Friday, March 31, 2017

Burung Cabai Jawa, Si Burung Endemik yang Bertubuh Kecil

Jenis burung Cabai termasuk sebagai burung yang berpostur tubuh kecil dan memiliki tampilan warna yang menarik. Selain itu kicauan jenis burung yang berasal dari keluarga Dicaeidae ini tidak kalah menarik dibandingkan dengan burung ocehan terkenal pada umumnya. Hanya saja orang-orang belum terlalu mengenalnya sebab sangat jarang dijumpai para pedagang burung yang menyediakan jenis burung Cabai. Jenis burung Cabai pun terdiri dari berbagai macam dan hampir semuanya mempunyai kicauan merdu. Adapun pada tulisan ini hanya menuliskan tentang salah satu jenis burung cabai yang kicauannya terdengar agak melengking dan merdu. Dan nama burung tersebut adalah Cabai Jawa.

Burung Cabai Jawa dikatakan sebagai burung endemik yang daerah persebarannya hanya terdapat dibeberapa saja di Indonesia. Daerah yang dihuni oleh burung Cabai Jawa cakupannya lumayan luas mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Lombok. Habitat hidupnya biasanya mendiami daerah terbuka yang dekat dengan pemukiman masyarakat seperti perkotaan, pekarangan, tepi pantai, dan hutan mangrove. Luasnya daerah persebaran burung Cabai Jawa membuatnya lebih banyak dikenal dibanding jenis burung cabai lainnya walaupun statusnya sebagai burung endemik. 

Gambar: Burung Cabai Jawa
Selain itu ciri fisik yang bisa dikenali dari burung Cabai Jawa adalah ukurannya yang sangat kecil dengan panjang hanya sekitar 8 cm. Adapun ciri lainnya bisa disimak penjelasannya di bawah ini:
  1. Secara umum warna fisiknya terdiri dari merah, abu-abu keputihan, dan hitam. 
  2. Warna merah tampak menyelimuti diseluruh bagian kepala sampai ke dada dan punggungnya. Pada bagian ekornya pun terlihat berwarna merah yang berada disisi atasnya.
  3. Warna abu-abu keputihan terlihat menutupi area bawah tubuhnya mulai dari pangkal dada, perut, hingga tunggirnya.
  4. Warna hitam pekat tampak jelas menutupi area kedua sayap dan ujung ekornya. 

Sedangkan ciri kicauan burung Cabai Jawa memiliki variasi atau terdiri dari beberapa jenis kicauan. Masing-masing kicauan yang dibunyikannya itu punyak maksud tersendiri seperti saat sibuk ataupun sewaktu meninggikan kicauannya. Adapun suaranya terdengar agak melengking dengan nada yang tidak terlalu tinggi. Dan bunyi nada kicauannya yang bervariasi tersebut adalah “ziittt.... ziittt... ziittt” dan “ tirrr... tiirrr... tirr” dan “cii..ttt...cii..ttt”. Hanya saja seringnya burung Cabai Jawa berkicau lebih menyukai mengeluarkan satu jenis kicauan sehingga terdengar agak monoton.

Sewaktu musim berbiak tiba yang berlangsung mulai dari Januari sampai Oktober atau hampir sepanjang tahun biasanya burung yang bernama latin Dicaeum trochileum akan meletakkan sangkarnya pada pohon yang tinggi. Selain itu burung betinanya mampu mengerami telur sebanyak 2 butir dalam sekali musim kawin yang berlangsung. Adapun pakan burung mungil ini terdiri dari serangga-serangga yang berukuran kecil, biji-bijian, dan buah-buahan.

Begitulah kiranya pembahasan mengenai burung Cabai Jawa yang dikenal sebagai burung endemik bertubuh kecil yang keberadaannya tidak jauh dari pemukiman rumah kita. Untuk itu bagi Anda yang tertarik dengan burung Cabai Jawa maka tak ada salahnya agar coba memelihara. Tujuannya agar burung Cabai Jawa ini semakin rajin bunyi dan cocok dijadikan burung masteran bagi burung ocehan lainnya. okey.

Sumber Tulisan:
1. http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_cabai_jawa.htm
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Cabai_jawa

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Scarlet-headed_Flowerpecker_%28Dicaeum_trochileum%29_-_Flickr_-_Lip_Kee_%281%29.jpg/750px-Scarlet-headed_Flowerpecker_%28Dicaeum_trochileum%29_-_Flickr_-_Lip_Kee_%281%29.jpg

Thursday, March 30, 2017

Mengulik Tentang Burung Cica-kopi Melayu

Berbicara tentang burung endemik di Indonesia tentunya jumlahnya sangat banyak sekali dan beberapa di antaranya terkenal mempunyai kicauan merdu. Hanya saja sangat sedikit yang mengetahui bahwa jenis burung endemik memiliki kicauan tak kalah merdu dan gacor dibandingkan jenis burung yang sudah jamak dipelihara dan diperlombakan. Untuk itu pada tulisan ini ditulis mengenai salah satu jenis burung endemik yang rajin berkicau. Dan nama burung tersebut adalah burung Cica-kopi Melayu.

Pomatorhinus montanus yang menjadi nama latin burung Cica-kopi Melayu tergolong sebanyak burung endemik yang daerah persebarannya hanya berada di sekitaran Pulau Bangka, Kalimantan, Pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Sewaktu tinggal di alam liar biasanya burung Cica-kopi Melayu menghuni hutan lebat yang jauh dari pemukiman masyarakat. Selain itu tempat hidupnya tergolong luas mulai dari dataran rendah hingga mencakup area perbukitan di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut. Sifat burung Cica-kopi Melayu suka berbaur dengan kawanan burung lainnya untuk mencari makan berupa jangkrik, laba-laba kecil, belalang, ulat, dan buah-buahan. 
Gambar: Burung Cica-kopi Melayu
Adapun ciri fisik burung Cica-kopi Melayu tergolong jenis burung yang berukuran sedang dengan panjang sekitar 24 cm. Warna tubuhnya terdiri dari putih, hitam, merah karat, dan kuning. Bagian tubuh yang diselimuti oleh warna putih terdapat dibagian bawah meliputi tenggorokan, dada, sampai dengan perut hingga kepangkal perut, dan dibelakang matanya berupa garis horizontal. Pada bagian atas tubuhnya mulai dari punggung, pangkal sayap, dan dibalik sayap dekat perut tampak berwarna merah karat. Selain itu warna hitam terlihat menutupi area kepala, ujung sayap, dan bagian bawah ekornya. Paruh burung Cica-kopi Melayu berwarna kuning tua. 

Kicauan burung Cica-kopi Melayu mempunyai volume yang cukup besar dan tidak terlalu melengking. Suara yang dikeluarkannya sebenarnya bervariasi atau terdiri dari beberapa ragam kicauan. Hanya saja burung Cica-kopi Melayu lebih suka mengeluarkan satu atau dua jenis kicauan yang dibunyikan secara berulang-ulang. Nada kicauannya terdengar seperti: “tur..du...du...wiittt..wiittt” atau “puu....puu...riuuww” atau “piow... pu... pu”. Mungkin kicauannya yang sering monoton tapi bila dilatih dengan serius dapat memperkaya warna kicauannya agar mampu membunyikan lebih dari satu suara. 

Pada saat musim berbiak tiba yang terjadi di hampir setiap bulan selama sepanjang tahun biasanya burung Cica-kopi Melayu membangun sarangnya di atas pohon biasanya memanfaatkan rumput kering, ranting, dan lumut sebagai bahan baku utamanya. Sekali melakukan perkembangbiakan seringnya burung betina mengerami telur sebanyak lima butir atau lebih banyak dari jenis burung lainnya. Sebagai burung endemik yang daerah persebarannya terbatas biasanya sewaktu terbang tidak akan pergi terlalu jauh dan akan kembali lagi ke sarangnya saat sore tiba.

Sekilas perawatannya
Bagi yang hendak memelihara burung Cica-kopi Melayu perlu mengetahui tentang cara merawatnya. Perawatan tersebut terkait dengan pemberikan pakan yang baiknya memberikan voer, kroto, jangkrik, dan buah-buahan. Bila dalam pemberian voer terdapat kendala tentang nafsunya yang tidak begitu menyukai pakan tersebut maka perlu dicampur dengan kroto agar mendorongnya menyantap pakan tersebut sampai habis. Selain itu serangga yang diberikan kepada burung Cica-kopi Melayu ditujukan agar staminanya tetap fit dan tidak mudah lemas. Agar kicauannya terdengar bervariasi dan merdu maka perlu mendapatkan perhatian dengan memberikan pemasteran melalui kicauan burung lain atau burung sejenis yang telah rajin berkicau.

Nah, itulah penjelasan tentang burung Cica-kopi Melayu sebagai burung endemik yang jarang diketahui orang-orang. Untuk itu bagi Anda yang hendak menambah koleksi burung kicauan di rumah mungkin tak ada salahnya mencari burung Cica-kopi Melayu. Okey.

Sumber Tulisan:
1. https://omkicau.com/2013/04/12/cica-kopi-melayu-burung-lokal-yang-gacor/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Cica-kopi_melayu

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Chestnut-backed_Scimitar-babbler_-_Ijen_-_East_Java_MG_7589_(29543406140).jpg

Tentang Burung Manyar Emas

Jenis burung Manyar sudah lama dikenal sebagai burung yang punya keterampilan dalam merias sangkarnya. Tampilan sangkar jenis burung Manyar tampak berukuran cukup besar dengan bentuk beraneka ragam seperti kendi ataupun corong. Biasanya sangkar yang dibangun oleh jenis burung Manyar disangkutkan pada ranting pohon dengan lubang masuk berada dibagian bawah sangkarnya. Selain itu umumnya jenis burung Manyar yang banyak dikenal orang-orang terdiri dari tiga jenis yakni burung Manyar Tempua, Manyar Jambul, dan Manyar Emas. Hanya saja pada artikel ini coba mengulas tentang jenis burung Manyar Emas saja.

Burung Manyar Emas merupakan salah satu jenis burung Manyar yang persebaran populasinya hanya terdapat di kawasan negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Hampir semua negara di Asia Tenggara meliputi Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia. Di kawasan Indonesia kehadiran burung Manyar Emas hanya terdapat di daerah Sumatera dan jawa dengan menyukai habitat hidup berada di semak belukar dan rawa-rawa. Biasanya burung Manyar Emas suka bergerak dalam bentuk koloni atau beramai-ramai dengan jumlah besar baik untuk mencari makan ataupun hanya sekedar istirahat. Pakan yang biasanya disantap oleh burung Manyar Emas adalah biji-bijian seperti padi dan jenis biji-bijian lainnya.

Gambar: Burung Manyar Emas
Ploceus hypoxanthus yang menjadi nama latinnya tergolong mempunyai ukuran fisik yang lumayan kecil. Panjang tubuh burung Manyar hanya sekitar 15 cm dengan bentuk paruh yang berukuran agak besar dan pendek. Pendeknya paruh tersebut bertujuan untuk menghancurkan biji-bijian yang dimakannya dari alam liar. Secara umum hampir seluruh bagian tubuhnya berwarna kuning keemasan. Pada bagian muka tepatnya di area pipi yang berada dekat matanya tampak berwarna cokelat kehitaman. Punggung dan sayapnya terlihat berwarna cokelat sedikit kehitaman.

Tipikal burung Manyar Emas yang hidup di semak-semak terbilang cukup sulit dijumpai sebab suka berpindah-pindah untuk menghindar dari yang membahayakannya. Selain itu suara kicauan burung Manyar Emas terbilang amat indah dengan terdapat getaran yang bertempo panjang. Selain itu kicauannya tedengar cukup cepat seperti suara crecetan dan tembakan yang unik. Nada kicauannya pun bervolume lumayan tinggi dengan terdapat lengkingan suara yang tidak memekikan telinga. Karenanya jenis burung Manyar Emas ini cukup banyak digandrungi orang-orang untuk dipelihara dan dilatih agar mempunyai kicauan merdu dan memiliki crecetan.

Akan tetapi disaat sekarang ini keberadaan burung Manyar Emas ini semakin sulit ditemukan di alam liar. Alasannya adalah telah terjadi penyusutan jumlah yang mengakibatkan burung Manyar Emas agak susah dicari di alam liar. Karenanya status yang disematkan kepada burung Manyar Emas sudah mendekati terancam. Ini pun tak terlepas dari semakin banyaknya hutan yang menjadi habitat hidupnya yang rusak dan maraknya perburuan terhadap burung ini. Selain itu, masih sedikitnya orang-orang yang hendak membudidayakan burung Manyar Emas turut mempengaruhi turunnya jumlahnya di alam liar. Untuk sebaiknya bagi Anda yang tertarik dengan burung ini sebaiknya mencari di tempat pembudidaya bukan yang berasal dari hutan. Tujuannya agar populasinya secara perlahan dapat normal kembali agar tidak terancam punah.

Sumber Tulisan:
1. http://www.kutilang.or.id/2011/09/16/manyar-emas/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/95/Asian_Golden_Weaver_-_Thailand_S4E4522_%2822861593231%29.jpg/800px-Asian_Golden_Weaver_-_Thailand_S4E4522_%2822861593231%29.jpg