Tuesday, January 31, 2017

Mengenal Lebih Dekat Kucing Scottish Fold

Kucing Scottish Fold merupakan sederet kucing ras yang saat ini tergolong banyak peminatnya tidak hanya di negara asalnya tapi merambah keberbagai negera lainnya termasuk Indonesia. Keunikan kucing Scottish Fold tampak dari bentuk telinganya yang melipat kedepan hingga kadang hampir menyentuh keningnya. Bentuk telinga yang melipat ke arah depan tersebut tentunya hanya ada pada kucing asal Skotlandia ini dan membuatnya tampak lucu serta menimbulkan ketertarikan bagi yang melihatnya.
 
Telinga yang melipat ke arah depan yang terjadi pada kucing Scottish Fold berlangsung secara alami yang awalnya tanpa mendapatkan sentuhan tangan manusia untuk mempengaruhi genetikanya. Ini terlihat dari sejarahnya bahwa kucing Scottish Fold yang awalnya bernama Flops ditemukan pertama kali oleh petani di Perthshire, Skotlandia pada tahun 1961. Pada awal petani yang melihat kucing ini sudah mempunyai bentuk telinga yang melipat ke depan dan warna bulunya putih. Adanya penemuan kucing yang telinganya melipat ke depan ini pun ditandai sebagai nenek moyangnya ras pertama kucing Scottish Fold di dunia.
Gambar I: Anakan Kucing Scottish Fold
Selanjutnya, pada tahun 1966 keturunan kucing Scottish Fold dari indukan yang ditemukan pertama kali oleh seorang petani tahun 1961 coba didaftarkan kepada organisasi pecinta kucing dunia di Inggris yang bernama Governing Council of the Cat Fancy (GCCF). Dalam perkembangan berikutnya ras kucing Scottish Fold yang telah dikembangbiakkan dibawa terbang ke Amerika untuk menstabilkan genetik agar memastikan setiap kucing yang lahir dari ras ini akan mempunyai bentuk telinga yang sama nantinya. Tentunya cara tersebut berhasil dan menjadikan kucing ras telinga melipat ke depan ini dicatatkan kembali ke GCCF yang sebelumnya sempat dihapus.
 
Ciri fisik kucing Scottish Fold sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan kucing ras pada umumnya. Terlihat dari ukuran badannya yang tergolong tegap dengan berat mencapai maksimal 6 kilogram untuk yang jantan dan betina sekitar 4 kilogram. Bentuk kepalanya tampak bulat seperti bola dengan bentuk mata yang juga besar. Panjang tubuhnya terbilang sedang atau hanya sekitar 40-an cm saja. Untuk warnanya sendiri terdiri cukup bervariasi seperti putih, silver, abu-abu, dan kuning keemasan tergantung dari jenis indukannya. Ras kucing Scottish Fold dibagi dalam dua kelompok yakni ras berbulu pendek dan berbulu panjang. Terjadinya perubahan telinga yang melipat pada kucing Scottish Fold hanya terjadi pada saat mulai berumur sekitar 4 minggu. Sebab saat pertama kali lahir biasanya anakan kucing ini telinganya berbentuk meruncing tegak seperti kucing lainnya.
Gambar II: Kucing Scottish Fold Dewasa
Berbicara tentang karakternya perlu diketahui bahwa ras kucing Scottish Fold termasuk kucing yang mudah beradaptasi dan aktif. Dengan keaktifan dan kelincahannya membuat kucing ini sangat cocok dijadikan teman bermain yang dijamin dapat mengocok perut si pemilik hingga tertawa lepas. Akan tetapi dapat disimak pula bahwa kucing Scottish Fold mesti cukup mendapatkan perhatian dari pemiliknya. Sebab bila jarang diperhatikan dengan menyapa atau mengelus lehernya dapat menjadikannya stress dan mudah terserang penyakit. Suara kucing Scottish Fold sewaktu memanggil pemiliknya terdengar lembut dan nadanya rendah. Tentunya bagi siapapun yang mendengarnya akan merasa bahagia dan terenyuh hatinya untuk langsung mengelus-ngelus kepala dan menggendongnya.
 
Dalam perawatannya juga perlu diperhatikan tentang kebersihan bulu-bulunya dengan rutin menyisir terutama untuk yang berbulu panjang. Begitu pula dengan telinganya yang mengatup ke depan perlu dibersihkan bagian dalamnya karena model telinga seperti itu lebih mudah lembab dan ditutupi kotoran. Selain itu, dapat membawanya ke tempat perawatan kucing ras untuk memeriksa kesehatannya agar terhindar dari serangan penyakit. Disamping itu pula dapat menambah pengetahuan si pemilik tentang cara merawatnya yang benar termasuk jenis pakan yang baik untuknya.
 
Meninjau harganya bahwa kucing yang menggemaskan ini dibandrol dengan harga yang relatif mahal. Untuk satu ekor kucing Scottish Fold yang telah dewasa harganya dapat mencapai di atas 10 jutaan tergantung dari jenis bulu, telinga, kelamin, usia, dan sertifikat dari cattery tempatnya dijual. Akan tetapi dengan hanya meihat gambar kucing Scottish Fold yang bertubuh gempal dengan bentuk wajah yang bulat ditambah telinga yang mengatup ke depan tentunya tak ada salahnya untuk memelihara kucing ras ini.

Sumber Tulisan:
1. https://okdogi.com/2016/05/kucing-scottish-fold/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Scottish_Fold

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/05/Silver_tabby_Scottish_Fold_Kitten.jpg/512px-Silver_tabby_Scottish_Fold_Kitten.jpg 
2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/Scottish_Fold_-_CFF_cat_show_Heinola_2008-05-03_IMG_7882.JPG/512px-Scottish_Fold_-_CFF_cat_show_Heinola_2008-05-03_IMG_7882.JPG

Monday, January 30, 2017

Mengenal Burung Murai Air sebagai Burung Ocehan yang Kurang Populer

Burung ocehan yang populer di tengah-tengah masyarakat terbilang sedikit dibandingkan dengan jumlah jenis burung yang bersuara merdu yang lumayan banyak. Hal ini terlihat dari jenis burung kicauan yang lazim dipelihara dan diikutkan dalam perlombaan hanya sekitar burung Murai Batu, Pleci, Anis Merah, Kenari, dan Kacer. Sedangkan jenis burung kicauan lainnya seringnya dijadikan burung pemaster bagi burung kicauan untuk diikutkan perlombaan. Padahal jenis burung ocehan yang kalah pamor tersebut juga mempunyai suara kicauan yang sebanding dengan burung kicauan yang banyak dipelihara. Salah satunya terjadi pada burung yang bernama Murai Air.

Burung Murai Air secara penampilan dikatakan mirip dengan burung Murai Batu dengan postur tubuh yang sedang dan ekor yang agak panjang. Hanya saja bedanya burung Murai Air tidak berwarna hitam dan oranye seperti Murai Batu. Warna bulu burung Murai Air didominasi hitam keabu-abuan hampir menutupi seluruh tubuhnya. Terdapat warna putih terang dekat pertengahan kedua sisi sayapnya. Lalu pada bagian bawah tubuhnya tepatnya disisi perut terlihat warna krim kecokelatan. Yang khas dari burung Murai Batu adalah warna matanya yang jarang terdapat pada burung ocehan manapun. Matanya berwarna kemerahan terang dan pupilnya terlihat hitam. Dengan tampilan mata seperti itu terlihat burung Murai Air memang sedikit agak menyeramkan saat dilihat dengan minim cahaya.
Gambar: Burung Murai Air
Penyebaran burung Murai Air tidak hanya terbatas di hutan Indonesia saja melainkan terdapat diberbagai negara Asia lainnya seperti Tiongkok, Thailand, Malaysia, Laos, Bhutan, Vietnam, dan Nepal. Begitu luasnya daerah tempat hidup burung yang mirip murai batu ini membuatnya dapat hidup di hutan subtropis dan tropis. Selain itu burung ini pun biasanya menetap di hutan primer, sekunder, dan semak belukar yang masih ditumbuhi pepohonan. Luasnya daerah penyebaran tidak hanya mempengaruhi tempat hidupnya melainkan juga namanya pun terdiri dari berbagai macam. Adapun nama-nama yang disematkan kepada burung yang berasal dari keluarga Timaliidae adalah Murai Laut, Murai Besi, Air Mancur, dan Loang Tail Sabia penyebutan namanya dalam bahasa inggris.
 
Sewaktu hidup di alam liar biasanya burung yang bernama latin Heteropahasia Picaoides ini menyantap aneka jenis serangga kecil dan buah-buahan. Biasanya makanan yang diperolehnya terdapat di permukaan tanah, batang pohon, ataupun pucuk pohon yang terdapat serangga dan buah-buahan kecil. Sewaktu mencari makanan burung Murai Air akan membentuk kelompok yang berisikan 10 ekor untuk menyusuri hutan yang terdapat makanan atau hanya sekedar beristirahat.
 
Karakter kicauannya terdengar amat mirip suara air yang mengucur deras dengan diulangi secara terus menerus. Suara yang mirip air mengucur itu dibunyikan dengan tempo yang cukup rapat dan dinyanyikan dalam durasi waktu yang agak lama. Adapun bunyi nada burung Murai Air kurang lebih seperti: “Cerrrr...ceerrr....cerrr” dan “tweettt...tweett...cerrr....ceerr”. Dengan kemampuan kicauan seperti itu dapat dimanfaatkan untuk melatih burung lain dengan melakukan latihan bersama atau mendengarkan bunyi rekaman suaranya saja.

Sekilas tentang perawatannya 
Walaupun burung Murai Air kurang begitu populer dikalangan para pecinta burung kicauan yang dikarenakan tampilannya yang tampak kurang menarik akan tetapi penting juga diketahui tentang cara merawatnya. Dalam merawat burung Murai Batu perlu diperhatikan pakan yang disantapnya setiap hari. Perlu memberikan variasi makanan dengan tidak hanya mengasih pakan jangkrik tapi menambahkan pakan lainnya seperti voer, kroto, dan ulat hongkong. Begitu pula dengan perawatannya lainnya seperti rutin memandikannya setidaknya 2 kali sehari. Termasuk juga penjemurannya yang sebaiknya jangan dilakukan terlalu panas dengan durasi sekitar 30 – 45 menit saja. Sebab bila burung Murai Air terlalu lama terpapar sinar matahari dapat mengganggu kesehatan dan membuatnya lebih mudah terkena stres.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2015/06/25/tips-perawatan-murai-air-agar-lebih-rajin-bunyi-untuk-masteran/
2. https://ronggolawe.info/murai-air-sang-pemaster-bersuara-joss/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Heterophasia_picaoides-2004-8-21.jpg

Sunday, January 29, 2017

Sekilas Tentang Burung Kecembang Gadung

Burung Kecembang Gadung yang bernama latin Irena Puella merupakan jenis burung pengicau yang suaranya tak kalah indah dengan burung ocehan populer lainnya. Akan tetapi tidak banyak yang memelihara dan mengenal burung yang satu ini. Ditambah pamornya kalah dengan burung pengicau lainnya seperti murai batu, anis merah, dan cucak ijo. Apalagi tampilannya yang terbilang cantik dengan warna biru hitam dan khas pada mata yang berwarna kemerahan. Karenanya, pada artikel ini diulas mengenai burung Kecembung Gadung biar dapat lebih dikenal oleh para pembaca sekalian.
 
Di kalangan masyarakat kita biasanya burung Kecembung Gadung dikenal pula dengan nama Cucak Biru. Ini dikarenakan warna tubuhnya didominasi oleh warna biru cerah dibagian mahota kepala, tengkuk, punggung, dan belakang punggung berbatasan dengan ekornya. Selain warna biru cerah terdapat warna hitam pekat yang menutupi bagian wajah, depan wajah dekat paruh, tenggorokan, perut, sayap bagian atas, dan ekornya. Yang menjadi keunikan pada burung Kecembung Gadung adalah matanya yang berwarna merah gelap dengan pupil yang berwarna cokelat kehitaman. Ukuran tubuhnya terbilag agak besar yakni sekitar 25 cm dibanding jenis burung ocehan lainnya yang hanya sekitar 19 cm saja.
Gambar: Burung Kecembung Gadung atau Cucak Biru
Walaupun burung Kecembung Gadung dipanggil juga dengan nama burung Cucak Biru akan tetapi tidak banyak masyarakat yang mengenalnya sebagai burung pengicau. Suara kicauan burung Kecembung Gadung terdengar nyaring dan mengalun-alun. Terdapat juga suara yang mendering saat menaikkan nada kicauannya. Selain itu, kicauannya mampu mengeluarkan tembakan-tembakan bernada tinggi dan melengking. Ditambah pula burung ini pun mampu mengingat berbagai jenis suara kicauan yang didengarnya untuk dibunyikan kembali bergantian dengan kicauan aslinya. 

Selain dikenal dengan nama burung Cucak Biru bahwa terdapat nama lainnya yang disematkan untuk burung Kecembung Gadung. Nama-nama tersebut adalah Cucak Gadung dan Asian Fairy Bluebird dalam bahasa inggrisnya. Keberadaannya tidak hanya terdapat di Indonesia tapi juga tersebar dibanyak negera di Asia. Adapun negara-negara yang dijadikan habtat bagi burung Kecembung Gadung adalah Tiongkok, Malaysia, India, Vietnam, dan Pilipina. Sedangkan di Indonesia sendiri yang menjadi tempat hidupnya terdapat di daerah Pulau Sumatera, Bangka Belitung, Pulau Jawa, dan Kalimantan. Banyaknya daerah yang ditinggali burung perparas biru kehitaman ini membuat populasinya masih terjaga dengan baik di alam.
 
Adapun hutan yang ditinggali oleh burung Kecembung Gadung adalah hutan primer, hutan sekunder, hutan rawa, sampai dengan pegunungan. Artinya burung pengicau ini mampu hidup mulai dari dataran rendah sampai dengan tinggi. Saat berada di hutan biasanya membentuk kawanan kecil atau bergerak sendiri-sendiri dengan bertengger di atas ranting pohon yang tinggi. Biasanya sewaktu mencari makanan burung Kecembung Gadung akan menyantap buah-buahan yang kaya dengan air dan serangga kecil. Sewaktu musim kawin tiba, kawanan ini akan berpencar dengan bergerak bersama pasangannya saja. Dalam membentuk sarang seringnya mengandalkan peran betina dengan mengumpulkan bahan sarang dari ranting, daun, dan akar yang telak kering. Dalam sekali musim kawin si betina mampu mengeluarkan telur hanya dua butir saja dan dierami selama dua minggu.

Sekilas perawatannya
Bagi yang ingin memelihara dan telah memiliki burung Kecembung Gadung perlu diperhatikan tentang cara perawatannya. Dalam perawatan hariannya perlu menyediakan pakan pokok berupa buah-buahan segar yang kaya air seperti pepaya, pir, apel, mangga, pisang, ataupun jeruk. Buah-buahan tersebut tentunya mesti dikupas atau membuang kulitnya dahulu dan memotongnya sesuai ukuran yang dibutuhkan. Selain memberikan buah-buahan dapat juga menambahkan pakan serangga seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong, serta tak lupa berikan pula multivitamin. Adapun yang tak boleh dilewatkan adalah prosesi pemandian dan penjemurannya yang mesti dilakukan secara rutin setiap harinya. Tak lupa pula untuk mengasah kicauannya dengan memperdengarkan bunyi burung lain agar memperkaya warna kicauannya.

Itulah sekilas informasi yang dapat dituliskan dalam artikel ini seputar burung Kecembung Gadung. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kita semuanya tentang burung yang dipanggil Cucak Biru ini. Selain itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Kecembung Gadung dapat memeliharanya ataupun cobalah menangkarnya. Supaya populasinya di hutan tidak tergaggu dan Anda tetap bisa memeliharanya.  

Sumber tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/09/16/kecembang-gadung/
2. https://omkicau.com/2014/11/08/tips-agar-burung-cucak-biru-rajin-berbunyi/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Asian_Fairy-bluebird_(Irena_puella).jpg

Mengupas Tentang Kucing Maine Coon

Berbicara tentang kucing ras asal eropa dan amerika yang berbadan tegap dan ukuruan tubuh yang lebih panjang dari kucing biasanya tergolong agak jarang jenisnya. Dari sekian banyak jenis kucing ras yang ada saat ini tercatat hanya sekitar dua atau tiga kucing saja yang postur tubuhnya cukup besar dengan badan yang tegap. Salah satunya terdapat di Amerika tepatnya berasal dari Maine yang merupakan negara bagian di Amerika Serikat. Pada tulisan ini diulas lebih dalam mengenai kucing ras asal Amerika Serikat yang berbadan tegap dan banyak dipelihara orang-orang diseluruh negara. Adapun nama kucing tersebut adalah kucing Maine Coon.
Gambar I: Kucing Maine Coon Anakan
Kucing Maine Coon merupakan kucing ras dari Amerika yang postur tubuhnya tergolong besar dengan panjng dapat mencapai 100 cm. Selain tubuhnya yang berukuran panjang juga diikuti dengan bulu-bulunya yang mirip kucing anggora lebatnya. Hanya saja kucing Maine Coon bulunya tampak lebat pada bagian selain wajah dan keempat kakinya. Pada bagian leher dan dadanya terlihat bulu lebat yang berukuran lebih panjang dari sisi lain tubuhnya. Dengan adanya tampilan bulu yang lebat dibagian dadanya tersebut membuat kucing Maine Coon terlihat anggun saat duduk. Bentuk kepalanya berbentuk segitiga dengan agak meruncing dibagian pipi ke mulutnya. Sorot matanya cukup tajam dengan ukuran agak besar dan telinga nya pun berukuran besar dan lebar diserta bulu-bulu halus panjang tampak disisi luar telinganya. Begitu pula dengan ekornya yang juga berukuran panjang dan berbulu lebat dari pangkal sampai keujungnya.
Sebagai kucing yang mempunyai tampilan raksasa dibanding kucing ras pada umumnya bahwa kucing Maine Coon dewasa dapat mencapai berat hingga 9 kg. Selain itu, warna bulunya terdiri dari berbagai jenis warna mulai hitam, putih, silver, cokelat, dan kuning. Akan tetapi untuk tiap ekor kucing Maine Coon biasanya hanya terdiri dari dua atau tiga warna saja. Walaupun kepalanya berbentuk agar dan wajahnya menunjukkan kesan menyeramkan bukan berarti kucing ini tampak agresif kepada manusia. Sebab kucing Maine Coon tergolong kucing ras yang amat mudah beradaptasi dengan pemilik barunya dan bahkan cukup jinak yang selalu berada dekat pengasuhnya.
Gambar II: Kucing Maine Coon Dewasa
Disamping mudah beradaptasi dan ramah dengan pemiliknya terdapat sifat lainnya pada kucing Maine Coon yang perlu disimak. Sifat-sifat lainnya tersebut seperti kucing ini ternyata gemar diajak bermain terutama saat dibawa ke halaman atau taman. Kucing Maine Coon akan menikmati hidupnya di luar ruangan dengan mencari genangan air dan bermain di situ. Sifat lainnya yang dikupas dari kucing bertubuh tegap ini adalah kemandiriannya saat berada di luar rumah yang dengan cepat menyesuaikan diri.
Pada sejarahnya disebutkan bahwa ras kucing Maine Coon termasuk ke dalam salah satu ras kucing tertua di dunia. Kehadiran kucing Maine Coon bukanlah berasal dari rekayasa genetik oleh campur tangan manusia melainkan berlangsung alami. Karenanya sampai saat ini tidak diketahui secara pasti mengenai nenek moyangnya dan timbul beragam pendapat bahwa kucing Maine Coon disebut hasil kawin silang antara kucing Anggora dan Norwegian Forest. Adapula yang mengatakan bahwa asal kucing berbulu panjang ini antara rakun dengan kucing setengah liar. Walaupun terdapat banyak pendapat mengenai asal usulnya tentunya saat ini kucing Maine Coon telah banyak dikembangbiakkan untuk diperdagangkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Harga kucing Maine Coon lumayan mahal dan tergolong kucing mewah dengan taksiran harga dapat mencapai 20 jutaan. 

Tentunya bagi siapapun yang hendak membeli kucing ras manapun termasuk Maine Coon dapat mencarinya di tempat penjualan kucing resmi seperti cattery yang bersertifikat. Pastikan pula bahwa kucing Maine Coon sudah mendapatkan vaksinasi dari toko penjual untuk memastikan kesehatannya tetap terjaga. Karena bulu kucing Maine Coon cukup lebat dan panjang mengharuskan Anda untuk rajin menyisirnya agar kutu dan kuman tidak menempel di sela-sela buluya.

Sumber tulisan:
1. http://okdogi.com/2015/12/ingin-beli-kucing-maine-coon-baca-artikel-ini-dulu/
2. http://kucingmu.com/meong/6-ciri-khas-kucing-maine-coon-asli-dan-sifatnya-yang-lucu-imut-menggemaskan/

Sumber gambar:
1. https://pixabay.com/en/cats-kittens-maine-coon-hair-1935013/
2. https://pixabay.com/en/cat-maine-coon-domestic-cat-animal-1208013/

Saturday, January 28, 2017

Sepenggal Mitos pada Kucing yang Jarang Diketahui

Kucing merupakan salah satu dari puluhan jenis hewan yang banyak dijadikan orang-orang sebagai hewan peliharaan. Tidak diketahui secara pasti entah sejak kapan manusia mulai mengenal dan menjadikan kucin sebagai hewan peliharaan. Tapi dari ribuan tahun bahkan sebelum masehi keberadaan kucing sudah lama ada dan membentuk sejarahnya sendiri bersama manusia. Begitu lamanya kucing dikenal secara baik oleh manusia untuk dipelihara ternyata telah muncul dan tumbuh ragam pendapat seputar kucing. Pendapat tersebut lebih kepada mitos yang mengarahkan sesuatu kejadian dengan tingkah atau perilaku kucing termasuk jenis dan warna bulunya.

Mitos yang berkembang pada kucing sudah sangat lama sekali terjadi dan telah berlangsung secara turun temurun hingga sampai sekarang ini. Kepercayaan mitos yang disematkan kepada kucing cukup sulit dicerna oleh akal pikiran termasuk soal pembuktian kebenarannya. Akan tetapi tetap saja bagi sebagaian kalangan masyarakat ada yang mempercayai mitos tersebut benar adanya. Salah satu mitos pada kucing yang paling sering didengar adalah mengenai kucing jantan belang tiga yang dipercaya mempunyai kekuatan magis atau semacam mistik yang dapat melumpuhkan mangsanya hanya dengan memandangnya. Kuatnya mitos yang satu ini dibarengi dengan langkanya keberadaan kucing jantan belang tiga yang perbandingannya antara 1:1000. Artinya tiap seribu ekor kucing yang lahir kemungkinan terdapat kucing belang tiga yang berkelamin jantan hanya ada satu ekor saja. Hingga bagi orang tertentu bahkan berani membeli kucing jantan belang tiga dengan harga yang cukup tinggi melebihi kucing ras asal eropa.

Gambar: Kucing Kampung
Nah, pada artikel ini penulis menguraikan mitos-mitos lainnya yang banyak disematkan kepada kucing. Untuk itu, baca dan simaklah artikel ini sampai tuntas, okey:
  1. Dikatakan kucing tersebut membawa kabar baik ataupun dapat menambah kemudahan dalam mencari rezeki dengan ciri bulu berwarna hitam dan terdapat warna putih sedikit dibagian keningnya. Ataupun kucing yang dipelihara mempunyai anak sampai tujuh dalam satu kali kawin dapat membantu pemiliknya untuk mendapatkan banyak rezeki. Dan bila pada acara pesta terdapat kucing yang datang diyakini dapat mendatangkan keberuntungan bagi si empunya acara.
  2. Bila melihat kucing yang hendak menyebarang jalan tapi niatnya urung dengan kembali ketempatnya semula maka itu pertanda kurang baik bagi pekerjaan yang akan sering molor atau terbengkalai.
  3. Bila kucing tertabrak dijalan diminta untuk segera menguburnya. Mitosnya untuk menghindarkan bencana yang menimpa si pelanggarnya agar tidak bernasib sama seperti kucing tersebut.
  4. Kucing yang dilukai dengan cara dipukul oleh siapapun sampai terluka ataupun mati dipercaya dapat mendatangkan kabar buruk dengan berkurangnya rezeki yang diperoleh.
  5. Kucing yang menjilati kaki pemiliknya diyakini pula dapat mendatangkan kabar baik dengan bertambahnya rezeki yang diperoleh si pemilik atau salah satu dari keluarganya.
  6. Rumah yang disambangi oleh kucing liar tak bertuan dan disambut baik oleh pemilik rumah diyakini dapat memudahkan rezeki datang menghampiri si empunya rumah.
  7. Selain mitos yang terkait kekuatan gaib dipercaya pula kucing belang tiga yang lahir sebagai tanda untuk mendatangkan rezeki bagi si pemiliknya.
  8. Mitos yang penulis rasa paling hebat adalah saat kucing berwarna hitam sampai melombati atau melangkahi jenazah diyakini dapat membangkitkan jenazah tersebut kembali.
Itulah mitos yang terkait dengan kucing yang dipercaya kebenarannya sampai dengan sekarang ini. Akan tetapi pesan moral bagi penulis terkait mitos yang dituliskan dalam artikel ini mestinya kita memperlakukan dengan baik kucing ataupun hewan lainnya agar tidak menyiksanya. Karena kucing ataupun hewan lainnya sebenarnya punya hak yang sama untuk disayangi oleh manusia atau paling tidak dengan tidak memukulnya sampai terluka apalagi sampai mati.

Friday, January 27, 2017

Mengenali Karakter Kucing dari Gerakan Tubuhnya

Memelihara kucing merupakan sesuatu yang lumrah dilakukan orang-orang dimanapun baik di Indonesi maupun negara lain. Banyaknya orang-orang yang bersedia memelihara kucing bukanlah tanpa alasan. Sebab kucing tergolong hewan yang mudah jinak dan tidak sulit dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya. Selain itu, kucing yang terdiri dari berbagai jenis ras juga tergolong hewan terlucu dengan badan yang gemuk dan bulu-bulu yang lebat. Sehingga tak khayal bagi sesiapapun yang memelihara kucing sering bermain dengannya untuk mengundang tawa dari tingkah kucing tersebut.

Gambar: Kucing yang lagi istirahat
Nah, mungkin di antara para pembaca sekalian sangat menggemari kucing untuk dipelihara di rumah. Akan tetapi sebagai pemelihara kucing bisakah kita mengetahui tentang karakternya. Mengetahui karakter hewan peliharaan termasuk kucing tergolong penting untuk membantu kita dalam memahami maksud yang diinginkannya dan membuatnya terhindar dari stress. Kalau pun dari para pembaca sekalian belum banyak yang mengerti tentang karakter atau sifat kucing tidak perlu khawatir. Karena dalam artikel ini, saya coba menguraikan tentang karakter kucing yang dapat diketahui dari gerak tubuhnya.

Adapun penjelasan lengkapnya dapat disimak penjelasannya di bawah ini:
Gambar: Kucing yang sedang bermain
  1. Tatapan mata yang tidak berkedip, bila melihat kucing peliharaan yang matanya tidak berkedip dalam tempoang lama menandakan kucing tersebut sedang dalam posisi waspada. Biasanya kucing yang matanya tidak berkedip dihadapkan pada berbagai kondisi misalnya sedang adu kekuatan dengan sesama jenisnya atau hewan lain yang coba menyerangnya dan kucing saat memperhatikan mangsa buruannya dengan hati-hati. Untuk itu, bila Anda melihat kucing dengan kondisi seperti yang dituliskan itu baiknya jangan mengganggunya kecuali kucing tersebut cukup jinak kepada Anda. Sebab bila kucing tersebut diganggu bisa jadi kita yang dikejarnya dan dianggap musuh baginya.
  2. Mata berkedip agak melambat, biasanya kucing yang mengedipkan matanya dengan pelan-pelan atau agak lambat menunjukkan kenyamanannya bersama dengan pemiliknya. Rasa nyaman kucing tersebut sebenarnya tidak hanya mengedipkan matanya pelan-pelan melainkan tempo matanya yang dibuka kembali pun cukup lama. Selain itu juga, kucing akan mendekatkan diriya kepada pemiliknya ataupun tidak mau beranjak pergi dan ingin dielus kepalanya.
  3. Menempelkan tubuhnya ke kaki pemilik dan menggosokkan kepalanya, bila kucing melakukan perilaku demikian menandakan kucing tersebut sudah merasa nyan dengan pemiliknya. Biasanya, perilaku tersebut ditunjukkan untuk menyambut kedatangan pemiliknya ataupun mendatangi untuk minta di elus kepala ataupun ingin digendong pemiliknya.
  4. Menyentuh kaki pemiliknya dengan kedua kaki depan tanpa bermaksud melukai dengan tidak mengeluarkan kukunya, hal tersebut menandakan kucing sedang butuh sesuatu kepada pemiliknya. Butuh sesuatu ini dapat berupa sedang kelaparan dan ingin segera diberi makan ataupun ingin pemiliknya mengikuti kemana dia hendak pergi.
  5. Gerakan telinga yang mengarah kebelakang, bisanya pertanda kucing hendak menyerang atau menyergap sesuatu yang sudah lama diamatinya. Kucing yang bertindak demikian biasanya diikuti dengan langkah sedikit membungkukkan badan dan kepala disertai kaki yang siap mengejar.
  6. Menjilati tangan atau kaki pemiliknya dan benda yang ada disekitarnya, biasanya menandakan kucing sudah sangat sayang kepada pengasuhnya. Selain itu menandai benda-benda milik pemiliknya dengan turut menjilatinya juga.
  7. Mengeluarkan suara aungan dengan nada cukup tinggi dan temponya cepat, menandakan kucing sedang memanggil pemilik ataupun anak-anaknya.
  8. Bulu berdiri dibarengi dengan ekor yang tegang dan naik ke atas, biasanya menandakan kucing dalam sikap siaga untuk melawan musuhnya ataupun mempertahankan wilayahnya.
Yup itulah kiranya karakter kucing yang dapat diketahui dengan memperhatikan gerak-gerik tubuhnya. Dengan memahami gerakan tubuhnya untuk membaca karakternya maka dapat membantu kita dalam menjinakkannya. Karena kucing yang jinak tidak hanya gemar diajak bermain tapi bersedia melindungi pengasuhnya dari ancaman yang membahayakan.

Thursday, January 26, 2017

Lebih Dalam Mengenal Kucing Kampung

Kucing kampung merupakan istilah bagi semua kucing domestik yang ada di dalam negeri. Penamaan kucing kampung sendiri bagi semua kucing lokal entah sejak kapan dimulainya tapi sampai tahun 2017 ini pun nama tersebut tidak pernah berubah. Istilah kucing kampung pun disamakan dengan kucing liar karena keberadaannya hidup bebas disekitaran lingkungan masyarakat. Selain itu, kucing kampung tidak semuanya hidup liar tanpa ada yang peduli dengannya. Sebab banyak juga masyarakat yang memeliharanya sebagai teman bermain untuk meramaikan isi rumah.

Berbicara tentang pamor memang kucing kampung kalah terkenal dengan kucing ras yang jauh lebih banyak dipelihara orang-orang. Kecenderungan orang-orang yang memelihara kucing ras dengan memperbandingkan bentuk fisik yang dianggap jauh lebih lucu dan menarik dibanding kucing kampung. Tapi dalam artikel ini tidak secara khusus membahas perbedaan antara jenis kucing kampung dengan kucing ras yang berasal dari luar negeri utamanya Eropa dan Amerika.
Kucing Kampung Jantan Peliharaan Saya
Umumnya kucing kampung mempunyai ukuran fisik yang cenderung beragam yang tidak terlalu panjang dengan bentuk badan yang juga tidak terlalu gemuk. Adapun ciri lainnya dapat dibaca di bawah ini:
  1. Warnanya pun cenderung variatif atau terdiri dari beberapa jenis warna untuk satu kucing yang misalnya terdapat warna putih, kuning, dan hitam. Akan tetapi kebanyakan kucing kampung untuk tiap ekornya hanya terdiri dari dua warna dan ada juga yang satu warna. Karena kucing kampung yang warna bulunya sampai tiga warna tergolong unik dan agak langka utamanya bagi kucing jantan.
  2. Ukuran bulunya untuk semua kucing kampung tidak jauh berbeda yakni tidak panjang dan tidak pula terlalu pendek.
  3. Pada wajahnya berbeda antara jantan dan betina. Umumnya bagi kucing kampung jantan bentuk wajahnya agak meruncing bagian area mulutnya yang membentuk pola segitiga. Sedangkan yang betinanya bentuk wajahnya cenderung datar dan ukuran kepalanya tidak sebesar kucing jantan.
  4. Ukuran ekor pada kucing kampung biasanya beragam mulai dari panjang, sedang, dan pendek. Selain itu polanya pun ada yang lurus dan ada pula yang meliuk atau bengkok.
Nah, selain ciri fisik yang disebutkan di atas penting juga diketahui bahwa kucing kampung merupakan hewan pemakan daging. Daging yang biasa disantap kucing kampung cenderung relatif yang disesuaikan tempatnya hidup. Tentunya kucing kampung yang dirawat manusia maka jenis daging yang disantapnya juga makanan yang dikonsumsi tuannya misalnya daging ikan, ayam, atau sapi. Sedangkan bila kucing kampung tersebut hidup liar biasanya jaungkauan makanan yang dikonsumsinya bisa beraneka ragam mulai dari daging cicak, tikus, ikan, ataupun yang didapatkannya dari lingkungannya. Walaupun kucing kampung pemakan daging bukan berarti tidak doyan dengan nasi atau jenis makanan lainnya. Berdasarkan pengalaman penulis yang memelihara kucing biasanya kucing kampung akan memakan nasi, kerupuk, sampai dengan kue kering.

Secara karakterisitiknya kucing kampung tergolong hewan agresif dan mudah merespon sesuatu yang didengarnya. Karenanya, dengan sikap yang demikian banyak kucing kampung dimanfaatkan untuk menjaga rumah dari jangkauan tikus. Akan tetapi kucing kampung pun mempunyai sisi lain dari sifatnya yang mudah jinak dan berbaur bersama manusia. Terlihat banyak kucing kampung yang dipelihara mulai dari kecil sampai dewasa bahkan sampai tua hingga ajal menjeputnya. Selain itu, kucing kampung pun dapat diajak bermain dengan mendekatkan tali ke arah wajahnya untuk selanjutnya memancing agar disergapnya tali tersebut.

Akan tetapi kucing kampung bisa bersikap beringas kepada manusia bila dari kecil jarang berkontak dengan dipelihara atau hanya sekedar mengelus kepalanya. Lazimnya kucing kampung yang agresif lebih kepada menganggap orang yang hendak diserangnya adalah ancaman baginya. Ini dikarenakan kucing kampung tersebut selama hidupnya selalu diperlakukan buruk oleh manusia.

Dalam artikel kedua yang membahas tentang kucing ini tepatnya kucing kampung tidak terlalu panjang. Mungkin dilain waktu penulis akan memaparkan penjelasan lainnya seputar kucing kampung yang ramai keberadaannya disekitar kita. Dan bila pembaca hendak menambahkan informasi seputar kucing kampung maka penulis mempersilahkan menambahkan komentar di bawah ini. Okey.

Wednesday, January 25, 2017

Tentang Burung Anis Merah

Burung Anis Merah yang bernama latin Zoothera Citrina tergolong sebagai burung kicuan yang paling diminati oleh para pecinta burung ocehan. Banyaknya orang-orang yang memeliharanya tak terlepas dari merdu suara kicauannya dan gaya kicauannya yang menggoyang-goyangkan kepalanya seperti sedang teler. Cara berkicau burung Anis Merah tersebut terbilang unik karena tidak ada jenis burung ocehan manapun yang mampu menirukannya. Untuk itu pada artikel ini, penulis mengenalkan lebih jauh lagi tentang burung Anis Merah bukan mengenai cara perawatannya tapi kehidupannya di alam liar. Sebab kebanyakan jenis burung ocehan populer seperti Murai Batu, Kacer, dan Anis Merah terkadang jarang diulas tentang kehidupannya di alam liar.

Punglor Merah yang merupakan nama lain dari burung Anis Merah hidup di hutan yang lebat dan jauh dari pemukiman masyarakat. Biasanya hutan yang dijadikan tempat hidupnya adalah yang berada di dataran rendah sampai dengan tinggi. Saat bertengger di ranting cabang pohon kawanan burung Anis Merah akan bersembunyi dibalik rindangnya dedaunan untuk menghindarkan kontak dengan makhluk yang asing baginya. Artinya sifat asli burung Anis Merah dikenal sebagai burung pemalu yang gemar menutup dirinya dan hanya mengeluarkan kicauannya saja. Keberadaannya sebenarnya tidak hanya ada di Indonesia tapi tersebar dibeberapa negara lainnya misalnya India, Myanmar, Sri Langka, Thailand, Malaysia, dan Tiongkok. Begitu lebarnya daerah yang ditinggali burung Anis Merah tak terlepas dari spesiesnya yang terbagi ke dalam 11 sub-spesies.
Gambar I: Burung Anis Merah
Melihat bentuk fisiknya tergolong burung yang bertubuh mungil atau hanya sekitar 20-an cm saja. Dan ciri lainnya dari burung Anis Merah dapat dibaca penjelasannya di bawah ini:
  1. Bulu warnanya terdiri dari tiga yakni oranye, biru keabu-abuan, dan putih. Pada bagian kepala, tengkuk, tenggorokan, dada, dan perut ditutupi oleh warna oranye cerah. Warna biru keabu-abuan tampak jelas pada bagian kedua sayap dan punggungnya. Adapun warna putih tampak hanya sedikit dibagian pangkal sayap bagian bawah dan tunggir dekat bagian bawah ekor.
  2. Bentuk matanya agak besar dan bulat.
  3. Kakinya berukuran agak panjang dan berwarna kuning krim.
  4. Paruhnya tampak agak besar dan warnanya hitam keabu-abuan.
  5. Makanan burung Anis Merah sewaktu hidup di alam liar biasanya menyantap buah-buahan kecil, serangga, telur semut rang-rang, dan cacing.
Saat musim kawin tiba, biasanya burung Anis Merah akan membangun sarangnya dengan memungut ranting kering yang ada di tanah, akar, dan dedaunan kering. Sarang yang dibangun tersebut biasanya diletakkan di atas pohon yang agak tinggi. Terkadang juga, sarang tersebut diletakkan di semak belukar yang jauh dari jangkauan predator berbahaya seperti biawak ataupun ular. Nah, pada dua paragraf di atas baru dijelaskan daaerah penyebarannya hanya di luar negeri saja. Adapun di Indonesia sendiri hutan yang dijadikan tempat hidupnya menyebar di daerah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, sampai dengan Sulawesi. Banyaknya daerah yang dijadikan tempat hidup burung Anis Merah berimbas pada namanya yang menjadi beragam. Nama-nama lainnya burung Anis Merah yang mungkin jarang kita dengar adalah Punglor Merah, Kacer Abang, Syiap-syiap, Manuk Cacing Kalung, Cerbang, dan Kedhis Taien Sampi.

Berbicara tentang kicauannya memang tidak perlu diragukan karena ciri khas kicauannya yang terdengar merdu dan nyaring. Selain itu, burung Anis Merah mampu mengeluarkan beberapa suara bervariasi. Ditambah saat kawanannya dalam bahaya biasanya akan diingatkan dengan membunyikan alarm menggunakan nada tinggi dan keras. Sebagaimana disinggung pada paragraf awal bahwa sewaktu berkicau keunikannya adalah kepalanya bergoyang seperti sedang teler atau mabuk.

Menariknya sosok burung Anis Merah lantas membuatnya banyak dibudidayakan untuk dijadikan ladang bisnis yang bernilai ekonomi tinggi. Sebab pecinta burung Anis Merah tidak pernah surut setiap tahunnya dan mampu bersaing ketat dengan burung ocehan populer lainnya seperti saudaranya Anis Kembang, Pleci, dan Murai Batu. Akan tetapi agar populasinya dapat stabil di alam liar baiknya memang bagi yang mencari burung Anis Merah dapat membelinya dari hasil penangkaran bukan yang ditangkap di alam liar. Sebab burung Anis Merah hasil penangkaran terkenal lebih mudah dijinakkan dan tidak sulit melatih kicauannya dibanding hasil tangkapan hutan yang agak liar dan sulit melatihnya.

Sumber Tulisan:
1. http://www.burungocehan.link/2013/04/burung-kicauan-pilih-saja-burung-anis.html
2. http://www.kutilang.or.id/2011/07/19/anis-merah/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Orange-headed_Thrush_(Zoothera_citrina)_-_Flickr_-_Lip_Kee.jpg

Tuesday, January 24, 2017

Burung Jalak Bali yang Terancam Punah

Spesies burung jalak yang ramai dipelihara oleh orang-orang termasuk salah satu jenis burung yang keberadaannya hampir terancam punah. Memang tidak semuanya akan tetapi beberapa jenisnya dimasukkan ke dalam daftar fauna yang dilindungi negara dari aksi perburuan dan perdagangan. Salah satunya menimpa burung Jalak Bali yang merupakan burung endemik di pulau dewata Bali. Langkanya populasi burung Jalak Bali sudah sangat lama terjadi terlihat dari didirikannya tempat penangkaran di Bali pada tahun 1995. Untuk itu pada saat ini status burung Jalak Bali sampai sekarang pun masih dilindungi karena aksi perburuan dan perdagangan tetap terjadi.

Burung Jalak Bali yang bernama latin Leucopsar rothschildi sedikit mirip dengan jenis burung Jalak Putih. Deksripsinya berukuran lumayan besar yang sekitar 25 cm dengan terdapat jambul dibagian atas kepalanya. Jambul tersebut akan naik saat burung Jalak Bali merespon gerakan dengan berkicau atau menggerakkan tubuhnya saat hendak terbang. Warna bulunya didominasi warna putih yang hampir menyelimuri semua tubuhnya. Warna hitam pekat terdapat dibagian ujung sayap dan ekor bagian atas dan bawahnya. Didekat matanya atau area pipinya terdapat kulit yang tidak ditumbuhi satu helai pun bulu dan warnanya biru terang. Sebagainya jenis jalak lainnya yang ukuran kaki lumayan panjang sama halnya bagi burung Jalak Bali yang panjang kakinya mirip seperti burung Jalak Putih.
Gambar I: Burung Jalak Bali
Curik Bali yang merupakan nama panggilan lainnya tergolong hewan yang mudah beradaptasi dengan hewan lainnya. Sewaktu mencari makanan biasanya burung Jalak Bali akan bersama kawanannya dalam jumlah kecil dan saat berjumpa dengan burung jalak jenis lain maka kawanan burung endemik Bali inipun ikut berbaur untuk mencari makan bersama. Sifat adaptasi yang apik ini memang tergolong karakter alamiah semua jenis burung jalak yang ada di Indonesia. Pulau Bali yang menjadi satu-satunya habitat asli burung Jalak Bali biasanya berada di daerah dataran rendah yang hutannya masih lebat. Biasanya burung ini akan mencari makan di pepohonan dan atas tanah dengan memakan serangga kecil, reptil, buah-buahan, dan biji-bijian. 

Sewaktu musim kawin tiba, biasanya burung Jalak Bali akan membangun sarangnya dari rumput dan ranting yang disusun di pohon yang berlubang. Dalam sekali masa pembiakan pasangan burung ini dapat menghasilkan 2 sampai 3 butir terlur dengan masa eram maksimal 16 hari. Selain dikenal sebagai burung yang mudah beradaptasi perlu diketahui pula bahwa Jalak Bali tergolong hewan yang setia dengan satu pasangannya sampai akhir hidupnya. Tentunya sifat monogami ini tidak dipunyai oleh semua jenis burung yang ada di hutan alam Indonesia. 

Status burung Jalak Bali menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) berada dalam status krisis. Status yang memprihatinkan tersebut membuat burung Jalak Bali sangat rentan sekali mengalami kepunahan bila sampai lengah untuk melestarikannya dengan menangkarnya. Untuk mencegah burung yang dijadikan fauna identitas Provinsi Bali ini telah dilakukan penangkaran yang tidak hanya terfokus di Bali melainkan dibuat juga tempat penangkaran lainnya di daerah Jawa agar mampu secara perlahan-lahan populasinya dapat meningkat kembali.

Dengan status kritis yang masih dimiliki oleh burung Jalak Bali membuat keberadaannya selalu dalam perlindungan agar terhindar dari aksi perburuan dan perdagangan gelap. Perlindungan untuk burung Jalak Bali pun diatur dalam UU Nomor 5 tahun 1999 dan PP Nomor 7 tahun 1999. Sehingga dengan kita tahu bahwa nasib burung Jalak Bali pun yang rentan punah dapat membuat kita semakin peduli dengan hutan yang menjadi habitat hidupnya untuk menjaganya dari aksi pembalakan dan kebakaran hutan. 

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/04/24/curik-bali-jalak-bali/
2. https://alamendah.org/2009/10/16/jalak-bali-nyaris-punah-di-habitat-asli/comment-page-6/#comments 

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Balispreeuw_(8374473584).jpg

Monday, January 23, 2017

Mengenal Burung Jalak Putih yang Kian Terancam

Burung endemik Indonesia banyak di antaranya yang hidup dalam ketakutan lantaran keberadaannya yang kian teracam. Terancamnya populasi burung endemik dikarenakan maraknya perburuan untuk diperjualbelikan dengan harga tinggi. Selain itu, tingginya jumlah hutan yang rusak dapat menyebabkan populasi burung endemik pun terus menurun setiap tahunnya. Dari sekian banyaknya jenis burung endemik yang mengalami kepunahan salah satunya dialami dari keluarga burung jalak. Nah, pada kesempatan kali ini penulis mengulas dan menjabarkan mengenai jenis burung jalak tersebut yang nasibnya kian memperihatinkan. Adapun nama burung tersebut adalah burung Jalak Putih.
 
Spesies burung jalak sudah sangat familiar bagi masyarakat kita karena sifatnya yang mudah beradaptasi dengan jenis hewan lain. Selain itu, bunyi kicauannya pun terdengar merdu dan lantang serta variatif atau beraneka ragam kicauan. Karenanya tak khayal untuk beberapa jenis burung jalak seperti Jalak Suren dan Kerbau terkadang dimanfaatkan untuk memaster burung kicauan. Akan tetapi tidak seperti burung Jalak Putih yang keberadaannya dilindungi oleh undang-undang tentunya dilarang untuk dipelihara sebab populasinya kian menyusut.
Gambar I: Burung Jalak Putih
Burung Jalak Putih yang benama latin Stumus Melanopterus adalah jenis burung jalak yang keberadaannya hanya terdapat dibeberapa daerah di Indonesia. Tepatnya daerah yang menjadi habitat burung yang warna bulunya hampir semua berwarna putih ini adalah Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Selain itu, spesies ini pun mempunyai tiga sub-spesies yang diantaranya bernama laitin Melanopterus, Tricolor, dan Tertius. Sewaktu hidup di hutan biasanya kawanan burung Jalak Putih akan membentuk kelompok kecil untuk mencari makanan berupa nektar bunga, buah-buahan, dan serangga kecil. Bagi burung Jalak Putih yang hidup di hutan Bali terkadang berbaur dengan jenis burung Jalak Bali sebagai ciri sifatnya yang mudah beradaptasi bersama jenis burung atau hewan lainnya.
 
Saat memperhatikan ciri fisiknya, kita akan melihat warna putih terang yang menyelimuti hampir keseluruhan tubuhnya. Warna putih tersebut terdapat dibagian atas kepala, tenggorokan, dada, perut, pangkal sayap, punggung, dan bagian atas dekat pangkal ekornya. Sedangkan ada warna hitam yang menutupi bulu dibagian setengah sayapnya, pangkal sampai ujung ekor, dan atas kepalanya yang bercampur warna putih. Terdapat kulit yang tak ditumbuhi bulu apapun dibagin dekat matanya yang berwarna kuning terang. Paruh burung Jalak Putih agak panjang dan kakinya pun berukuran lumayan panjang dengan warna yang mirip seperti paruhnya. Ukuran fisik burung Jalak Putih tergolong sedang yang sekitar 23 cm mulai pangkal paruh sampai ujung ekornya. 

Adapun burung Jalak Putih tergolong jenis burung yang sulit dibedakan antara yang jantan dan betinanya. Akan tetapi dengan memperhatikan secara teliti lagi dapat dipakai untuk membedakan jenis kelaminnya. Umumnya bagi Jalak Putih jantan dapat dilihat dari ukuran fisiknya yang cenderung lebih besar dan panjang dibandingkan betinanya. Warna putih tampak lebih mengkilap dibagian kepala, punggung, dan dadanya. Sewaktu mendengarkan kicauannya terdengar lebih variatif dan nadanya tinggi. Sedangkan bagi burung betina umumnya memperhatikan ukuran tubuhnya yang agak bulat dan tidak setinggi yang jantan. Warna putih yang menutupi bulunya terlihat agak kusam atau sedikit bercampur warna hitam. Saat mendengarka kicauanya terdengar tidak sekencang yang jantan dan variasi kicauannya pun tergolong terbatas. 

Disebutkan bahwa spesies burung Jalak Putih memang tergolong burung yang dilindungi undang-undang keberadaannya. Ini dikarenakan populasinya mengalami penyusutan akibat perdagangan gelap, perburuan liar, dan rusaknya hutan menjadi habitatnya. Akibatnya saat ini kawanan burung Jalak Putih sudah sangat sulit sekali diketemukan di alam liar. Untuk mengembalikan populasinya agar stabil kembali diupayakan dengan menangkarnya di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sehingga saat burung ini mampu berkembnang biak dapat dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya dan tentunya mengedukasi masyarakat agar jangan mengusik burung Jalak Putih termasuk hutan yang menjadi tempat hidupnya.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2012/04/25/jalak-putih/
2. https://alamendah.org/2012/01/16/jalak-putih-marak-di-sangkar-langka-di-alam/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Acridotheres_(or_Sturnus)_melanopterus_(13004772804).jpg

Mengenal Burung Luntur Sumatera Yang Dilindungi

Jenis burung yang masuk dalam daftar perlindungan oleh pemerintah terbilang cukup banyak jumlahnya. Kebanyakan burung yang dilindungi tersebut yang habitatnya hanya berada di kawasan Indonesia atau terbatas dibeberapa daerah saja. Burung yang populasinya terfokus di hutan yang ada di nusantara dikenal sebagai burung endemik yang rentan kepunahannya sangat mudah terjadi. Hal ini dikarenakan burung endemik bukanlah jenis burung migrasi yang dapat dengan mudah berpindah dari satu daerah ke daerah atau lintas negara yang jaraknya jauh. Untuk itu bila hutan yang menjadi habitatnya rusak dapat membuat burung endemik rentan terkena stres dan mati bersama dengan hutan yang rusak tersebut. 

Pada artikel kali ini, penulis mengenalkan kepada para pembaca sekalian tentang salah satu jenis burung endemik asal Sumatera yang keberadaannya dilindungi oleh undang-undang. Nama burung tersebut adalah burung Luntur Sumatera.
Burung Luntur Sumatera yang dikenal sebagai burung endemik dari Sumatera merupakan jenis burung yang habitatnya mendiami hutan di dearah pegunungan atau dataran tinggi. Dataran tinggi yang ditinggali oleh burung Luntur Sumatera kebanyakan berada di daerah Bukit Barisan mulai pangkal Sumatera sampai ujungnya. Selain itu, sewaktu mencari makanan biasanya burung Luntur Sumatera akan berdiam diri di atas ranting pohon sembari melihat mangsanya berupa serangga kecil. Akan tetapi terkadang burung ini pun memakan buah-buahan yang berukuran kecil dari pohon yang tumbuh di hutan.
 
Sekilas memperhatikan burung Luntur Sumatera terdapat kemiripan dengan kerabatnya dari Jawa yakni burung Luntur Jawa. Kemiripan fisik tersebut tampak dari ukuran tubuh, warna bulu yang variasi, dan bulu ekor yang berukuran cukup panjang. Nah, pada burung Luntur Sumatera ukuran tubuhnya hanya sekitar 30 cm saja sedikit lebih kecil dibanding Luntur Jawa. Warna bulunya yang variasi terdiri dari warna hijau kebiruan, abu-abu, kuning, dan merah. Pada bagian punggung, sayap, dan ekornya terlihat berwarna hijau kebiruan yang agak kegelapan. Dibagian tenggorokan, dada, dan perutnya tampak berwarna bercak kekungingan. Kepalanya ditutupi warna hijau zaitun yang agak kegelapan dan pada bagian belakang punggungnya dekat dengan ekor berwarn kungungan. Warna abu-abu tampak dibagian tengah sayap dan paruhnya berukuran kecil dengan dibalut warna merah muda.
 
Gambar I: Burung Luntur Sumatera
Apiknya tampilan burung Luntur Sumatera yang kaya dengan variasi warna membuat siapapun yang melihatnya pasti terkesima. Selain itu kicauan burung Luntur Sumatera terdengar lumayan indah dan khas atau tidak ada pada jenis burung lainnya. Kicauannya terdengar kurang variatif tapi mampu mengeluarkan kicauannya dengan lantang dan berulang-ulang. Tentunya bagi siapapun yang hendak mendengarkan kicauannya dapat mengunjungi habitatnya secara langsung disekitaran bukit barisan ataupun mendengar melalui internet.
 
Apalharpactes Mackloti yang merupakan nama latinnya juga mempunyai nama lain dalam bahasa Inggris yang disebut dengan nama Sumatran Trogon dan Blue-tailed Tragon. Keberadaan burung Luntur Sumatera di alam liar tidak diketahui jumlahnya dengan pasti akan tetapi nasibnya dibawah perlindungan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Dengan dilindunginya burung Luntur Sumatera dalam aturan hukum negara maka siapapun tidak ada yang boleh memburu dan memperdagangkannya. Adanya upaya perlindungan spesies burung Luntur Jawa membuat populasinya dapat lestari di hutan dan mampu mengurangi tindak perburuannya di alam liar.

Sumber Tulisan:
1. https://alamendah.org/2015/07/14/luntur-sumatera-apalharpactes-mackloti-burung-endemik-sumatera/
2. http://www.kutilang.or.id/2013/02/04/luntur-sumatera-2/

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Apalharpactes_mackloti-20040821.jpg

Saturday, January 21, 2017

Mengenal Burung Murai Batu Kepala Putih

Jenis burung murai batu yang ada di Indonesia memang semuanya sangat digemari oleh para pecinta burung kicauan. Banyaknya orang yang menyukai jenis burung murai batu dibanding jenis burung lainnya tak terlepas dari merdunya suara kicauan dan mental yang tak mudah takut saat adu kicauan. Selain itu, umumnya jenis burung Murai Batu yang banyak dikenal masyarakat hanyalah beberapa saja seperti Murai Batu Medan, Murai Batu Ekor Hitam, Murai Batu Palembang, dan Larwo. Padahal kemampuan untuk tiap jenis burung murai batu hampir setara dan dibedakan dari perawatan yang diberikan pemiliknya saja. Pada artikel ini penulis mengenalkan salah satunya kepada para pembaca sekalian. Salah satu jenis murai batu yang dibicarakan dalam artikel ini mempunyai keunikan pada tampilan fisiknya yang tidak ada pada jenis MB lainnya. Nah, nama burung Murai Batu tersebut adalah burung MB Kepala Putih.

Berdasarkan namanya dapat ditebak bahwa jenis Murai Batu Kepala Putih mempunyai ciri khas bulu dibagian kepalanya yang berwarna putih terang. Adanya tampilan corak berwarna putih dibagian atas kepalah telah menjadi ciri khas yang tidak ada pada jenis MB lainnya. Selain itu keberadaan jenis Murai Batu hanya berada di hutan Kalimantan baik itu dibagian Indonesia dan juga Malaysia. Keberadaan burung Murai Batu Kepala Putih yang berada di dua negara bersampingan dalam satu pulau yang sama telah lama dikenal luas masyarakat dari masing-masing negara sebagai burung kicauan yang apik suaranya. Hal ini terlihat dari nama yang dimiliki oleh burung Murai Batu Kepala Putih seperti Murai Batu Mahkota Raja, Murai Batu Sabah, dan Murai Batu Chai.
Gambar I: Murai Batu Kepala Putih, © Mike Prince
Penamaan ilmiah yang disematkan kepada burung Murai Batu Kepala Putih terdapat perbedaan pada awalnya. Perbedaan tersebut terjadi akibat pengelompokan spesiesnya yang menurut CG Sibley dan BL Manroe bahwa Murai Batu Kepala Putih termasuk dalam kelompok tersendiri yang nama latinnya adalah Copsychus Stricklandii. Akan tetapi di tahun 2004, bahwa burung Murai Batu Kepala Putih ternyata masuk ke dalam subspesies Copsychus Malabricus dengan pemberian nama latin Copsychus Malabaricus Stricklandii. Terdapatnya perbedaan pembuktian untuk pengelompokan burung Murai Batu Kepala Putih tetap yang dipakai adalah pembuktian ke dua dengan dicatatnya ke dalam Taxomic Serial Number yang dipakai sampai sekarang ini.

Untuk ciri fisik yang tampak dari burung Murai Batu Kepala Putih adalah ukuran fisiknya yang sama dengan jenis MB lainnya yang sekitar 16 cm. Umumnya warna bulu di tubuhnya hanya terdiri dari tiga warna yakni putih dibagian atas kepala, bagian belakang tubuh yang berbatasan dengan pangkal ekor, dan bagian bawah sayapnya. Warna hitam yang tampak jelas dibagian depan kepala dekat paruh, pipih kanan dan kiri, tenggorokan, punggung, sayap, dan ekor bagian atasnya. Warna kuning oranye terlihat dibagian dada dan perut sampai kepangkal ekor bagian bawah tubuhnya. Pada bagian bawah ekornya yang berwarna putih terdapat empat pasang bulu yang tertutup dua pasang bulu berwarna hitam di atasnya. Ciri khas empat pasang bulu dibagian bawah ekornya itu pun juga menjadi pembeda dengan jenis Murai Batu lainnya.

Karakter yang dapat dilihat dari burung Murai Batu Kepala Putih adalah mentalnya yang mudah terpancing saat mendengar suara kicauan dari burung lain. Melihat potensi mental yang tidak takut adu kicauan membuatnya mudah mengeluarkan kicauannya untuk mengungguli lawannya. Selain itu, burung MB Kepala Putih cukup baik dalam mengingat ragam suara yang diperdengarkan padanya. Dengan kemampuan seperti itu membuat kicauannya pun mampu mengeluarkan kicauan dengan nada tinggi seperti suara tembakan. Karenanya, burung Murai Batu Kepala Putih amat terkenal di negara Malaysia yang cukup banyak memeliharanya dan ada beberapa di antaranya berpikiran untuk menjodokannya dengan Murai Batu Medan yang terkenal dengan ekornya yang panjang. Tujuannya agar hasil kawin silang tersebut menghasilkan jenis burung yang ciri kepalanya mirip seperti MB Kepala Putih dan ekornya menyerupai MB Medan.

Sumber tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/01/17/melihat-kegarangan-murai-batu-kepala-putih/

Sumber gambar:
1. https://www.flickr.com/photos/mikeprince/14180949781/in/photostream/

Thursday, January 19, 2017

Seputar Burung Pleci yang Hidup di Alam Bebas

Berbicara tentang burung Pleci yang juga akrab dipanggil dengan nama burung Kacamata agaknya hampir semua orang sudah menganalnya. Pasalnya, burung Pleci tergolong salah satu dari puluhan jenis burung ocehan yang sampai sekarang ini tetap dipelihara dan diikutkan dalam kontes burung kicauan. Banyaknya orang-orang memelihara burung Pleci tak terlepas dari karakter kicauannya yang amat merdu dan sifatnya yang mudah dijinakkan. Akan tetapi tentu masih belum banyak yang tahu mengenai burung Pleci yang hidup di alam bebas. Sebab kebanyakan informasi yang memuat tentang burung Pleci seringnya terkait dengan tips seputar perawatannya mulai dari fisik, kesehatan, dan suaranya. Untuk itu pada artikel ini penulis menuangkan segala informasi yang diketahui mengenai burung Pleci.

Burung Pleci atau disebut pula burung Kacamata mempunyai ciri khusus disekitar matanya yang terdapat lingkaran putih agak kekuningan. Adanya lingkaran yang mengelilingi mata burung Pleci membuatnya dipanggil pula dengan nama si Kacamata. Persebaran burung Pleci tidak hanya banyak di temukan di hutan Indonesia saja melainkan daerah lainnya di luar negeri pun populasinya lumayan banyak. Negera-negara yang dijadikan tempat hidup burung Pleci semuanya berada di kawasan Asia seperti Tiongkok, Malaysia, Myanmar, Thailand, Pakistan, India, dan beberapa negara lainnya yang ada di Asia. Untuk di Indonesia sendiri yang dijadikan tempat bagi burung Pleci hidup terdapat di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi..

Setelah membahas tentang wilayah tempatnya hidup perlu juga diketahui mengenai jenisnya yang ternyata terdiri dari berbagai jenis. Burung Pleci yang tersebar diberbagai belahan pelosok dunia termasuk Indonesia terdiri dari 11 sub-spesies, yang beberapa di antaranya adalah Pleci Enggano, Pleci Topi-hitam, Pleci Jawa Zosterops flaus, Pleci Laut Zosterops Chioris, Pleci Auriventer, Pleci Montanus, dan lainnya. Walaupun jenis burung Pleci tergolong banyak dilihat dari bentuk fisiknya cenderung memiliki kemiripan yang tidak jauh beda. Yang menjadi pembeda hanya pada bagian ukuran tubuh, warna dibagian sisi fisiknya, dan karakter kicauannya saja.
Gambar: Burung Pleci
Nah, si burung Kacamata ini mempunyai nama latin Zosterops Palpebrosus yang ciri fisiknya secara umum memiliki ukuran fisik yang rata-rata hanya 11 sampai 14 cm saja. Warna bulunya didominasi oleh hijau kekuningan atau hijau zaitun yang biasanya terdapat dibagian kepala, sayap, dan pungungnya. Untuk dada dan perutnya ada yang berwarna kuning kehijuan tapi beberapa jenis lainnya putih keabu-abuan. Pada bagian luar matanya dilingkari oleh warna putih cerah yang mencirikan bahwa itu adalah burung Pleci atau Kacamata. Selain itu, nama burung Pleci yang dikenal masyarakat kita umumnya cukup banyak mulai dari Kerci, mata Putih, Cildas, Prencit, Mata Puteh, dan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi daerah tempat burung ini hidup.

Tipikal burung Pleci adalah mudah beradaptasi yang menjadi nilai lebih bagi burung yang satu ini. Mudahnya burung Pleci beradaptasi membuatnya sering berbaur dengan kawanan burung lainnya yang tidak sejenis. Saat berbaur tersebut biasanya sambil mencari makanan berupa nektar bunga, buah-buahan, dan beberapa serangga kecil. Akan tetapi pada dasarnya kebanyakan burung Pleci peliharaan dikenal sebagai burung herbivora atau bukan pemakan daging. Hutan yang dijadikan burung Pleci sebagai tempat tinggalnya adalah hutan yang berada mulai dataran rendah sampai area pegunungan. Selain itu, jenis hutan yang terdapat populasinya adalah hutan primer dan sekunder yang jauh dari pemukiman rumah penduduk.

Ciri khas suara burung Pleci terdapat suara lengkingan yang enak didengar. Lengkingan suara tersebut merupakan ciri khas bagi burung berukuran kecil dan umumnya burung Pleci mampu berkicau dalam tempo yang agak lama dengan mengeluarkan variasi suara kicauannya. Sewaktu mengeluarkan kicauannya biasanya burung Pleci akan menggeser badan dan kepalanya mulai dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Selain itu, saat sedang dalam bahaya biasanya salah satu dari kawanannya akan memberikan peringatan dengan mengeluarkan kicauan yang amat kencang sekali. Begitu kencangnya nada kicauan dan irama yang bervariasi membuat siapapun yang mendengarkannya menjadi tertarik dan itu salah satu alasan kenapa burung Pleci cukup populer sebagai burung ocehan. 

Sumber Tulisan:
  1. http://gacorburung.com/kenali-jenis-burung-pleci-dan-suara-pleci-gacor/
  2. http://www.kutilang.or.id/2011/11/29/kacamata-biasa/

Sumber Gambar:
  1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Oriental_White-eye_by_N.A._Nazeer.jpg

Burung Gereja, Si Burung Ocehan yang Jarang Dipelihara

Burung Gereja yang bernama latin Passer Montanus merupukan jenis burung kicauan yang keberadaannya paling mudah dijumpai di sekitar kita. Keberadaan burung Gereja banyak ditemukan pada daerah-daerah yang ramai dihuni oleh pemukiman masyarakat. Selain itu, kawanan burung Gereja tergolong sebagai burung yang populasinya hampir tersebar di seluruh negara karena sifatnya yang mudah beradaptasi dengan lingkungan yang ditinggalinya. Untuk itu burung Gereja sudah sangat familiar bagi semua orang yang tidak hanya di Indonesia tapi mancanegara.
Ciri burung Gereja mempunyai warna yang didominasi oleh cokelat gelap yang terdapat dibagian atas kepala, tengkuk, sayap, pungung, dan ekornya. Terdapat pula warna putih agak keabu-abuan dibagian pipih, sela tengkuknya, dan dadanya. Pada bagian dagu, pipi, dan wajah yang dekat mata dibalut dengan warna hitam cerah. Sayap burung Gereja sebenarnya tidak hanya didominasi warna cokelat saja tap berpadu dengan warna hitam dan krim. Paruhnya berwarna hitam gelap dan ukurannya tampak tidak terlalu panjang tapi agak membesar yang difungsikan untuk memakan biji-bijian kecil. Adapun ukuran fisik burung Gereja tergolong kecil yakni hanya sekitar 14 cm saja mulai dari pangkal paruh sampai ujung ekornya
Gambar Kawanan Burung Gereja
Keberadaan burung Gereja di daerah-daerah yang ada di Indonesia terdapat hampir di semua daerah yang ramai penduduknya. Biasanya burung Gereja akan tinggal di daerah yang padat penduduk seperti area perkotaan. Selain itu saat mencari makanan ataupun beristirahat burung ini tidak pernah bertindak sendiri-sendiri melainkan secara gerombolan yang dapat mencapai 30 ekor dalam satu kawanannya. Sewaktu mencari makan biasanya kawanan burung Gereja akan berada di tanah untuk menyantap biji-bijian kecil termasuk padi yang ada di persawahan. Karena burung Gereja hobi menyantap biji-bijian di daerah persawahan membuatnya dicap sebagai burung pengganggu. Saat membangun sarangnya kawanan burung mungil ini akan berada di pepohonan yang tidak terlalu tinggi dan menumpang dicelah-celah perumahan warga.

Berbicara tentang kicauannya bahwa burung Gereja tergolong burung yang cerewet sewaktu berkicau. Kicauannya mempunyai nada yang agak melengking dan dinyanyikan dengan tempo yang cukup cepat serta dalam waktu yang agak lama. Cerewetnya kicauan burung Gereja sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk melatih kicauan burung ocehan peliharaan seperti Pleci, Murai Batu, dan lainnya. Tujuannya agar burung yang dimaster dengan suara burung Gereja dapat memperkaya warna kicauannya untuk bisa lebih bervariasi sewaktu berkicau.

Banyaknya populasi burung Gereja yang ada di berbagai daerah baik itu kota maupun desa tidak lantas membuatnya digemari oleh orang banyak. Walaupun burung Gereja mudah beradaptasi pada lingkungan akan tetapi wataknya tergolong sulit dijinakkan dan susah untuk menangkapnya. Selain itu, tiap burung Gereja mempunyai tipikal yang mudah terpengaruh dengan burung sejenisnya. Karenanya saat burung ini dilatih agar jinak dan menghilangkan sifat liarnya maka sewaktu berjumpa kembali dengan kawanannya tentunya sifat liarnya kembali muncul dan sulit dijinakkan kembali. 

Akan tetapi bila dirawat dengan bagus melalui peletakan sangkarnya ditempat yang tenang atau jauh dari keramaian, rajin memanjakannya dengan menyuapinya makan, dan memandikan serta menjemurnya tentunya burung ini akan sangat mudah sekali dijinakkan. Apalagi setelah burung Gereja jinak dapat digunakan untuk melatih kicauan dan mental burung ocehan lainnya. Karena selain kicauannya yang cepat juga mental burung Gereja termasuk tidak kenal takut. Untuk itu sangat tepat bagi siapapun yang hendak memiliki burung ocehan yang bagus kicauan dan mentalnya maka dapat disandingkan dengan burung Gereja untuk dilatihnya.

Sumber Tulisan:
  1. https://omkicau.com/2014/03/15/memilih-menangkap-menjinakkan-dan-melatih-burung-gereja-liar-untuk-masteran/
  2. http://www.kutilang.or.id/2011/09/16/burung-gereja-erasia/

Sumber Gambar:
  1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Passer_montanus_-Russia_-flock-8.jpg

Wednesday, January 18, 2017

Mengulik Kepintaran Burung Beo

Mendengar burung ocehan bisa pandai berkicau dengan mengeluarkan suara aslinya atau menirukan suara burung lain sesuatu yang umum terjadi. Akan tetapi sangat jarang kita melihat ataupun mendengar ada burung yang mampu menirukan suara yang bukan kicauan burung ocehan. Keunikan menirukan suara yang bukan berasal dari burung ocehan lain merupakan keunikan khusus yang hanya segelintir jenis burung saja yang mempunyainya. Dan salah satunya ada pada burung Beo.

Dalam artikel ini penulis melakukan pembahasan khusus tentang burung Beo yang sudah umum diketahui sebagai burung yang mampu berbicara layaknya manusia. Kemampuan berbicaranya tersebut sampai menjadikan burung ini banyak dipelihara orang-orang sebagai burung kicauan dan burung penjaga rumah. Gracula Religiosa yang merupakan nama latin burung Beo tergolong sebagai jenis burung yang banyak ditemukan keberadaannya diberbagai daerah di Indonesia. Daerah-daerah yang didiami oleh kawanan burung Beo berada di hutan Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan dibeberapa pulau kecil lainnya. Lazimnya kawanan burung Beo tinggal di hutan dataran rendah yang agak jauh dari area perbukitan.
Gambar: Burung Beo atau disebut juga burung Tiong Emas
Ciri-ciri burung Beo adalah burung termasuk dalam kelompok burung jalak yang akrab dikenal sebagai burung pengicau yang pintar. Hanya saja ukuran badan burung Beo jauh lebih besar dibanding jenis burung jalak lainnya. Selain itu warna bulunya didominasi warna hitam mulai dari kepala, leher, dada, perut, sayap, punggung, sampai dengan ekornya. Paruhnya sendiri berwarna merah muda agak kekuningan yang ukurannya agak panjang tapi tidak besar atau lebar. Didekat ujung sayapnya terdapat  warna putih terang dan pada bagian tengkuknya terdapat jengger yang berwarna kuning cerah sebagai penanda yang jelas tentang ciri burung Beo.

Kepintaran burung Beo sebagai burung peniru suara terilihat dari caranya dalam mengulangi suara yang sering didengarnya. Suara yang didengar oleh burung Beo untuk ditirukannya tidak hanya dari suara manusia tapi bisa pula dilatih memperdengarkan suara lainnya seperti siulan, klekson atau peluit, suara hewan lain, dan bahkan lagu. Pandainya burung Beo menirukan suara untuk diucapkannya kembali membuatnya dipelihara untuk menjaga rumah dari kedatangan tamu yang tidak dikenal. Dengan mendengar suara atau bunyi biasanya burung Beo akan merespon melalui pekikan suara yang telah dipelajarinya. Selain itu sulit dicari batas kemampuannya dalam mengingat suara untuk diucapkan kembali sebab biasanya tiap individu burung Beo mempunyai ciri khasnya sendiri dalam belajar berbicara. Hanya saja yang perlu diingat bahwa burung Beo yang sudah jago dalam menirukan suara bukanlah dilakukan secara alami melainkan butuh pelatihan yang terus menerus dari pemiliknya. Sebab tanpa dilatihnya burung Beo mustahil untuk menirukan suara atau seolah-seolah dapat menjawab panggilan dari pemiliknya.

Kelihaian burung Beo saat mengeluarkan kicauan dapat menyerupai suara manusia atau lainnya dikarenakan keunikan pada organ Syrinx yang letaknya dekat dengan paru-parunya. Syrinx burung Beo dikatakan terdapat kemiripan dengan manusia yang mempunyai labium eksternal atau tonjolan tulang rawan. Adanya labium ekternal tersebut bertanggung jawab dalam mengeluarkan suara yang cara kerjanya mirip dengan manusia. Selain itu, gerakan lidahnya pun turut mempengaruhi dari tiap suara yang dikeluarkannya.
Jenis burung Beo tergolong banyak yang tersebar tidak hanya di Indonesia tapi juga di negara-negara lainnya. Tercatat bahwa jenis burung Beo mulai dari Beo Nias, Beo Biasa, Beo Srilanka, dan Beo Enggano. Dan untuk yang di negeri kita jenis burung Beo yang paling digemari adalah jenis burung Beo Nias yang dianggap kemampuannya jauh di atas rata-rata dari jenis beo lainnya. Selain itu spesies burung Beo tergolong sebagai hewan pemakan serangga kecil dan buah-buahan. Banyaknya yang menggilai burung Beo untuk dipelihara membuat populasi kian terancam di alam liar. Hal ini pun status perlindungannya termasuk dilindungi dalam perundang-undangan kita. Sehingga keberadaannya terus diupayakan agar tetap lestari sampai kapanpun.

Sumber Tulisan:
  1. http://www.apakabardunia.com/2012/07/mengapa-burung-beo-pandai-menirukan.html
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Beo

Sumber Gambar:
  1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Beo.jpg