Saturday, May 10, 2014

Mengulas Murai Batu Ekor Hitam

Bagi pecinta murai batu mungkin hanya mengenal murai batu dari asal daerahnya seperti murai batu medan atau murai batu lampung. Murai batu tidak hanya diklasifikasikan terhadap daerahnya saja tetapi dari warna ekornya. Terdapat dua jenis murai batu bila dilihat dari warna ekornya yakni murai batu ekor hitam dan murai batu ekor putih. Disini hanya menjelaskan mengenai murai batu hitam yang telah mempunyai banyak penggemarnya.

Melihat habitatnya, murai batu ekor hitam atau black tail dapat dijumpai di kepulauan-kepulauan kecil areal pulau sumatera seperti kepulauan mentawai, di Nias, Simeulue. Dari kesemua habitatnya bahwa murai batu ekor hitam memiliki ukuran badan yang relatif sama yakni tidak terlalu besar. Ekornya pun memiliki panjang sekitar 10-12 cm dan ada juga yang mempunyai panjang ekor 14-16 cm. Di setiap daerah murai batu ekor hitam mempunyai ciri khasnya tersendiri, yakni:

Gambar: Murai Batu Ekor Hitam
  1. Murai batu ekor hitam asal nias yang mempunyai ekor hitam yang sangat mulus.
  2. Murai batu ekor hitam asal Sinabang yang mempunyai badan agak kecil, kepalanya kecil, dan ekor yang pendek.
  3. Murai batu ekor hitam asal pulau Lasia yang mempunyai ukuran badan yang besar serta ekor yang sedang panjangnya. Melihat pada bagian ekornya maka ditemui berupa noktah-noktah putih yang hanya terlihat pada bagian dalam bulu atau bawahnya.
  4. Murai batu ekor hitam asal Lempuyang yang dari ke enam ekornya mempunyai dua ragam warna ialah tiga pasang ekor berwarna hitam dan tiga pasang ekor lagi berwarna putih yang berdiameter satu sentimeter pada ujung ekornya.
  5. Murai batu ekor hitam asal Sabang yang mempunyai ekor lebih panjang mirip dengan murai batu ekor hitam asal lempuyang namun sayang disebabkan perburuan yang sangat berlebihan menyebabkan burung jenis ini dikategorikan murai batu yang sudah langka.
Secara umum dari kesemua jenis murai batu ekor hitam mempunyai kelebihan di antaranya gaya tempur yang dimilikinya stabil, bersuara tembus melengking dan dengan pertambahan usia maka kemantapan suaranya sulit untuk ditandingi jenis murai batu ekor putih. Tipikal kejinakan murai batu ekor hitam tidak diragukan lagi, prosesi penjodohan yang cenderung cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama.

Murai batu ekor hitam sempat mendapatkan mitos negatif sehingga membuat murai ini kehilangan banyak penggemarnya dan jarang mengikuti perlombaan burung ocehan namun lambat laun mitos miring itu terbantahkan dengan belakangan ini banyak murai batu ekor hitam memenangi perlombaan kembali.

Oke, dari penjelasan mengenai murai batu ekor hitam ialah merupakan jenis burung hanya bisa dijumpai di sekitar sumatera utara, sumatera barat dan aceh. Disamping itu murai ini sangat digemari di ketiga daerah tersebut sebagai burung ocehan yang bermental kuat dan suara yang bervariasi.

Oleh : Satria Dwi Saputro

Sumber:
1. http://omkicau.com/2012/12/27/ragam-murai-batu-ekor-hitam-di-sumatera/
2. http://fansburung.blogspot.com/2013/03/sekilas-tentang-murai-batu-ekor-hitam.html
3. http://omkicau.com/2013/05/02/penangkaran-mb-ekor-hitam-mudah-beradaptasi-lebih-cepat-berproduksi/#more-68276
 

Gambar:
1. http://www.kaskus.co.id/thread/5213ad2c3c118e3967000000/murai-batu-ekor-hitam-sinabang-gtgt-medan-masuk

0 komentar:

Post a Comment