaan laut.

Pakan alami burung Cucak Kuricang yang hidup di hutan lebih menyukai buah yang berukuran kecil dan aneka jenis serangga seperti jangkrik, semut, ataupun belalang. Saat musim berbiak tiba biasanya burung ini akan membangun sarangnya dengan menggunakan jaring laba-laba yang diambil di ranting atau tanah, daun, dan ranting. Burung Cucak Kuricang yang kawin biasanya berlangsung di bulan Oktober, Januari, Maret sampai Mei. Indukan betina yang mengerami telur dalam sekali musim kawin bisa mencapai sekitar 3 butir.
Gambar: Burung Cucak Kuricang atau burung Cep-cep
Melihat ciri fisiknya dikatakan bahwa burung Cucak Kuricang memiliki postur tubuh berukuran sedang dengan panjang sekitar 17 cm. Dan ciri fisik lainnya dari burung Cucak Kuricang adalah sebagai berikut:
  1. Warna bulunya didominasi oleh dua warna yakni hitam dan kuning.
  2. Warna hitam tampak dibagian seluruh area kepala, tenggorokan, ujung-ujung sayap, dan ujung ekornya.
  3. Warna kuning tampak disisi tubuh bagian atas dan bawah mulai dari tengkuk, punggung, perut, ekor, dan sayapnya.
  4. Paruhnya berukuran agak besar, sedikit panjang, dan berwarna hitam pekat.
  5. Lingkaran matanya tampak berwarna kebiruan gelap dengan pupil berwarna hitam.
Berbicara tentang suara kicauannya bahwa burung Cicak Kuricang atau bagi orang-orang di Pulau Bangka menyebut dengan nama burung Cep-cep tergolong merdu dan nyaring. Volume kicauannya terdengar agak tinggi dengan bunyi nada seperti “cippp” yang dilagukan secara berulang-ulang. Walaupun bunyi kicauan alaminya tampak kurang variatif tapi bila dilatih dengan memasternya menggunakan burung yang sudah gacor tentunya burung Cucak Kuricang akan menguasai lebih dari satu kicauan.  

Nah, demikianlah ulasan terkait dengan burung Cucak Kuricang yang belum terlalu dikenal luas para pecinta burung ocehan. Dengan membaca artikel ini mungkin membuat Anda tertarik untuk memelihara burung Cucak Kuricang atau burung Cep-cep dengan membelinya di pasar burung yang ada di kota. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/12/27/cucak-kuricang/
2. https://omkicau.com/2012/12/06/lagu-aseli-burung-cep-cep-atau-cucak-kurincang-tak-seheboh-lagu-hasil-pemasteran/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/04/Pycnonotus_atriceps-20031005.jpg/682px-Pycnonotus_atriceps-20031005.jpg

Tuesday, April 4, 2017

Mengenal Karakter yang Ada pada Burung Murai Batu

Burung Murai Batu tergolong amat populer dibandingkan jenis burung ocehan lainnya yang dikenal saat ini. Orang-orang yang menyukai burung Murai Batu tak terlepas dari kicauannya yang lantang dan mental yang tak mudah takut. Selain itu, jenis burung Murai Batu yang diikutkan bertanding pun lebih sering memenangkannya dan diberbagai daerah yang banyak diadakan perlombaan burung ocehan selalu dibuka kelas khusus burung Murai Batu. Untuk itu tak khayal harga burung Murai Batu pun melonjak jauh hingga bisa mencapai puluhan juta rupiah di tiap ekornya.

Begitu terkenalnya burung Murai Batu dimata para penggemarnya yang ada dibanyak daerah termasuk di luar negeri tentunya terkait pula dengan karakternya. Karakter yang dimiliki oleh jenis burung ocehan manapun termasuk Murai Batu punya andil cukup besar dalam menentukan tingkat kepandaiannya berkicau dan mudah atau tidaknya beradaptasi di lingkungan barunya. Bila burung ocehan sulit dijinakkan oleh pemilik dan kualitas suaranya kurang bervariasi tentu sangat sedikit ada yang ingin memeliharanya. Akan tetapi berbeda dengan burung Murai Batu yang dikatakan pandai dalam berkicau dan variasi kicauannya pun cukup banyak. Tentunya bila dikaitkan dengan karakernya dapat dikatakan burung Murai Batu tipikal burung yang memiliki tingkat kecerdasan cukup tinggi.
Gambar: Burung Murai Batu di alam liar
Tingginya tingkat kecerdasan pada burung Murai Batu hanyalah satu dari banyak lagi karakter atau sifat yang perlu diketahui oleh para pembaca sekalian. Untuk itu dalam artikel ini coba dituliskan terkait semua karakter yang ada pada burung Murai Batu. Adapun penjelasanya bisa dibaca di bawah ini:
  1. Mudah jinak. Salah satu karakter yang dimiliki oleh burung Murai Batu adalah tidak terlalu sulit dalam menjinakkannya. Burung Murai Batu yang baru dibeli dari pasar burung ocehan yang terkadang ada yang masih dalam kondisi giras atau liar. Proses penjinakannya pun tidak perlu memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya dan hanya cukup mengerti terkait pakan, memandikan, dan penjemuran yang tepat agar cepat jinak. Apalagi burung Murai Batu yang hidup di alam liar memiliki habitat yang jauh dari pemukiman masyarakat atau tinggal di hutan lebat. Karenanya tak salah banyak yang menyukai burung Murai Batu untuk dipelihara dan perlombakan.
  2. Tidak sulit beradaptasi. Karakter lainnya yang ada pada burung Murai Batu dikenal sebagai burung yang tidak sulit dalam beradaptasi. Burung Murai Batu yang baru dipindahkan ke lingkungan barunya tergolong cepat menyesuaikan diri dengan sangkar dan tempat atau rumah pemiliknya. Hal ini pun dapat dilihat bahwa Murai Batu yang baru menempati sangkarnya tetap bisa berkicau dan tidak menunjukkan sedang mengalami stres.
  3. Birahi yang mudah terpancing. Burung Murai Batu dikenal sebagai burung yang mudah naik birahinya saat mendengar kicauan burung sejenis atau burung lain yang seolah-olah hendak menantangnya. Naiknya birahi burung Murai Batu ini berdampak positif dengan performanya yang terlihat lebih rajin bunyi atau gacor baik saat digantang ataupun dibawa kearena lomba.
Nah, itulah penjelasan terkait karakter yang dimiliki oleh burung Murai Batu yang jarang diketahui orang-orang. Dengan mengetahui kesemua karakter di atas tentunya tak salah bahwa siapapun baik itu pemelihara maupun tidak akan lebih mengenal burung Murai Batu ketimbang jenis burung lainnya. okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.muraibatu.link/2013/07/karakter-burung-murai-batu.html
2. https://www.binatangpeliharaan.org/murai-batu/karakter-dan-sifat-dasar-murai-batu/

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3b/White-rumped_Shama_Thailand.jpg/800px-White-rumped_Shama_Thailand.jpg

Bolehkan Murai Batu Diberikan Terapi Mandi Hujan?

Terapi yang digunakan kepada burung Murai Batu agar kicauannya semakin merdu dan memperkokoh mentalnya terbilang cukup banyak. Terapi tersebut mulai dari memperdengarkan suara kicauan burung tertentu, meletakkan dikandang umbaran, memberikan pakan voer, dan terapi mandi hujan. Tiga dari empat terapi di urutan pertama tersebut sudah sangat sering digunakan oleh para pemelihara burung Murai Batu agar burung kicauannya mampu berkicau merdu dan mentalnya dapat menekan burung lain. Hanya saja, diterapi mandi hujan termasuk cukup jarang dilakukan kepada burung Murai Batu. Sehingga menimbulkan pertanyaan tentang boleh atau tidaknya terapi tersebut diberikan kepada burung Murai Batu.

Ya, terapi mandi hujan yang ditujukan kepada burung Murai Batu tergolong sudah banyak yang mendengarnya tapi baru sedikit yang berani mencobanya. Alasannya masih sedikit bukti yang menunjukkan bahwa terapi mandi hujan memang berdampak positif bagi burung Murai Batu. Dalam pembuktian bahwa terapi mandi hujan tergolong aman dilakukan kepada burung Murai Batu dan jenis burung lainnya pernah diutarakan oleh E-bird Mastering Indonesia. Menurut komunitas tersebut bahwa burung ocehan termasuk Murai Batu yang diberikan terapi mandi hujan bisa memperlancar aliran darah dan menguatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit dan perubahan cuaca.
Gambar: Hujan
Manfaat lainnya yang diperoleh burung Murai Batu yang mendapatkan terapi mandi hujan bisa menambah variasi kicauannya dengan serignya mendengarkan tetesan hujan yang turun. Selain itu, mental burung Murai Batu pun semakin kuat dan tidak mudah takut saat digantang bersama burung sejenis dengan kualitas kicauan yang tak kalah hebat. Walaupun demikian ragam manfaat yang diharapkan dapat diperoleh burung Murai Batu dengan terapi mandi hujan mesti dilakukan dengan prosedur yang benar. Sebab bila salah dalam menerapkannya dapat membuat burung Murai Batu malah terserang penyakit, mental ngedrop, dan macet bunyi.

Untuk itu dalam memberikan terapi mandi hujan kepada burung Murai Batu perlu memperhatikan beberapa kondisi. Adapun penjelasannya sebagai berikut:
  1. Kondisi kesehatan. Sebelum burung Murai Batu diberikan terapi mandi hujan perlu memastikan bahwa tubuhnya tidak dalam kondisi sakit seperti flu, masuk angin, peradagangan di bagian saluran pernapasan, dan terdapat luka serius dibagian tubuh yang tidak boleh tersentuh air.
  2. Kondisi hujan. Terapi mandi hujan hanya layak diberikan pada saat kondisi hujan yang turun tidak berangin kencang seperti badai dan volume air yang turun tidak terlalu deras. Bila hujan yang turun cukup deras dengan berangin kencang sebaiknya burung Murai Batu tidak diterapi.
  3. Kondisi sangkar. Pastikan pula bahwa sangkar yang dijadikan tempat burung Murai Batu nanti mendapatkan terapi tidak sedang dalam kondisi lapuk atau karatan pada batang jerujinya. Sebab bila saat diletakkan di bawah guyuran hujan sangkar tersebut rusak dan terdapat lobang maka bisa membuat burung Murai Batu kabur dari sangkar.
  4. Durasi dan waktu terapi. Bila dari tiga poin di atas sudah terpenuhi tentunya burung Murai Batu dikatakan layak untuk mendapatkan terapi mandi hujan. Hanya saja yang perlu diperhatikan terkait dengan durasi dan waktu terapinya. Lamanya waktu atau durasi yang tepat bagi burung Murai Batu mendapatkan terapi mandi hujan sekitar 15 sampai 20 menit ataupun bisa paling lama sekitar 30 menit. Selain itu, waktu yang tepat untuk menterapi burung Murai Batu dengan air hujan di waktu pagi sampai menjelang siang. Bila burung dipaksakan mendapatkan terapi pada saat sore ataupun malam hari bisa berpotensi mengganggu kesehatannya.
Nah, itulah penjelasan terkait boleh atau tidaknya terapi mandi hujan diberikan kepada burung Murai Batu. Untuk itu bagi Anda yang mempunyai burung Murai Batu tak ada salahnya diberikan terai mandi hujan dengan mengikuti aturan yang ditulis dalam artikel ini. Selamat mencoba.

Sumber Tulisan:
1. http://www.tipsburung.com/2016/04/anda-memandikan-burung-dengan-air-hujan.html
2. http://www.muraibatu.link/2016/08/manfaat-terapi-mandi-hujan-bagi-murai.html

Sumber Gambar:
https://cdn.pixabay.com/photo/2015/06/19/20/14/water-815271_960_720.jpg

Sunday, April 2, 2017

Mengulik Keindahan Kucing Manx

Bagi para pecinta kucing hias mungkin sudah akrab dengan kucing Manx yang dikenal sebagai kucing tanpa ekor. Ya, kucing yang asalnya dari Inggris ini tergolong unik dan berbeda dari jenis ras kucing lainnya. Perbedaan tersebut hanya terletak pada ekornya yang membuat kucing Manx cukup istimewa dan banyak dipelihara orang-orang dari berbagai negara termasuk Indonesia. Selain itu, dari awal kucing Manx mulai dikenal orang-orang sudah mendapatinya sebagai kucing yang berekor amat pendek hingga hampir tidak berekor. Untuk itu pada artikel ini coba mengulik lebih jauh lagi tentang kucing Manx.

Kucing Manx yang juga dikenal dengan nama Rumpy tergolong jenis kucing hias yang sudah lama dikenal orang-orang dari tahun 1870-an. Awal dari orang-orang yang mengenal kucing Manx sudah mendapatinya mempunyai ekor yang sangat pendek dan memprediksi asalnya dari pulau kecil di Inggris yang bernama Isle of Man. Begitu lamanya kucing Manx telah dikenal membuat kehadirannya pun dipenuhi misteri dan mitos yang berkembang tentang asal usul ekornya yang sangat pendek. Cerita yang berkembang tentang kucing Manx pun dikatakan bermula sejak zaman Nabi Nuh tepatnya saat bahtera kapal sedang mengarungi banjir besar yang menutupi seluruh daratan. Dalam bahtera tersebut terdapat kucing yang sudah tidak memiliki ekor akibat terjebit pintu masuk bahtera kapal saat hendak masuk dengan terburu-buru. Dengan terpotongnya ekor kucing tersebut membuatnya harus memiliki keturunan yang juga tidak mempunyai ekor.
Gambar: Kucing Manx
Cerita lainnya yang tak kalah menarik disimak terkait ekor kucing Manx yang sangat pendek tersebut juga terjadi di bahtera kapal Nabi Nuh. Hanya saja pendeknya ekor tersebut bukan dikarenakan terjepit pintu tapi akibat digigit oleh seekor anjing yang mengejar kucing sampai ekornya terputus. Walaupun banyak versi terkait cerita yang masih diperlukan bukti atas kebenarannya tetap saja dikatakan bahwa pendeknya ekor kucing Manx bisa jadi akibat adanya perubahan genetik secara alami dan berlangsung dalam waktu yang tidak sebentar tentunya.

Di awal orang-orang yang suka dengan kucing Manx biasanya menjadikannya sebagai penjaga gudang gandum milik petani dari hama tikus. Tapi seiring berjalannya waktu tepatnya di awal abad 19 sekitar tahun 1900-an telah dilakukan pengembangbiakan terhadap kucing Manx untuk dijadikan contoh dalam melahirkan generasi berikutnya agar secara fisik mengikuti indukan dan teruji kesehatannya agar tidak membawa penyakit turunan.

Selain dengan ciri hampir tidak memiliki ekor atau berekor cukup pendek perlu juga diketahui tentang ciri lainnya dari kucing Manx. Adapun ciri-ciri tersebut bisa disimak penjelasannya dibawah ini:
  1. Memiliki postur tubuh yang tegap atau besar, gemuk, dan berotot dibagian keempat kakinya.
  2. Lehernya berukuran pendek, mata yang oval dan besar, telinga cukup besar dan agak berjauhan, dan kepalanya lumayan besar dengan pipi yang mengembang ke samping.
  3. Dua kaki depannya berukuran jauh lebih pendek dibandingkan dengan dua kaki disisi belakang.
  4. Warna tubuhnya cukup variatif dan tiap ekor biasanya mempunyai lebih dari satu warna. Selain itu warna-warna yang ada pada kucing Manx seringnya adalah putih, cokelat, hitam, kuning tua, dan lainnya yang disesuaikan dengan warna indukannya.
  5. Berat badan kucing Manx maksimal bisa mencapai 5 kg.
Sedangkan sifat atau karakter yang dimiliki kucing Manx cukup beragam mulai dari tenang, lembut, mudah dilatih, mudah beradaptasi, suka berada dekat dengan pemiliknya, dan mampu memburu hewan pengerat kecil semacam tikus. Dengan sifatnya ini membuat orang-orang pun banyak yang berebut untuk memelihara kucing Manx. Adapun harga yang dibandrol kepada kucing Manx tergolong mahal. Sebab tiap ekornya bisa dihargai sampai 20 juta yang disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, warna bulu, kesehatan, dan kelengkapan sertifikat. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan kucing Manx baiknya membelinya di toko hewan resmi agar tidak tertipu dan memperoleh informasi tentang cara merawatnya supaya berumur panjang.

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kucing_manx
2. http://www.cattery.co.id/kucing-manx/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Manxcat.jpg/800px-Manxcat.jpg

Mengenal Burung Pelanduk Semak

Jenis burung ocehan yang dikenal luas selama ini tergolong beragam mulai dari nama, bentuk, dan ciri kicauan yang berbeda satu dengan lainnya. Umumnya, burung ocehan yang lazim dipelihara mempunyai bentuk fisik yang berukuran sedang dengan panjang sekitar 18 sampai 24 cm. Tapi dibalik itu masih banyak lagi jenis burung yang kicauannya cukup merdu dengan ukuran fisiknya lumayan kecil dan masih jarang yang ada memeliharanya. Adapun pada tulisan ini coba menuliskan tentang salah satu jenis burung ocehan bertubuh mungil yang belum terlalu dikenal luas orang-orang. Dan namanya adalah burung Pelanduk Semak.

Malacocincla sepiarium yang menjadi nama latinnya merupakan burung pengicau yang daerah penyebarannya terbatas dibeberapa negara disekitar Asia Tenggara. Negara-negara yang dihuni oleh burung Pelanduk Semak hanya terdapat di Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Di Indonesia, pulau yang menjadi tempat tinggal dari burung yang berukuran mungil ini terletak di Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatera. Begitu pula dengan hutan yang ditempati pun cukup luas cakupannya mulai dari hutan yang berada di dataran rendah hingga daerah pegunungan. Kebiasaan hidup burung Pelanduk Semak yang ada di alam bebas lebih menyukai hidup sendiri dan kalaupun membentuk kelompok biasanya hanya kelompok kecil yang terdiri dari beberapa burung saja.

Gambar: Burung Pelanduk Semak
Dikatakan pada paragraf satu bahwa burung Pelanduk Semak mempunyai ukuran fisik kecil atau panjangnya tak lebih dari 14 cm. Dan untuk ciri lainnya bisa dibaca penjelasannya dibawah ini:
  1. Warna bulunya terdiri dari beberapa jenis yang tampak agak kusam dan warna-warna tersebut adalah merah, cokelat, putih, dan abu-abu.
  2. Warna merah tampak dibagian pangkal sayap, tunggir, dan pungungnya. Warna merah tersebut sedikit bercampur dengan warna cokelat sehingga tampilannya seperti merah bata.
  3. Warna cokelat terdapat dibagian bawah tubuhnya tepat di sisi belakang perut dekat dengan tunggirnya.
  4. Warna putih terlihat menutupi area tenggorokan, dada, dan perut.
  5. Warna abu-abu tampak dbagian atas kepala atau mahkota kepalanya.
  6. Paruhnya berukuran sedang dan tampak ramping serta berwarna hitam pekat.
Nah, ciri kicauan burung Pelanduk Semak mampu mengeluarkan suara yang bervolume cukup kencang atau keras ataupun tinggi. Nada kicauannya cenderung bertempo pendek dan terdengar melengking dengan mengucapkan kata seperti “pii...ooo.wiiit’. Kicauan bawaan burung Pelanduk Semak cenderung monoton atau kurang bervariasi dengan mengulangi bunyi kicauannya dalam beberapa detik. Tapi bila dilatih dengan memperdengarkan kicauan dari jenis burung lain dapat mendorongnya mampu mempunyai lebih dari satu bunyi kicauan.
 
Sewaktu hidup di alam liar, burung Pelanduk Semak lebih menyukai makanan berupa jangkrik, rayap, kumbang, belalang, dan semut. Masa berbiak burung mungil ini pun berlangsung hampir sepanjang tahun dengan membangun sarang yang diletakkan dekat semak belukar. Sifat alami burung Pelanduk Semak dikenal mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan kadang suka menjelajah untuk mencari tahu apa yang ada disekitarnya.

Sekilas tentang perawatannya
Bagi Anda yang hendak memelihara burung Pelanduk Semak perlu tahu tentang cara merawatnya. Secara ringkas yang perlu diperhatikan terkait dengan pemberian pakan berupa serangga dan buah-buahan, penjemuran dan memandikan, dan termasuk memberikan pemasteran kepadanya agar kicauannya lebih bervariasi serta semakin merdu. Yang terpenting dalam memelihara burung Pelanduk Semak mesti rutin memberikan pelatihan dan perawatan agar burung tumbuh sesuai dengan yang diimpikan. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_pelanduk_semak.htm
2. http://www.kutilang.or.id/2014/05/02/pelanduk-semak/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8a/Malacocincla_sepiaria.jpeg

Saturday, April 1, 2017

Sekilas Tentang Burung Bentet Loreng

Jenis burung bentet atau bagi para pecinta burung ocehan kadang memanggilnya dengan nama cendet tergolong burung favorit yang banyak dipelihara. Hal ini tak bisa dilepaskan dari suara kicauannya yang khas dan gayanya sewaktu berkicau dapat berdiri tegak layaknya manusia. Karenanya tak khayal jenis burung bentet selalu jadi primadona dan sering diikutkan dalam ajang kontes burung ocehan hingga tingkat nasional. Selain itu jenis burung bentet pun cukup beragam mulai dari Bentet Kelabu, Bentet Abu-abu Besar, Bentet Kepala Merah, dan Bentet Loreng. Tapi dalam tulisan ini hanya mengulik salah satu dari ragamnya jenis burung bentet. Adapun nama burung yang dibicarakan dalam artikel ini adalah burung Bentet Loreng.

Burung Bentet Loreng dikatakan sebagai burung migrasi yang habitat aslinya bukanlah berasal dari hutan Indonesia. Tempat asal burung bertubuh sedang ini berada di negara yang mempunyai suhu dingin. Dan negara-negara tersebut meliputi Siberia, Tiongkok, Korea, dan Jepang. Jadi saat tempat berbiaknya akan turun salju dalam beberapa minggu lagi maka biasanya langsung kawanan burung Bentet Loreng akan pergi bermigrasi dengan mendatangi negara yang beriklim tropis. Adapun negara-negara yang menjadi tujuan migrasi burung Bentet Loreng adalah Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Filipina, Malaysia dan Indonesia.
Gambar: Burung Bentet Loreng
Sewaktu tinggal di Indonesia biasanya daerah yang menjadi tempat persinggahan burung dari keluarga Laniidae lumayan luas mulai dari Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi. Kawanan burung Bentet Loreng ini pun kadang tinggal di pinggiran hutan dan lahan pertanian yang banyak pepohonannya. Pakan yang disantap burung Bentet lebih sering berasal dari serangga seperti jangkrik, ulat, ataupun belalang. Selain itu sifat dasar dari burung Bentet dikenal sebagai burung petarung dan pemangsa terhadap burung yang ukurannya jauh lebih kecil. 

Melihat ciri-ciri fisiknya tentunya tidak kalah jauh beda dari jenis bentet lainnya. Hanya saja yang menjadi pembeda adalah ukurannya yang jauh lebih besar sekitar 18 cm dan corak warna pada bulunya yang menjadi pembedan dengan sesama jenisnya. Pada bagian mahkota kepala dan tengkuk sampai batas punggung depan terlihat berwarna keabu-abuan yang bergaris cokelat. Dibagian pungung, kedua sayap, dan ekornya tampak ditutupi dengan warna cokelat gelap yang bergaris hitam tipis. Disisi bawah tubuh mulai dari tenggorokan, dada, perut, dan batas dekat ekornya terlihat berwarna putih terang yang diselingi dengan garis berwarna hitam halus. Begitu pula pada bagian luar mata, pipi, dan depan wajah tampak ditutupi oleh warna hitam pekat yang terlihat seperti topeng.Garis-garis halus yang terdapat dibagian sisi atas dan bawah tubuhnya sehingga membentuk tampilannya seperti loreng. Karenanya tak khayal nama burung Bentet Loreng pun dikenal dengan nama Bentet Macan atau dalam bahasa inggrisnya disebut Tiger Shrike.  

Lanius tigrinus yang menjadi nama latin burung Bentet Loreng mempunyai kicauan yang tak kalah bagus dibanding jenis lainnya. Suara kicauannya yang berbunyi: “Ceh...ceh...cehh” biasanya dikeluarkan secara berulang-ulang dalam tempo yang agak lama. Bunyi kicauannya dikeluarkan dengan nada tinggi dan terdengar agak parau. Walaupun demikian dengan suara keras yang dimilikinya dapat berfungsi untuk menakuti burung lain yang coba mendekatinya termasuk memberikan tanda bahaya pada kawanan lainnya.
Nah, demikianlah ulasan terkait dengan burung Bentet Loreng yang merupakan burung migrasi yang setiap tahun datang ke hutan kita. Untuk itu dengan membaca artikel ini sampai tuntas mungkin kiranya bisa menambah pemahaman kita terkait ragam jenis burung Bentet baik yang ada di Indonesia maupun hanya tinggal sebentar seperti burung Bentet Loreng. Okey.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/05/02/bentet-loreng/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Bentet_loreng

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Lanius_tigrinus_Malaysia.jpg/750px-Lanius_tigrinus_Malaysia.jpg



Friday, March 31, 2017

Burung Cabai Jawa, Si Burung Endemik yang Bertubuh Kecil

Jenis burung Cabai termasuk sebagai burung yang berpostur tubuh kecil dan memiliki tampilan warna yang menarik. Selain itu kicauan jenis burung yang berasal dari keluarga Dicaeidae ini tidak kalah menarik dibandingkan dengan burung ocehan terkenal pada umumnya. Hanya saja orang-orang belum terlalu mengenalnya sebab sangat jarang dijumpai para pedagang burung yang menyediakan jenis burung Cabai. Jenis burung Cabai pun terdiri dari berbagai macam dan hampir semuanya mempunyai kicauan merdu. Adapun pada tulisan ini hanya menuliskan tentang salah satu jenis burung cabai yang kicauannya terdengar agak melengking dan merdu. Dan nama burung tersebut adalah Cabai Jawa.

Burung Cabai Jawa dikatakan sebagai burung endemik yang daerah persebarannya hanya terdapat dibeberapa saja di Indonesia. Daerah yang dihuni oleh burung Cabai Jawa cakupannya lumayan luas mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Lombok. Habitat hidupnya biasanya mendiami daerah terbuka yang dekat dengan pemukiman masyarakat seperti perkotaan, pekarangan, tepi pantai, dan hutan mangrove. Luasnya daerah persebaran burung Cabai Jawa membuatnya lebih banyak dikenal dibanding jenis burung cabai lainnya walaupun statusnya sebagai burung endemik. 

Gambar: Burung Cabai Jawa
Selain itu ciri fisik yang bisa dikenali dari burung Cabai Jawa adalah ukurannya yang sangat kecil dengan panjang hanya sekitar 8 cm. Adapun ciri lainnya bisa disimak penjelasannya di bawah ini:
  1. Secara umum warna fisiknya terdiri dari merah, abu-abu keputihan, dan hitam. 
  2. Warna merah tampak menyelimuti diseluruh bagian kepala sampai ke dada dan punggungnya. Pada bagian ekornya pun terlihat berwarna merah yang berada disisi atasnya.
  3. Warna abu-abu keputihan terlihat menutupi area bawah tubuhnya mulai dari pangkal dada, perut, hingga tunggirnya.
  4. Warna hitam pekat tampak jelas menutupi area kedua sayap dan ujung ekornya. 

Sedangkan ciri kicauan burung Cabai Jawa memiliki variasi atau terdiri dari beberapa jenis kicauan. Masing-masing kicauan yang dibunyikannya itu punyak maksud tersendiri seperti saat sibuk ataupun sewaktu meninggikan kicauannya. Adapun suaranya terdengar agak melengking dengan nada yang tidak terlalu tinggi. Dan bunyi nada kicauannya yang bervariasi tersebut adalah “ziittt.... ziittt... ziittt” dan “ tirrr... tiirrr... tirr” dan “cii..ttt...cii..ttt”. Hanya saja seringnya burung Cabai Jawa berkicau lebih menyukai mengeluarkan satu jenis kicauan sehingga terdengar agak monoton.

Sewaktu musim berbiak tiba yang berlangsung mulai dari Januari sampai Oktober atau hampir sepanjang tahun biasanya burung yang bernama latin Dicaeum trochileum akan meletakkan sangkarnya pada pohon yang tinggi. Selain itu burung betinanya mampu mengerami telur sebanyak 2 butir dalam sekali musim kawin yang berlangsung. Adapun pakan burung mungil ini terdiri dari serangga-serangga yang berukuran kecil, biji-bijian, dan buah-buahan.

Begitulah kiranya pembahasan mengenai burung Cabai Jawa yang dikenal sebagai burung endemik bertubuh kecil yang keberadaannya tidak jauh dari pemukiman rumah kita. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Cabai Jawa maka tak ada salahnya agar coba memelihara. Tujuannya agar burung Cabai Jawa ini semakin rajin bunyi dan cocok dijadikan burung masteran bagi burung ocehan lainnya. okey.

Sumber Tulisan:
1. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_cabai_jawa.htm
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Cabai_jawa

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Scarlet-headed_Flowerpecker_%28Dicaeum_trochileum%29_-_Flickr_-_Lip_Kee_%281%29.jpg/750px-Scarlet-headed_Flowerpecker_%28Dicaeum_trochileum%29_-_Flickr_-_Lip_Kee_%281%29.jpg

Thursday, March 30, 2017

Mengulik Tentang Burung Cica-kopi Melayu

Berbicara tentang burung endemik di Indonesia tentunya jumlahnya sangat banyak sekali dan beberapa di antaranya terkenal mempunyai kicauan merdu. Hanya saja sangat sedikit yang mengetahui bahwa jenis burung endemik memiliki kicauan tak kalah merdu dan gacor dibandingkan jenis burung yang sudah jamak dipelihara dan diperlombakan. Untuk itu pada tulisan ini ditulis mengenai salah satu jenis burung endemik yang rajin berkicau. Dan nama burung tersebut adalah burung Cica-kopi Melayu.

Pomatorhinus montanus yang menjadi nama latin burung Cica-kopi Melayu tergolong sebanyak burung endemik yang daerah persebarannya hanya berada di sekitaran Pulau Bangka, Kalimantan, Pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Sewaktu tinggal di alam liar biasanya burung Cica-kopi Melayu menghuni hutan lebat yang jauh dari pemukiman masyarakat. Selain itu tempat hidupnya tergolong luas mulai dari dataran rendah hingga mencakup area perbukitan di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut. Sifat burung Cica-kopi Melayu suka berbaur dengan kawanan burung lainnya untuk mencari makan berupa jangkrik, laba-laba kecil, belalang, ulat, dan buah-buahan. 
Gambar: Burung Cica-kopi Melayu
Adapun ciri fisik burung Cica-kopi Melayu tergolong jenis burung yang berukuran sedang dengan panjang sekitar 24 cm. Warna tubuhnya terdiri dari putih, hitam, merah karat, dan kuning. Bagian tubuh yang diselimuti oleh warna putih terdapat dibagian bawah meliputi tenggorokan, dada, sampai dengan perut hingga kepangkal perut, dan dibelakang matanya berupa garis horizontal. Pada bagian atas tubuhnya mulai dari punggung, pangkal sayap, dan dibalik sayap dekat perut tampak berwarna merah karat. Selain itu warna hitam terlihat menutupi area kepala, ujung sayap, dan bagian bawah ekornya. Paruh burung Cica-kopi Melayu berwarna kuning tua. 

Kicauan burung Cica-kopi Melayu mempunyai volume yang cukup besar dan tidak terlalu melengking. Suara yang dikeluarkannya sebenarnya bervariasi atau terdiri dari beberapa ragam kicauan. Hanya saja burung Cica-kopi Melayu lebih suka mengeluarkan satu atau dua jenis kicauan yang dibunyikan secara berulang-ulang. Nada kicauannya terdengar seperti: “tur..du...du...wiittt..wiittt” atau “puu....puu...riuuww” atau “piow... pu... pu”. Mungkin kicauannya yang sering monoton tapi bila dilatih dengan serius dapat memperkaya warna kicauannya agar mampu membunyikan lebih dari satu suara. 

Pada saat musim berbiak tiba yang terjadi di hampir setiap bulan selama sepanjang tahun biasanya burung Cica-kopi Melayu membangun sarangnya di atas pohon biasanya memanfaatkan rumput kering, ranting, dan lumut sebagai bahan baku utamanya. Sekali melakukan perkembangbiakan seringnya burung betina mengerami telur sebanyak lima butir atau lebih banyak dari jenis burung lainnya. Sebagai burung endemik yang daerah persebarannya terbatas biasanya sewaktu terbang tidak akan pergi terlalu jauh dan akan kembali lagi ke sarangnya saat sore tiba.

Sekilas perawatannya
Bagi yang hendak memelihara burung Cica-kopi Melayu perlu mengetahui tentang cara merawatnya. Perawatan tersebut terkait dengan pemberikan pakan yang baiknya memberikan voer, kroto, jangkrik, dan buah-buahan. Bila dalam pemberian voer terdapat kendala tentang nafsunya yang tidak begitu menyukai pakan tersebut maka perlu dicampur dengan kroto agar mendorongnya menyantap pakan tersebut sampai habis. Selain itu serangga yang diberikan kepada burung Cica-kopi Melayu ditujukan agar staminanya tetap fit dan tidak mudah lemas. Agar kicauannya terdengar bervariasi dan merdu maka perlu mendapatkan perhatian dengan memberikan pemasteran melalui kicauan burung lain atau burung sejenis yang telah rajin berkicau.

Nah, itulah penjelasan tentang burung Cica-kopi Melayu sebagai burung endemik yang jarang diketahui orang-orang. Untuk itu bagi Anda yang hendak menambah koleksi burung kicauan di rumah mungkin tak ada salahnya mencari burung Cica-kopi Melayu. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/04/12/cica-kopi-melayu-burung-lokal-yang-gacor/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Cica-kopi_melayu

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Chestnut-backed_Scimitar-babbler_-_Ijen_-_East_Java_MG_7589_(29543406140).jpg

Tentang Burung Manyar Emas

Jenis burung Manyar sudah lama dikenal sebagai burung yang punya keterampilan dalam merias sangkarnya. Tampilan sangkar jenis burung Manyar tampak berukuran cukup besar dengan bentuk beraneka ragam seperti kendi ataupun corong. Biasanya sangkar yang dibangun oleh jenis burung Manyar disangkutkan pada ranting pohon dengan lubang masuk berada dibagian bawah sangkarnya. Selain itu umumnya jenis burung Manyar yang banyak dikenal orang-orang terdiri dari tiga jenis yakni burung Manyar Tempua, Manyar Jambul, dan Manyar Emas. Hanya saja pada artikel ini coba mengulas tentang jenis burung Manyar Emas saja.

Burung Manyar Emas merupakan salah satu jenis burung Manyar yang persebaran populasinya hanya terdapat di kawasan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Hampir semua negara di Asia Tenggara meliputi Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia. Di kawasan Indonesia kehadiran burung Manyar Emas hanya terdapat di daerah Sumatera dan jawa dengan menyukai habitat hidup berada di semak belukar dan rawa-rawa. Biasanya burung Manyar Emas suka bergerak dalam bentuk koloni atau beramai-ramai dengan jumlah besar baik untuk mencari makan ataupun hanya sekedar istirahat. Pakan yang biasanya disantap oleh burung Manyar Emas adalah biji-bijian seperti padi dan jenis biji-bijian lainnya.

Gambar: Burung Manyar Emas
Ploceus hypoxanthus yang menjadi nama latinnya tergolong mempunyai ukuran fisik yang lumayan kecil. Panjang tubuh burung Manyar hanya sekitar 15 cm dengan bentuk paruh yang berukuran agak besar dan pendek. Pendeknya paruh tersebut bertujuan untuk menghancurkan biji-bijian yang dimakannya dari alam liar. Secara umum hampir seluruh bagian tubuhnya berwarna kuning keemasan. Pada bagian muka tepatnya di area pipi yang berada dekat matanya tampak berwarna cokelat kehitaman. Punggung dan sayapnya terlihat berwarna cokelat sedikit kehitaman.

Tipikal burung Manyar Emas yang hidup di semak-semak terbilang cukup sulit dijumpai sebab suka berpindah-pindah untuk menghindar dari yang membahayakannya. Selain itu suara kicauan burung Manyar Emas terbilang amat indah dengan terdapat getaran yang bertempo panjang. Selain itu kicauannya tedengar cukup cepat seperti suara crecetan dan tembakan yang unik. Nada kicauannya pun bervolume lumayan tinggi dengan terdapat lengkingan suara yang tidak memekikan telinga. Karenanya jenis burung Manyar Emas ini cukup banyak digandrungi orang-orang untuk dipelihara dan dilatih agar mempunyai kicauan merdu dan memiliki crecetan.

Akan tetapi disaat sekarang ini keberadaan burung Manyar Emas ini semakin sulit ditemukan di alam liar. Alasannya adalah telah terjadi penyusutan jumlah yang mengakibatkan burung Manyar Emas agak susah dicari di alam liar. Karenanya status yang disematkan kepada burung Manyar Emas sudah mendekati terancam. Ini pun tak terlepas dari semakin banyaknya hutan yang menjadi habitat hidupnya yang rusak dan maraknya perburuan terhadap burung ini. Selain itu, masih sedikitnya orang-orang yang hendak membudidayakan burung Manyar Emas turut mempengaruhi turunnya jumlahnya di alam liar. Untuk sebaiknya bagi Anda yang tertarik dengan burung ini sebaiknya mencari di tempat pembudidaya bukan yang berasal dari hutan. Tujuannya agar populasinya secara perlahan dapat normal kembali agar tidak terancam punah.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/09/16/manyar-emas/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/95/Asian_Golden_Weaver_-_Thailand_S4E4522_%2822861593231%29.jpg/800px-Asian_Golden_Weaver_-_Thailand_S4E4522_%2822861593231%29.jpg

Wednesday, February 1, 2017

Jalak Kerbau, Si Burung Kicauan yang Kurang Digemari

Bagi para pecinta burung kicauan mungkin sudah tidak asing lagi dengan keluarga burung jalak yang terkenal ahli berkicau dan cakap dalam menirukan ucapan. Jenis burung jalak yang ada di tengah-tengah masyarakat kita terbilang cukup banyak dan beberapa di antaranya dikenal sebagai burung pengicau yang bersuara merdu. Akan tetapi terdapat di antara jenis burung jalak yang kurang digemari oleh orang-orang untuk dipelihara padahal kicauannya terbilang merdu. Untuk itu dalam artikel ini, sengaja dikupas secara mendalam tentang jenis burung jalak tersebut. Adapun namanya adalah burung Jalak Kerbau.

Burung Jalak Kerbau yang bernama latin Acridotheres Javanicus dikenal sebagai jenis burung jalak yang punya kemampuan berkicau dan mengulai ucapan manusia yang sering didengarnya. Bunyi kicauannya terdengar agak parau dengan nada berirama yang diulang dalam tempo yang lumayan lama. Nada kicauannya terdiri dari dua nada seperti “criktetowi” yang sering dikeluarkannya dengan suara paraunya. Nada lainnya terdengar seperti “criuk...criuk...criuk” yang berbunyi biasanya sewaktu terbang di udara. Kemampuannya dalam menirukan kata memang tidak sebagus kerabat dekatnya yakni burung beo. Akan tetapi burung Jalak Kerbau mampu dilatih mengucapkan beberapa kata sebagai bukti kecerdasannya dalam menirukan suara. Sewaktu berkicau ciri khasnya dengan menaik-turunkan kepalanya sambil bulu-bulu di kepala pun ikut mengembang. 
Gambar: Burung Jalak Kerbau
Nama burung Jalak Kerbau terbilang cukup banyak mulai dikenal dengan nama Kerak Kerbau, Jalak Kebo, Jalak Hitam, Jalak Ungu, dan Jalak Penyu. Penyebarannya tidak hanya terfokus di Indonesia tapi terdapat pula dibeberapa negara lainnya disekitaran benua Asia termasuk kawasan Asia Tenggara. Di kawasan Indonesia burung Jalak Kerbau berada di  Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan Sumatera. Habitat aslinya sebenarnya tidak terdapat di Pulau Sumatera. Hanya berdasarkan asumsi bahwa banyaknya jenis burung Jalak Kerbau di hutan dan desa di Sumatera akibat dilepaskan liarkan dari hasil penangkaran atau peliharaan. 

Sewaktu berada di alam liar, burung Jalak Kerbau akan membentuk kelompok dan hidup di hutan dataran tinggi maupun sedang dan sekitar pemukiman masyarakat desa ataupun kota. Makanan yang biasa disantapnya adalah serangga kecil, buah-buahan, ulat, dan kutu. Musim perkembangbiakan yang terjadi pada burung Jalak Kerbau seringnya berlangsung sekitar bulan Mei sampai November dan menyusun sarangnya di atas pohon yang berlubang. Burung ini pun terkenal mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Terlihat saat beraktivitas biasanya mereka akan menghabiskan waktunya dengan berdiri di atas punggung kerbau untuk mencari kutu. Selain itu pula tempatnya mencari makanan tidak hanya di hutan atau disekitar kerbau tapi merambah ke dekat pemukiman orang-orang, taman kota, dan sawah.
Nah, berbicara bentuk fisiknya umumnya tak jauh beda dengan burung jalak jenis lainnya dengan ukuran sekitar 25 cm. Adapun ciri lainnya dapat dilihat penjelasannya pada poin-poin di bawah ini:
  1. Terdapat jambul yang berukuran pendek yang berwarna abu-abu kehitaman.
  2. Hampir seluruhnya berwarna abu-abu kehitaman mulai dari kepala, pipi, punggung, sayap, perut, dan ekor bagian atasnya.
  3. Terdapat warna putih cerah dibagian dalam sayapnya dan akan kelihatan jelas sewaktu terbang mengepakkan sayapnya. Selain itu, tampak dibagian bawah tubuh bagian tunggir dan ekornya pun berwarna putih cerah.
  4. Paruhnya berukuran pendek dengan warna kuning krim
  5. Kakinya berukuran agak panjang dan warnanya mirip seperti paruhnya.
Sepenggal mitos
Karena dikenal luas oleh masyarakat sebagai burung pengicau terdapat mitos yang disematkan kepadanya. Mitos tersebut terkait dengan jenis mata burung Jalak Kerbau yang terbagi atas dua yakni iris mata putih dan iris mata kuning. Mitosnya adalah burung Jalak Kerbau yang kicauannya bagus biasanya dimiliki oleh yang iris matanya kuning. Sedangkan iris mata putih kemampuannya adalah mampu mengulangi ucapan atau bahasa yang diajarkan padanya.

Sekilas perawatannya
Sebagai burung pengicau yang walaupun jarang ada memeliharanya sebab dikenal pula sebagai burung rakus dan sering membuang kotoran. Artinya saat memeliharanya terpaksa harus menyediakan porsi makan yang tidak sedikit dan mesti rajin membersihkan sangkarnya yang dipenuhi kotoran. Akan tetapi penting juga untuk mengetahui cara perawatannya agar burung Jalak Suren mudah jinak kepada pemiliknya dan tidak sulit melatihnya berkicau. Adapun cara perawatan mesti memperhatikan penjemurannya yang dilakukan rutin setiap hari di waktu pagi sekitar 30 sampai 60 menit. Tak lupa juga untuk memandikannya agar tubuh menjadi bersih dan menghindarkannya dari penyakit. Sediakan juga makanan berupa jangkrik, ulat hongkong, buah-buahan dan voer. Terakhir, rutinlah merawatnya seperti itu setiap hari.

Sumber tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/04/12/perawatan-jalak-kerbau-agar-rajin-bunyi/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Kerak_kerbau

Sumber gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/68/Javan_Myna_%28Acridotheres_javanicus%29_-_Flickr_-_Lip_Kee_%281%29.jpg/512px-Javan_Myna_%28Acridotheres_javanicus%29_-_Flickr_-_Lip_Kee_%281%29.jpg

Tuesday, January 31, 2017

Mengenal Lebih Dekat Kucing Scottish Fold

Kucing Scottish Fold merupakan sederet kucing ras yang saat ini tergolong banyak peminatnya tidak hanya di negara asalnya tapi merambah keberbagai negera lainnya termasuk Indonesia. Keunikan kucing Scottish Fold tampak dari bentuk telinganya yang melipat kedepan hingga kadang hampir menyentuh keningnya. Bentuk telinga yang melipat ke arah depan tersebut tentunya hanya ada pada kucing asal Skotlandia ini dan membuatnya tampak lucu serta menimbulkan ketertarikan bagi yang melihatnya.
 
Telinga yang melipat ke arah depan yang terjadi pada kucing Scottish Fold berlangsung secara alami yang awalnya tanpa mendapatkan sentuhan tangan manusia untuk mempengaruhi genetikanya. Ini terlihat dari sejarahnya bahwa kucing Scottish Fold yang awalnya bernama Flops ditemukan pertama kali oleh petani di Perthshire, Skotlandia pada tahun 1961. Pada awal petani yang melihat kucing ini sudah mempunyai bentuk telinga yang melipat ke depan dan warna bulunya putih. Adanya penemuan kucing yang telinganya melipat ke depan ini pun ditandai sebagai nenek moyangnya ras pertama kucing Scottish Fold di dunia.
Gambar I: Anakan Kucing Scottish Fold
Selanjutnya, pada tahun 1966 keturunan kucing Scottish Fold dari indukan yang ditemukan pertama kali oleh seorang petani tahun 1961 coba didaftarkan kepada organisasi pecinta kucing dunia di Inggris yang bernama Governing Council of the Cat Fancy (GCCF). Dalam perkembangan berikutnya ras kucing Scottish Fold yang telah dikembangbiakkan dibawa terbang ke Amerika untuk menstabilkan genetik agar memastikan setiap kucing yang lahir dari ras ini akan mempunyai bentuk telinga yang sama nantinya. Tentunya cara tersebut berhasil dan menjadikan kucing ras telinga melipat ke depan ini dicatatkan kembali ke GCCF yang sebelumnya sempat dihapus.
 
Ciri fisik kucing Scottish Fold sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan kucing ras pada umumnya. Terlihat dari ukuran badannya yang tergolong tegap dengan berat mencapai maksimal 6 kilogram untuk yang jantan dan betina sekitar 4 kilogram. Bentuk kepalanya tampak bulat seperti bola dengan bentuk mata yang juga besar. Panjang tubuhnya terbilang sedang atau hanya sekitar 40-an cm saja. Untuk warnanya sendiri terdiri cukup bervariasi seperti putih, silver, abu-abu, dan kuning keemasan tergantung dari jenis indukannya. Ras kucing Scottish Fold dibagi dalam dua kelompok yakni ras berbulu pendek dan berbulu panjang. Terjadinya perubahan telinga yang melipat pada kucing Scottish Fold hanya terjadi pada saat mulai berumur sekitar 4 minggu. Sebab saat pertama kali lahir biasanya anakan kucing ini telinganya berbentuk meruncing tegak seperti kucing lainnya.
Gambar II: Kucing Scottish Fold Dewasa
Berbicara tentang karakternya perlu diketahui bahwa ras kucing Scottish Fold termasuk kucing yang mudah beradaptasi dan aktif. Dengan keaktifan dan kelincahannya membuat kucing ini sangat cocok dijadikan teman bermain yang dijamin dapat mengocok perut si pemilik hingga tertawa lepas. Akan tetapi dapat disimak pula bahwa kucing Scottish Fold mesti cukup mendapatkan perhatian dari pemiliknya. Sebab bila jarang diperhatikan dengan menyapa atau mengelus lehernya dapat menjadikannya stress dan mudah terserang penyakit. Suara kucing Scottish Fold sewaktu memanggil pemiliknya terdengar lembut dan nadanya rendah. Tentunya bagi siapapun yang mendengarnya akan merasa bahagia dan terenyuh hatinya untuk langsung mengelus-ngelus kepala dan menggendongnya.
 
Dalam perawatannya juga perlu diperhatikan tentang kebersihan bulu-bulunya dengan rutin menyisir terutama untuk yang berbulu panjang. Begitu pula dengan telinganya yang mengatup ke depan perlu dibersihkan bagian dalamnya karena model telinga seperti itu lebih mudah lembab dan ditutupi kotoran. Selain itu, dapat membawanya ke tempat perawatan kucing ras untuk memeriksa kesehatannya agar terhindar dari serangan penyakit. Disamping itu pula dapat menambah pengetahuan si pemilik tentang cara merawatnya yang benar termasuk jenis pakan yang baik untuknya.
 
Meninjau harganya bahwa kucing yang menggemaskan ini dibandrol dengan harga yang relatif mahal. Untuk satu ekor kucing Scottish Fold yang telah dewasa harganya dapat mencapai di atas 10 jutaan tergantung dari jenis bulu, telinga, kelamin, usia, dan sertifikat dari cattery tempatnya dijual. Akan tetapi dengan hanya meihat gambar kucing Scottish Fold yang bertubuh gempal dengan bentuk wajah yang bulat ditambah telinga yang mengatup ke depan tentunya tak ada salahnya untuk memelihara kucing ras ini.

Sumber Tulisan:
1. https://okdogi.com/2016/05/kucing-scottish-fold/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Scottish_Fold

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/05/Silver_tabby_Scottish_Fold_Kitten.jpg/512px-Silver_tabby_Scottish_Fold_Kitten.jpg 
2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/Scottish_Fold_-_CFF_cat_show_Heinola_2008-05-03_IMG_7882.JPG/512px-Scottish_Fold_-_CFF_cat_show_Heinola_2008-05-03_IMG_7882.JPG

Monday, January 30, 2017

Mengenal Burung Murai Air sebagai Burung Ocehan yang Kurang Populer

Burung ocehan yang populer di tengah-tengah masyarakat terbilang sedikit dibandingkan dengan jumlah jenis burung yang bersuara merdu yang lumayan banyak. Hal ini terlihat dari jenis burung kicauan yang lazim dipelihara dan diikutkan dalam perlombaan hanya sekitar burung Murai Batu, Pleci, Anis Merah, Kenari, dan Kacer. Sedangkan jenis burung kicauan lainnya seringnya dijadikan burung pemaster bagi burung kicauan untuk diikutkan perlombaan. Padahal jenis burung ocehan yang kalah pamor tersebut juga mempunyai suara kicauan yang sebanding dengan burung kicauan yang banyak dipelihara. Salah satunya terjadi pada burung yang bernama Murai Air.

Burung Murai Air secara penampilan dikatakan mirip dengan burung Murai Batu dengan postur tubuh yang sedang dan ekor yang agak panjang. Hanya saja bedanya burung Murai Air tidak berwarna hitam dan oranye seperti Murai Batu. Warna bulu burung Murai Air didominasi hitam keabu-abuan hampir menutupi seluruh tubuhnya. Terdapat warna putih terang dekat pertengahan kedua sisi sayapnya. Lalu pada bagian bawah tubuhnya tepatnya disisi perut terlihat warna krim kecokelatan. Yang khas dari burung Murai Batu adalah warna matanya yang jarang terdapat pada burung ocehan manapun. Matanya berwarna kemerahan terang dan pupilnya terlihat hitam. Dengan tampilan mata seperti itu terlihat burung Murai Air memang sedikit agak menyeramkan saat dilihat dengan minim cahaya.
Gambar: Burung Murai Air
Penyebaran burung Murai Air tidak hanya terbatas di hutan Indonesia saja melainkan terdapat diberbagai negara Asia lainnya seperti Tiongkok, Thailand, Malaysia, Laos, Bhutan, Vietnam, dan Nepal. Begitu luasnya daerah tempat hidup burung yang mirip murai batu ini membuatnya dapat hidup di hutan subtropis dan tropis. Selain itu burung ini pun biasanya menetap di hutan primer, sekunder, dan semak belukar yang masih ditumbuhi pepohonan. Luasnya daerah penyebaran tidak hanya mempengaruhi tempat hidupnya melainkan juga namanya pun terdiri dari berbagai macam. Adapun nama-nama yang disematkan kepada burung yang berasal dari keluarga Timaliidae adalah Murai Laut, Murai Besi, Air Mancur, dan Loang Tail Sabia penyebutan namanya dalam bahasa inggris.
 
Sewaktu hidup di alam liar biasanya burung yang bernama latin Heteropahasia Picaoides ini menyantap aneka jenis serangga kecil dan buah-buahan. Biasanya makanan yang diperolehnya terdapat di permukaan tanah, batang pohon, ataupun pucuk pohon yang terdapat serangga dan buah-buahan kecil. Sewaktu mencari makanan burung Murai Air akan membentuk kelompok yang berisikan 10 ekor untuk menyusuri hutan yang terdapat makanan atau hanya sekedar beristirahat.
 
Karakter kicauannya terdengar amat mirip suara air yang mengucur deras dengan diulangi secara terus menerus. Suara yang mirip air mengucur itu dibunyikan dengan tempo yang cukup rapat dan dinyanyikan dalam durasi waktu yang agak lama. Adapun bunyi nada burung Murai Air kurang lebih seperti: “Cerrrr...ceerrr....cerrr” dan “tweettt...tweett...cerrr....ceerr”. Dengan kemampuan kicauan seperti itu dapat dimanfaatkan untuk melatih burung lain dengan melakukan latihan bersama atau mendengarkan bunyi rekaman suaranya saja.

Sekilas tentang perawatannya 
Walaupun burung Murai Air kurang begitu populer dikalangan para pecinta burung kicauan yang dikarenakan tampilannya yang tampak kurang menarik akan tetapi penting juga diketahui tentang cara merawatnya. Dalam merawat burung Murai Batu perlu diperhatikan pakan yang disantapnya setiap hari. Perlu memberikan variasi makanan dengan tidak hanya mengasih pakan jangkrik tapi menambahkan pakan lainnya seperti voer, kroto, dan ulat hongkong. Begitu pula dengan perawatannya lainnya seperti rutin memandikannya setidaknya 2 kali sehari. Termasuk juga penjemurannya yang sebaiknya jangan dilakukan terlalu panas dengan durasi sekitar 30 – 45 menit saja. Sebab bila burung Murai Air terlalu lama terpapar sinar matahari dapat mengganggu kesehatan dan membuatnya lebih mudah terkena stres.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/06/25/tips-perawatan-murai-air-agar-lebih-rajin-bunyi-untuk-masteran/
2. https://ronggolawe.info/murai-air-sang-pemaster-bersuara-joss/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Heterophasia_picaoides-2004-8-21.jpg

Sunday, January 29, 2017

Sekilas Tentang Burung Kecembang Gadung

Burung Kecembang Gadung yang bernama latin Irena Puella merupakan jenis burung pengicau yang suaranya tak kalah indah dengan burung ocehan populer lainnya. Akan tetapi tidak banyak yang memelihara dan mengenal burung yang satu ini. Ditambah pamornya kalah dengan burung pengicau lainnya seperti murai batu, anis merah, dan cucak ijo. Apalagi tampilannya yang terbilang cantik dengan warna biru hitam dan khas pada mata yang berwarna kemerahan. Karenanya, pada artikel ini diulas mengenai burung Kecembung Gadung biar dapat lebih dikenal oleh para pembaca sekalian.
 
Di kalangan masyarakat kita biasanya burung Kecembung Gadung dikenal pula dengan nama Cucak Biru. Ini dikarenakan warna tubuhnya didominasi oleh warna biru cerah dibagian mahota kepala, tengkuk, punggung, dan belakang punggung berbatasan dengan ekornya. Selain warna biru cerah terdapat warna hitam pekat yang menutupi bagian wajah, depan wajah dekat paruh, tenggorokan, perut, sayap bagian atas, dan ekornya. Yang menjadi keunikan pada burung Kecembung Gadung adalah matanya yang berwarna merah gelap dengan pupil yang berwarna cokelat kehitaman. Ukuran tubuhnya terbilag agak besar yakni sekitar 25 cm dibanding jenis burung ocehan lainnya yang hanya sekitar 19 cm saja.
Gambar: Burung Kecembung Gadung atau Cucak Biru
Walaupun burung Kecembung Gadung dipanggil juga dengan nama burung Cucak Biru akan tetapi tidak banyak masyarakat yang mengenalnya sebagai burung pengicau. Suara kicauan burung Kecembung Gadung terdengar nyaring dan mengalun-alun. Terdapat juga suara yang mendering saat menaikkan nada kicauannya. Selain itu, kicauannya mampu mengeluarkan tembakan-tembakan bernada tinggi dan melengking. Ditambah pula burung ini pun mampu mengingat berbagai jenis suara kicauan yang didengarnya untuk dibunyikan kembali bergantian dengan kicauan aslinya. 

Selain dikenal dengan nama burung Cucak Biru bahwa terdapat nama lainnya yang disematkan untuk burung Kecembung Gadung. Nama-nama tersebut adalah Cucak Gadung dan Asian Fairy Bluebird dalam bahasa inggrisnya. Keberadaannya tidak hanya terdapat di Indonesia tapi juga tersebar dibanyak negera di Asia. Adapun negara-negara yang dijadikan habtat bagi burung Kecembung Gadung adalah Tiongkok, Malaysia, India, Vietnam, dan Pilipina. Sedangkan di Indonesia sendiri yang menjadi tempat hidupnya terdapat di daerah Pulau Sumatera, Bangka Belitung, Pulau Jawa, dan Kalimantan. Banyaknya daerah yang ditinggali burung perparas biru kehitaman ini membuat populasinya masih terjaga dengan baik di alam.
 
Adapun hutan yang ditinggali oleh burung Kecembung Gadung adalah hutan primer, hutan sekunder, hutan rawa, sampai dengan pegunungan. Artinya burung pengicau ini mampu hidup mulai dari dataran rendah sampai dengan tinggi. Saat berada di hutan biasanya membentuk kawanan kecil atau bergerak sendiri-sendiri dengan bertengger di atas ranting pohon yang tinggi. Biasanya sewaktu mencari makanan burung Kecembung Gadung akan menyantap buah-buahan yang kaya dengan air dan serangga kecil. Sewaktu musim kawin tiba, kawanan ini akan berpencar dengan bergerak bersama pasangannya saja. Dalam membentuk sarang seringnya mengandalkan peran betina dengan mengumpulkan bahan sarang dari ranting, daun, dan akar yang telak kering. Dalam sekali musim kawin si betina mampu mengeluarkan telur hanya dua butir saja dan dierami selama dua minggu.

Sekilas perawatannya
Bagi yang ingin memelihara dan telah memiliki burung Kecembung Gadung perlu diperhatikan tentang cara perawatannya. Dalam perawatan hariannya perlu menyediakan pakan pokok berupa buah-buahan segar yang kaya air seperti pepaya, pir, apel, mangga, pisang, ataupun jeruk. Buah-buahan tersebut tentunya mesti dikupas atau membuang kulitnya dahulu dan memotongnya sesuai ukuran yang dibutuhkan. Selain memberikan buah-buahan dapat juga menambahkan pakan serangga seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong, serta tak lupa berikan pula multivitamin. Adapun yang tak boleh dilewatkan adalah prosesi pemandian dan penjemurannya yang mesti dilakukan secara rutin setiap harinya. Tak lupa pula untuk mengasah kicauannya dengan memperdengarkan bunyi burung lain agar memperkaya warna kicauannya.

Itulah sekilas informasi yang dapat dituliskan dalam artikel ini seputar burung Kecembung Gadung. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kita semuanya tentang burung yang dipanggil Cucak Biru ini. Selain itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Kecembung Gadung dapat memeliharanya ataupun cobalah menangkarnya. Supaya populasinya di hutan tidak tergaggu dan Anda tetap bisa memeliharanya.  

Sumber tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/09/16/kecembang-gadung/
2. https://omkicau.com/2014/11/08/tips-agar-burung-cucak-biru-rajin-berbunyi/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Asian_Fairy-bluebird_(Irena_puella).jpg

Mengupas Tentang Kucing Maine Coon

Berbicara tentang kucing ras asal eropa dan amerika yang berbadan tegap dan ukuruan tubuh yang lebih panjang dari kucing biasanya tergolong agak jarang jenisnya. Dari sekian banyak jenis kucing ras yang ada saat ini tercatat hanya sekitar dua atau tiga kucing saja yang postur tubuhnya cukup besar dengan badan yang tegap. Salah satunya terdapat di Amerika tepatnya berasal dari Maine yang merupakan negara bagian di Amerika Serikat. Pada tulisan ini diulas lebih dalam mengenai kucing ras asal Amerika Serikat yang berbadan tegap dan banyak dipelihara orang-orang diseluruh negara. Adapun nama kucing tersebut adalah kucing Maine Coon.
Gambar I: Kucing Maine Coon Anakan
Kucing Maine Coon merupakan kucing ras dari Amerika yang postur tubuhnya tergolong besar dengan panjng dapat mencapai 100 cm. Selain tubuhnya yang berukuran panjang juga diikuti dengan bulu-bulunya yang mirip kucing anggora lebatnya. Hanya saja kucing Maine Coon bulunya tampak lebat pada bagian selain wajah dan keempat kakinya. Pada bagian leher dan dadanya terlihat bulu lebat yang berukuran lebih panjang dari sisi lain tubuhnya. Dengan adanya tampilan bulu yang lebat dibagian dadanya tersebut membuat kucing Maine Coon terlihat anggun saat duduk. Bentuk kepalanya berbentuk segitiga dengan agak meruncing dibagian pipi ke mulutnya. Sorot matanya cukup tajam dengan ukuran agak besar dan telinga nya pun berukuran besar dan lebar diserta bulu-bulu halus panjang tampak disisi luar telinganya. Begitu pula dengan ekornya yang juga berukuran panjang dan berbulu lebat dari pangkal sampai keujungnya.
Sebagai kucing yang mempunyai tampilan raksasa dibanding kucing ras pada umumnya bahwa kucing Maine Coon dewasa dapat mencapai berat hingga 9 kg. Selain itu, warna bulunya terdiri dari berbagai jenis warna mulai hitam, putih, silver, cokelat, dan kuning. Akan tetapi untuk tiap ekor kucing Maine Coon biasanya hanya terdiri dari dua atau tiga warna saja. Walaupun kepalanya berbentuk agar dan wajahnya menunjukkan kesan menyeramkan bukan berarti kucing ini tampak agresif kepada manusia. Sebab kucing Maine Coon tergolong kucing ras yang amat mudah beradaptasi dengan pemilik barunya dan bahkan cukup jinak yang selalu berada dekat pengasuhnya.
Gambar II: Kucing Maine Coon Dewasa
Disamping mudah beradaptasi dan ramah dengan pemiliknya terdapat sifat lainnya pada kucing Maine Coon yang perlu disimak. Sifat-sifat lainnya tersebut seperti kucing ini ternyata gemar diajak bermain terutama saat dibawa ke halaman atau taman. Kucing Maine Coon akan menikmati hidupnya di luar ruangan dengan mencari genangan air dan bermain di situ. Sifat lainnya yang dikupas dari kucing bertubuh tegap ini adalah kemandiriannya saat berada di luar rumah yang dengan cepat menyesuaikan diri.
Pada sejarahnya disebutkan bahwa ras kucing Maine Coon termasuk ke dalam salah satu ras kucing tertua di dunia. Kehadiran kucing Maine Coon bukanlah berasal dari rekayasa genetik oleh campur tangan manusia melainkan berlangsung alami. Karenanya sampai saat ini tidak diketahui secara pasti mengenai nenek moyangnya dan timbul beragam pendapat bahwa kucing Maine Coon disebut hasil kawin silang antara kucing Anggora dan Norwegian Forest. Adapula yang mengatakan bahwa asal kucing berbulu panjang ini antara rakun dengan kucing setengah liar. Walaupun terdapat banyak pendapat mengenai asal usulnya tentunya saat ini kucing Maine Coon telah banyak dikembangbiakkan untuk diperdagangkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Harga kucing Maine Coon lumayan mahal dan tergolong kucing mewah dengan taksiran harga dapat mencapai 20 jutaan. 

Tentunya bagi siapapun yang hendak membeli kucing ras manapun termasuk Maine Coon dapat mencarinya di tempat penjualan kucing resmi seperti cattery yang bersertifikat. Pastikan pula bahwa kucing Maine Coon sudah mendapatkan vaksinasi dari toko penjual untuk memastikan kesehatannya tetap terjaga. Karena bulu kucing Maine Coon cukup lebat dan panjang mengharuskan Anda untuk rajin menyisirnya agar kutu dan kuman tidak menempel di sela-sela buluya.

Sumber tulisan:
1. http://okdogi.com/2015/12/ingin-beli-kucing-maine-coon-baca-artikel-ini-dulu/
2. http://kucingmu.com/meong/6-ciri-khas-kucing-maine-coon-asli-dan-sifatnya-yang-lucu-imut-menggemaskan/

Sumber gambar:
1. https://pixabay.com/en/cats-kittens-maine-coon-hair-1935013/
2. https://pixabay.com/en/cat-maine-coon-domestic-cat-animal-1208013/

Saturday, January 28, 2017

Sepenggal Mitos pada Kucing yang Jarang Diketahui

Kucing merupakan salah satu dari puluhan jenis hewan yang banyak dijadikan orang-orang sebagai hewan peliharaan. Tidak diketahui secara pasti entah sejak kapan manusia mulai mengenal dan menjadikan kucin sebagai hewan peliharaan. Tapi dari ribuan tahun bahkan sebelum masehi keberadaan kucing sudah lama ada dan membentuk sejarahnya sendiri bersama manusia. Begitu lamanya kucing dikenal secara baik oleh manusia untuk dipelihara ternyata telah muncul dan tumbuh ragam pendapat seputar kucing. Pendapat tersebut lebih kepada mitos yang mengarahkan sesuatu kejadian dengan tingkah atau perilaku kucing termasuk jenis dan warna bulunya.

Mitos yang berkembang pada kucing sudah sangat lama sekali terjadi dan telah berlangsung secara turun temurun hingga sampai sekarang ini. Kepercayaan mitos yang disematkan kepada kucing cukup sulit dicerna oleh akal pikiran termasuk soal pembuktian kebenarannya. Akan tetapi tetap saja bagi sebagaian kalangan masyarakat ada yang mempercayai mitos tersebut benar adanya. Salah satu mitos pada kucing yang paling sering didengar adalah mengenai kucing jantan belang tiga yang dipercaya mempunyai kekuatan magis atau semacam mistik yang dapat melumpuhkan mangsanya hanya dengan memandangnya. Kuatnya mitos yang satu ini dibarengi dengan langkanya keberadaan kucing jantan belang tiga yang perbandingannya antara 1:1000. Artinya tiap seribu ekor kucing yang lahir kemungkinan terdapat kucing belang tiga yang berkelamin jantan hanya ada satu ekor saja. Hingga bagi orang tertentu bahkan berani membeli kucing jantan belang tiga dengan harga yang cukup tinggi melebihi kucing ras asal eropa.

Gambar: Kucing Kampung
Nah, pada artikel ini penulis menguraikan mitos-mitos lainnya yang banyak disematkan kepada kucing. Untuk itu, baca dan simaklah artikel ini sampai tuntas, okey:
  1. Dikatakan kucing tersebut membawa kabar baik ataupun dapat menambah kemudahan dalam mencari rezeki dengan ciri bulu berwarna hitam dan terdapat warna putih sedikit dibagian keningnya. Ataupun kucing yang dipelihara mempunyai anak sampai tujuh dalam satu kali kawin dapat membantu pemiliknya untuk mendapatkan banyak rezeki. Dan bila pada acara pesta terdapat kucing yang datang diyakini dapat mendatangkan keberuntungan bagi si empunya acara.
  2. Bila melihat kucing yang hendak menyebarang jalan tapi niatnya urung dengan kembali ketempatnya semula maka itu pertanda kurang baik bagi pekerjaan yang akan sering molor atau terbengkalai.
  3. Bila kucing tertabrak dijalan diminta untuk segera menguburnya. Mitosnya untuk menghindarkan bencana yang menimpa si pelanggarnya agar tidak bernasib sama seperti kucing tersebut.
  4. Kucing yang dilukai dengan cara dipukul oleh siapapun sampai terluka ataupun mati dipercaya dapat mendatangkan kabar buruk dengan berkurangnya rezeki yang diperoleh.
  5. Kucing yang menjilati kaki pemiliknya diyakini pula dapat mendatangkan kabar baik dengan bertambahnya rezeki yang diperoleh si pemilik atau salah satu dari keluarganya.
  6. Rumah yang disambangi oleh kucing liar tak bertuan dan disambut baik oleh pemilik rumah diyakini dapat memudahkan rezeki datang menghampiri si empunya rumah.
  7. Selain mitos yang terkait kekuatan gaib dipercaya pula kucing belang tiga yang lahir sebagai tanda untuk mendatangkan rezeki bagi si pemiliknya.
  8. Mitos yang penulis rasa paling hebat adalah saat kucing berwarna hitam sampai melombati atau melangkahi jenazah diyakini dapat membangkitkan jenazah tersebut kembali.
Itulah mitos yang terkait dengan kucing yang dipercaya kebenarannya sampai dengan sekarang ini. Akan tetapi pesan moral bagi penulis terkait mitos yang dituliskan dalam artikel ini mestinya kita memperlakukan dengan baik kucing ataupun hewan lainnya agar tidak menyiksanya. Karena kucing ataupun hewan lainnya sebenarnya punya hak yang sama untuk disayangi oleh manusia atau paling tidak dengan tidak memukulnya sampai terluka apalagi sampai mati.

Friday, January 27, 2017

Mengenali Karakter Kucing dari Gerakan Tubuhnya

Memelihara kucing merupakan sesuatu yang lumrah dilakukan orang-orang dimanapun baik di Indonesi maupun negara lain. Banyaknya orang-orang yang bersedia memelihara kucing bukanlah tanpa alasan. Sebab kucing tergolong hewan yang mudah jinak dan tidak sulit dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya. Selain itu, kucing yang terdiri dari berbagai jenis ras juga tergolong hewan terlucu dengan badan yang gemuk dan bulu-bulu yang lebat. Sehingga tak khayal bagi sesiapapun yang memelihara kucing sering bermain dengannya untuk mengundang tawa dari tingkah kucing tersebut.

Gambar: Kucing yang lagi istirahat
Nah, mungkin di antara para pembaca sekalian sangat menggemari kucing untuk dipelihara di rumah. Akan tetapi sebagai pemelihara kucing bisakah kita mengetahui tentang karakternya. Mengetahui karakter hewan peliharaan termasuk kucing tergolong penting untuk membantu kita dalam memahami maksud yang diinginkannya dan membuatnya terhindar dari stress. Kalau pun dari para pembaca sekalian belum banyak yang mengerti tentang karakter atau sifat kucing tidak perlu khawatir. Karena dalam artikel ini, saya coba menguraikan tentang karakter kucing yang dapat diketahui dari gerak tubuhnya.

Adapun penjelasan lengkapnya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
Gambar: Kucing yang sedang bermain
  1. Tatapan mata yang tidak berkedip, bila melihat kucing peliharaan yang matanya tidak berkedip dalam tempoang lama menandakan kucing tersebut sedang dalam posisi waspada. Biasanya kucing yang matanya tidak berkedip dihadapkan pada berbagai kondisi misalnya sedang adu kekuatan dengan sesama jenisnya atau hewan lain yang coba menyerangnya dan kucing saat memperhatikan mangsa buruannya dengan hati-hati. Untuk itu, bila Anda melihat kucing dengan kondisi seperti yang dituliskan itu baiknya jangan mengganggunya kecuali kucing tersebut cukup jinak kepada Anda. Sebab bila kucing tersebut diganggu bisa jadi kita yang dikejarnya dan dianggap musuh baginya.
  2. Mata berkedip agak melambat, biasanya kucing yang mengedipkan matanya dengan pelan-pelan atau agak lambat menunjukkan kenyamanannya bersama dengan pemiliknya. Rasa nyaman kucing tersebut sebenarnya tidak hanya mengedipkan matanya pelan-pelan melainkan tempo matanya yang dibuka kembali pun cukup lama. Selain itu juga, kucing akan mendekatkan diriya kepada pemiliknya ataupun tidak mau beranjak pergi dan ingin dielus kepalanya.
  3. Menempelkan tubuhnya ke kaki pemilik dan menggosokkan kepalanya, bila kucing melakukan perilaku demikian menandakan kucing tersebut sudah merasa nyan dengan pemiliknya. Biasanya, perilaku tersebut ditunjukkan untuk menyambut kedatangan pemiliknya ataupun mendatangi untuk minta di elus kepala ataupun ingin digendong pemiliknya.
  4. Menyentuh kaki pemiliknya dengan kedua kaki depan tanpa bermaksud melukai dengan tidak mengeluarkan kukunya, hal tersebut menandakan kucing sedang butuh sesuatu kepada pemiliknya. Butuh sesuatu ini dapat berupa sedang kelaparan dan ingin segera diberi makan ataupun ingin pemiliknya mengikuti kemana dia hendak pergi.
  5. Gerakan telinga yang mengarah kebelakang, bisanya pertanda kucing hendak menyerang atau menyergap sesuatu yang sudah lama diamatinya. Kucing yang bertindak demikian biasanya diikuti dengan langkah sedikit membungkukkan badan dan kepala disertai kaki yang siap mengejar.
  6. Menjilati tangan atau kaki pemiliknya dan benda yang ada disekitarnya, biasanya menandakan kucing sudah sangat sayang kepada pengasuhnya. Selain itu menandai benda-benda milik pemiliknya dengan turut menjilatinya juga.
  7. Mengeluarkan suara aungan dengan nada cukup tinggi dan temponya cepat, menandakan kucing sedang memanggil pemilik ataupun anak-anaknya.
  8. Bulu berdiri dibarengi dengan ekor yang tegang dan naik ke atas, biasanya menandakan kucing dalam sikap siaga untuk melawan musuhnya ataupun mempertahankan wilayahnya.
Yup itulah kiranya karakter kucing yang dapat diketahui dengan memperhatikan gerak-gerik tubuhnya. Dengan memahami gerakan tubuhnya untuk membaca karakternya maka dapat membantu kita dalam menjinakkannya. Karena kucing yang jinak tidak hanya gemar diajak bermain tapi bersedia melindungi pengasuhnya dari ancaman yang membahayakan.