Thursday, April 19, 2018

Kancilan Bakau, Si Burung Ocehan Mungil Yang Bersuara Nyaring

Jenis burung ocehan yang memiliki suara merdu dan nyaring tidak hanya didominasi oleh berpostur tubuh yang sedang saja. Sebab banyak diantara jenis burung ocehan yang ukuran tubuhnya lumayan kecil atau mungil juga mempunyai kualitas suara kicauan yang tak kalah nyaring dan lantang. Jenis-jenis burung ocehan tersebut pun cukup beragam mulai dari burung Kacamata atau Pleci, Pelanduk Semak, Wergan Jawa, dan Kancilan Bakau. Karenanya pada artikel ini akan mengulas salah satu di antaranya yang keberadaannya di Indonesia tersebar merata. Dan nama adalah burung Kancilan Bakau.

Burung Kancilan Bakau termasuk salah satu dari beragam jenis burung Kancilan yang penyebarannya tidak hanya terdapat di Indonesia. Secara global area persebaran burung Kancilan Bakau terdapat di kawasan negara India, Myanmar, Vietnam, Filipina, Kamboja, Laos, dan Indonesia. Begitu juga dengan daerah di Indonesia yang dijadikan rumahnya pun tak kalah luas mulai dari Sumatera, Pulau Nias, Kepulauan Riau, Simeulue, Kepulauan Batu, Siberut, Pagai selatan, Bangka, Belitung, Kalimantan, Pulau Karimata, Jawa, Kepulauan Natuna, Kepulauan Kangean, Bali, dan Lombok.
Burung Kancilan Bakau di Alam Liar
Walaupun area persebaran burung yang bernama latin Pachycephala grisola ini tergolong lumayan luas tapi jumlah sub-spesiesnya hanya sebanyak dua jenis saja. Sewaktu di alam liar biasanya menempati area dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian sekitar 900 meter dpl. Jenis hutan yang ditinggalinya berada cukup jauh dari pemukiman masyarakat berupa hutan di sekitar pantai, hutan mangrove, hutan cemara, hutan bambu, dan rumpun bambu. Karakternya pun dikenal cukup pemalu dengan lebih suka menyembunyikan dirinya dibalik rimbunnya pepohonan.

Selain itu, pada saat mencari makan biasanya burung Kancilan Bakau biasanya bergerak secara sendirian ataupun terkadang bergabung dengan jenis burung lain. Jenis makanan yang menjadi pakan pokoknya berupa serangga yang berukuran kecil sampai sedang. Saat memasuki masa berkembangbiak yang berlangsung sekitar bulan Maret sampai juni biasanya akan membangun sarang dengan bentuk mirip mangkuk kecil. Sarang tersebut diletakkan pada bagian cabang pohoh yang cukup tinggi dan mampu menampung telur yang dierami indukan sebanyak dua butir.
Baca juga:
Adapun ciri fisik burung Kancilan Bakau tergolong lumayan kecil dengan panjang maksimal hanya sekitar 14 sentimeter saja. Dan ciri fisik lainnya dapat disimak di bawah ini:

  1. Terdapat warna cokelat tua yang menutupi bagian atas tubuhnya mulai dari mahkota kepala, sisi wajah, punggung, sayap, dan ekornya.
  2. Terlihat juga warna putih keabu-abuan yang menutupi bagian bawah tubuhnya yang meliputi tenggorokan, dada, perut, hingga ke bagian tunggirnya.
  3. Paruhnya berwarna hitam pekat yang berukuran sedang dan terlihat agak tebal.
  4. Ekornya juga berukuran sedang dengan bulu-bulu yang tidak terlalu lebar. 
  5. Matanya yang berwarna hitam kecokelatan berukuran sedang dengan sorot yang agak tajam. 
  6. Lalu kakinya yang juga berwarna hitam pekat berukuran sedang dengan cakar yang tajam.

Sedangkan suara kicauan yang dimiliki burung Kancilan Bakau tergolong nyaring dan lumayan lantang. Kicauan nyaringnya dibunyikan dengan volume yang cukup tinggi sehingga terdengar melengking. Suara kicauannya pun cukup berirama dengan nada naik-turun yang dibunyikan secara beraturan. Karenanya, burung Kancilan Bakau sangat cocok dipakai untuk memaster jenis burung ocehan lainnya agar suara kicauannya juga terdengar nyaring dan lantang. Selain itu juga bisa dipergunakan untuk memancing agar burung cepat mengeluarkan suara kicauannya.

Referensi Tulisan:
1. https://www.hbw.com/species/mangrove-whistler-pachycephala-cinerea
2. http://www.kutilang.or.id/2012/06/18/kancilan-bakau/

Rerefensi Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Mangrove_Whistler.jpg

0 komentar:

Post a Comment